radiovisfm.com, Banyuwangi - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi terus melakukan pendataan terhadap para korban terdampak dari gempa yang terjadi di Bali.

Dan dari pantauan dilapangan, korban terbanyak berada di kawasan Banyuwangi selatan utamanya di wilayah Kecamatan Pesanggaran.

Ada pula di Kecamatan Tegaldlimo, Kecamatan Blimbingsari dan Kecamatan Srono. Seperti 67 rumah warga di Dusun Krajan Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran rusak, dengan rincian rusak ringan sebanyak 53 unit, rusak sedang 12 unit, rusak berat 2 unit dan 1 buah masjid di Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran atap terasnya roboh yakni Masjid Nurul Imam.

Beberapa gedung sekolah juga rusak, diantaranya Ruangan kelas 11 IPS 1dan 2 di SMAN 1 Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran runtuh pada plapon. Gedung SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran rusak pada bagian plapon emperan kelas. Gedung SDN 4 Kalipait Kecamatan Tegaldlimo dan SDN 4 Kendalrejo Kecamatan Tegaldlimo rusak pada gentengnya.

Dalam peristiwa ini juga tercatat ada 2 korban yang mengalami luka, yakni Yohanes siswa kelas 3 SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran luka pada bagian pelipis akibat kejatuhan plapon emperan kelas. Serta Painem warga Dusun Krajan RT 5 RW 5 Desa Wonosobo Kecamatan Srono mengalami luka ringan akibat tertimpa bangunan rumahnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, pihaknya terus mengupdate jumlah kerusakaan bangunan dengan melibatkan tim penanggulangan bencana yang ada di masing masing kecamatan.

“Sesuai prosedur, tugas dan fungsi kebencanaan BPBD lebih pada penyelamatan sehingga terkonsentrasi pada korban yang terdampak akibat adanya kerusakan bangunan,” ungkap Eka.

“Disini, di lakukan pendataan dan kajian lalu dilaporkan kepada Bupati dengan tembusan ke beberapa dinas terkait yang memiliki kewenangan untuk membantu pembangunan,” tuturnya.

Seperti Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang. Sedangkan BPBD sendiri ruang lingkup tugasnya lebih kepada penyelamatan dan pertolongan terhadap korban.

Dari hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi Bali terletak pada koordinat 9,08 Lintang Selatan dan 114,55 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km dengan kekuatan 5,8 SR.

Bahkan hasil monitoring BMKG juga menunjukkan ada belasan kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=3.2 dan magnitudo terkecil M=2.5.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Puluhan rumah warga dan beberapa bangunan sekolah di sejumlah kecamatan di Banyuwangi rusak akibat getaran gempa yang terjadi di pulau Bali. Bahkan, ada warga dan siswa yang mengalami luka setelah tertimpa bangunan.

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, sebanyak 67 rumah warga di Dusun Krajan Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran rusak, dengan rincian rusak ringan sebanyak 53 unit, rusak sedang 12 unit, rusak berat 2 unit dan 1 buah masjid di Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran atap terasnya roboh yakni Masjid Nurul Imam.

Sementara fasilitas lain juga rusak ringan seperti Kantor Limas, Babinsa dan Babinkantibmas Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran. Juga dinding Kantor Kecamatan Glenmore mengalami retak retak.

Beberapa gedung sekolah juga rusak seperti Ruangan kelas 11 IPS 1 dan 2 di SMAN 1 Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran yang runtuh pada plapon. Gedung SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran rusak pada bagian plapon emperan kelas. Gedung SDN 4 Kalipait Kecamatan Tegaldlimo dan SDN 4 Kendalrejo Kecamatan Tegaldlimo rusak pada gentengnya.

Selain itu, Genteng Pos Linmas Desa Pesanggaran Kecamatan Pesanggaran turun serta dinding Kantor Balai Penyuluhan KB Kecamatan Gambiran retak. Dilaporkan juga, dinding rumah dan dapur milik beberapa warga di Kecamatan Pesanggaran dan Tegaldlimo jebol.

Dalam peristiwa ini juga tercatat ada 2 korban yang mengalami luka, yakni Yohanes siswa kelas 3 SDN 3 Kandangan Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran luka pada bagian pelipis akibat kejatuhan plapon emperan kelas dan langsung dibawa ke Puskesmas pembantu dengan kondisi baik. Serta Painem warga Dusun Krajan RT 5 RW 5 Desa Wonosobo Kecamatan Srono mengalami luka ringan akibat tertimpa bangunan rumahnya dan ditangani di puskesmas Wonosobo.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, banyaknya bangunan di Banyuwangi yang roboh tersebut di akibatkan karena kondisinya tidak tahan gempa sehingga di harapkan ke depan masyarakat bisa lebih meningkatkan kesiapsiagaannya dengan memperkuat struktur bangunan miliknya.

“Gempa bermagnitudo 5,8 yang mengguncang Kota Negara, Kabupaten Jembrana Bali pada pukul 07.18 WIB, Selasa (16/7/2019) dirasakan cukup keras di seluruh wilayah di Banyuwangi, utamanya di bagian selatan,” ujar Eka.

Sementara itu, dari hasil analisis BMKG, episenter gempa bumi Bali terletak pada koordinat 9,08 Lintang Selatan dan 114,55 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Propinsi Bali pada kedalaman 104 km dengan kekuatan 5,8 SR.

Bahkan hasil monitoring BMKG juga menunjukkan ada belasan kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M=3.2 dan magnitudo terkecil M=2.5.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, Kejaksaan Negeri Banyuwangi memusnahkan 31,7 Kilogram Ganja dan 331,2 gram Sabu serta ratusan butir obat terlarang. Tepatnya sekitar 310.216 butir.

Selain itu, juga di musnahkan 59 butir obat jenis Ekstasi. Serta sejumlah barang bukti lainnya, yakni 2 pucuk senjata api rakitan, 11 lembar uang palsu dan 1.358 botol miras berbagai jenis.

Pemusnahan yang di laksanakan di halaman belakang Kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Kamis (11/7/2019) tersebut di hadiri jajaran kepolisian, TNI dan juga kejaksaan.

Sementara pemusnahan ini dilakukan dengan cara di bakar. Sedangkan untuk 2 pucuk senjata api rakitan tersebut di potong menggunakan mesin pemotong hingga menjadi beberapa bagian.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Bagus Adi Saputro Nurjakfar mengatakan, pemusnahan ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke 59, selain digelar kegiatan social.

“Dalam hari ulang tahun kejaksaan ini, kami selalu melaksanakan bersih bersih administrasi atau penertiban administrasi. Salah satunya pemusnahan barang bukti itu,” ujar Bagus.

“Kejaksaan Negeri Banyuwangi juga melakukan penertiban administrasi sebagai rangkaian capaian kinerja,” imbuhnya.

Dan seluruh barang bukti yang di musnahkan itu merupakan hasil ungkap kasus selama tahun 2018 yang dinilai sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht.

“Meski demikian, ada beberapa barang bukti yang di musnahkan kali ini juga merupakan sisa dari hasil ungkap kasus selama tahun 2016 lalu,” tutur Bagus.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratistha Wijaya yang hadir dalam kegiatan pemusnahan itu mengatakan, seluruh barang bukti tersebut adalah hasil ungkap kasus kepolisian Satuan Reskrim maupun Satuan Narkoba.

“Para tersangkanya sudah di jatuhi putusan hukuman oleh Pengadilan Negeri Banyuwangi,” pungkas AKP Panji.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kedapatan membawa kabur mobil milik anggota TNI, seorang laki laki warga Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi kota di bekuk aparat kepolisian di tengah jalan raya.

Penangkapan pelaku, Moch Rizal Taufik (30) tersebut berlangsung dramatis. Dimana, laki laki yang tertempat tinggal di kawasan Jalan Karimun Jawa RT 05 RW 04 itu di paksa untuk turun dari dalam mobil Datsun Go hitam bernopol P 1038 V yang dikemudikannya, setelah mengacungkan pisau ke arah 2 aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi yang hendak melakukan penangkapan.

Sebelumnya, pelaku sempat berada di luar mobil sambil mengacungkan pisau ke arah puluhan orang yang ada di lokasi lalu kembali masuk ke dalam mobil yang di curinya tersebut. Bahkan, dia sengaja menghentikan mobil itu melintang di tengah jalan yang menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas dari selatan maupun utara.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, sebelumnya, kepolisian mendapat laporan dari masyarakat mengenai adanya mobil milik anggota TNI, Husein saat di parkir di asrama Kodim, tepatnya timur pabrik PT Navo Kelurahan Lateng yang di bawa kabur oleh pelaku.

“Menurut keterangan korban, pelaku masuk ke dalam rumahnya dengan mengobrak abrik isi rumah dan menemukan kunci mobil lalu membawanya kabur,” ujar Kapolsek.

Kebetulan di dalam rumah ada anak korban, sehingga dia melaporkan peristiwa ini kepada orang tuanya.

Lalu korban melihat adanya mobil miliknya di kemudikan pelaku lewat di depan rumahnya sambil membunyikan klakson berkali kali. Korban bersama sejumlah tetangganya pun mengejar mobil tersebut hingga di lakukan penghadangan. Bahkan, pelaku mengacungkan pisau ke arah warga yang mengejar dirinya.

“Setelah mendapat laporan, sejumlah aparat kepolisian dibantu anggota TNI melakukan penghadangan di beberapa titik lalu menuju ke kawasan Jalan Basuki Rahmat, setelah mengetahui keberadaan pelaku,” papar Kapolsek.

2 anggota kepolisian Polsekta Banyuwangi meminta pelaku keluar dari dalam mobil namun dia malah bersikap arogan dengan tetap berada di mobil. Cekcok mulut pun terjadi diantara mereka karena pelaku tidak bersedia turun dari dalam mobil, hingga akhirnya di lakukan upaya paksa menangkap pelaku yang kemudian di bawa ke Mapolsekta Banyuwangi guna dilakukan pemeriksaan.

“Dari hasil pengembangan penyidikan, rupanya pelaku pernah tinggal di asrama tersebut bersama orang tuanya, sehingga di mungkinkan antara korban dan pelaku sudah saling mengenal,” tutur Kapolsek.

Kini pelaku beserta mobil milik korban di amankan di Mapolsekta Banyuwangi.

Dan atas semua perbuatannya, pelaku di jerat pasal berlapis yakni pasal 363 KUHP tentang pencurian dan UU darurat nomor 12 tahun 1951 atas kepemilikan senjata tajam tersebut, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang kakek asal Desa Paspan Kecamatan Glagah Banyuwangi ditemukan meninggal dunia gantung diri di pohon kopi samping rumahnya, di duga karena ketakutan hendak dilakukan operasi terhadap penyakit prostat yang dideritanya cukup lama.

Korban adalah Sapuan (77) yang selama ini tinggal berdua bersama istrinya di kawasan Dusun Kebonan RT 01 RW 01.

Saat kejadian, baik istri maupun kerabat korban tidak berada di rumah hingga akhirnya jenazah korban ditemukan menggantung oleh Husnadi (53), tetangganya.

Pada Senin siang (15/7/2019) sekira pukul 14.00 WIB, Husnadi hendak ke sungai untuk mencari ikan, yang berada di sebelah utara rumah korban. Saat melintas di depan rumah korban itulah, dia melihat posisi korban sudah menggantung di pohon kopi di halaman sebelah rumahnya. Selanjutnya dia berteriak meminta tolong, hingga puluhan warga sekitar berhamburan ke TKP untuk melihat kondisi jenazah korban.

Kapolsek Glagah Banyuwangi AKP Imron yang mendatangi TKP mengatakan, aparat kepolisian bersama warga setempat mengevakuasi jenazah korban lalu di semayamkan di rumah duka.

“Dari hasil olah TKP kepolisian, ditemukan jarak ikatan tali di pohon hingga leher korban sepanjang 75 cm dan kaki korban menyentuh tanah pada posisi menjinjit,” ujar AKP Imron.

“Kami juga mendatangkan tim medis dari puskesmas Paspan untuk memerika tubuh korban,” imbuhnya.

Hasilnya, pada leher korban terdapat bekas jeratan tali melingkar. Juga pada kemaluannya ditemukan mani dan pada tubuhnya tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan. Sehingga menurut Kapolsek, korban meninggal dunia murni karena gantung diri.

“Ini juga di perkuat dengan keterangan keluarganya bahwa korban sempat beberapa kali hendak bunuh diri, tapi berulang kali pula berhasil di gagalkan,” tutur Kapolsek.

Aksi ini di picu karena korban tidak bersedia untuk di operasi terhadap penyakit prostat yang dideritanya.

Sementara pada Selasa (16/7/2019), di jadwalkan korban harus menjalani operasi di RSUD Blambangan Banyuwangi. Sehingga di mungkinkan korban semakin ketakutan lalu nekat gantung diri, di saat rumah dalam kondisi kosong.

“Korban meninggal dunia murni gantung diri. Waktu kematian korban diperkirakan antara 20 menit sebelum di ketemukan pertama kali oleh tetangganya,” pungkas Kapolsek.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi terjadi antrian panjang kendaraan bermotor akibat salah satu dermaga di Pelabuhan Gilimanuk Bali yang tidak di operasikan, lantaran adanya sebuah truck mengalami kerusakan mesin tepat di atas dermaga tersebut.

Bahkan dari pantauan di lapangan, antrian kendaraan bermotor berbagai jenis yang di dominasi roda 4, mengular hingga sejauh 3 kilometer keluar Pelabuhan.

Kondisi ini terjadi sejak Jum’at malam (5/7/2019) hingga menjelang Sabtu pagi (6/7/2019).

Dikabarkan, truck tersebut mengalami kerusakan mesin saat proses bongkar muat di kapal yang bersandar di dermaga MB 2, setelah melakukan pelayaran dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Kontan saja, kondisi ini menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke Bali di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi hingga meluber ke jalan raya.

Dan supaya kemacetan tidak semakin panjang, petugas kepolisian Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi mengalihkan sebagian kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang untuk masuk ke kantong parkir di area Stasiun Banyuwangi Baru.

Salah satu petugas dari POlsek Kawasan Tanjung Wangi Banyuwangi, Aiptu Agus Adi mengaku, sebagian besar kendaraan yang diarahkan masuk ke kantong parkir tersebut adalah kendaraan truck pengangkut sembako.

“Untuk bus pariwisata maupun bus antar kota antar propinsi diarahkan masuk ke halaman Pelabuhan Ketapang, sehingga ada penumpukan kendaraan bermotor,” ungkap Agus.

Karena menurut Agus, saat ini liburan sekolah masih berlangsung sehingga banyak wisatawan yang berlibur ke Pulau Bali.

“Akibatnya, kendaraan harus mengantri berjam jam untuk bisa masuk ke dalam kapal,” kata Agus.

Kondisi ini di keluhkan oleh Anang, sopir truck pengangkut sembako yang akan menyeberang ke pulau Bali.

“Sayur mayur yang saya bawa ini seharusnya sampai di Bali pagi, tapi ini terpaksa tidak bisa tepat waktu lantaran adanya antrian panjang di Pelabuhan Ketapang,” ungkap Anang.

Sementara hingga Sabtu, antrian kendaraan bermotor masih terus mengular ke luar halaman Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, karena salah satu dermaga di Pelabuhan Gilimanuk Bali masih belum bisa di operasikan.

Dan rencananya akan di buka kembali menunggu selesainya proses evakuasi truck yang mengalami kerusakan tersebut.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah dilakukan evakuasi selama 10 jam lebih terhadap bangkai 6 unit kendaraan yang mengalami kecelakaan beruntun di jalur pantura Banyuwangi-Situbondo di kawasan jalan raya Baluran, arus lalu lintas dari dua arah kembali normal.

Pada Kamis siang (4/7/2019) terjadi kecelakaan beruntun di TKP antara 2 kendaraan truck dengan 2 bus rombongan guru TK se Kecamatan Gresik juga 1 mobil pick up serta 1 minibus, yang menyebabkan 1 orang penumpang bus meninggal dunia. Yakni Masrukah (55) warga Usman Sadar 4/9 RT 01 RW 02 Desa Karang Turi Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik.

Dalam incident ini, juga di kabarkan 2 orang mengalami Luka Berat dan 10 orang luka ringan.

Namun yang terparah adalah pengemudi mobil Ertiga bernopol BP 1096 ME, Suwandy Sucioto (39) warga Sakura Garden Blok II nomor 02 RT 01 RW 04 Desa Kampung Sraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, mengalami luka parah pada wajahnya. Sementara istrinya, Emi Suwila (32) mengalami luka lecet pada kaki kanan dan tangan kiri. Serta dua anaknya, Justin (6) dan adiknya masih berusia 3 tahun mengalami luka ringan. Seluruhnya di larikan ke IRD RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan penanganan medis.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, Iptu Kusmin mengatakan, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan masih di amankan di area dalam hutan baluran.

Sementara sebelumnya, rombongan guru guru TK di Gresik tersebut hendak ke pulau bali untuk berwisata dengan menggunakan 5 unit bus. Untung saja, 3 unit bus lainnya berada di deretan paling depan sehingga terhindar dari kecelakaan maut tersebut.

“Saat dilakukan evakuasi terhadap bangkai ke 6 kendaraan itu, sempat terjadi kemacetan kendaraan bermotor hingga mencapai 10 KM dari TKP ke arah utara maupun selatan,” ujar Kapolsek.

“Bahkan untuk di kawasan Kecamatan Wongsorejo, antrian kendaraan bermotor mengular hingga di area Desa Alasrejo,” tuturnya.

Menurut Kapolsek, pengaturan arus lalu lintas untuk di wilayah Banyuwangi dilakukan kepolisian Polsek Wongsorejo bersama Satlantas Polres Banyuwangi hingga dini hari. Juga aparat kepolisian dari Polres Situbondo juga melakukan upaya yang sama.

“Antrian kendaraan bermotor bisa terurai sekira pukul 04.00 WIB,” pungkas Kapolsek.

Peristiwa ini terjadi saat Kendaraan truck bernopol DR 8806 AZ melaju dari arah Situbondo menuju Banyuwangi. Sesampainya di TKP, kendaraan truck tersebut mengalami rem blong sehingga terus melaju dan menabrak rangkaian kendaran yang sedang dalam posisi berhenti di karenakan adanya perbaikan jalan.

Yaitu Minibus Ertiga, Kendaraan Bus W 7638 UN dan Bus lainnya yang membawa rombongan guru TK se Kecamatan Gresik, juga di depannya berhenti Kendaraan Truck nopol S 8861 UQ yang di kemudikan Ahmad Subiyakto (58) warga Pakis Jalio Blok B4 RT 02 RW 03 Kecamatan Banyuwangi dan kendaraan L300 bernopol L 9363 P, yang seluruhnya pada posisi searah.

Akibat peristiwa ini, seluruh kendaraan terguling di tengah jalan, bahkan barang yang diangkut truck tersebut juga berserakan.

Yang paling parah adalah kondisi mobil Ertiga yang nyaris ringsek seluruhnya. Bahkan, si pengemudi kesulitan untuk di keluarkan dari dalam kendaraannya oleh masyarakat setempat.

 

 

More Articles ...