radiovisfm.com, Banyuwangi - Pertamina dan Hiswana Migas Banyuwangi menjamin stok LPG di wilayah setempat aman selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang, dengan tambahan 8 persen dari stok biasanya.

Kami juga membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2019 untuk memantau pasokan LPG dilapangan, mengantisipasi adanya penyelewengan pendistribusian,” ujar Sales Executive LPG Rayon VII Pertamina, Agung Kaharesa Wijaya.

Pengamanan dan pengawasan ini dilakukan semenjak H-30 Lebaran hingga H+15 Lebaran 2019.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ada penambahan sekitar 8 persen selama Ramadan hingga Lebaran mendatang,” tutur Agung.

Dia mengaku, saat ini stok LPG di Banyuwangi masih aman. Jika disetiap bulan biasanya dipasok sekitar 1.300.000 tabung. Kini ada penambahan sekitar 8 persen atau sekitar 219 ribu tabung.

Ini jadi prioritas kami dalam melancarkan distribusi, agar jangan sampai ada penyalahgunaan,” ungkap Agung.

“Kami juga telah bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi terkait dengan antisipasi penyalahgunaan LPG,” tuturnya.

Kerjasama itu terkait dengan sosialisasi penggunaan LPG non subsidi bagi para UKM dan komunitas yang berhasil dibeberapa tempat. Untuk saat ini, ada Komunitas UKM SPBU Gajah Mada dan Komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner) yang menggunakan LPG non subsidi. Diharapkan ini bisa menyeluruh.

Sementara itu, Bright Gas merupakan produk LPG Non Subsidi unggulan Pertamina yang memiliki kelebihan dengan adanya teknologi DSVS (Double Spindle Valve System) yang dapat menjaga keseimbangan tekanan gas dan mengurangi tekanan gas yang berlebih dan 2 kali lebih aman dibandingkan dengan tabung LPG lainnya.

Disamping itu agar kualitas LPG lebih terjamin, Bright Gas juga dilengkapi dengan seal cap hologram dan fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan.

Adapun Elpiji 3 kg bersubsidi diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu, usaha mikro, dan nelayan penerima paket konversi. Selain itu, masyarakat yang sudah dalam kategori mampu dihimbau untuk dapat menggunakan LPG non subsidi Pertamina seperti Bright Gas yang juga tersedia di Agen, Outlet, dan Modern Minimarket atau dapat dipesan melalui Pertamina Call Center 135.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kakek asal Kecamatan Gambiran Banyuwangi ditemukan meninggal dunia dengan posisi kepalanya tertelungkup ke dalam selokan atau saluran air, tidak jauh dari rumahnya.

Pertama ditemukan, kepala korban, Arkiyat (61) warga Dusun Lidah RT 02 RW 06 Desa Gambiran tersebut sudah menghitam. Dan di samping jenazahnya juga ditemukan kotoran serta senter miliknya.

Menurut pengakuan istrinya, Sudartik, pada Rabu malam (15/5/2019) sekira pukul 24.00 WIB, dirinya bangun tidur dan mendapati korban sudah tidak berada di rumah. Setelah dicari tidak ketemu, istri korban akhirnya tidur kembali.

Namun hingga Kamis pagi (16/5/2019) sekira pukul 04.00 WIB, korban tidak juga kunjung pulang, lalu istrinya pun mencari di sebelah rumah juga ke beberapa tetangga.

Sekira pukul 06.00 WIB, istri korban menemukan suaminya sudah dalam kondisi meninggal dunia tepat di belakang rumah Heri Sutrisno, tetangganya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Gambiran Banyuwangi, AKP Sumaryata mengatakan, dari keterangan saksi mata, Yuyun, sewaktu dirinya hendak menjemur baju disamping rumah, dia melihat ada seseorang sedang duduk dan dikira ada orang gila.

Selanjutnya, datang saksi lainnya, Heri Sutrisno dan mendekati orang tersebut yang ternyata adalah korban yang sudah meninggal dunia, yang sebelumnya meninggalkan rumah tanpa pamit.

“Sejumlah warga dibantu aparat kepolisian yang mendatangi TKP, mengevakuasi jenazah korban yang kepalanya berada disaluran air dari limbah rumah tangga,” ujar Kapolsek.

“Lalu, di bawa ke puskesmas Yosomulyo Gambiran untuk dilakukan pemeriksaan medis,” imbuhnya.

Hasilnya kata Kapolsek, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan atau bekas kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan medis pula, kematian korban ini diduga karena penyakit jantung yang dideritanya kambuh. Dan korban pernah di rawat di rumah sakit Al Huda selama 6 hari karena penyakit itu,” papar Kapolsek.

Sementara, terkait dengan wajah korban yang menghitam, dari keterangan tim medis hal itu di sebabkan karena meninggalnya posisi tertelungkup dan korban mempunyai riwayat sakit jantung, maka darahnya turun ke bawah hingga menyebabkan lebam mayat.

“Dari pengakuan istrinya, sebelumnya korban mengeluh badannya kurang enak. Juga selama ini merasa bingung memikirkan anak perempuannya semata wayang yang pergi dari rumah tanpa pamit sekitar 1 bulan lalu, dan kini diketahui berada di Malaysia untuk bekerja,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, pihak keluarga menerima kematian korban dan tidak bersedia diautopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk memastikan kondisi kesehatan para awak transportasi menjelang masa angkutan lebaran 2019, kepolisian segera melakukan tes urine kepada sopir angkutan umum, nahkoda kapal maupun pilot penerbangan di Bandara Banyuwangi.

Kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik saat melakukan perjalanan pulang kampung.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, ada beberapa tahapan operasi yang sudah di laksanakan oleh kepolisian.

“Diawali dengan Operasi Simpatik Semeru pada 29 April hingga 12 Mei 2019, dengan sasaran para pelanggar lalu lintas yang tidak melengkapi surat surat kendaraan bermotornya maupun pelanggaran lainnya,” ujar Kapolres.

Dalam waktu dekat, di lanjutkan dengan Operasi Pekat Semeru dengan sasaran penyakit masyarakat serta para pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat) dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

“Saat menjelang Lebaran di mungkinkan aksi kejahatan akan terus meningkat karena permasalahan perekonomian,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kepolisian melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mempersempit gerak para pelaku kejahatan, dengan menggelar berbagai operasi tersebut.

Kapolres menjelaskan, tahapan selanjutnya di gelar Operasi Ketupat Semeru 2019 yang rencananya mulai digelar pada 30 Mei 2019 mendatang.

“Pada operasi inilah, kepolisian melakukan tes urine kepada para sopir bus di Terminal Brawijaya maupun Terminal Sritanjung Banyuwangi,” tutur Kapolres.

Bahkan juga di kembangkan kepada para sopir bus antar kota di Pelabuhan Ketapang, saat menunggu antrian masuk ke dalam kapal.

Kapolres mengaku, tes urine ini juga dilakukan terhadap para Nahkoda Kapal di lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya nahkoda kapal yang menggunakan narkoba saat mengoperasikan armada kapal di masa angkutan lebaran. Tidak menutup kemungkinan, tes urine juga akan di lakukan pada para pilot penerbangan di Bandara Banyuwangi.

“Meski demikian, kepolisian terlebih dahulu berkoordinasi dengan Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Banyuwangi,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, tes urine ini dilakukan secara bertahap agar kesehatan para awak transportasi tersebut tetap terjaga, sehingga para pemudik bisa sampai di kampung halamannya dengan selamat.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Di sepanjang hari Senin (13/5/2019), terjadi 3 peristiwa kecelakaan di kawasan Jalur Panturan Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi dalam waktu yang hampir bersamaan, yang menyebabkan 1 orang pelajar meninggal dunia.

Peristiwa pertama terjadi di kawasan jalan Raya Situbondo Dusun Krajan Desa Bengkak tepatnya selatan Pondok Pesantren Miftahul Ulum, antara Truck Kontainer bernopol W 8366 UP dengan mobil Pick Up bernopol P 9013 V.

Menurut keterangan saksi mata, kendaraan truck yang di kemudikan Tri Hartono (27) warga Tambak Langon VII nomor 47 RT 03 RW 05 Tambak Sarioso Kota Surabaya tersebut, melaju dari arah Selatan ke Utara. Sesampainya di TKP dari arah berlawanan, melaju Bus Pariwisata yang tidak diketahui identitasnya mendahului kendaraan truck yang ada didepannya.

Di duga karena jaraknya terlalu dekat, sehingga truck container tersebut membanting stir ke kiri dan menabrak pohon. Yang menyebabkan peti kemas yang diangkut truck container tersebut terlepas dan menimpa mobil pick up yang dikemudikan oleh Ainun Najib (25) warga Dusun Kedawung RT 03 RW 01 Desa Pondoknongko Kecamatan Kabat Banyuwangi, sehingga si sopir mengalami luka ringan.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi Iptu Kusmin mengatakan, selang 5 jam, kembali terjadi kecelakaan di jalan Raya Situbondo-Banyuwangi tepatnya di pertigaan Suliman masuk Dusun Krajan Desa Alasbuluh, antara Sepeda Motor Vixion bernopol P 5742 ZF dengan Truck Coltdiesel bernopol P 9560 UV.

Sepeda motor vixion tersebut di kendarai oleh 2 pelajar, Aditya (14) warga Dusun Alasmalang Desa Alasrejo dan Zayyin Azmi (12) warga Dusun Krajan Desa Sumberkencono, keduanya di Kecamatan Wongsorejo.

“Awalnya Truck Coltdiesel yang di kendarai Nurdiyanto (32) warga Desa Alasmalang Kecamatan Wongsorejo menyeberang jalan dan hendak berbelok ke kiri,” tutur Kapolsek.

“Bersamaan dengan itu, dari arah Selatan ke Utara melaju sepeda motor Vixion itu dengan kecepatan tinggi, hendak menyalip ke kiri juga,” imbuhnya.

Namun karena jaraknya terlalu dekat, kecelakaan itu tidak bisa dihindari yang menyebabkan korban Aditya meninggal dunia di lokasi. Sedangkan temannya, Zayyin Azmi mengalami luka berat pada kepalanya.

“Selang beberapa lama kembali terjadi kecelakaan yang ketiga antara Truck Tronton dengan Truck tangki aspal di kawasan jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di selatan masjid Baiturrahim Wongsorejo,” papar Kapolsek.

Diduga, truck bermuatan aspal itu mendahului kendaraan yang ada di depannya dan dari arah berlawanan melaju truck tronton. Sehingga kecelakaan terjadi tepat di tanjakan.

“Dalam incident ini tidak ada korban jiwa,” pungkas Kapolsek.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebuah truck di dalam KMP Gerbang Samudra II terguling dan menimpa dua unit kendaraan lain akibat di hantam ombak cukup tinggi saat berlayar di perairan selat bali, Rabu dini hari (15/5/2019).

Truck bernopol P 9737 UV tersebut bermuatan beras terguling ke arah kanan menimpa mobil Avansa dengan nopol AB 1342 OM dan pick up bernopol P 8784 SR hingga ringsek. Untung saja dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, dan seluruh penumpang di laporkan dalam kondisi selamat karena mereka berada di anjungan penumpang untuk menunggu kapal sandar.

Dari informasi yang diperoleh, saat itu KMP Gerbang Samudra II yang sedang berlayar meninggalkan Pelabuhan Gilimanuk Bali menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, tiba-tiba saja dihantam gelombang tinggi saat berada di tengah laut. Karena hantaman ombak ini, membuat kendaraan yang ada di dalam kapal terguncang hebat hingga terjadi incident tersebut.

Koko Hariyanto, Staf Operasional Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur Satpel Ketapang mengaku, seluruh kendaraan bermotor yang ada di dalam kapal sudah di ikat tali lasing.

“Karena guncangan ombang cukup kencang, menyebabkan tali lasing itu terputus sehingga satu unit truck bermuatan beras menimpa dua unit kendaraan lain di dalam kapal,” ujar Koko.

Dia mengaku, kerusakan yang terparah terjadi pada mobil pribadi dengan nopol AB 1342 OM hingga kondisinya penyok karena tertimpa truk sedang yang terguling.

“Musibah ini disebabkan gelombang pantai di Selat Bali sedang tinggi sejak beberapa hari terakhir,” tutur Koko.

“Diprediksikan, gelombang tinggi di perairan selat bali ini akan terus berlangsung sampai bulan Agustus mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, posisi kendaraan yang ringsek masih berada di dalam KMP Gerbang Samudra II lalu kapal memilih lego jangkar di perairan dekat pangkalan TNI AL Banyuwangi agar tidak mengganggu jadwal sandar kapal lainnya di dermaga ASDP Ketapang.

Selanjutnya, direncanakan kendaraan akan dievakusi ke daratan menunggu jadwal sandar kapal di dermaga ASDP sepi. Ini dilakukan agar tidak menganggu aktivitas bongkar muat kapal lainnya. Sebelumnya, BMKG Banyuwangi telah memberikan peringatan dini adanya cuaca buruk di Selat Bali.

Gelombang tinggi berpotensi terjadi hingga beberapa waktu ke depan karena adanya peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau. Tinggi gelombang di Selat Bali bisa saja mengalami peningkatan utamanya saat malam hari.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim Satgas Pangan Banyuwangi melakukan sidak ke Pasar Tradisional untuk mengecek fluktuasi harga sekaligus ketersediaan bahan pokok selama memasuki bulan Ramadhan ini.

Sejumlah unsur seperti Kepolisian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Bulog Banyuwangi yang tergabung dalam Tim Satgas Pangan tersebut mengecek langsung ke sejumlah pedagang.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, dari hasil pengecekan ini ketersediaan beberapa bahan pokok sekaligus harganya dinilai masih stabil.

“Bahkan, sejumlah produk yang salah satunya Bawang Putih, harganya sudah mulai turun dari sebelumnya yang mencapai Rp 80.000 perkilogram. Saat ini sudah di kisaran Rp 50.000 an,” papar Kapolres saat berada di area Operasi Pasar yang di gelar Disperindag dan Bulog Banyuwangi.

“Kegiatan serupa akan di laksanakan Tim Satgas Pangan ke seluruh pasar yang ada di Banyuwangi hingga akhir Ramadhan mendatang,” imbuhnya.

Sehingga di harapkan, jangan sampai di temukan fluktuasi harga dipasaran yang diakibatkan karena ulah dari agen maupun distributor yang nakal, sehingga mempengaruhi ketersediaan dan harga bahan pokok.

Dalam kesempatan ini, Kapolres juga mengaku menghimbau kepada para pedagang agar terus memantau kondisi barang yang dijualnya seperti ikan laut dan daging ayam karena dinilai tidak tahan lama.

“Jika sudah tidak layak konsumsi, maka di harapkan untuk tidak dijual demi kenyamanan masyarakat,” tutur Kapolres.

Sementara itu, Kepala Disperindag Banyuwangi, Sih Wahyudi juga mengaku terus memantau di berbagai kecamatan terkait stok dan harga bahan pokok.

“Termasuk kami menggelar Operasi Pasar (OP) di 5 titik seperti di pasar Rogojampi, Sempu, Muncar, Songgon dan pasar Banyuwangi dengan melibatkan Perpadi, Pertamina, Toko Modern maupun Supermarket serta Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Banyuwangi, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran mendatang,” papar Sih Wahyudi.

Dia mengatakan, dengan di gelarnya OP ini di nilai harga berbagai kebutuhan pokok di pasar hingga saat ini masih stabil.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dermaga Ponton di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi jebol, akibat di hantam ombak pantai yang cukup besar.

Disepanjang hari Minggu (12/5/2019) memang di kawasan perairan selat bali terpantau beberapa kali terjadi cuaca buruk, yakni gelombang laut tinggi di sertai angin cukup kencang.

Rupanya, kondisi ini menyebabkan sarana prasarana di area Pelabuhan Ketapang mengalami kerusakan, yakni dermaga Ponton yang jebol tersebut sekira pukul 12.25 WIB.

 Ironisnya, saat incident ini terjadi, di dermaga Ponton tengah di laksanakan bongkar muat kendaraan bermotor dan penumpang lainnya dari kapal KMP Trisila Bhakti 2.

“Untung saja dalam incident itu tidak ada korban jiwa. Dermaga Ponton itu jebol setelah seluruh kendaraan yang ada di dalam KMP Trisila Bhakti 2 sudah berada di darat,” ujar Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Banyuwangi, Heru Wahyono.

Heru menjelaskan, hingga kini dermaga ponton tersebut belum bisa di operasikan menunggu perbaikan yang di perkirakan selama 2 hari mendatang.

Dan selama proses perbaikan dermaga Ponton itu, pelayanan pengguna jasa penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk menggunakan dermaga MB 1, MB 2, MB 3 dan dermaga LCM.

“Meski dermaga ponton jebol, tapi pengoperasian seluruh armada kapal masih berjalan normal dan tidak ada kendala,” ungkap Heru.

Diakuinya pula, saat ini kondisi cuaca di perairan selat Bali kurang bersahabat sehingga di butuhkan kewaspadaan dari para nahkoda kapal saat mengoperasikan armadanya.

“Jika mendapati cuaca buruk di tengah laut, di harapkan segera merapat ke pelabuhan terdekat ataupun langsung menginformasikan kepada Kesyahbandaran agar di lakukan berbagai upaya antisipasi supaya tidak terjadi kecelakaan laut,” papar Heru.

Sementara itu, akibat di hantam ombak cukup besar, material dermaga ponton hanyut di area kolam Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Bahkan, landasan dermaga pun juga rusak.

Sebelumnya, pada 4 Mei 2019 lalu dilakukan perbaikan Dermaga MB 3 Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dalam rangka menjelang angkutan Lebaran 2019.

More Articles ...