radiovisfm.com, Banyuwangi - Isu kampanye nasional Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengenai Surat Ijin Mengemudi berlaku seumur hidup mendapat respon positif dari masyarakat Banyuwangi.

Hal ini di sampaikan Irwan Setiawan, anggota DPRD Jawa Timur Dapil 3 saat mengadakan media gathering di Rupan Home Stay Banyuwangi, Minggu (24/2/2019).

Dalam kesempatan ini, Irwan Setiawan yang akrab dipanggil Kang Irwan tersebut menyampaikan bahwa media masa dan wartawan adalah mitra strategis dalam mengawal proses pembangunan di jawa timur termasuk di Banyuwangi, sehingga ini ini harus terus dibina dan berkelanjutan.

Selama ini kami merasa terbantu dalam melaksanakan tugas kedewanan dengan keberadaan media,” ujar Kang irwan yang juga ketua fraksi PKS DPRD Jawa Timur tersebut.

Dia kembali mencalonkan sebagai Anggota DPRD Jatim dari dapil Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo untuk periode ketiga.

Pengalaman saya selama 2 periode menjalankan tugas, tercatat ada 3 hal yang menjadi Kebijakan kami untuk menjadi isu kampanye,” kata Irwan.

Yaitu peningkatan kualitas pendidikan pondok pesantren, pemberdayaan kelompok masyarakat (pemuda, petani, dan Perempuan) dan pembangunan infrastruktur desa.

Irwan menyebutkan bahwa perkembangan Banyuwangi yang sudah menjadi pusat pertumbuhan baru harus terus di kuatkan. Tidak hanya sisi sarana prasarana namun juga pembangunan SDM dan sisi moralitas.

Disinilah peran pondok Pesantren menjadi sangat segnifikan,” ungkap Irwan.

“Kedepan pemberdayaan petani juga harus mendapatkan perhatian tidak hanya dari sisi hulu tapi juga hilir,” imbuhnya.

Perlindungan dan suport pasca panen menjadi sangat penting. Agar nilai ekonomi dari hasil Produksi bisa semakin dirasakan.

Peran penyuluh sebagai mitra petani juga kedepan perlu dioptimalkan,” kata Irwan.

Sementara itu, Irwan yang juga menjadi Sekretaris Umum DPW PKS Jatim tersebut menyampaikan bahwa isu kampanye Nasional PKS, yaitu SIM berlaku Seumur Hidup mendapatkan respon positif dari masyarakat banyuwangi.

“Kami telah mensosialisasi usulan PKS agar SIM berlaku Seumur Hidup di daerah Kecamatan Wongsorejo, Genteng, Banyuwangi Kota, Glenmore, dan daerah lain di Banyuwangi dalam satu bulan terakhir ini. Dan responnya dinilai positif serta masyarakat senang,” tutur Irwan.

Bahkan saat di Wongsorejo, beberapa masyarakat menyampaikan mereka belum sempat mengurus perpanjangan SIM. Menanggapi hal ini, Irwan mengatakan saat ini memang melanggar hukum, namun kedepan jika PKS menang, maka Kebijakan SIM berlaku seumur Hidup akan diperjuangkan.

“Isu kampanye nasional lainnya yang di angkat PKS adalah terkait dengan Penghapusan Pajak tahunan kendaraan Roda 2,” pungkas Irwan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Lapas Banyuwangi merampas ratusan ponsel yang di simpan para tahanan di dalam kamar sel lalu di tenggelamkan di aquarium. Bahkan, aquarium khusus berukuran 2 meter kali 45 centimeter itu diletakkan di depan ruang tunggu, untuk efek jera para tahanan dan pengunjung yang dengan sengaja menyelundupkan ponsel.

Ratusan ponsel berbagai merk tersebut sebelumnya dihancurkan dengan palu, kemudian ditenggelamkan hingga terlihat menumpuk di dasar aquarium.

Yang terbaru, petugas pengamanan Lapas yang melakukan penggeledahan rutin pada kamar hunian blok A, D, E, F, dan G menemukan empat unit ponsel berikut kabel data, charger dan stop kontak serta baterai.

Tidak hanya itu, petugas yang menggeledah selama satu jam juga menemukan beberapa senjata tajam seperti cutter, silet dan gunting.

Kasi Bimbingan Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Banyuwangi, Sunaryo mengatakan, total saat ini sudah ada 200 HP yang ditenggelamkan. Ratusan HP yang dimusnahkan tersebut, merupakan hasil razia selama kurun waktu Januari 2018 hingga Februari 2019.

“Penggeledahan rutin dilaksanakan secara serempak setiap dua kali dalam seminggu yang di mulai pukul 07.15 WIB dengan melibatkan 30 personel petugas pengamanan,” ujar Sunaryo.

“Total ada 22 kamar yang di geledah,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan penggeledahan rutin tersebut tidak ditemukan adanya pemberian fasilitas khusus di kamar blok hunian.

Menurut Sunaryo, pelaksanaan operasi penggeledahan berjalan dengan lancar dan tidak terjadi  hal-hal yang tidak diinginkan.

Semua warga binaan mendukung dan mampu bekerja sama dengan baik untuk memperlancar proses penggeledahan,” kata Sunaryo.

Dia mengaku, sebelum melakukan razia, pihak lapas sudah melakukan sosialisasi sejak 3 bulan lalu. Pada masa itu warga binaan diminta menyerahkan HP secara sukarela kepada petugas.

“Jika diserahkan secara sukarela maka akan dikembalikan pada keluarganya,” tutur Sunaryo.

Sementara itu, bagi mereka yang melakukan pelanggaran tersebut akan diberikan sanksi tegas. Sanksi yang diberikan sesuai dengan amanah Permenkumham nomor 6 tahun 2013 tentang tata tertib Lapas dan Rutan.

Sanksi bagi warga binaan yang melakukan pelanggaran bervariasi mulai dari penempatan warga binaan di ruang tutupan sunyi atau ruang isolasi. Jangka waktu penempatan di ruang isolasi juga bermacam-macam, mulai 6 hari, 12 hari hingga 18 hari.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bersamaan dengan perayaan malam hari Valentine, kepolisian Polsekta Banyuwangi berhasil mengamankan 3 pasang muda mudi dalam razia yang di gelar di sejumlah tempat kost, Kamis malam (14/2).

Mereka berada di dalam kamar kost dan tidak memiliki ikatan perkawinan. Untuk selanjutnya, di gelandang ke Mapolsekta Banyuwangi guna di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, razia ini di laksanakan di kawasan Kelurahan Sobo dan Tukangkayu yang ada di wilayah Banyuwangi kota. Tepatnya di area jalan Kepiting Kelurahan Tukangkayu, kepolisian mendapati dua pasangan muda mudi berduaan di dalam kamar kost. Saat petugas meminta kartu identitas, dari data di KTP ternyata mereka bukan suami istri.

Selanjutnya, di tempat kost di kawasan Kelurahan Sobo, petugas menemukan sepasang remaja yang masih berumur belasan tahun sedang tidur berdua di dalam kamar.

“Lantaran mereka bukan pasangan yang sah, ketiganya pun di bawa ke Mapolsekta Banyuwangi untuk di data dan di lakukan pembinaan,” ujar Kapolsekta.

“Tapi sebelum di perbolehkan pulang, kedua orang tua mereka di panggil terlebih dahulu untuk mendampingi,” imbuhnya.

Mereka juga diminta membuat sekaligus menandatangani surat pernyataan, untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

AKP Ali Masduki memaparkan, selain menciduk tiga pasangan muda mudi, petugas juga mengamankan 4 unit sepeda motor di area tempat kost, yang tidak di lengkapi surat surat.

Dan kendaraan bisa diambil, jika para pemiliknya menunjukkan kelengkapan surat kendaraan yang sesuai dengan nomor mesin dan rangka serta plat nomor.

“Tapi apabila tidak bisa menunjukkan surat surat, maka petugas akan melakukan pengembangan penyidikan terkait asal usul sepeda motor itu,” ungkap Kapolsek.

Dia mengaku, razia ini dilaksanakan kepolisian dalam rangka mengantisipasi adanya kegiatan negative disaat perayaan malam Valentine. Oleh sebab itu, kepolisian terus memantau sejumlah tempat kost yang di sinyalir sering di gunakan mesum.

“Kegiatan serupa akan terus di intensifkan hingga ke sejumlah hotel melati, yang di curigai juga jadi tempat esek esek,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu, setelah membuat surat pernyataan, mereka di perbolehkan pulang dengan didampingi orang tua masing masing.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 mendatang, jajaran Polres Banyuwangi menggelar pemeriksaan kendaraan dinas dan mengecek armada angkutan logistic untuk pengamanan pemilu.

Kegiatan apel kendaraan dinas dalam rangka pemeliharaan dan perawatan tahun 2019 ini, di gelar di lapangan Kecamatan Giri Banyuwangi, selasa (12/2).

Satu persatu kendaraan dinas di cek oleh Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi dengan di dampingi para perwira, yang meliputi kelayakan kendaraan, surat-surat kendaraan dan perawatan kendaraan lanjutan.

Dari hasil pengecekan ini, petugas masih menemukan kendaraan dengan kondisi yang sudah rusak dikarenakan faktor kendaraan yang sudah tua serta kondisi ban dan lampu rotator rusak.

Kapolres mengatakan, kepolisian sengaja melakukan pengecekan dan melihat kondisi kendaran dinas yang ada mulai dari polsek hingga polres, baik roda dua, roda empat maupun roda enam agar benar-benar siap dalam menghadapi pemilu april 2019 mendatang.

“Kami masih mempunyai beberapa waktu kedepan untuk persiapan pelaksanaan Pilpres dan Pemilihan Legislatif,” kata Kapolres.

“Sarana dan prasarana yang dimiliki kepolisian saat ini tidak ada masalah. Meski ada beberapa temuan kendaraan dinas yang kondisinya perlu segera di lakukan perbaikan,” paparnya.

Kapolres mengaku, pihaknya sudah memetakan beberapa TPS yang di nilai rawan bencana alam dan rawan kericuhan.

“Untuk itu di lakukan pergeseran TPS yang jangkauannya cukup jauh dengan medan yang cukup sulit, sehingga untuk menjangkaunya membutuhkan sarana prasarana yang khusus,” ungkap Kapolres.

Dia menjelaskan, kepolisian memprioritaskan kendaraan yang akan di sebar ke beberapa TPS yang rawan tersebut.

Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, tercatat ada 1,3 juta pemilih pada Pilpres kali ini yang tersebar di 5.116 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah mendapatkan penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Pengadilan Negeri Banyuwangi terus meningkatkan pelayanannya untuk bisa mencapai Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dan sebagai langkah awal untuk meraih penghargaan tersebut, Pengadilan Negeri Banyuwangi melakukan penandatanganan kelanjutan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Jum’at (15/2).

Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi, Purnomo Amin Tjahjo mengatakan, zona integritas adalah zona yang ingin diciptakan pihaknya guna menegaskan bahwa semua pelayanan di Pengadilan Negeri tidak ada pungutan.

“Jika pun di lakukan pungutan, tapi itu sudah ditentukan secara resmi,” ujar Purnomo.

Dengan kondisi ini, Purnomo berharap ke depan Pengadilan Negeri Banyuwangi bisa mendapatkan suatu penilaian yang lebih meningkat yakni WBBM, setelah sebelumnya berhasil mendapatkan predikat WBK.

“Kami targetkan, ditahun 2019 ini Pengadilan Negeri Banyuwangi mendapatkan penilaian WBBM dengan dukungan dari semua pihak,” tuturnya.

Purnomo menjelaskan, terkait dengan inovasi, pihaknya akan terus meningkatkan yang sudah ada. Pelayanan di Pengadilan Negeri adalah menyangkut pelayanan penyelesaian perkara, dan hal itu sudah di akui oleh pimpinannya di tingkat Jawa Timur dan Mahkamah Agung hingga menjadi yang terbaik.

“Ke depan, Pengadilan Negeri Banyuwangi akan membuat terobosan inovasi khusus kaum dhuafa yang tersandung kasus hukum, dengan tidak memungut biaya sepeserpun,” kata Purnomo.

Sehingga mereka yang mencari keadilan, benar benar merasakan aman dan nyaman di Pengadilan Negeri Banyuwangi.

Bersamaan dengan penandatanganan tersebut, juga di gelar tasyakuran atas penghargaan dari Mahkamah Agung melalui Dirjen Padium. Bahwa Pengadilan Negeri Banyuwangi kelas 1 A mendapatkan penghargaan peringkat pertama dalam penyelesaian perkara kategori seribu hingga dua ribu. 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementrian Pendayagunaan dan Aparatur Negara (Kemenpan RB), kini Polres Banyuwangi berupaya meningkatkan predikat menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dengan melakukan berbagai inovasi.

Hal itu di tandai dengan pencanangan Zona Integritas oleh Kepolisian bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) di ruang Rupatama Mapolres Banyuwangi, Kamis (14/2).

Seperti saat akan mempertaruhkan predikat WBK pada tahun 2018 lalu, Kepolisian juga melakukan hal yang sama. Namun untuk meraih predikat WBBM ini penilaiannya lebih ketat di banding WBK lalu. Penetapan WBK yang di raih Polres Banyuwangi ini berlangsung pada 10 Desember 2018.

Dari 194 Polres se Indonesia, yang berhasil mendapatkan predikat WBK ada 60 polres dan 12 diantaranya berada di wilayah Jawa Timur. Sementara yang mendapatkan nilai A hanya ada 2, yakni Polrestabes Surabaya dan Polres Banyuwangi. Oleh sebab itu, Zona Integritas ini diharapkan bisa mempercepat perubahan untuk bisa mencapai predikat WBBM.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, sebenarnya beberapa point terpenting untuk bisa meraih predikat WBBM sama dengan saat meraih predikat WBK lalu, namun nilai gratenya harus ditingkatkan.

“Untuk meningkatkan nilai itu, harus ada berbagai inovasi baru terkait dengan apa yang sudah dilaksanakan saat ini. Utamanya, untuk berbagai pelayanan public yang secara langsung bertemu dengan masyarakat,” ujar Kapolres.

“Kepolisian, masih focus pada bidang Lalu Lintas seperti pengurusan SIM dan STNK serta Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK),” imbuhnya.

Kapolres mengaku, pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan berbagai pelayanan yang sudah berjalan ini agar tidak ada lagi pelanggaran. Selanjutnya, menciptakan berbagai inovasi terbaik.

Dan untuk di tahun 2019 ini, Polres Banyuwangi mendapat anggaran pembangunan Sarpras SIM baru sehingga ke depan bisa terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan pelayanan yang bersentuhan dengan masyarakat.

“Seperti, ada inovasi baru pembayaran secara system elektronik, atau pelayanan SIM online yang tentu harus di dukung sarana prasarana yang ada,” kata Kapolres.

“Ditargetkan, tahun 2019 ini Polres Banyuwangi harus bisa meraih predikat WBBM,” ungkapnya.

Jika nantinya Polres Banyuwangi berhasil meraih predikat WBBM, maka akan berpengaruh secara langsung terhadap pelayanan kepada masyarakat juga kinerja anggota kepolisian.

Kapolres menambahkan, untuk bisa meraih predikat tersebut, kepolisian juga akan membuka pelayanan yang lebih dekat kepada masyarakat dengan membuat beberapa center yang terbagi dalam zona zona di sejumlah kecamatan.

“Dari 23 instansi yang membuka pelayanan di Mal Pelayanan Publik, salah satunya adalah Polres Banyuwangi dengan membuka 3 pelayanan dari 199 pelayanan yang ada, yakni perpanjangan SIM, STNK dan pembuatan SKCK,” pungkas Kapolres.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polsekta Banyuwangi berhasil membongkar jaringan perjudian Togel beromset Rp 250 juta perbulan, dengan menangkap seorang bandar besar beserta operatornya.

Awalnya, aparat kepolisian menangkap Atmono (63) di rumahnya di kawasan Lingkungan Sritanjung RT 02 RW 03 Kelurahan Temenggungan Kecamatan Banyuwangi kota. Pasalnya, dari informasi yang di terima kepolisian, tersangka disebut sebut sebagai penjual nomor togel kepada berbagai kalangan.

Dari penangkapan ini, kepolisian mengamankan barang bukti 1 unit ponsel dan uang tunai Rp 500.000.

Selanjutnya, kepolisian kembali melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menangkap seorang penjual togel lainnya, Rafiudin (58). Dia di tangkap di rumahnya di kawasan Jalan Ikan Lumba Lumba RT 02 RW 03 Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi kota, dengan diamankan barang bukti 1 unit ponsel, uang tunai Rp 546.000 dan 1 unit kalkulator, 1 bolpoint, 1 buku rekap dan 1 buku tafsir mimpi.

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengatakan, dari penangkapan kedua tersangka ini, kepolisian berhasil membongkar jaringan mereka hingga melakukan penangkapan terhadap Ibi Arum Wariansa (35) di rumahnya di Perumahan Kebalenan Indah Blok E17 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi kota.

“Tersangka merupakan operator perjudian togel dari seorang bandarnya yang di sebut sebut bernama Moch. Nur Wahid,” ujar Kapolsek.

Di TKP, kepolisian mengamankan barang bukti 1 unit ponsel, uang tunai Rp 360.000, buku rekening BCA, 1 unit laptop asus merah beserta 1 chagernya juga modem hitam dan sim Card.

“Penangkapan ini pun mengarah pada bandarnya, Moch Nur Wahid,” imbuhnya.

Laki laki berusia 43 tahun warga Jalan Ikan Sepat nomor 2 RT 03 RW 03 Kelurahan Karangrejo tersebut di tangkap kepolisian di pinggir jalan Ikan Cakalang Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi, dengan di amankan uang tunai Rp 500.000, 3 unit ponsel, 1 ATM rekening BCA.

Sementara dari pengakuan tersangka Moch Nur Wahid, penjualan nomor togel ini sudah di lakukannya sejak 3 tahun lalu dengan omset mencapai Rp 250.000.000 perbulan.

“Dari identifikasi kepolisian, group dari bandar ini mencapai 8 orang pengepul dan beberapa kru lainnya,” pungkas Kapolsek.

Guna pengembangan penyidikan lebih lanjut, para tersangka beserta barang buktinya di amankan di Mapolsekta Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 303 KHUP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

More Articles ...