Diduga Sesak Nafas Naik ke Ijen, Wisatawan Sukabumi Meninggal Dunia

Polisi Menghantarkan Jenazah korban ke RSUD Blambangan

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Diduga mengalami sesak nafas, seorang perempuan asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meninggal dunia saat mendaki puncak Kawah Ijen Banyuwangi.

Korban yang di ketahui bernama Ayangga (22) tahun tersebut, mengeluh kepalanya pusing disertai sesak lalu muntah.

Selanjutnya, suami korban, Firman Rahmansyah (36) yang mendaki bersama korban langsung membawa istrinya tersebut turun ke rest area paltuding dalam kondisi pingsan, dengan di bantu kereta dorong atau troli milik penambang belerang, Sarito (37).

Lalu di larikan ke Puskesmas Licin Banyuwangi untuk di lakukan penanganan medis. Namun rupanya, korban sudah meninggal dunia sebelum sampai ke Puskesmas. Selang beberapa lama, jenazah korban di bawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan visum luar.

Kapolsek Licin Banyuwangi, AKP Jupriyadi melalui Kanit Reskrim Aiptu Hendrika mengatakan, dari hasil visum tim medis rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, diduga korban meninggal dunia karena mengalami sesak nafas dan serangan jantung akibat tidak tahan dengan hawa dingin kawah ijen.

“Tapi suami korban mengaku, istrinya tidak memiliki riwayat sakit jantung dan hanya pernah mengalami sakit lambung,” ujar Aiptu Hendrika.

Dia menceritakan, awalnya, pada Rabu dini hari (05/12) sekira pukul 01.00 WIB korban bersama suaminya beserta beberapa orang temannya berwisata ke Kawah Ijen dengan mengendarai mobil pribadi. Sesampainya di rest area Paltuding, mereka beristirahat sambil minum air mineral dan teh di sebuah warung. Selang 1 jam lebih, mereka pun melakukan pendakian.

“Setelah melakukan perjalanan sekitar 2,5 KM tiba tiba korban mengeluh pusing disertai sesak nafas dan muntah hingga tidak sadarkan diri,” ungkap Aiptu Hendrika.

Suami korban berupaya menolong istrinya dengan dibantu penambang belerang tersebut. Sedangkan teman temannya meneruskan pendakian hingga ke puncak Kawah Ijen yang terkenal dengan keindahan Api Biru itu.

“Dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda tanda penganiayaan,” kata Aiptu Hendrika.

“Peristiwa ini murni disebabkan karena korban mengalami sesak dan serangan jantung,” pungkasnya.

Setelah di mandikan di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, jenazah korban di pulangkan ke kampung halamannya di Lingkungan Kampung Warung Tilu RT 06 RW 02 Kelurahan Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggunakan mobil ambulance milik rumah sakit.

Pasalnya, suami korban tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap jenazah istrinya.

Sementara selama ini, suami korban bekerja di salah satu hotel berbintang di Banyuwangi.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.