radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki asal Kabupaten Jember dihajar massa hingga babak belur, setelah di ketahui warga melakukan pencurian sepeda motor di kawasan Kecamatan Genteng Banyuwangi.

Kasus curanmor ini terjadi di area pinggir persawahan di Dusun Curahketangi RT 03 RW 02 Desa Setail, Minggu (16/6/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

Saat itu, Wagito (51) warga setempat berangkat ke sawah miliknya dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X warna hitam bernopol P 4052 ZT. Sesampainya di TKP, dia memarkirkan sepeda motornya di pinggir sawah dengan kondisi di kunci stir lalu menuju ke areal persawahan berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kendaraannya.

Kapolsek Genteng Banyuwangi Kompol Samsodin mengatakan, selang beberapa lama, korban mengaku melihat adanya seseorang berdiri dibelakang sepeda motornya namun dia tidak memperdulikan dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

“Sekitar 30 menit, korban masih melihat laki laki dengan memakai kaos warna orange dan bercelana jeans itu sudah memegang stir sepeda motornya dengan posisi membungkuk, serta kepalanya mengarah ke lubang stir di duga sedang melakukan pengrusakan dengan menggunakan kunci T,” papar Kapolsek.

Mendapati hal ini kata Kapolsek, korban pun berteriak maling dan laki laki itu berlari ke arah barat meninggalkan sepeda motor korban.

“Sontak saja, teriakan korban itu mengundang perhatian masyarakat sekitar lalu mengejar pelaku,” tutur Kapolsek.

Puluhan warga melakukan tapal kuda dengan menghadang arah larinya pelaku hingga berhasil di tangkap lalu di massa di sekitaran bengkel speed tidak jauh dari lokasi. Yang menyebabkan wajah pelaku babak belur dan pada matanya mengeluarkan darah. Sementara, sepeda motor korban rusak pada tempat kunci kontaknya.

“Setelah di massa, pelaku pun di serahkan ke pihak kepolisian untuk diamankan di Mapolsek Genteng,” kata Kapolsek.

Dari hasil pengembangan penyidikan, pelaku diketahui bernama Rendi Agustin (23) beralamatkan di Dusun Krajan RT 01 RW 02 Desa Silo Kecamatan Silo Kabupaten Jember.

Sementara itu, kepolisian masih belum bisa memastikan keberadaan pelaku di kawasan Kecamatan Genteng tersebut, apakah memang sengaja hendak melakukan tindakan kriminalitas ataukah ada kepentingan lainnya.

“Hingga saat ini masih dalam proses penyidikan petugas di Mapolsek Genteng,” pungkas Kapolsek.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan 1 unit sepeda motor Honda Supra X bernopol P 4052 ZT milik korban dan 1 buah kaos warna orange milik pelaku.

Dan atas semua perbuatannya, pelaku di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Angka kecelakaan lalu lintas di Banyuwangi selama Operasi Ketupat Semeru 2019 mengalami penurunan di banding tahun 2018 hingga mencapai 53 persen.

Dari data Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, jumlah kecelakaan disepanjang angkutan Lebaran 2019 hanya sebanyak 9 kasus. Sedangkan di tahun 2018 mencapai 19 kasus atau menurun 53 persen.

Korban meninggal dunia 1 orang sama seperti tahun sebelumnya. Sementara untuk korban Luka Berat 1 orang, di tahun 2018 ada 8 orang atau menurun 88 persen. Luka Ringan sebanyak 13 orang dan 2018 lalu 20 orang, menurun 35 persen.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Prianggo Parlindungan Malau mengatakan, untuk kerugian materiil di tahun 2019 ini juga mengalami penurunan di banding 2018, yakni dari Rp 36.600.000 menjadi Rp 19.000.000, menurun sebesar 48 persen.

“Penurunan angka kecelakaan lalu lintas ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena semakin meningkatnya budaya etika atau tertib berlalu lintas di masyarakat,” kata Kasat Lantas.

“Juga semakin maksimalnya berbagai kegiatan kepolisian Satlantas di lapangan, di dalam upaya menurunkan angka fatalitas korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Tentunya kata AKP Prianggo, banyak langkah yang sudah di lakukan kepolisian untuk mengantisipasi meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas selama masa angkutan Lebaran 2019 ini, seperti pencegahan dan pengendalian atau Preventif dan Represif.

“Dari sejumlah kasus kecelakaan yang terjadi itu, masih didominasi factor pengemudi sebagai penyebabnya. Utamanya di usia produktif mulai 19 tahun hingga 35 tahun. Juga di sebabkan karena factor lingkungan,” papar Kasat Lantas.

Untuk itu, Satlantas Polres Banyuwangi menentukan beberapa zona atau titik yang masuk dalam daerah rawan kecelakaan (blackspot), salah satunya adalah di kawasan Kecamatan Wongsorejo. Juga ke depan akan dilihat lagi angka dan berbagai tren yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, hingga menyebabkan korban meninggal dunia, luka ringan maupun luka berat.

“Itu jadi analisa dan evaluasi pihaknya pada semester 2 ditahun 2019 ini,” pungkas AKP Prianggo.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Berpura pura membeli baju untuk kebutuhan lebaran, seorang laki laki warga Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi melakukan pencurian sepeda motor di area parkir sebuah toko di kawasan Kecamatan Muncar.

Awalnya, saat itu sejumlah anggota Polsek Muncar yang sedang melakukan patroli ke arah pos pantau pengamanan Lebaran, tepatnya di pasar Sumberayu, mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya pencurian sepeda motor di toko Alfariz Jaya di Dusun Sumberayu Desa Sumberberas.

Selanjutnya, aparat kepolisian yang berada di pos pantau mendatangi TKP dan melakukan interograsi kepada pemilik sepeda, Umaroh (27) warga Dusun Krajan RT 02 RW 18 Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar, yang juga bekerja di toko tersebut.

Kapolsek Muncar Banyuwangi, Kompol Toha Choiri mengatakan, kepolisian juga memintai keterangan beberapa orang saksi mata di TKP yang mengaku melihat ciri ciri laki laki yang di duga sebagai pelaku.

“Kecurigaan ini makin menguat mengarah pada salah seorang perempuan yang saat itu sedang memilih milih baju di dalam toko,” ujar Kapolsek.

“Dari keterangan saksi mata, sebelumnya dia datang bersama seseorang yang diduga telah mencuri sepeda motor korban,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, perempuan itupun di bawa ke mapolsek untuk didalami keterlibatannya terhadap peristiwa curanmor tersebut, hingga dia mengaku bahwa laki laki itu adalah kakak kandungnya yang datang bersama dirinya ke TKP.

Kepolisian pun membujuk perempuan itu untuk menghubungi si terduga, yang di ketahui bernama Sukma Adam Prayoga (20) beralamatkan di Jalan Ikan Paus Lingkungan Kramat RT 03 RW 03 Kelurahan Kertosari, namun kini bertempat tinggal di Dusun Kapela’an Desa Mangir Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Selang beberapa lama, laki laki itu pun datang ke Mapolsek Muncar lalu di lakukan intrograsi namun dia beralibi bahwa pelakunya adalah seseorang yang bertempat tinggal di Dusun Parijatah Kulon Kecamatan Srono.

“Aparat kepolisian pun bergerak cepat mendatangi alamat itu dan rupanya, orang yang di maksud keluar menuju Dusun Tegalpare Desa Wringinputih Kecamatan Muncar,” papar Kapolsek.

“Kami langsung mengejar ke wilayah itu hingga akhirnya ditemukan titik terang bahwa semua ini adalah rekayasa dari pelaku,” tuturnya.

Kapolsek menambahkan, dari hasil kroscek di lapangan, tersangka pun mengakui bahwa dirinya yang mencuri sepeda motor korban dengan cara merusak tempat kontak menggunakan kunci T. Lalu tersangka menyembunyikan hasil kejahatannya di sebuah bangunan bekas KSP Karya Utama Kecamatan Srono.

Setelah menunjukkan lokasi tempat sepeda motor disembunyikan, tersangka langsung diamankan di Mapolsek Muncar dengan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sebagai barang bukti pihak kepolisian, dari tangan tersangka diamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat bernopol P 2284 UP warna merah putih milik korban, 1 unit sepeda motor Honda Beat tanpa plat nomor milik tersangka, 1 unit ponsel dan sebuah kunci T dan beberapa kunci sepeda motor berbagai merek.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bersamaan dengan dilaksanakannya gelar pasukan Operasi Pekat Semeru 2019, Polres Banyuwangi juga melakukan pemusnahan miras dari hasil operasi bersandi Penyakit Masyarakat (pekat) Semeru 2019.

Operasi Pekat itu sendiri di gelar mulai 13 Mei hingga 26 Mei. Hasilnya, sebanyak 1.834 liter atau setara 1,8 ton minuman keras yang dikemas dalam ribuan botol dimusnahkan kepolisian di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi dengan cara di lindas menggunakan slender.

Dengan rincian, 315 botol arak kapasitas 1 liter, 289 botol tuak ukuran 1 liter, serta 1.230 botol miras pabrikan berbagai merek.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, selama Operasi Pekat ini di gelar, kepolisian berhasil mengungkap 524 kasus dengan mengamankan 613 tersangka.

Seperti kasus premanisme sebanyak 378 kasus dengan 453 tersangka, prostitusi 11 kasus dengan 20 tersangka, judi 24 kasus dengan 31 tersangka, handak 2 kasus diamankan 2 tersangka, penyalahgunaan narkoba 25 kasus dengan 23 tersangka dan miras sebanyak 84 kasus dengan 84 tersangka.

“Dalam artian, proses penyidikan kepolisian yang terbanyak adalah kasus premanisme,” ujar AKBP Taufik.

“Operasi Pekat memang sudah berakhir. Tapi sesuai perkiraaan intelijen dan perkembangan situasi, aparat tetap memberlakukan pengamanan jalanan dari aksi kriminalitas,” paparnya.

Dan selama Ramadan, aparat kepolisian terus melakukan Patroli skala besar Gabungan TNI, Polri dan unsur lain. 

Sementara itu, dengan diadakannya pemusnahan miras barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru 2019 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini, kepolisian berharap adanya penegakkan supremasi hukum yang akuntabel dan humanis, dapat mencegah maraknya peredaran dan penyalahgunaan minuman keras di wilayah Kabupaten Banyuwangi serta terciptanya situasi dan kondisi kamtibmas Banyuwangi yang aman, terkendali dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Aparat kepolisian Polres Banyuwangi dari berbagai kesatuan yang tengah melakukan pengamanan arus balik Lebaran berhasil menangkap pelaku pemakai narkoba, dengan diamankan barang bukti narkotika jenis sabu.

Kepolisian yang bertugas mengalihkan arus kendaraan bermotor dari arah selatan melewati jalur lingkar ketapang dan menutup akses yang menuju Pelabuhan Ketapang. Pasalnya, memasuki masa arus balik, volume penumpang kapal terus meningkat utamanya mereka yang akan kembali ke Pulau Bali.

Untuk itu, kepolisian mengalihkan arus kendaraan bermotor, guna menghindari kemacetan arus lalu lintas. Sesampainya di jalur lingkar ketapang sisi utara, bagi kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk bali bisa berbelok ke selatan ke arah Pelabuhan Ketapang. Sedangkan untuk kendaraan yang akan menuju ke Surabaya, bisa meneruskan perjalanannya dengan berbelok ke utara.

Saat mengatur arus lalu lintas inilah, petugas mendapati adanya seorang laki laki dengan mengendarai sepeda motor Honda CBR warna orange bernopol P 6929 UF memaksa menerobos pembatas di tengah jalan. Dia mengaku akan menemui temannya di depan Pelabuhan Ketapang.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, AKP Idham Kholid yang memimpin jalannya operasi tersebut mengatakan, saat itu, laki laki tersebut memakai hadshet di telinganya dengan tatapan mata yang kosong.

“Karena curiga, aparat kepolisian pun memeriksa badannya tapi dia malah marah marah,” ujar Kapolsek.

“Kami langsung memeriksa isi tangki sepeda motornya dan ditemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,64 gram serta 1 buah potongan sedotan warna ungu,” imbuhnya.

Rupanya, laki laki yang diketahui bernama Donny Setyawan (26) warga Dusun Krajan RT 02 RW 11 Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi tersebut, dalam kondisi sedang memakai narkoba.

Selanjutnya, pelaku di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kepada petugas, elaku mengaku akan memberikan barang sabu tersebut kepada pemesannya di daerah Pelabuhan Ketapang,” ungkap Kapolsek.

Selain narkotika jenis sabu dan sepeda motor, kepolisian juga mengamankan barang bukti 1 unit ponsel, 1 buah ATM serta 1 lembar bukti setor tunai dari ATM juga uang tunai sejumlah Rp 200.000. Kini, pelaku mendekam di dalam sel tahanan Mapolres Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, pelaku di jerat UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian di 2 polsek jajaran di Banyuwangi berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor, sekaligus menangkap 2 orang pelakunya.

Kasus ini terbongkar, setelah jajaran unit reskrim Polsek Cluring Banyuwangi mendapati adanya sepeda motor honda Scoopy yang ditinggal oleh kawanan pemuda saat hendak ditangkap kepolisian, setelah melakukan pengeroyokan, Senin malam (3/6/2019).

Setelah di lakukan pemeriksaan terhadap nomor rangka dan nomor mesinnya, muncul identitas pemilik sepeda motor tersebut atas nama Sriana (31) yang beralamatkan di Dusun Rumping RT 03 RW 06 Desa Plampangrejo Kecamatan Cluring.

Dan setelah kepolisian melakukan pengembangan penyidikan, rupanya sepeda motor tersebut adalah hasil kejahatan yang terjadi diwilayah Kecamatan Muncar, tepatnya di depan ATM BRI unit Sumberberas pada Senin subuh (3/6/2019). Saat itu, si pemilik sedang mengambil uang di ATM dan mendapati sepeda motornya sudah raib di curi.

Selanjutnya, aparat kepolisian Polsek Muncar dan Polsek Cluring melakukan pengembangan dengan memintai keterangan warga yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan barang bukti Curanmor tersebut.

Kapolsek Muncar Banyuwangi, Kompol Toha Choiri mengatakan, dari hasil rekaman kamera CCTV yang ada di area BRI unit Sumberberas diketahui bahwa pelakunya adalah beberapa orang laki laki yang dicurigai sebagai komplotan.

“Hasil kerja keras kepolisian ini mengerucut kepada 2-3 orang yang diduga terlibat langsung melakukan pencurian di depan ATM,” ujar Kapolsek.

Dia menjelaskan, kepolisian berhasil menemukan 1 orang saksi yang kemudian di minta untuk menghubungi komplotan pelaku dan sepakat ketemu di depan Puskesmas Benculuk Kecamatan Cluring.

“Setelah di atur berbagai siasat, kepolisian pun berhasil menangkap para pelaku di lokasi itu, yang sebelumnya wajah mereka terekam kamera CCTV saat melakukan aksi pencurian sepeda motor korban,” papar Kapolsek.

Mereka adalah Hajir (20) warga Dusun Canga’an RT 05 RW 07 Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng dan Gesang Setyo Putro (29) warga Dusun Umbulrejo RT 01 RW 04 Desa Bagorejo Kecamatan Srono.

Kapolsek menambahkan, setelah berhasil melakukan pencurian, mereka mengaku memprotoli sepeda motor korban yang kini diamankan kepolisian.

“Juga diamankan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy milik tersangka serta berbagai peralatan kunci yang digunakan untuk membongkar sepeda motor milik korban,” pungkas Kompol Toha.

Kini, kedua tersangka mendekam di dalam sel tahanan Mapolsek Muncar Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 1.200 personil gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Senkom serta sejumlah unsur lain disiagakan di operasi Ketupat Semeru 2019 di Banyuwangi, juga bantuan personel kepolisian dari Mabes Polri dan Polda Jawa Timur.

Seluruh personel tersebut melaksanakan Apel Gabungan Operasi Ketupat Semeru 2019 di area Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Selasa sore (28/5/2019) yang di pimpin langsung oleh Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Yang juga dihadiri Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko, Danlanal Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Infantri Ruli Nuryanto dan jajaran forum pimpinan daerah lainnya.

“Pelabuhan Ketapang jadi salah satu fokus pengamanan mudik Lebaran 2019 dari Bali ke Jawa maupun sebaliknya. Dan kepolisian siap mengawal keselamatan pemudik yang melintasi Banyuwangi,” ujar Kapolres.

“Operasi ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, mulai 29 Mei - 10 Juni 2019, termasuk di Banyuwangi,” imbuhnya.

Namun menurut Kapolres, untuk Polres Banyuwangi akan menggelar kegiatan ini hingga 16 Juni karena menurut analisa kepolisian, kepadatan penumpang kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk akan terus meningkat meski masa angkutan Lebaran selesai.

“Pada operasi ini, disiapkan 24 pos pengamanan yang tersebar dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru, seperti di terminal, pelabuhan maupun obyek wisata,” kata Kapolres.

Selain itu, juga didirikan beberapa pos pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik seperti pusat perbelanjaan, pasar, pemukiman, rumah yang ditinggal mudik penghuninya, asrama polisi, terminal, stasiun, bandara, masjid, tempat wisata, SPBU, penginapan, dan lain-lain.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengatakan, pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2019 bukan hanya tanggung jawab petugas pengamanan dalam hal ini pihak kepolisian atau TNI. Namun hal ini merupakan tanggung jawab bersama. 

“Seperti diketahui Banyuwangi jadi kabupaten pariwisata yang maju,” kata Wabup Yusuf.

“Untuk itu, kami berharap pengamanan tidak hanya dilakukan pada saat arus mudik saja. Melainkan destinasi wisata di Banyuwangi wajib juga diamankan,” paparnya.

Wabup Yusuf meminta, masyarakat, pokmaswas dan hansip juga wajib menjaga kondusifitas Banyuwangi.

 

More Articles ...