radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari 2.592 unit kendaraan bermotor yang melakukan pelanggaran selama di gelarnya Operasi Zebra Semeru 2018, yang terbanyak adalah sepeda motor mencapai 2 ribuan unit lebih. Tepatnya 2.020 unit.

Sedangkan mobil penumpang 271 unit, mobil bus 3 unit dan mobil barang sebanyak 298 unit.

Sementara barang bukti yang di sita sebagai pelanggaran, diantaranya SIM sebanyak 178 lembar, STNK 2.345 lembar dan surat kendaraan lain 69 lembar.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi, AKP Prianggo Parlindungan Malau dalam keterangan persnya, Senin (19/11) mengatakan, dari ke 2.592 unit pelanggaran tersebut terbagi dalam beberapa jenis.

Seperti tidak menggunakan helm SNI 414 pelanggaran, melawan arus 101 pelanggaran, menggunakan ponsel saat berkendara 51 pelanggaran, berkendara di bawah umur 124 pelanggar dan tidak menggunakan Safety Belt 189 pelanggar. Sementara pelanggaran lainnya sebanyak 1.713.

“Dalam Operasi Zebra Semeru 2018 ini sekitar 80 persennya merupakan upaya Represif Yustisial atau tindakan tilang. Dan 20 persen sisanya adalah upaya preventif atau pencegahan,” papar AKP Prianggo.

Dari jumlah yang ada, penindakan tilang yang di lakukan petugas kepolisian pada Operasi Zebra Semeru 2018 ini sebanyak 2.592 perkara, sedangkan di tahun 2017 lalu 4.822 perkara mengalami penurunan hingga 46,25 persen. Sementara penindakan teguran sebanyak 517 perkara dan di 2017 lalu sebanyak 960 perkara menurun 46,15 persen.

“Penurunan angka penindakan tilang maupun terguran ini bukan berarti karena aparat kepolisian malas bertugas di lapangan untuk menggelar operasi,” kata Kasat Lantas.

“Tapi ini karena masyarakat Banyuwangi sudah lebih sadar di dalam tertib berlalu lintas,” imbuhnya.

Diharapkan, kesadaran masyarakat ini tidak hanya dilakukan saat di gelarnya operasi saja namun bisa diterapkan disetiap harinya.

Sementara itu, sasaran pelanggaran dari Operasi Zebra Semeru 2018 yang digelar sejak 30 Oktober hingga 13 November tersebut, bagi pengendara sepeda motor dan roda 4 adalah melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, berkendara dibawah pengaruh alcohol, melebihi batas kecepatan dan berkendara di bawah umur.

Selain itu yang menjadi sasaran bagi pengendara sepeda motor adalah penggunaan helm SNI. Sedangkan roda 4 adalah penggunaan safety belt.

Dan lokasi yang menjadi tempat digelarnya operasi adalah di 11 titik rawan pelanggaran serta 1 lokasi rawan laka dan 3 titik rawan macet.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dua residivis curanmor terpaksa ditembak kakinya oleh Satuan Serse Polres Banyuwangi saat kabur hendak ditangkap, setelah melakukan serangkaian aksi kejahatan di sejumlah TKP.

Keduanya adalah Ismail (34) warga Dusun Wonosari RT 03 RW 01 Desa Tamansuruh Kecamatan Glagah dan Mishadi alias Alex Cobra (40) warga Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota.

Sementara itu, kepolisian juga menangkap 8 orang tersangka lainnya sebagai penadah, yang disebut sebut telah membeli sepeda motor hasil curian kedua residivis tersebut. Mereka adalah Jam’I (48) warga Lingkungan Suko RT 01 RW 02 Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro, Samsul Hadi (34) warga Dusun Krajan RT 02 RW 02 Desa Segobang Kecamatan Licin, Rohman (32) warga Lingkungan Lerek RT 01 RW 01 Kelurahan Gombengsari Kecamatan Kalipuro, Rizki Yogi Darmawan (25) warga Dusun Kopencungking RT 05 RW 01 Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah, Adi Setiawan (28) warga Dusun Bulupayung RT 01 RW 03 Desa Bulusari Kecamatan Kalipuro, Suroso (45) warga Dusun Kopencungking RT 05 RW 01 Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah serta Wagiran (37) dan Abdus Salam (30) keduanya warga Dusun  Krajan Desa Paspan Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Dalam keterangan persnya, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufiq Herdiansyah Zeinardi mengatakan, awalnya kepolisian menangkap tersangka Ismail dengan ditemukan 5 unit sepeda motor tanpa dokumen yang merupakan hasil kejahatannya beberapa lokasi.

“Dari sini, dilakukan pengembangan penyidikan hingga kepolisian berhasil menangkap 3 orang yang menjadi penjual dari barang bukti curian tersangka, yakni Jam’I, Suroso dan Samsul Hadi,” papar Kapolres.

Dia menjelaskan, saat di mintai keterangan, tersangka Jam’I telah menjual kepada tersangka Rohman dan ditemukan barang bukti sepeda motor Honda Supra Fit bernopol P 5022 YB.

“Sedangkan dari pengambangan tersangka Suroso, dilakukan penangkapan terhadap tersangka Rizki Yogi Darmawan dan Adi Setiawan dengan diamankan sepeda motor Honda Supra X bernopol P 4910 XF,” ujar Kapolres.

Sementara dari tersangka Samsul Hadi kata Kapolres, kepolisian menangkap tersangka Abdus Salam dan Wagiran dengan diamankan barang bukti sepeda motor Honda Supra bernopol P 5267 XF.

“Kepada petugas, tersangka Ismail mengaku tidak sendirian selama menjalankan aksi curanmor, dan melakukannya bersama tersangka Mishadi alias Alex Cobra,” kata Kapolres.

Seperti yang mereka lakukan di kawasan Jalan Letkol Istiqlah samping Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banyuwangi, tepatnya di Krisna Putra Prasukma HC, yang berhasil membawa kabur sepeda motor Honda Supra bernopol AE 5965 FR.

“Selama menjalankan aksinya, kedua tersangka menggunakan gunting untuk mencongkel tempat kontak sepeda motor,” tutur Kapolres.

Sementara itu, dari serangkaian aksi curanmor yang di lakukan oleh kedua residivis tersebut, kepolisian berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Dan atas perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian.

“Sedangkan ke 8 tersangka lainnya di jerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang penadah hasil pencurian, masing masing dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” pungkas Kapolres.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tercatat ada 2.592 pelanggaran di Banyuwangi yang di tangani kepolisian selama digelarnya Operasi Zebra Semeru 2018.

Berdasarkan catatan Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, sejumlah pelanggaran yang di lakukan masyarakat tersebut diantaranya tidak menggunakan helm SNI sebanyak 414 pelanggaran, melawan arus 101 pelanggaran dan menggunakan ponsel saat berkendara 51 pelanggaran.

Ada pula pengendara di bawah umur sebanyak 124 pelanggar, tidak memakai Safety Belt 187 pelanggar dan lain lain sebanyak 1715 pelanggaran.

KBO Lantas Polres Banyuwangi, Iptu Dalyono mengatakan, Operasi Zebra Semeru ini di gelar selama 14 hari terhitung sejak 30 Oktober hingga 12 November 2018.

“Titik operasi di laksanakan di sejumlah lokasi yang di nilai rawan terjadi kecelakaan, rawan terjadinya pelanggaran lalu lintas dan rawan terjadinya kemacetan kendaraan bermotor yang tersebar mulai dari wilayah Banyuwangi utara hingga selatan,” ujar Dalyono.

Ada 10 titik yang menjadi prioritas diantaranya di depan Hotel Santika, depan Masjid Baiturrahman, makam datuk di seputaran Kecamatan Kalipuro, timbangan Watu Dodol, timbangan Kalibaru, jalan Wahid Hasyim Genteng, jalan raya Jember-Gambiran, simpang 4 tembokrejo Muncar, jalan raya Jember depan Polsek Gambiran dan depan Hotel Mahkota Genteng.

Namun operasi ini juga di gelar di sejumlah lokasi lainnya secara insidentil, karena di khawatirkan justru pelanggaran lalu lintas terjadi di luar 10 lokasi tersebut.

“Dari seluruh pelanggar itu di kenakan sangsi tilang dengan membayar denda,” kata Dalyono.

“Tapi yang terbanyak, mereka melakukan pembayaran denda dengan system e-tilang di bank yang di tunjuk,” imbuhnya.

Selanjutnya, mereka menunjukkan bukti pembayaran tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengambil SIM atau STNK yang diamankan.

Dalyono berharap, dengan digelarnya operasi ini bisa menjadikan masyarakat Banyuwangi lebih tertib berlalu lintas, guna menghindari semakin tingginya angka kecelakaan.

Sementara itu, berdasarkan catatan Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, selama operasi zebra semeru di gelar di tahun 2016, pelanggaran tilang sebanyak 1152 sedangkan di tahun 2017 sebanyak 4842 pelanggar, naik 100 persen lebih.

Sementara, untuk teguran di tahun 2016 sebanyak 333 pelanggar, dan ditahun 2017 mencapai 960 yang juga mengalami kenaikan 100 persen lebih.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian melakukan pendampingan sekaligus akan menurunkan tim psikolog untuk mendampingi seorang siswi SMA yang menjadi korban pencabulan dari pamannya sendiri.

Masih teringat di benak kita, siswi kelas 1 di salah satu SMA Swasta di Kecamatan Purwoharjo Banyuwangi berinisial KP (16) harus menanggung malu akibat ulah bejat Taufan Hidayat (22) yang merupakan suami siri dari tantenya.

Sementara pelaku sendiri adalah warga asli Dusun Baru RT 02 RW 03 Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dan menikah siri dengan tante korban, Salsya Bila Aini (34) warga Dusun Tanjungrejo RT 04 RW 02 Desa Sembulung Kecamatan Cluring Banyuwangi.

“Tante korban dan pelaku selama ini menempati rumah kontrakan di kawasan Kecamatan Bangorejo Banyuwangi.

Kapolsek Cluring Banyuwangi, Iptu Bejo Madrias melalui Kanit Reskrim, Ipda Sadimun mengatakan, pasca kejadian tersebut, kepolisian mendampingi dan melakukan konseling terhadap korban supaya dia tidak trauma terhadap peristiwa naas yang di alaminya.

“Juga di berikan masukan dan support serta pendampingan terhadap korban yang di lakukan oleh polwan yang berdinas di Mapolsek Cluring Banyuwangi,” papar Ipda Sadimun.

Dia menjelaskan, ke depan, kepolisian juga berencana akan menurunkan tim psikolog untuk melakukan pendekatan terhadap korban agar tidak terus mengalami trauma atas kejadian yang di alaminya.

“Diharapkan, korban tetap bersemangat menjalani kehidupannya serta tidak merasa malu untuk bersekolah,” ungkapnya.

Ipda Sadimun menambahkan, selain kasus pencabulan anak di bawah umur, tersangka juga sedang menghadapi masalah hukum di wilayah Polsek Bangorejo Banyuwangi.

Pasalnya, tersangkadi laporkan ke pihak kepolisian setelah menganiaya istri sirinya.

“Sehingga saat ini tersangka tengah menghadapi dua kasus hukum atas perbuatan criminal yang telah di lakukannya,” ujar Ipda Sadimun.

Sementara itu, kasus pencabulan ini terjadi di rumah nenek korban di kawasan Dusun Tanjungrejo Desa Sembulung Kecamatan Cluring Banyuwangi. Dan selama ini, korban bertempat tinggal bersama neneknya setelah kedua orang tuanya pergi meninggalkan korban tanpa alasan yang jelas.

Kasus ini berawal dari saat tersangka mengajak korban untuk mengambil paketan ke kawasan Banyuwangi kota. Setelah pulang di rumah neneknya, korban merapikan baju bajunya lalu akan kerja kelompok. Melihat hal ini, tersangka melarang korban yang hendak pergi dan menarik tangannya untuk kembali masuk ke dalam rumah.

“Disinilah, tersangka menyetubuhi korban layaknya pasangan suami istri. Korban tidak berani berontak karena diancam akan di bunuh jika berteriak,” kata Ipda Sadimun.

Setelah melakukan aksi bejatnya, tersangka memberi uang kepada korban sejumlah Rp 9.000 lalu pergi.

Dengan adanya peristiwa naas yang dialaminya, korban pun menceritakan hal ini kepada tante dan neneknya lalu di laporkan ke Mapolsek Cluring.

“Lalu sejumlah aparat kepolisian mengejar keberadaan tersangka hingga berhasil ditangkap di rumah kontrakannya di wilayah Kecamatan Bangorejo,” pungkas Ipda Sadimun.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian di Banyuwangi menangkap seorang laki laki yang mengaku sebagai anggota marinir gadungan dalam menjalankan serangkaian aksi penipuan terhadap belasan korban.

Bahkan, untuk memperdaya korban, tersangka juga memakai pakaian mirip baju dinas seorang anggota marinir lengkap dengan topi, sepatu dan jaket dinas Angkatan Laut. Serta, Kartu Tanda Anggota Angkatan Laut yang beralamatkan Asrama Karangpilang Jalan Mortir 10 Surabaya.

Tersangka adalah Yono Farianto (52) bertempat tinggal di Perumahan Brawijaya Blok B nomor 8 Kelurahan Kebalenan Kecamatan Banyuwangi kota.

Kedok tersangka ini terbongkar setelah ada sekitar 11 orang yang mengaku jadi korban penipuan tersangka melapor ke pihak kepolisian. Sementara, modus operandi yang di lakukan tersangka adalah dengan menghentikan sepeda motor para korban di tengah jalan dan meminta dihantar ke suatu tempat dengan mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Laut. Namun ditengah jalan, tersangka menghipnotis korban hingga tidak sadarkan diri lalu membawa kabur kendaraan milik korban.

Modus lain, tersangka juga menyewa mobil para korban dengan pembayaran yang cukup tinggi dan di janjikan akan dibayar setelah mobil dikembalikan. Namun, tersangka malah membawa kabur mobil tersebut. Dia juga menggadaikan surat surat kendaraan bermotor lainnya.

Dalam keterangan persnya, Kamis (15/11), Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, dari laporan yang di terima kepolisian ada 11 TKP dari aksi tersangka ini.

“Tapi saat ini tercatat masih ada 3 laporan resmi yang di terima kepolisian,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil koordinasi dengan pihak Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi, tersangka bukan anggota marinir dan hanya warga sipil. Bahkan, NRP yang ada di Kartu Anggota AL palsu yang dimiliki tersangka juga tidak tercatat namanya.

“Dari pengembangan penyidikan, pakaian seragam anggota TNI AL beserta atribut yang dimiliki tersangka itu di beli sejak lama di Jakarta. Tersangka merupakan residivis dan telah melakukan aksi yang sama di sejumlah daerah di Jawa Timur,” papar Kapolres.

Sementara, selain atribut TNI AL, kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Diantaranya, sebilah clurit bertuliskan marinir.

Dan tersangka ditangkap di area Pom Bensin Sukowidi Jalan Gatot Subroto Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi oleh sejumlah aparat polsekta Banyuwangi dibawah pimpinan Kanit Reskrim Ipda Nurmansyah, setelah di lakukan pencarian cukup lama.

Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Laut (Dandenpom AL) Banyuwangi, Kapten Laut (PM) Tony Soelarso menegaskan bahwa, tersangka bukan anggota TNI AL, bukan pecatan maupun disersi namun hanya masyarakat sipil biasa.

“Sejak Januari 2018 lalu tercatat sudah ada 5 orang warga melapor ke Polisi Militer AL (Pomal) yang mengaku tertipu dengan tersangka,” tutur Tony.

“Selanjutnya, aparat TNI AL mendatangi rumah tersangka dan bertemu dengan anak anaknya, yang menyatakan bahwa bapaknya bukan anggota TNI AL hingga di lakukan pengejaran dan baru tertangkap oleh aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi itu,” pungkas Tony.

Kini, tersangka meringkuk di dalam sel tahanan Mapolsekta Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 378 jonto pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang perempuan yang di sebut sebut sebagai dukun lintrik di tangkap kepolisian, karena di duga sebagai dalang dari aksi perampokan dengan memanfaatkan pelaku lainnya.

Tersangka yang di ketahui bernama Usniyah (49) tersebut tercatat sebagai warga Dusun Pekarangan RT 01 RW 01 Desa Kelir Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Sementara tersangka lain yang juga terlibat dalam aksi ini adalah Hedi Purnomo (38) warga Dusun Telemung RT 02 RW 01 Desa Telemung Kecamatan Kalipuro.

Aksi perampokan ini di lakukan kedua tersangka terhadap Heni Puji Astuti (48) warga Jalan Tidar Lingkungan Singodiwiknyo Kelurahan Singotrunan Kecamatan Banyuwangi kota, karena tersangka Usniyah terbelit hutang kepada korban dengan jumlah cukup banyak, yang menyebabkan dia tidak bisa melunasinya. Meski diakui tanahnya sudah habis di jual untuk membayar hutang namun belum juga lunas.

Kapolsek Kalipuro Banyuwangi AKP Jaenur Holiq mengatakan, tersangka Hedi Purnomo mulai akrab dengan Usniyah setelah dia meminta bantuan ilmu lintrik untuk mencari orang. Dan suatu saat, tersangka Hedi melihat kedatangan korban bersama suaminya, Rahmat ke rumah Usniyah.

“Disinilah, tersangka Usniah bercerita kepada Hedi terkait hutang hutangnya kepada korban,” tutur Kapolsek.

“Lalu tersangka Usniah meminta bantuan Hedi untuk merampas tas milik korban yang didalamnya berisi buku catatan dan ponsel agar dihilangkan karena berisi catatan hutang hutangnya,” imbuh Kapolsek.

Mereka pun mulai mengatur strategi untuk melakukan aksi kejahatannya, agar seolah olah ini murni perampokan yang di lakukan orang tak dikenal.

Kapolsek menambahkan, setelah korban dan suaminya kembali mendatangi rumah Usniyah, dia langsung menghubungi tersangka Hedi mengatur posisi lokasi perampokan hingga disepakti di pertigaan jalan setapak di selatan rumah Usniyah yang kondisinya sangat gelap.

Selang beberapa lama, tersangka Hedi yang sudah menunggu melihat korban berboncengan sepeda motor dengan suaminya. Lalu dia melempar korban dan suaminya dengan serbuk kopi bubuk hingga mengenai mata mereka sehingga keduanya terjatuh dari atas sepeda motor.

“Setelah melihat suami korban berlari kencang, tersangka Hedi pun berusaha mengambil paksa tas milik korban dengan cara mengancam menggunakan pisau tajam,” ujar Kapolsek.

Setelah berhasil mendapatkan barang yang diminta tersangka Usniyah, Hedi pun meninggalkan korban dengan mengendarai sepeda motornya.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, peristiwa ini di laporkan korban pada 25 Juni 2018 lalu. Selanjutnya, kepolisian melakukan upaya pengembangan penyidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi dan barang bukti yang di temukan di TKP.

“Dari sinilah, penyidikan kepolisian mengarah kepada kedua tersangka yang saling bekerja sama dalam menjalankan aksinya hingga dilakukan penangkapan terhadap mereka pada pertengahan November 2018 ini,” papar Kapolsek.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan 1 buah pisatu tajam sepanjang 18 centimeter, 2 unit ponsel, 1 buah celana panjang jeans dan 1 unit sepeda motor Yamaha Bison putih hitam bernopol P 5993 XV yang di gunakan tersangka Hedi saat melakukan aksinya.

“Dari penyelidikan kepolisian, kasus ini murni perampokan atau pencurian dengan pemberatan karena ingin memiliki barang korban dan tidak mengarah pada pembunuhan,” pungkas Kapolsek.

Atas perbuatannya, kedua tersangka di jerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kakek penjual judi nomor togel di tangkap kepolisian. Sebelumnya, aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi mendapat laporan mengenai adanya perjudian jenis togel di wilayah Pasar Blambangan Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi.

Menanggapi hal ini, sejumlah anggota kepolisian bergerak menuju TKP yang di laporkan masyarakat.

Setelah melakukan serangkaian pengembangan penyidikan, kepolisian pun berhasil menangkap Alwi (51) warga Jalan Bangka nomor 35 RT 02 RW 02 Kelurahan Lateng dan selanjutnya di gelandang ke Mapolsekta Banyuwangi guna di mintai keterangan.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, dari penangkapan ini, diamankan sejumlah barang bukti dari tangan tersangka. Diantaranya uang tunai Rp 106.000 dan ponsel berisi nomor togel titipan dari para penombok.

“Dari pengakuan tersangka kepada petugas, setelah seluruh nomor togel itu tersimpan lalu di setorkan ke pengepul berikut uang pembelian,” ujar Kapolsek.

“Dari sini, para penombok itu menunggu informasi saat menjelang malam mengenai sejumlah nomor togel yang keluar,” imbuhnya.

Selanjutnya, jika penombok itu merasa nomor yang di pasangnya keluar, maka tersangka menghubungi pengepulnya untuk meminta sejumlah uang sesuai dengan bilangan yang di pasang tersebut lalu diserahkan kepada penomboknya.

Kapolsek menambahkan, dihadapan penyidik, tersangka mengaku sudah cukup lama menjalankan perjudian togel ini guna menopang kebutuhannya sehari hari.

“Karena keuntungan dari penjualan itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan rumah tangganya,” tutur AKP Ali Masduki.

Sementara untuk konsumennya sendiri kata Kapolsek, dari kalangan menengah ke bawah.

Kini, tersangka beserta barang buktinya di amankan di Mapolsekta Banyuwangi. Dan atas semua perbuatannya, tersangka di jerat pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

 

More Articles ...