Unjuk Rasa, 500 Dump Truck Blokir Jalan di Banyuwangi

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan Dump Truck memblokir jalan protocol dan menutup akses pintu masuk dan keluar kantor Pemkab Banyuwangi, Senin (4/2).

Seiring dengan hal itu, ratusan orang sopir Dump Truck yang tergabung dalam Asosiasi Armada Material Banyuwangi (AMB) tersebut berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Banyuwangi meminta pemerintah daerah dan kepolisian mengeluarkan 1 unit Dump Truck milik penambang pasir yang di amankan kepolisian.

Sebelumnya, aparat kepolisian melakukan razia di salah satu penambangan pasir yang di duga Ilegal di kawasan Kecamatan Tegalsari pada 2 bulan lalu.

Saat itu, diamankan 5 unit Dump Truck yang sedang menunggu antrian pengisian pasir beserta 2 alat berat. Namun 1 dari 5 Dump Truck tersebut sudah terisi penuh pasir.

Selanjutnya, kelima kendaraan itu di amankan di Mapolres Banyuwangi sebagai barang bukti. Namun dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian, 4 unit Dump Truck di bebaskan dengan syarat pinjam pakai. Sehingga jika sewaktu waktu di butuhkan untuk penyidikan maka harus siap. Sedangkan 1 unit lainnya masih diamankan kepolisian karena saat di tangkap sudah berisi penuh pasir.

Sementara untuk sopir dan pemilik galian pasirnya tidak di lakukan penahanan, dan hanya di kenakan sangsi wajib lapor.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta kepolisian segera mengeluarkan 1 unit Dump Truck tersebut dengan alasan si sopir tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya.

Korlap aksi, Taufiq mengatakan, jika tuntutan ini tidak di penuhi maka ratusan sopir akan menginap di depan kantor Pemkab Banyuwangi beserta kendaraannya dengan posisi memblokir jalan raya.

“Kami akan menutup akses penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, yang merupakan Obyek Vital Nasional,” teriak Taufiq.

Selang beberapa lama berorasi, beberapa orang perwakilan pengunjuk rasa melakukan audensi di ruang minakjinggo Kantor Pemkab Banyuwangi bersama pihak kepolisian dan kejaksaan negeri yang di fasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banyuwangi, dalam hal ini di wakili Sekretaris Kesbangpol, Nyoman.

Dalam pertemuan ini, penasehat AMB, Ridwan meminta kepolisian segera mengeluarkan Dump Truck yang kini ditahan karena dia menuding adanya tebang pilih dalam menyelesaikan kasus ini.

Menanggapi permintaan itu, perwakilan dari Polres Banyuwangi, Ipda Gede Wira memaparkan bahwa saat ini kasus tersebut sudah di limpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri beserta barang buktinya, sehingga yang memiliki kewenangan adalah kejaksaan karena proses penyidikan di polres sudah selesai.

“Kami tidak menahan sopir dan pemilik lahan galian pasir itu loh karena alasan kemanusiaan, dan hanya di kenakan sangsi sebagai saksi,” papar Gede.

“Padahal jika menerapkan beberapa pasal yang ada seharusnya mereka bisa di jadikan sebagai tersangka,” tuturnya.

Sementara itu, staf Intel pada Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Rusdiyanto yang hadir dalam audensi tersebut mempersilahkan mereka mengambil Dump Truck yang sudah di jadikan sebagai barang bukti tersebut, namun dengan status pinjam pakai.

“Sehingga saat di butuhkan dalam penyidikan dan persidangan harus bisa di hadirkan,” tutur Rusdiyanto.

Dia menjelaskan, pengambilan Dump Truck itu harus di lengkapi dengan surat surat kendaraan. Jika itu tidak di penuhi maka tidak di perbolehkan untuk di pinjam pakai.

Setelah mendapat keputusan tersebut, sekitar 500 unit Dump Truck itu pun membubarkan diri.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.