radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang pergantian Tahun Baru, Polres Banyuwangi berhasil membongkar jaringan peredaran pil koplo dengan mengamankan 4 orang pelaku beserta barang bukti 35 ribu butir obat jenis Trihexyphenidyl.

Hal ini sudah diantisipasi oleh pihak kepolisian utamanya Satuan Reskoba Polres Banyuwangi, mengenai kemungkinan adanya peredaran pil koplo di daerah yang berada di timur pulau jawa tersebut.

Dan setelah melakukan penyelidikan, kepolisian berhasil menangkap Mochammad Sholeh (34) warga Lingkungan Krasak Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi kota di kantor jasa pengiriman Tiki di Jalan Kepiting Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi, saat mengambil paketan berupa kardus besar yang di dalamnya berisi 20 ribu butir pil Trihexyphenidyl yang di kemas dalam 20 kaleng, masing masing berisi 1000 butir.

Dari sini, penyidikan kepolisian mulai di kembangkan dan mengarah ke kawasan Banyuwangi selatan.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Imron menjelaskan, dari pengakuan tersangka Sholeh tersebut bahwa juga akan ada pengiriman paket yang sama melalui kantor jasa pengiriman Tiki di wilayah Kecamatan Genteng Banyuwangi.

Selanjutnya, sejumlah aparat kepolisian menyanggong di depan kantor jasa pengiriman yang ada di Jalan KH. Wahid Hasyim (Ruko Ex Kawedanan) Blok C-1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng.

“Hampir saja aparat kepolisian kalah cepat dengan para pelaku,” ujar AKP Imron.

Beruntung, salah satu anggota Satnarkoba curiga dengan dua orang remaja yang mengendarai motor Honda CB 150R warna hitam putih dengan nomor polisi P-4124-YN, baru saja keluar dari kantor Tiki Genteng dengan membawa kardus karton.

“Setelah di cegat dan di periksa, ternyata benar kadus tersebut berisi 15 ribu pil koplo jenis Trihexyphenidyl yang dikemas dalam 15 kaleng, masing masing berisi 1000 butir,” ujar AKP Imron.

Kedua remaja itu adalah Satria Ilham Alamsyah (18) warga Desa Wringinagung Kecamatan Gambiran dan AA (17) pelajar kelas IX salah satu SMP Swasta di Kecamatan Gambiran Banyuwangi.

“Kepada petugas, mereka mengaku di suruh oleh Alex Setiawan untuk mengambil paketan tersebut dengan upah Rp 100 ribu,” tutur AKP Imron.

Kasat Narkoba mengatakan, kepolisian pun mengejar keberadaan laki laki berusia 20 tahun tersebut, hingga berhasil di tangkap di rumahnya di kawasan Dusun Glowong, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

Kepada petugas, tersangka Alex mengaku obat obatan sediaan farmasi yang di kirim dari Jakarta tersebut hendak di edarkan menjelang malam pergantian Tahun Baru di Banyuwangi.

“Dia juga mengaku memesan langsung kepada seseorang bernama Teguh melalui ponsel,” tutur Kasat Narkoba.

“Dari pengiriman di kedua kantor jasa pengiriman Tiki tersebut dinilai ada kesamaan dengan pengirim yang sama,” pungkasnya.

Kini, ke empat tersangka digelandang ke Mapolres Banyuwangi guna menjalani pemeriksaan intensif beserta diamankan sejumlah barang bukti tersebut.

Keempatnya dijerat Pasal 197 sub Pasal 196 UU RI No 36 th 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah dilakukan pengembangan penyidikan, tim Resmob Polres Banyuwangi akhirnya berhasil membekuk pelaku pencurian helm di area parkiran Kantor Dinas Kesehatan, yang terjadi pada Kamis malam (6/12) lalu.

Dan rupanya, pelaku adalah seorang perempuan yang di ketahui bernama Hera Deliye (36) warga Jalan Doho nomor 39 RT 01 RW 03 Lingkungan Tamansari Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi kota, tepatnya di kawasan perumahan kodim.

Dari rekaman kamera CCTV yang di unggah di Facebook Radio Vis Fm Banyuwangi, sekira pukul 20.18 WIB datang pelaku dengan memakai jaket hitam dan bercelana pendek putih serta memakai helm standart dengan kondisi kaca depannya tertutup. Dia mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi P 5055 ZI.

Setelah memarkirkan kendaraannya di area parkir sebelah barat kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi di kawasan Jalan Letkol Istiqlah, dia berjalan kearah timur dan sempat mengintip di kaca pintu, kemungkinan untuk memastikan apakah di dalam ada orang ataukah tidak.

Selanjutnya dia kembali berjalan menuju sepeda motornya. Dan tepat pukul 20.19.48 WIB seperti yang terekam dalam kamera CCTV, pelaku mengambil helm yang menggantung di sepeda motor yang bersebelahan dengan kendaraannya, lalu kabur.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, berdasarkan hasil rekaman kamera CCTV itulah, aparat kepolisian mengejar keberadaan pelaku berbekal nomor polisi sepeda motor yang di kendarainya.

“Setelah melalui berbagai upaya, tim Resmob berhasil menangkap pelaku di rumahnya beserta sepeda motor yang identic dengan sarana yang di gunakannya saat melakukan pencurian di TKP,” papar Kasat Reskrim.

AKP Panji menjelaskan, dari pengakuannya di hadapan penyidik, tersangka sudah pernah melakukan pencurian TV serta sebuah laptop di Puskesmas Gitik Kecamatan Rogojampi yang merupakan milik dr Didik.

“Namun tersangka mengaku sejumlah barang yang di curinya tersebut sudah di kembalikan dan ditebus kepada pemiliknya,” ujar Kasat Reskrim.

Meski demikian kata AKP Panji, kepolisian masih belum melakukan konfirmasi terhadap dokter Didik selaku pemilik barang barang itu.

Kini, tersangka harus mendekam di dalam tahanan Mapolres Banyuwangi guna mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.

“Sekaligus di sangsi pasal 364 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas AKP Panji.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi memasang rambu rambu himbauan mengenai pengalihan arus kendaraan bermotor yang akan menuju ke Surabaya melewati Situbondo agar melewati jalur Jember, karena adanya pemasangan Balok Girder di Jembatan Randumerak Paiton, Probolinggo.

Kegiatan pemasangan ini di rencanakan di laksanakan pada tanggal 12 hingga 13 Desember 2018, sehingga ruas jalan Paiton – Probolinggo di tutup sementara untuk semua kendaraan roda 4 atau lebih.

Oleh sebab itulah, guna memperlancar arus lalu lintas serta tidak terjadi antrian panjang kendaraan bermotor, pihak kepolisian melakukan berbagai langkah antisipasi.

Salah satunya, Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi memasang baliho himbauan pengalihan arus kendaraan bermotor di beberapa lokasi strategis.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Ipda Ardhi Bita Kumala mengatakan, pemasangan baliho tersebut di antaranya telah di pasang di pintu masuk dan keluar Pelabuhan ASDP Ketapang, yang di nilai sebagai jalur kendaraan roda 4 setelah diseberangkan dari Pelabuhan Gilimanuk bali maupun sebaliknya.

“Juga di pasang disejumlah ruas jalan nasional maupun propinsi dari wilayah Kecamatan Wongsorejo hingga Kalibaru,” ujar Ipda Ardhi.

Dia berharap para pengguna jalan bisa mematuhi himbauan tersebut agar perjalanannya berjalan lancar, utamanya kendaraan roda 4 yang memiliki panjang lebih dari 2 sumbu.

“Kami juga meminta kepada para pengendara kendaraan besar lebih dari 2 sumbu untuk tidak beroperasi di tanggal 12 dan 13 Desember itu,” ungkap Ipda Ardhi.

Pasalnya, jika melewati kawasan Gunung Gumitir Jember pun dinilai membahayakan karena terdapat tikungan dan tanjakan yang cukup tajam.

“Ini demi keselamatan kendaraan juga agar tidak menganggu para pengendara kendaraan yang lain,” pungkas Kanit Laka.

Sementara itu, selama pengerjaan pemasangan Balok Gider Jembatan di jembatan Randumerak, Paiton Probolinggo tersebut kendaraan roda 2 masih bisa beroperasi melewati jalur pantura Banyuwangi utara.

Namun di mungkinkan akan di berlakukan system buka tutup, mengingat pengerjaannya memakan badan jalan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi – Sebagai pucuk pimpinan kepolisian yang baru menginjakkan kaki di Banyuwangi, menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi untuk bisa mengenal karakteristik masyakarat Bumi Blambangan.

Sebab itulah, berbagai cara tengah di lakukan oleh mantan Kapolres Bondowoso tersebut, guna menjalin komunikasi dengan masyarakat. Seperti blusukan ke desa desa di seluruh wilayah Banyuwangi.

Kali ini yang menjadi sasaran adalah warga di Kecamatan Purwoharjo, yang ada di wilayah Banyuwangi selatan.

Bertempat di kantor Desa Purwoharjo, Rabu malam (5/12), Kapolres memaparkan berbagai program kepolisian di hadapan puluhan warga yang hadir, serta jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Purwoharjo Banyuwangi.

“Kenalkan, nama saya Taufik Herdiansyah Zeinardi selaku Kapolres Banyuwangi yang baru,” ujar Kapolres memulai perkenalan dirinya.

“Ini bagian dari program kami, untuk menyerap ingormasi dan masukan masyarakat di dalam menjaga Kamtibmas di wilayah ini,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Kapolres juga menyampaikan bahwa forum tersebut juga untuk memahami perkembangan dan kemungkinan adanya permasalahan yang di hadapi masyarakat pedesaan. Tentu saja, untuk penyelesaiannya dikomunikasikan dengan 3 pilar baik Pemerintah Desa dan Kecamatan setempat juga TNI/Polri.

“Kami harap, harmonisasi di tengah masyarakat tetap di jaga apalagi menghadapi tahun politik seperti saat ini,” ungkap Kapolres.

“Perbedaan pilihan itu biasa, jangan sampai terjadi permasalahan karena hal itu,” imbuhnya.

Kapolres juga meminta masyarakat untuk bisa menyelesaikan setiap permasalahan dari tingkat bawah, agar tidak semakin meluas.

“Jaga kondusifitas, selesaikan masalah dengan ketentuan yang mengaturnya,” pesan Kapolres.

Dalam sambutannya pula, Camat Purwoharjo, Ach Laini mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan perhatian Kapolres Banyuwangi kepada masyarakat desa, yang di nilai ini sebagai pendekatan langsung serta menjadi motivasi bagi warga setempat.

“Forum yang di inisiasi Kapolres ini, kami pergunakan sebagai sarana koordinasi untuk menjawab perkem bangan situasi yang ada,” papar Laini.

Dia juga berharap, bimbingan Kapolres kepada jajaran Forpimka dan masyarakat Kecamatan Purwoharjo tersebut dinilai sebagai sikap yang baik dalam perkembangan situasi menjelang Pemilu.

Kegiatan ini, merupakan inisiasi dari Polres Banyuwangi dengan tema Gesah Bareng Ambi Kang Taufik. Dan rencananya, acara tersebut akan di laksanakan ke seluruh wilayah di Banyuwangi secara bertahap.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Polres Banyuwangi mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), di bidang pembangunan zona integritas dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Penghargaan tersebut di berikan langsung oleh Wakil Presiden, Jusuf Kalla di dampingi Menpan RB, Syafrudin kepada Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi di Jakarta, Senin (10/12).

Pemerintah Pusat memberikan penghargaan kepada unit kerja yang dinilai telah berhasil melakukan pembangunan Zona Integritas. Hal ini sebagai bentuk apresiasi Kemenpan RB terhadap unit kerja yang memiliki komitmen melakukan percepatan implementasi reformasi birokrasi.

Di tahun 2018 ini, ada 205 unit kerja yang berhasil melakukan pembangunan zona integritas dan 5 unit diantaranya mendapatkan predikat WBBM. Sementara 200 unit kerja lainnya mendapatkan predikat WBK. Polres jajaran Polda Jawa Timur mendapatkan apresiasi terkait prestasinya atas upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Termasuk Polres Banyuwangi yang menerima penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengaku akan terus mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah berhasil di capainya saat ini.

“Ini bisa jadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan dan meningkatkan pelayanan menjadi lebih baik, melalui komitmen bersama anggota Polres dalam mempertahankan status WBK itu,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Banyuwangi, Ipda Lita Kurniawaan mengatakan, dengan penghargaan tersebut, Polres Banyuwangi berupaya terus meningkatkan kinerja para anggotanya serta menyempurnakan berbagai pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Sehingga ke depan, jajaran kepolisian Polres Banyuwangi berharap bisa meningkatkan status WBK untuk menuju ke WBBM,” ungkap Ipda Lita.

Selain Polres Banyuwangi, beberapa Polres jajaran Polda Jawa Timur yang menerima penghargaan WBK dan WBBM tahun 2018 diantaranya Polrestabes Surabaya, Polres Mojokerto Kota, Polres Mojokerto Kabupaten, Polres Situbondo, Polres Lamongan, Polres Tuban, Polres Bojonegoro, Polres Batu, Polres Malang, Polres Malang Kota dan Polres Trenggalek.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil membongkar jaringan peredaran pil koplo di wilayah Banyuwangi dengan mengamankan seorang bandar beserta barang bukti 20 ribu pil jenis Trihexyphenidyl.

Awalnya Satuan Reskoba Polres Banyuwangi mendapat informasi dari masyarakat mengenai akan adanya pengiriman obat obatan sediaan farmasi tersebut dari Jakarta ke Banyuwangi dalam jumlah cukup banyak, melalui jasa pengiriman. Sejumlah aparat kepolisian pun menyebar menyanggong di sejumlah tempat jasa pengiriman barang yang ada di Banyuwangi kota.

Hasilnya, aparat kepolisian melihat adanya seorang laki laki sedang mengambil pengiriman paket dalam bentuk kardus coklat berukuran cukup besar di kantor jasa pengiriman Tiki di kawasan Jalan Kepiting Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Imron mengatakan, pihaknya pun menghentikan laju sepeda motor Honda Scoopy warna merah bernopol P 3389 XC yang di kendarai oleh laki laki tersebut, yang di gunakan untuk membawa kardus itu.

“Setelah di periksa ternyata memang benar, di dalam kardus itu berisi 20 ribu butir pil Trihexyphenidyl yang di kemas dalam 20 kaleng, masing masing berisi 1000 butir,” ujar Akp Imron.

“Kepada petugas, laki laki itu mengaku bernama Mochammad Sholeh (34) warga Lingkungan Krasak Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi kota,” imbuhnya.

AKP Imron menjelaskan, dihadapan aparat kepolisian, laki laki yang hanya lulusan SD tersebut juga mengaku paket yang di terimanya itu dikirim dari Jakarta melalui jasa pengiriman Tiki.

Sementara, Mochammad Sholeh sendiri bukan berprofesi sebagai dokter maupun petugas kesehatan yang mempunyai ahli dalam bidang farmasi.

“Oleh sebab itu, kepolisian menetapkansebagai tersangka dalam kasus ini dan di jebloskan ke dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi,” imbuhnya.

AKP Imron menambahkan, kini kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan untuk bisa mengungkap identitas pengirimnya di Jakarta.

Diakui Kasat Narkoba, keberhasilan pengungkapan bandar besar pil koplo yang telah di lakukannya ini menjadi cambuk untuk bisa memberantas para pengedarnya, yang dinilai kini sudah hampir merata di seluruh wilayah Banyuwangi.

“Yang cukup miris, peredarannya sudah merambah ke kalangan pelajar SMP dan SMA,” pungkas Kasat Narkoba.

Selain tersangka, barang bukti 20 ribu butir pil Trihexyphenidyl beserta 1 unit sepeda motor dan 1 unit ponsel miliknya juga di amankan kepolisian.

Dan atas semua perbuatan yang telah di lakukannya, tersangka di jerat pasal 197 subsider pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sidang percobaan pembunuhan terhadap Lurah Penataban Kecamatan Giri, Wilujeng Esti Utami di Pengadilan Negeri Banyuwangi berlangsung dramatis.

Pasalnya, dalam persidangan yang di gelar Kamis (6/12) tersebut, Wilujeng tiba tiba pingsan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU), Mulyo Santoso melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya sebagai saksi korban.

Namun sebelum pingsan, Bu Lurah sempat histeris dan menangis tersedu sedu. Dia sempat menjawab pertanyaan JPU kalau dirinya di pukul beberapa kali oleh pelaku, Agus Siswanto (40) atau Agus Welek yang sudah di tetapkan sebagai tersangka dan kali ini juga dihadirkan dalam persidangan.

“Saya dianiaya dan akan dibunuh,” tutur Bu Lurah.

Dari sinilah, Wilujeng tampak gelisah lalu berteriak sambil menyebut Allahu Akbar.

“Saya dipukul.. Saya dianiaya,” kata Wilujeng.

Tidak lama kemudian, tiba tiba Wilujeng pingsan lalu di bawa ke ruang kesehatan Pengadilan Negeri Banyuwangi. Karena kondisinya tidak juga membaik, Bu Lurah itupun di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna mendapatkan penanganan medis.

Sementara, persidangan tetap di lanjutkan dengan menghadirkan saksi kedua.

Pengacara terdakwa, Eko Sutrisno mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada majelis hakim agar saksi korban bisa di hadirkan kembali dalam persidangan mendatang, karena dinilai masih ada beberapa hal yang belum terungkap.

“Keterangan saksi korban sangat penting, sebab dari tim pengacaranya sendiri belum menunjukkan berbagai fakta yang menjadi dasar atau alasan, yang membuat saksi korban dan terdakwa bisa keluar bersamaan sebelum incident percobaan pembunuhan itu terjadi,” papar Eko.

Karena menurut Eko, selama ini yang di sampaikan oleh saksi korban adalah dirinya dipaksa untuk bertemu oleh terdakwa. Dan pertemuan itupun berlangsung di Kantor Kelurahan Penataban di saat jam kerja.

“Secara otomatis ada banyak staf di kantor itu,” tutur Eko.

Disinilah, Eko mengaku akan lebih memperdalam lagi keterangan saksi korban guna mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

Seperti di beritakan sebelumnya, tubuh Lurah Penataban, Wilujeng Esti Utami tersebut di temukan mengapung di dalam sungai sere di kawasan Dusun Sendangrejo RT 02 RW 02 Desa Kebondalem Kecamatan Bangorejo Banyuwangi pada Selasa malam (31/7) sekira pukul 22.00 WIB, dalam kondisi kedua tangan dan kakinya terikat. Selain itu, kepalanya juga di tutup tas plastic hitam.

Bahkan pertama kali di temukan, korban masih memakai pakaian dinas berupa kebaya hitam dan sarung motif gajah uling, yang merupakan salah satu motif batik khas Banyuwangi.

Bu Lurah menjadi korban percobaan pembunuhan yang di lakukan oleh Agus Siswanto alias Agus Welek warga Desa Sumber Beras Kecamatan Muncar Banyuwangi, yang selama ini mengaku sebagai oknum LSM.

Tidak kurang dari 2 jam setelah tubuh Bu Lurah di temukan, kepolisian Polres Banyuwangi berhasil menangkap Agus Welek setelah mendengar pengakuan dari korban.

Dan dari hasil pemeriksaan kepolisian, motif dari kasus ini karena pelaku ingin menguasai uang Rp 60 juta milik korban, dengan cara menganiaya dan mencoba membunuh korban.

 

 

 

More Articles ...