radiovisfm.com, Banyuwangi - Berpura pura membeli baju untuk kebutuhan lebaran, seorang laki laki warga Kelurahan Kertosari Kecamatan Banyuwangi melakukan pencurian sepeda motor di area parkir sebuah toko di kawasan Kecamatan Muncar.

Awalnya, saat itu sejumlah anggota Polsek Muncar yang sedang melakukan patroli ke arah pos pantau pengamanan Lebaran, tepatnya di pasar Sumberayu, mendapatkan informasi dari masyarakat mengenai adanya pencurian sepeda motor di toko Alfariz Jaya di Dusun Sumberayu Desa Sumberberas.

Selanjutnya, aparat kepolisian yang berada di pos pantau mendatangi TKP dan melakukan interograsi kepada pemilik sepeda, Umaroh (27) warga Dusun Krajan RT 02 RW 18 Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar, yang juga bekerja di toko tersebut.

Kapolsek Muncar Banyuwangi, Kompol Toha Choiri mengatakan, kepolisian juga memintai keterangan beberapa orang saksi mata di TKP yang mengaku melihat ciri ciri laki laki yang di duga sebagai pelaku.

“Kecurigaan ini makin menguat mengarah pada salah seorang perempuan yang saat itu sedang memilih milih baju di dalam toko,” ujar Kapolsek.

“Dari keterangan saksi mata, sebelumnya dia datang bersama seseorang yang diduga telah mencuri sepeda motor korban,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, perempuan itupun di bawa ke mapolsek untuk didalami keterlibatannya terhadap peristiwa curanmor tersebut, hingga dia mengaku bahwa laki laki itu adalah kakak kandungnya yang datang bersama dirinya ke TKP.

Kepolisian pun membujuk perempuan itu untuk menghubungi si terduga, yang di ketahui bernama Sukma Adam Prayoga (20) beralamatkan di Jalan Ikan Paus Lingkungan Kramat RT 03 RW 03 Kelurahan Kertosari, namun kini bertempat tinggal di Dusun Kapela’an Desa Mangir Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Selang beberapa lama, laki laki itu pun datang ke Mapolsek Muncar lalu di lakukan intrograsi namun dia beralibi bahwa pelakunya adalah seseorang yang bertempat tinggal di Dusun Parijatah Kulon Kecamatan Srono.

“Aparat kepolisian pun bergerak cepat mendatangi alamat itu dan rupanya, orang yang di maksud keluar menuju Dusun Tegalpare Desa Wringinputih Kecamatan Muncar,” papar Kapolsek.

“Kami langsung mengejar ke wilayah itu hingga akhirnya ditemukan titik terang bahwa semua ini adalah rekayasa dari pelaku,” tuturnya.

Kapolsek menambahkan, dari hasil kroscek di lapangan, tersangka pun mengakui bahwa dirinya yang mencuri sepeda motor korban dengan cara merusak tempat kontak menggunakan kunci T. Lalu tersangka menyembunyikan hasil kejahatannya di sebuah bangunan bekas KSP Karya Utama Kecamatan Srono.

Setelah menunjukkan lokasi tempat sepeda motor disembunyikan, tersangka langsung diamankan di Mapolsek Muncar dengan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Sebagai barang bukti pihak kepolisian, dari tangan tersangka diamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat bernopol P 2284 UP warna merah putih milik korban, 1 unit sepeda motor Honda Beat tanpa plat nomor milik tersangka, 1 unit ponsel dan sebuah kunci T dan beberapa kunci sepeda motor berbagai merek.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian di 2 polsek jajaran di Banyuwangi berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor, sekaligus menangkap 2 orang pelakunya.

Kasus ini terbongkar, setelah jajaran unit reskrim Polsek Cluring Banyuwangi mendapati adanya sepeda motor honda Scoopy yang ditinggal oleh kawanan pemuda saat hendak ditangkap kepolisian, setelah melakukan pengeroyokan, Senin malam (3/6/2019).

Setelah di lakukan pemeriksaan terhadap nomor rangka dan nomor mesinnya, muncul identitas pemilik sepeda motor tersebut atas nama Sriana (31) yang beralamatkan di Dusun Rumping RT 03 RW 06 Desa Plampangrejo Kecamatan Cluring.

Dan setelah kepolisian melakukan pengembangan penyidikan, rupanya sepeda motor tersebut adalah hasil kejahatan yang terjadi diwilayah Kecamatan Muncar, tepatnya di depan ATM BRI unit Sumberberas pada Senin subuh (3/6/2019). Saat itu, si pemilik sedang mengambil uang di ATM dan mendapati sepeda motornya sudah raib di curi.

Selanjutnya, aparat kepolisian Polsek Muncar dan Polsek Cluring melakukan pengembangan dengan memintai keterangan warga yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan barang bukti Curanmor tersebut.

Kapolsek Muncar Banyuwangi, Kompol Toha Choiri mengatakan, dari hasil rekaman kamera CCTV yang ada di area BRI unit Sumberberas diketahui bahwa pelakunya adalah beberapa orang laki laki yang dicurigai sebagai komplotan.

“Hasil kerja keras kepolisian ini mengerucut kepada 2-3 orang yang diduga terlibat langsung melakukan pencurian di depan ATM,” ujar Kapolsek.

Dia menjelaskan, kepolisian berhasil menemukan 1 orang saksi yang kemudian di minta untuk menghubungi komplotan pelaku dan sepakat ketemu di depan Puskesmas Benculuk Kecamatan Cluring.

“Setelah di atur berbagai siasat, kepolisian pun berhasil menangkap para pelaku di lokasi itu, yang sebelumnya wajah mereka terekam kamera CCTV saat melakukan aksi pencurian sepeda motor korban,” papar Kapolsek.

Mereka adalah Hajir (20) warga Dusun Canga’an RT 05 RW 07 Desa Genteng Wetan Kecamatan Genteng dan Gesang Setyo Putro (29) warga Dusun Umbulrejo RT 01 RW 04 Desa Bagorejo Kecamatan Srono.

Kapolsek menambahkan, setelah berhasil melakukan pencurian, mereka mengaku memprotoli sepeda motor korban yang kini diamankan kepolisian.

“Juga diamankan 1 unit sepeda motor Honda Scoopy milik tersangka serta berbagai peralatan kunci yang digunakan untuk membongkar sepeda motor milik korban,” pungkas Kompol Toha.

Kini, kedua tersangka mendekam di dalam sel tahanan Mapolsek Muncar Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, mereka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 1.200 personil gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Senkom serta sejumlah unsur lain disiagakan di operasi Ketupat Semeru 2019 di Banyuwangi, juga bantuan personel kepolisian dari Mabes Polri dan Polda Jawa Timur.

Seluruh personel tersebut melaksanakan Apel Gabungan Operasi Ketupat Semeru 2019 di area Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Selasa sore (28/5/2019) yang di pimpin langsung oleh Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Yang juga dihadiri Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko, Danlanal Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Infantri Ruli Nuryanto dan jajaran forum pimpinan daerah lainnya.

“Pelabuhan Ketapang jadi salah satu fokus pengamanan mudik Lebaran 2019 dari Bali ke Jawa maupun sebaliknya. Dan kepolisian siap mengawal keselamatan pemudik yang melintasi Banyuwangi,” ujar Kapolres.

“Operasi ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, mulai 29 Mei - 10 Juni 2019, termasuk di Banyuwangi,” imbuhnya.

Namun menurut Kapolres, untuk Polres Banyuwangi akan menggelar kegiatan ini hingga 16 Juni karena menurut analisa kepolisian, kepadatan penumpang kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk akan terus meningkat meski masa angkutan Lebaran selesai.

“Pada operasi ini, disiapkan 24 pos pengamanan yang tersebar dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru, seperti di terminal, pelabuhan maupun obyek wisata,” kata Kapolres.

Selain itu, juga didirikan beberapa pos pelayanan yang ditempatkan di sejumlah titik seperti pusat perbelanjaan, pasar, pemukiman, rumah yang ditinggal mudik penghuninya, asrama polisi, terminal, stasiun, bandara, masjid, tempat wisata, SPBU, penginapan, dan lain-lain.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko mengatakan, pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2019 bukan hanya tanggung jawab petugas pengamanan dalam hal ini pihak kepolisian atau TNI. Namun hal ini merupakan tanggung jawab bersama. 

“Seperti diketahui Banyuwangi jadi kabupaten pariwisata yang maju,” kata Wabup Yusuf.

“Untuk itu, kami berharap pengamanan tidak hanya dilakukan pada saat arus mudik saja. Melainkan destinasi wisata di Banyuwangi wajib juga diamankan,” paparnya.

Wabup Yusuf meminta, masyarakat, pokmaswas dan hansip juga wajib menjaga kondusifitas Banyuwangi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah menjalani pemeriksaan selama 12 jam lebih di Mapolres Banyuwangi, akhirnya kepolisian memulangkan kembali ke 26 orang laki laki ke kota asalnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah sebelumnya diamankan di Pelabuhan Ketapang karena di duga akan mengikuti aksi Gerakan 22 Mei di Jakarta.

Mereka menumpang bus Lorena bernopol B 7116 PGA tujuan Bali ke Jakarta.

Dan mereka terjaring razia yang di gelar oleh Kepolisian di bantu aparat TNI di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Minggu malam (19/5/2019).

Sedianya, mereka mengaku akan berangkat ke Jakarta dengan tujuan yang tidak jelas karena hendak di pekerjakan di beberapa tempat yang berbeda beda. Mendapati pengakuan mereka itulah, kepolisian langsung mengamankan mereka beserta awak bus dan kendaraannya ke Mapolres Banyuwangi guna di mintai keterangan lebih lanjut.

Karena dicurigai mereka telah terorganisir dari kelompok tertentu, yang diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti Gerakan 22 Mei tersebut.

Selanjutnya, pada Senin (20/5/2019), mereka di kembalikan ke kota asalnya di NTT dengan di kawal ketat oleh aparat kepolisian dari area Mapolres Banyuwangi hingga menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali sampai ke kota asal mereka.

Kabag Operasi Polres Banyuwangi, Kompol Sumartono yang memimpin pemulangan mereka mengatakan, setelah di mintai keterangan oleh penyidik, mereka memang mengaku akan ke Jakarta namun dengan tujuan yang tidak jelas.

“Bahkan, mereka tidak mempunyai sertifikat keahlian apapun serta tidak ada yang bertangung jawab selama mereka di Jakarta,” ujar Kompol Sumartono.

Sementara beberapa orang dari mereka mengaku akan di pekerjakan di salah satu kapal di Tanjung Priok Jakarta.

Kompol Sumartono menjelaskan, setelah diberi penjelasan oleh kepolisian, mereka pun dengan suka rela pulang kembali ke kota asalnya dengan di kawal aparat kepolisian.

“Dari hasil pemeriksaan, mereka tidak ada kaitannya dengan aksi Gerakan 22 Mei,” tutur Kabag Operasi.

Sementara itu, dalam mengantisipasi adanya keikut sertaan masyarakat pada Gerakan 22 Mei tersebut, kepolisian Polres Banyuwangi terus memperketat pengamanan di Pelabuhan Ketapang maupun di Stasiun Banyuwangi Baru.

Untuk jadwal operasinya pun dilakukan secara acak, agar tidak bisa terdeteksi oleh oknum tertentu yang ingin mengikuti gerakan tersebut di Jakarta.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bersamaan dengan dilaksanakannya gelar pasukan Operasi Pekat Semeru 2019, Polres Banyuwangi juga melakukan pemusnahan miras dari hasil operasi bersandi Penyakit Masyarakat (pekat) Semeru 2019.

Operasi Pekat itu sendiri di gelar mulai 13 Mei hingga 26 Mei. Hasilnya, sebanyak 1.834 liter atau setara 1,8 ton minuman keras yang dikemas dalam ribuan botol dimusnahkan kepolisian di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi dengan cara di lindas menggunakan slender.

Dengan rincian, 315 botol arak kapasitas 1 liter, 289 botol tuak ukuran 1 liter, serta 1.230 botol miras pabrikan berbagai merek.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, selama Operasi Pekat ini di gelar, kepolisian berhasil mengungkap 524 kasus dengan mengamankan 613 tersangka.

Seperti kasus premanisme sebanyak 378 kasus dengan 453 tersangka, prostitusi 11 kasus dengan 20 tersangka, judi 24 kasus dengan 31 tersangka, handak 2 kasus diamankan 2 tersangka, penyalahgunaan narkoba 25 kasus dengan 23 tersangka dan miras sebanyak 84 kasus dengan 84 tersangka.

“Dalam artian, proses penyidikan kepolisian yang terbanyak adalah kasus premanisme,” ujar AKBP Taufik.

“Operasi Pekat memang sudah berakhir. Tapi sesuai perkiraaan intelijen dan perkembangan situasi, aparat tetap memberlakukan pengamanan jalanan dari aksi kriminalitas,” paparnya.

Dan selama Ramadan, aparat kepolisian terus melakukan Patroli skala besar Gabungan TNI, Polri dan unsur lain. 

Sementara itu, dengan diadakannya pemusnahan miras barang bukti hasil Operasi Pekat Semeru 2019 menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini, kepolisian berharap adanya penegakkan supremasi hukum yang akuntabel dan humanis, dapat mencegah maraknya peredaran dan penyalahgunaan minuman keras di wilayah Kabupaten Banyuwangi serta terciptanya situasi dan kondisi kamtibmas Banyuwangi yang aman, terkendali dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian mengamankan seorang warga Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, setelah dari hasil penggerebekan di rumahnya di temukan bahan peledak.

Sementara, bahan peledak tersebut di kemas dalam 30 bungkus plastic kecil masing masing seberat 100 gram.

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratista Wijaya mengatakan, awalnya, kepolisian mendapat laporan dari masyarakat bahwa di rumah Abdul Sholeh (46) di kawsan Dusun Padang Baru RT 01 RW 02 Desa Pesucen Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, menyimpan dan menyembunyikan bahan peledak yang di gunakan sebagai bahan membuat petasan.

“Lalu kepolisian melakukan pengembangan penyidikan hingga berhasil menemukan alamat tersangka lalu di lakukan penggerebekan,” ujar AKP Panji.

Kasat Reskrim menjelaskan, selain bahan peledak, kepolisian juga mengamankan 45 buah petasan siap ledak dan 621 sumbu ledak yang disembunyikan di dalam kaleng cat yang di masukkan ke dalam karung plastic.

“Dari pengakuan tersangka, dirinya sengaja meracik bahan peledak itu menjadi petasan yang di jual ke berbagai lokasi selama bulan Ramadan ini,” tutur AKP Panji.

Aksinya itu, selalu di lakukan tersangka di setiap tahun disaat Ramadan. Dan selama ini pula, selalu lolos dari pantauan kepolisian.

Namun untuk di 2019 ini, rupanya menjadi tahun naas bagi tersangka karena penjualan petasan yang terbilang berbahaya yang selama ini dilakukannya tersebut di ketahui kepolisian hingga di lakukan penangkapan.

“Kini, tersangka beserta barang buktinya diamankan di Mapolres Banyuwangi guna dilakukan pengembangan penyidikan lebih lanjut,” imbuh AKP Panji.

Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari hasil Operasi Pekat Semeru 2019 yang digelar Kepolisian bersama TNI di area Pelabuhan Ketapang, diamankan puluhan orang asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan pergi ke Jakarta tanpa tujuan yang jelas, karena di khawatirkan akan mengikuti Gerakan 22 Mei.

Mereka berjumlah 26 orang yang berangkat dari kawasan Pulau Dewata Bali dengan menumpang bus Lorena bernopol B 7116 PGA.

Dengan di pimpin langsung Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, puluhan aparat kepolisian yang bertugas memeriksa satu persatu barang bawaan dan kartu Identitas para penumpang kapal di pintu keluar pelabuhan ASDP Ketapang, Minggu malam (20/5/2019).

Dalam artian, pemeriksaan ini di fokuskan pada para penumpang kapal yang baru saja diseberangkan dari arah Pelabuhan Gilimanuk Bali.

“Pengamanan di Pelabuhan Ketapang ini sengaja di perketat, untuk antisipasi adanya masyarakat yang berbondong bondong pergi ke Jakarta untuk mengikuti aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat pada 22 Mei 2019,” papar Kapolres.

Rupanya upaya antisipasi ini membuahkan hasil. Kepolisian bersama TNI berhasil mengamankan 26 orang yang di duga akan mengikuti gerakan tersebut.

“Saat di mintai keterangan, masing masing dari mereka memberikan keterangan yang berbeda beda,” ujar Kapolres.

“Intinya, mereka mengaku akan pergi ke Jakarta untuk di pekerjakan di berbagai titik yang lokasinya tidak di ketahui,” imbuhnya.

Menurut Kapolres, pihaknya mencium adanya gerakan yang terogranisir dari satu kelompok tertentu untuk melakukan keberangkatan ke Jakarta dengan tujuan yang tidak jelas.

“Pengamanan di Pelabuhan Ketapang ini juga dalam rangka Operasi Pekat Semeru 2019 dengan sasaran narkoba, senjata tajam, bahan peledak maupun benda berbahaya lainnya,” kata Kapolres.

Selanjutnya, ke 26 orang asal NTT tersebut di amankan di Mapolres Banyuwangi untuk dimintai keterangan lebih lanjut, beserta sopir dan kendaraan bus Lorena tersebut.  

 

More Articles ...