radiovismf.com, Banyuwangi - Kepolisian berhasil membongkar prostitusi Online di Banyuwangi, dengan menangkap Mucikari beserta perempuan yang menjadi PSK nya.

Kasus perdagangan manusia ini terbongkar setelah aparat kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya dugaan jaringan prostitusi melalui on line di wilayah Kecamatan Banyuwangi kota.

Selanjutnya, kepolisian melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap Vita Arum (29) warga Jalan  Mendut Gang 14 Kelurahan Tamanbaru Kecamatan Banyuwangi kota, yang disebut sebut sebagai mucikari.

 Selain itu, kepolisian juga mengamankan TNA alias Jihan (23) warga Perumahan Kebalenan RT 01 RW 02 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi kota, yang dijadikan sebagai PSK.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, sebelumnya, seorang anggota kepolisian menyamar sebagai pelanggan dan menghubungi Vita Arum melalui media social Bee Talk untuk memesan salah satu wanita penghibur. Selanjutnya, tersangka mengirimkan beberapa foto wanita yang dijadikan PSK melalui aplikasi yang sama.

“Dari komunikasi inilah akhirnya di sepakati harga Rp 1.700.000 untuk satu PSK dan pembayaran langsung di berikan kepada PSK yang bersangkutan,” ujar Kapolsek.

“Lokasi yang di sepakati adalah di sebuah kamar salah satu hotel di wilayah Banyuwangi kota dengan nomor 204,” imbuhnya.

Selain itu, mucikari mendapat keuntungan dari transaksi ini sebesar Rp 200.000. Lalu, dia juga mendapat tambahan dari si tamu sebesar Rp 200.000 yang langsung di transfer ke rekeningnya sebagai ucapan terima kasih. Selanjutnya, Vita menyuruh Jihan untuk menemui tamu yang sudah memesan tersebut di kamar 204 untuk melayani Booking Short Time.

“Saat PSK masuk ke dalam kamar itulah langsung di amankan kepolisian, yang selanjutnya mengembang kepada mucikarinya yang juga di lakukan penangkapan di lokasi yang berbeda,” papar Kapolsek.

Kini, keduanya di amankan di Mapolsekta Banyuwangi beserta sejumlah barang bukti pendukung, seperti selembar bukti transfer sebesar Rp 200.000 ke salah satu rekening atas nama Vita Arum. Juga uang tunai sebesar Rp 1.700.000, serta Screeanshot chat online via media social Whatsapp dan Bee Talk sekaligus bukti Chek ini hotel serta 2 unit ponsel.

Atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 12 UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana orang subsider pasal 506 dan pasal 296 KUHP, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian menangkap seorang guru disalah satu PAUD dikawasan Kecamatan Kabat Banyuwangi, setelah diketahui mencuri ponsel milik kepala sekolahnya.

Kasus ini terjadi pada Februari 2018 lalu di area PAUD Tunas Bangsa di kawasan Dusun Kejoyo Desa Tambong Kecamatan Kabat Banyuwangi, namun baru bisa terungkap kepolisian di awal September 2018 ini.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, awalnya, korban, Mustagfirotul Azizah (35) yang merupakan Kepala Sekolah PAUD tersebut meminta tersangka Endang Fatmawati (35) warga Dusun Kepuh RT 01 RW 05 Desa Pakistaji Kecamatan Kabat untuk mengisi pelajaran di kelas A karena dia ada kepentingan mendadak sehingga harus segera meninggalkan sekolahan.

Selang beberapa lama, tersangka datang untuk menggantikan korban.

“Lalu korban pun keluar kelas dan tanpa disadari Handphone nya ketinggalan diatas meja,” ungkap Kapolsek.

“Melihat hal itu tersangka justru memasukkan handphone korban ke dalam tasnya tanpa memberitahukan kepada siapapun,” imbuhnya.

Setelah peristiwa itu, korban melapor ke pihak kepolisan guna meminta perlindungan hukum.

Menurut Kapolsek, aparat kepolisian sempat kehilangan jejak untuk mendeteksi keberadaan ponsel korban tersebut. Bahkan, saat dimintai keterangan kepolisian pun tersangka tidak mengakui perbuatannya dan mengaku tidak mengetahui ponsel korban.

“Kepolisian tidak kehabisan akal dan terus melakukan pengembangan penyidikan hingga akhirnya berhasil menemukan ponsel korban di tangan tersangka dengan melakukan pendeteksian menggunakan suatu alat khusus, yang dilanjutkan dengan penangkapan,” papar Kapolsek.

Dihadapan petugas, tersangka mengakui semua perbuatannya dan aksi itu dilakukan karena ingin memiliki ponsel korban.

Kapolsek menambahkan, meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihak kepolisian tidak menahan tersangka dengan alasan keberadaannya masih di butuhkan oleh anak anak didiknya karena profesinya sebagai guru. Selain itu, juga karena tersangka adalah perempuan.

“Ini kewenangan internal kepolisian untuk menentukan tersangka ditahan ataukah tidak. Tapi proses hukum jalan terus dan nantinya tersangka juga mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Banyuwangi,” pungkas Kapolsek.

Sebagai barang bukti yang di amankan kepolisian adalah 1 unit ponsel merek OPPO type A37 milik korban beserta dusbook nya. Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polres Banyuwangi menangkap seorang bandar narkotika jenis sabu, yang kesehariannya berprofesi sebagai Disc Jockey di salah satu tempat hiburan malam.

Tersangka di ketahui bernama Pungky Hermawan (47) bertempat tinggal di kawasan Perumahan Graha Indah Klatak blok A nomor 07 RT 01 RW 01 Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Dia digerebek di rumahnya oleh aparat kepolisian Satuan Reskoba Polres Banyuwangi, dengan di amankan barang bukti 31 paket sabu seberat 10,54 gram serta 1 paket serbuk merah muda seberat 0,22 gram, 3 bendel plastic klip, 1 buah timbangan digital warna hitam serta uang tunai Rp 750.000 hasil dari penjualan barang haram tersebut. Selain itu, juga di amankan 1 unit ponsel yang selama ini di gunakan tersangka untuk bertransaksi.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Muh.Indra Najib mengatakan, kedok tersangka ini terbongkar setelah aparat kepolisian menangkap seorang tersangka yang di sebut sebut sebagai pemakai Sabu.

“Saat ditangkap itu, di amankan barang bukti 1 paket sabu seberat 0,4 gram yang di akui tersangka di dapatkan dengan membeli dari bandarnya yang selama ini berprofesi sebagai Disc Jockey,” ujar Kasat Narkoba.

“Kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan dengan melacak identitas tersangka hingga berhasil di lakukan penangkapan,” imbuhnya.

Menurut pengakuan tersangka, barang haram tersebut di dapatnya dengan membeli dari seorang bandar yang ada di wilayah Kota Malang dengan system ranjau.

Dalam artian, transaksi pemesanan melalui ponsel selanjutnya barang di letakkan di suatu tempat yang sudah mereka sepakati.

“Sementara, untuk pembayaran di transfer via rekening,” tutur Kasat Narkoba.

“Kami mengalami kesulitan dalam pengembangan penangkapan ini, karena alamat dari bandar yang ada di Malang belum bisa terlacak,” kata Kasat Narkoba.

Meski demikian, kepolisian berjanji akan terus mengembangkan kasus ini untuk bisa mengungkap jaringan peredaran narkoba di Banyuwangi dari luar daerah.

Setelah ditangkap, kepolisian pun menggelandang tersangka ke Mapolres Banyuwangi beserta barang buktinya. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Jaringan peredaran narkoba antar kecamatan kembali berhasil di bongkar jajaran Satuan Reskoba Polres Banyuwangi.

Kali ini, aparat kepolisian menyasar 2 kecamatan yang di sebut sebut sebagai tapal kuda peredaran barang haram tersebut di wilayah Banyuwangi selatan, yakni Kecamatan Glenmore dan Sempu.

Untuk penangkapan pertama terjadi di kawasan pinggir jalan Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore. Disini, kepolisian berhasil membekuk Imam Ghozali (29) warga Dusun Kalidung RT 24 RW 08 Desa Kaligondo Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Dari penangkapan ini, satuan yang di pimpin Kasat Narkoba AKP Muh.Indra Najib tersebut mengamankan barang bukti 2 paket narkotika jenis sabu seberat 0,70 gram yang tersimpan di dalam saku celana tersangka.Yang terbagi dalam 1 paket sabu seberat 0,37 gram dan 1 paket lainnya seberat 0,34 gram. Juga diamankan 1 unit ponsel.

 Selanjutnya, kepolisian menyasar ke wilayah Kecamatan Sempu. Pasalnya, dari pengakuan tersangka Imam Ghozali, dia mendapatkan sabu tersebut dari seorang temannya yang ada di daerah yang merupakan pengembangan dari Kecamatan Genteng tersebut.

“Kami buat strategi dengan memancing tersangka dari tempat persembunyiannya,” ujar AKP Muh.Indra Najib.

Sejumlah aparat kepolisian menghubungi tersangka, berpura pura untuk membeli sabu hingga disepakati lokasi pertemuannya di area jalan Desa Darungan Kecamatan Sempu.

Setelah tersangka terlihat datang ke lokasi, aparat kepolisian langsung melakukan penangkapan dengan diamankan barang bukti 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,31 gram serta 1 unit ponsel.

“Peredaran narkoba berbagai jenis sudah merambah di hampir seluruh kecamatan di Banyuwangi. Bahkan, sasarannya tidak hanya orang dewasa saja namun juga terhadap anak anak, utamanya pil koplo,” papar Kasat Narkoba.

Oleh karena itulah kata Kasat Narkoba, pihaknya juga melibatkan seluruh polsek untuk ikut serta memberantas peredaran narkoba diwilayahnya, dengan menangkap para pelakunya.

Kini, kedua tersangka beserta barang buktinya di amankan di Mapolres Banyuwangi guna pengembangan penyidikan lebih lanjut. Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 114 subsider pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan perekonomiannya sehari hari, seorang perempuan yang sudah memiliki 6 anak melakukan pencurian baju beberapa kali di Mall Roxy Supermarket hingga berhasil di tangkap kepolisian.

Kini, pelaku yang diketahui bernama Mariatik (39) warga Perumahan Sobo Asri 1 Blok C nomor 11 Lingkungan Wonosari Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi kota tersebut, harus meringkuk di balik jeruji besi Mapolsekta Banyuwangi.

Selain itu, 2 anak pelaku masing masing berinisial LP (18) dan N (10) juga diamankan kepolisian untuk di mintai keterangan. Pasalnya, saat tertangkap security, pelaku melakukan aksinya bersama kedua anaknya tersebut.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, kedok pelaku ini terbongkar saat dia keluar dari area mall yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani tersebut dan gerak geriknya di curigai oleh security. S

“Setelah di periksa di pintu keluar, rupanya pelaku mengambil beberapa potong pakaian perempuan berbagai jenis dengan di pakai seluruhnya di badan,” ujar Kapolsek.

“Bahkan, kedua anak perempuannya yang ikut serta melakukan aksinya tersebut juga kedapatan memakai beberapa potong pakaian di badannya,” imbuhnya.

Selanjutnya, pelaku berserta kedua anaknya di gelandang ke Mapolsekta Banyuwangi guna dimintai keterangan.

Kapolsek menjelaskan, menurut pengakuan pelaku yang memiliki 6 orang anak tersebut, modus yang di lakukannya adalah dengan berpura pura masuk ke dalam kamar ganti sambil membawa beberapa potong pakaian.

“Lalu, seluruh pakaian itu dipakainya secara rangkap yang selanjutnya mereka keluar mall tanpa melalui transaksi pembayaran,” tutur Kapolsek.

Namun terlebih dahulu, dia mematahkan alat bardcorde di masing masing pakaian agar aksinya tidak diketahui petugas.

Kapolsek menambahkan, dari pengembangan penyidikan, rupanya pelaku tidak hanya melakukan aksi pencurian hanya satu kali saja namun hingga mencapai 5 kali di tempat yang sama dalam kurun waktu 5 bulan.

“Lalu, polisi menggeledah rumah pelaku dan berhasil di temukan puluhan potong pakaian perempuan dan anak serta puluhan pasang sepatu, dengan total kerugian mencapai Rp 6.040.000,” papar Kapolsek.

Sementara itu, di hadapan penyidik, pelaku mengaku pertama melakukan aksinya pada saat menjelang lebaran lalu. Dan karena tidak diketahui petugas keamanan, dia kembali melakukan aksinya beberapa kali hingga berhasil ditangkap tersebut.

“Saya terpaksa nyuri karena untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” ungkap Pelaku.

“Suami saya tidak bisa bekerja karena menderita penyakit stroke sejak 1 tahun lalu,” ujarnya.

Sementara, dia harus menghidupi 5 orang anaknya yang masih sekolah mulai SD hingga tingkat SMA. Sedangkan 1 orang anaknya yang lain kini sudah berumah tangga. Dan beberapa potong barang hasil curiannya tersebut sudah ada yang di jual oleh pelaku.

Pelaku beserta barang buktinya diamankan kepolisian. Dan atas semua perbuatannya, pelaku di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Home Industri pembuatan minuman keras di wilayah Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi di gerebek kepolisian.

Yaitu rumah milik Wayan Purnawan yang ada di kawasan Dusun Gumuk Agung RT 01 RW 04 Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari, yang rupanya selama ini juga di gunakan untuk memproduksi minuman keras jenis tuak.

Kedok laki laki berusia 44 tahun tersebut terbongkar, setelah aparat kepolisian mendapati adanya seorang laki laki yang membawa tas ransel yang didalamnya berisi minuman keras jenis tuak.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi, Kompol Suhariyono mengatakan, saat itu sejumlah anggota kepolisian sedang melakukan patroli di kawasan jalan Dusun Gumuk Agung Desa Watukebo melihat adanya seorang laki laki yang di ketahui bernama Jumasan, mengendarai sepeda motor Mio bernopol P 5010 ZA dengan membawa 2 buah tas jinjing dan di pundaknya memanggul sebuah tas ransel.

“Melihat itu, aparat kepolisian menaruh curiga lalu memberhentikan laju sepeda motor itu,” ujar Kapolsek.

Setelah di interograsi, kepolisian membuka tas yang di bawa Jumasan tersebut yang ternyata di dalamnya terdapat 6 buah jirigen masing masing berisi 7 liter tuak dan sebuah jirigen berkapaitas 25 Liter yang berisi penuh tuak.

Kapolsek menjelaskan, setelah di interograsi, dia mengaku mendapatkan minuman tersebut dengan membeli kepada Wayan Purnawan seharga Rp 250.000.

“Selanjutnya, kepolisian meminta laki laki itu untuk menghantarkan ke rumah Wayan Purnawan yang di maksudnya,” tutur Kapolsek.

Disini kata Kapolsek, aparat kepolisian mengintrograsi Wayan yang memang mengaku telah menjual minuman tuak tersebut kepada Jumasin. Dan dia juga mengaku, selama ini memproduksi sendiri minuman tuak, yang bahan dasarnya di beli di kawasan Pulau bali.

Kapolsek menambahkan, setelah mengakui semua perbuatannya, Wayan menyerahkan sisa dari minuman tuak yang di produksinya yang di tampung di dalam jirigen berisi 25 liter, serta satu jirigen berkapasitas 30 liter yang berisi ¼ bagian.

“Untuk uang hasil penjualan di akui Wayan telah habis di gunakan untuk membayar hutang di bank harian,” kata Kapolske.

Selanjutnya, Wayan dan Jumasan beserta barang buktinya di gelandang ke Mapolsek Rogojampi untuk di mintai keterangan lebih lanjut.

Sementara, sejumlah barang bukti di amankan kepolisian. Diantaranya, 1 unit sepeda motor, 6 jirigen berkapasitas 7 liter berisi penuh tuak, 2 buah jirigen berkapasitas 25 liter juga berisi penuh tuak, sebuah jirigen berkapasitas 30 liter berisi ¼ tuak, 2 buah tas jinjing, sebuah tas ransel, sekarung putat, sebuah timba, sebuah saringan dan sebuah gayung.

Atas perbuatannya, mereka di jerat pasal 142 jonto pasal 91 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. Namun kepolisian tidak menahan keduanya, karena ancaman hukumannya dibawah 5 tahun.

“Mereka hanya di kenakan sangsi wajib lapor, setelah menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali,” pungkas Kapolsek.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang warga Jember ditangkap kepolisian jajaran Polres Banyuwangi setelah melakukan pencurian dengan membobol rumah bos jagal sapi di kawasan Kecamatan Gambiran Banyuwangi.

Yang menjadi korban dalam aksi ini adalah Sukamat (53). Dimana, rumahnya yang ada di area Dusun Kampungbaru RT 01 RW 01 Desa Jajag Kecamatan Gambiran dibobol maling dan berhasil membawa kabur uang tunai Rp 40 juta hasil jualan daging serta 1 unit ponsel. Lalu korban melaporkan peristiwa naas yang di alaminya ini ke Mapolsek Gambiran.

Selanjutnya, kasus ini di tangani langsung oleh Satuan Reskrim Polres Banyuwangi.

Kasat Reskrim AKP Panji Prathista Wijaya mengatakan, awalnya, korban yang baru saja berdagang daging sapi meletakkan uang hasil dagangannya sebesar Rp 40 juta di dalam lemari, tepatnya di kamar miliknya. Setelah meletakkan uangnya tersebut, korban kembali berjualan daging sapi yang berada di samping rumahnya.

“Selang 3 jam setelah berjualan, korban kembali ke dalam kamar rumahnya dan terkejut mendapati kamar tidurnya sudah dalam keadaan berantakan. Bahkan, pintu lemari berisi uang tunai dan Handphone miliknya juga sudah hilang,” papar Kasat Reskrim.

Dia mengaku, pada bagian pintu lemari terdapat bekas congkelan yang di buka paksa. Selain itu, juga di temukan sebuah plastic dan tali tampar, yang di duga di gunakan pelaku untuk masuk ke dalam rumah.

“Kepolisian pun melakukan pengembangan penyidikan dengan mencari informasi mengenai keberadaan barang bukti handphone Samsung J5 Black milik korban,” ujar Kasat Reskrim.

Hingga akhirnya kepolisian berhasil menemukan keberadaan handphone tersebut yang di pegang oleh seorang laki laki yang di ketahui bernama Syaiful di Kecamatan Ajung Kabupaten Jember.

Kepada kepolisian, dia mengaku membeli handphone tersebut di Counter Ratu Cell yang ada di area kampus di Kabupaten Jember. Selanjutnya, kepolisian mengembangkan penyidikan dan kembali berhasil menangkap pelaku lain atas nama Dedi di dalam Counter Ratu Cell tersebut.

“Dari pemilik counter inilah baru diketahui, bahwa Handphone tersebut berasal dari Raden Mashudi Imron Khanif Hamzah warga Jalan KH.Wahid Hasyim gang IX nomor 93 RT 03 RW IV Desa Kepatihan Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember,” kata Kasat Reskrim.

Sejurus kemudian, kepolisian langsung memburu keberadaan tersangka dan berhasil di tangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Menurut Kasat Reskrim, kepada petugas, tersangka mengaku telah membobol rumah korban dengan menggunakan obeng bentuk lancip yang sudah di modifikasi. Selain itu juga membawa peralatan lain berupa tali tampar yang sudah di persiapkan di dalam tasnya.

“Dari hasil interograsi sementara, tersangka mengaku tidak sendirian di dalam melakukan aksinya,” ungkap Kasat Reskrim.

Dia dibantu 2 orang rekannya yang kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Kedua orang tersebut berperan sebagai pemantau disekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau lokasi yang akan menjadi target sasaran pencurian. Sedangkan satu orang lainnya bertugas sebagai penunjuk arah dan yang menggambarkan di sekitar lokasi.

Kasat Reskrim menambahkan, dalam kasus ini, korban mengalami kerugian mencapai Rp 42 juta. Sementara dari tangan tersangka, kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 unit ponsel beserta doosbok HP milik korban serta 1 unit ponsel milik tersangka yang di gunakan sebagai sarana lampu senter saat masuk ke dalam rumah korban, tas samping hitam juga alat obeng lancip modifikasi dan 1 tali tampar warna biru. Kini, tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi.

“Atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” pungkas Kasat Reskrim.

 

More Articles ...