radiovisfm.com, Banyuwangi - Residivis Jambret ditembak kakinya oleh tim Resmob Polres Banyuwangi, saat kabur hendak ditangkap.

Petualangan Moh.Fauzan Farid (21) kini harus berakhir ditangan kepolisian, setelah melakukan penjambretan di 3 lokasi bahkan dia juga pernah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di 5 TKP dan telah menjalani hukuman di Lapas Banyuwangi.

Namun rupanya, sangsi hukuman yang diterimanya ini tidak membuat warga Jalan Andalas RT 01 RW 02 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota tersebut jera.

Dan dia kembali melakukan aksi kriminalitas dengan mengambil paksa sejumlah barang berharga milik korban di 3 TKP, yakni 2 lokasi di kawsan jalan Raden Wijaya tepatnya pertigaan utara Hotel Giri Indah Kelurahan Giri Kecamatan Giri serta di kawsan jalan Raden Wijaya selatan gardu induk PLN giri.

Awalnya, pada 6 September 2018 lalu kepolisian menerima laporan dari 3 korban masing masing Wiwin Apriliawanti (45) yang merupakan istri dari Aiptu Suyitno, anggota kepolisian yang bertugas di SPKT Polres Banyuwangi.

Saat melintas di pertigaan giri setelah menghadiri HUT Polwan di Mapolres Banyuwangi, tiba tiba sepeda motor Scoopy yang di kendarainya di dekati seorang pengendara sepeda motor lalu merampas tas korban berisi 1 unit HP Samsung Galaxy S7 Gold, Kartu Polri milik suaminya serta beberapa ATM dengan kerugian sebesar Rp 10.000.000.

Selanjutnya, ada 2 korban lain juga melaporkan peristiwa naas yang sama yakni Sri Eka Susilayani (45) warga Kecamatan Kalipuro, yang mengaku tasnya berisi 1 unit ponsel Oppo gold tipe A37 dan uang tunai Rp 5 juta serta KTP dan beberapa ATM dirampas orang tak dikenal di pertigaan giri.

Serta Dwi Kurniawati (22) seorang mahasiswi warga Kecamatan Giri Banyuwangi, yang juga mengalami nasib yang sama namun lokasinya di selatan gardu induk PLN giri. Dalam peristiwa ini, pelaku berhasil membawa kabur tas korban yang berisi 1 unit ponsel Samsung Galaxy C9 pro black, 2 ATm dan uang tunai Rp 480.000 dengan total kerugian mencapai Rp 7.480.000.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil mengamankan Lutfi Ainur Ridho (22) warga Dusun Kendal RT 03 RW 01 Desa Sumberbaru Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, di tempat kostnya di kawasan Denpasar Barat, Bali.

“Disini, kepolisian menemukan ponsel milik korban Dwi Kurniawati yang di pakainya sendiri,” ujar Kasat Reskrim.

Lutfi mengaku, ponsel itu didapatnya dari Hermawan warga Jalan Dempo 5 RT 01 RW 01 Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota. Kepolisian pun menangkap laki laki berusia 33 tahun tersebut di kawasan selatan Mitra Kecamatan Rogojampi.

“Pengakuan Hermawan, dia mendapatkan 3 unit ponsel dari Fauzan Farid lalu di jual kepada Lutfi dan Fatma Agustina (38) warga Dusun Patoman Timur RT 03 RW 01 Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari,” papar Kasat Reskrim.

Dari sini, kepolisian langsung bergerak cepat dengan menangkap pelaku utama Fauzan Farid di rumahnya beserta diamankan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio bernopol P 3395 YF, yang selama ini di gunakan tersangka di dalam menjalan aksinya. Dan aparat kepolisian terpaksa menghadiahi timah panas kepada tersangka, karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Kepada kepolisian, tersangka Fauzan mengakui semua perbuatannya dan dia juga mengaku ponsel milik anggota Bhayangkari tersebut di bakar dan dibuang di kawasan kebun jati di Lingkungan Sukowidi Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro.

“Setelah tersangka di gelandang ke lokasi, kepolisian melakukan penyisiran hingga berhasil ditemukan sisa ponsel milik Wiwin Apriliawanti itu,” ungkap Kasat Reskrim.

Dia menambahkan, untuk 3 orang yakni Lutfi Ainur Ridho, Hermawan dan Fatma Agustina dijerat hukuman penjara sebagai penadah hasil curian sesuai pasal 378 KUHP.

“Untuk tersangka Moh.Fauzan Farid di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah menganiaya tetangganya saat hendak melakukan pencurian di dalam rumah, seorang janda asal Kelurahan Kepatihan ditangkap kepolisian.

Tersangka di ketahui bernama Novi (23) tercatat sebagai warga Lingkungan Krajan RT 03 RW 02 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi kota.

Janda beranak satu tersebut kini harus mendekam di dalam sel tahanan Mapolsekta Banyuwangi, beberapa saat setelah menganiaya Sumawiyah (75) hingga babak belur bahkan di beberapa bagian mulutnya mengalami luka robek.

Awalnya, tersangka mendatangi rumah korban yang selama ini tinggal sendirian di kawasan Lingkungan Krajan Surodilagan RT 03 RW 03 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi kota pada Senin siang (17/9).

Saat itu, tersangka mengetuk pintu rumah korban berpura pura menumpang ke kamar mandi mengaku hendak kencing. Namun bukannya ke kamar mandi, tersangka malah memukuli korban dengan menggunakan tangan kosong. Selanjutnya, dia mengambil pisau dapur untuk mengancam korban sambil meminta agar menunjukkan tempat disimpannya barang berharga.

Karena ketakutan, korban pun menyerahkan tas berisi sejumlah perhiasan emas berbagai jenis beserta uang tunai sejumlah Rp 3 juta. Lalu dia berlari keluar rumah dan meninggalkan korban yang sudah dalam kondisi babak belur. Korban pun berteriak meminta tolong hingga beberapa orang tetangganya berlarian untuk mengejar tersangka.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, saat di kejar warga itulah, tersangka sempat membuang perhiasan korban ke jalan dengan alasan untuk menghilangkan jejak.

“Warga yang merasa geram dengan ulahnya langsung menangkap tersangka, beserta diamankan perhiasan emas milik korban yang di buang itu,” ujar Kapolsek.

Selanjutnya, tersangka di gelandang ke Mapolsekta Banyuwangi guna menjalani penyidikan.

Kapolsek menjelaskan, setelah mengamankan tersangka, kepolisian membawa korban ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk di lakukan visum. Dari hasil penyidikan sementara kepolisian, diduga pelaku telah melakukan serangkaian aksi yang sama di wilayah setempat dengan sasaran rumah kosong.

“Sebelumnya banyak warga Kelurahan Kepatihan yang melapor ke Mapolsekta Banyuwangi mengenai terjadinya pembobolan rumah yang disertai dengan raibnya sejumlah barang berharga milik korban,” papar Kapolsek.

“Hal itu di akui oleh tersangka jika dirinya telah beberapa kali melakukan aksi pencurian di kawasan Kelurahan Kepatihan,” imbuhnya.

Sementara, ketua RW 03 Lingkungan Surodilagan Kelurahan Kepatihan, Selamet Susanto mengaku, selama ini ulah tersangka tersebut dinilai sangat meresahkan masyarakat setempat. Pasalnya, meskipun aksinya sempat dicurigai warga namun tersangka masih saja mengelak.

“Dari kasus penganiayaan yang disertai pencurian terhadap korban Sumawiyah ini, telah menguak kasus hilangnya puluhan gram perhiasan emas milik salah satu warga saya sebulan lalu setelah rumahnya di bobol pencuri,” papar Selamet.

“Rupanya, pelaku dari aksi ini adalah tersangka dan hal itu di akuinya di hadapan penyidik kepolisian,” pungkasnya.

Kini, tersangka beserta barang bukti sejumlah perhiasan emas milik korban di amankan di Mapolsekta Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang ibu rumah tangga di tangkap kepolisian di rumahnya di kawasan Kelurahan Panderejo Kecamatan Banyuwangi kota, saat sedang asyik bermain judi kartu remi. Tepatnya di kawasan Jalan Citarum RT 02 RW 03.

Kepolisian yang mendapat laporan dari masyarakat langsung menggerebek rumah Nasipah (51), yang selama ini juga terdapat warung meracang dengan berjualan berbagai macam makanan ringan.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, saat di gerebek, tersangka sedang bermain judi dengan 2 orang laki laki.

“Tapi ketika di lakukan upaya penangkapan, satu orang melarikan diri sedangkan satu orang lainnya yakni Rusbandi (49) berhasil ditangkap kepolisian,” ujar Kapolsek.

Laki laki asal Dusun Krajan RT 23 RW 05 Desa Jambe Anom Kecamatan Jambesari Darussholah Kabupaten Bondowoso tersebut berada di rumah Nasipah, sengaja untuk bermain judi kartu yang selama ini sering mereka lakukan.

Kapolsek menjelaskan, dari pengembangan penyidikan, di TKP di sinyalir sering di gunakan oleh si pemilik rumah untuk bermain judi kartu remi tersebut yang dilakukan oleh warga setempat maupun luar daerah. Dalam penangkapan ini, kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 1 set kartu remi dan uang tunai hasil taruhan mereka sejumlah Rp 279.000.

“Kepada petugas, tersangka Nasipah juga mengakui sering menggelar perjudian kartu di rumahnya dengan alasan untuk mencari pemasukan selain hasil dari berjualan di warungnya,” papar Kapolsek.

Setelah ditangkap kepolisian, keduanya langsung di gelandang ke Mapolsekta Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dan atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang surveyor di salah satu perusahaan Finance di Banyuwangi ditangkap kepolisian, saat hendak mengedarkan narkotika jenis sabu.

Tersangka yang diketahui bernama Suyono Sosro Darsono (43) tersebut di tangkap aparat Satreskoba Polres Banyuwangi di area jantung kota Banyuwangi, di kawasan jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan SDN Penganjuran 4 Kelurahan Penganjuran Kecamatan Banyuwangi kota.

Laki laki warga Dusun Juruh RT 02 RW 02 Desa Singojuruh Kecamatan Singojuruh tersebut, ditangkap saat hendak menghantarkan sabu kepada pelanggannya.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, dari penangkapan ini, kepolisian mengamankan barang bukti 2 paket sabu di dalam saku celananya.

Saat diintrograsi awalnya tersangka tidak mengakui jika dia hendak mengedarkan sabu tersebut.

“Lalu, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan dengan menggiring tersangka ke rumahnya untuk di lakukan penggeledahan,” imbuhnya.

AKP Imron mengaku, ternyata memang benar, di rumah tersangka di temukan 7 paket sabu siap edar beserta 5 lembar potongan plastic warna silver, 1 buah skrop hijau, 11 bendel plastic klip yang terdapat sisa sabu serta 1 unit ponsel, yang seluruhnya di letakkan di dalam tas warna coklat. Sehingga total barang bukti sabu yang di amankan 9 paket seberat 3,91 gram.

“Penangkapan tersangka ini di lakukan kepolisian setelah mendapat laporan dari masyarakat, mengenai akan adanya transaksi narkoba di kawasan Banyuwangi kota yang dilakukan tersangka,” ujar Kasat Narkoba.

Kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan, hingga berhasil mengungkap identitas tersangka yang selanjutnya di lakukan pengejaran.

“Dihadapan petugas, tersangka mendapatkan barang haram tersebut dengan membeli kepada bandarnya yang ada di wilayah Kabupaten Madura dengan cara di ranjau,” kata Kasat Narkoba.

Menurut AKP Imron, system ranjau ini adalah pembelian di lakukan melalui komunikasi ponsel dan selanjutnya barang pesanan diletakkan di satu tempat yang telah mereka sepakati.

“Hingga kini kepolisian terus mengejar keberadaan bandar yang di sebut oleh tersangka itu,” pungkas AKP Imron.

Kini, tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang perangkat Kantor Desa Sukojati Kecamatan Kabat Banyuwangi ditangkap kepolisian, saat mengedarkan narkotika jenis sabu.

Tersangka Samani (44) warga Dusun Krajan RT 01 RW 02 Desa Sukojati Kecamatan Kabat Banyuwangi tersebut, di tangkap anggota serse Polsekta Banyuwangi di depan salah satu toko modern di kawasan Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Lateng Banyuwangi, Minggu malam (16/9).

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, semula kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya peredaran narkoba berbagai jenis di wilayah Kecamatan Banyuwangi kota.

“Berbekal informasi inilah, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan hingga menemukan identitas salah satu bandarnya yang bertempat tinggal di Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro,” ungkap Kapolske.

Dia menjelaskan, kepolisian pun memancing menghubunginya dengan berpura pura hendak membeli 1 paket sabu. Selanjutnya, di sepakati lokasi pertemuannya di pasar modern tersebut.

“Tapi rupanya, yang datang ke lokasi bukan pelaku yang selama ini menjadi Target Operasi kepolisian. Malah justru Samani yang datang dan hendak meranjau atau meletakkan narkotika jenis sabu sesuai pesanan pembelinya,” papar Kapolsek.

AKP Ali Masduki mengaku, saat berada di lokasi itulah, aparat kepolisian yang sebelumnya melakukan pengintaian langsung menangkap tersangka. Dan setelah di lakukan penggeledahan, di temukan 1 paket sabu seberat 0,38 gram di dalam saku celananya bagian depan.

“Lalu kepolisian menggelandang tersangka ke Mapolsekta Banyuwangi guna dimintai keterangan,” ujarnya.

Selain sabu, dari tangan tersangka kepolisian juga mengamankan barang bukti 2 unit ponsel, uang tunai Rp 50.000 dan 1 buah dompet warna hitam.

Kapolsek menambahkan, proses penyidikan kini dilimpahkan ke Satreskoba Polres Banyuwangi, guna pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan tersangka.

Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 112 subsider pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dua residivis bandar Narkoba di Bali yang merupakan warga Maluku, di tangkap kepolisian Polres Banyuwangi saat hendak meranjau puluhan butir pil ekstasi.

Satuan Reskoba Polres Banyuwangi mendapat informasi dari masyarakat mengenai akan adanya transaksi narkoba di wilayah Banyuwangi.

Setelah di lakukan pengembangan penyidikan, kepolisian pun mengendus keberadaan dua pelaku di Banyuwangi yang diketahui bernama Adi alias Piki (37) warga Desa Jembatan Basah Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku dan Armin Farsyah (28) warga Jalan Kapitan Malongi RT 23 RW 08 Kelurahan Galai Dubu Kecamatan Pulau-Pulau Aru Kabupaten Aru Provinsi Maluku.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron mengatakan, setelah mendapati jejak kedua pelaku, sejumlah aparat kepolisian memantau gerak gerik keduanya yang sedang membawa puluhan butir pil ekstasi, yang akan di letakkan di satu tempat sesuai dengan kesepakatan mereka dengan pembelinya.

Saat melintas di jalan raya di kawasan Desa Kalirejo Kecamatan Kabat Banyuwangi tepatnya di depan Rumah Sakit Fatimah, laju sepeda motor Yamaha Mio biru bernopol B 3337 KCZ yang mereka kendarai berhenti.

“Lalu mereka meletakkan sebuah bungkusan di salah satu warung kopi selatan rumah sakit itu, selanjutnya bergeser ke lokasi yang tidak jauh dari keberadaan benda tersebut untuk memantau kedatangan si pembelinya,” papar AKP Imron.

Dia menjelaskan, saat itulah, aparat Satreskoba Polres Banyuwangi langsung menangkap keduanya tanpa perlawanan. Sementara, bungkusan yang di letakkan mereka tersebut ternyata berisi 65 butir narkoba jenis ekstasi dengan rincian 21 butir ekstasi warna orange seberat 6,30 gram, 19 butir ekstasi warna biru seberat 6,54 gram dan 25 butir ekstasi warna merah muda seberat 7,64 gram.

“Dari tangan kedua tersangka, kepolisain juga mengamankan 2 unit ponsel, 1 buah jaket jeans, serta 1 buah arloji jenis Quick Silver,” imbuh AKP Imron.

Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, mereka sengaja meletakkan puluhan butir ekstasi di TKP karena sesuai kesepatan dengan pembelinya yang diakuinya warga Banyuwangi.

Kasat Narkoba menambahkan, mereka juga mengaku, barang haram tersebut dibeli dari bandarnya yang ada di Jakarta lalu di edarkan di berbagai daerah sesuai pesanan termasuk di Banyuwangi. Sementara selama ini, mereka bertempat tinggal di Bali.

“Dari catatan kriminalitas kepolisian, kedua tersangka baru seminggu keluar dari Lapas di Bali setelah menjalani hukuman atas kasus yang sama,” tutur Kasat Narkoba.

Kini kedua tersangka beserta barang buktinya di amankan di Mapolres Banyuwangi guna proses penyidikan lebih lanjut.

Atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 subsider pasal 132 UU RI nomor  35 tahun 2009 tentang Narkoba, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polsek Tegaldlimo Banyuwangi melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah bayi laki laki yang mengambang di kolam ikan lele, dengan kondisi sangat mengenaskan.

Jenazah bayi naas tersebut di temukan di dalam kolam lele milik Selamet di kawasan Dusun Pondok Asem Desa Kedung Asri Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi, dengan posisi tengkurap. Sementara kedua tangan dan kakinya tidak ada, tinggal badan dan kepalanya.

Kepolisian belum bisa memastikan, apakah sebelum dibunuh bayi tersebut terlebih dahulu di mutilasi oleh pelaku ataukah tidak.

“Karena dilihat dari kondisi potongan kedua kaki dan tangannya terlihat rata,” kata Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo Banyuwangi, Ipda Wignyo Asmoro.

Menurutnya, jenazah bayi tersebut pertama kali di temukan oleh warga setempat, Poniran yang di duga adalah boneka. Setelah memastikan itu adalah jenazah bayi, dia langsung memanggil si pemilik kolam, Selamet untuk dipindahkan ke pinggir kolam.

“Dari hasil pemeriksaan medis puskesmas setempat, di duga jenazah bayi itu sudah 3 hari mengambang di kolam ikan lele. Dari kondisinya pula, di duga si bayi di lahirkan secara paksa dengan usia 8 bulan kandungan,” papar Wignyo.

Dia menjelaskan, hingga saat ini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan untuk bisa mengungkap orang tua yang tega membunuh bayinya tersebut. Aparat kepolisian memintai keterangan masyarakat setempat mengenai kemungkinan adanya warga yang hamil, tapi saat ini perutnya sudah terlihat normal. Sedangkan bayinya tidak di ketahui keberadaannya.

“Jika warga melihat kondisi ini, segera melapor ke pihak kepolisian,” kata Wignyo.

Setelah di evakuasi, jenazah bayi malang tersebut di simpan di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi.

“Rencananya, akan di lakukan otopsi pada Rabu (12/9) guna mengetahui penyebab kematian si bayi,” pungkasnya.

Sementara itu, pasca ditemukannya jenazah bayi laki laki tersebut sempat membuat geger masyarakat setempat, Senin (11/9).

Mereka menduga, pelaku sengaja memotong kedua tangan dan kaki bayi lalu di buang ke kolam lele untuk menghilangkan jejak. Supaya masyarakat menduga, kedua kaki dan tangan bayi tersebut hilang karena di makan ikan lele.

More Articles ...