Video Kampanye Hitam di Banyuwangi Viral, Polisi Periksa 7 Saksi

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian Polres Banyuwangi memeriksa 7 orang saksi yang di duga terlibat dalam penyebaran video yang berisi tentang seorang ustaz yang melakukan kampanye hitam, dengan menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah melakukan pengesahan Undang Undang Pelegalan Perzinahan.

Dua diantaranya adalah ustaz tersebut yang di sebut sebut bernama Supriyanto dan seorang laki laki berkaca mata yang berdiri disampingnya, Imam Suherlan.

Sementara 5 orang lainnya adalah si perekam video, beberapa ibu ibu yang mendengarkan ceramah ustaz serta pengunggah dan penyebar video di media social.

Dalam video berdurasi 51 menit tersebut, ustaz Supriyanto mengatakan bahwa saat ini pemerintah lagi membuat Undang-Undang Pelegalan Perzinahan. Dan dia juga diduga mengucapkan kalimat yang mendiskreditkan salah satu pasangan Capres.

Video tersebut diduga direkam oleh ibu-ibu yang sedang berbicara dengan ustaz di halaman masjid Al Ihsan di Dusun  Krajan Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Dalam rekaman video ini pula, pria berpakaian gamis putih itu mengajak ibu ibu yang hadir di masjid tersebut untuk berjuang bersama sama memenangkan Paslon nomor urut 02 dengan mengajak saudara-saudara yang mau.

Saat ini pemerintah sedang menggodok undang-undang pelegalan perzinahan. Kalau sampai lolos maka akan hancur negara ini,” ujar ustaz Supriyanto.

“Bahkan jika sampai disahkan, maka tidak sesuai dengan Pancasila sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,” imbuhnya.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, pihaknya telah menindak lanjuti laporan masyarakat mengenai video yang sudah viral tersebut, dengan mengecek kebenarannya.

“Termasuk mendatangi lokasi yang digunakan oleh ustaz Supriyanto saat menyampaikan ucapannya itu,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan, kepolisian pun langsung memanggil Supriyanto untuk dilakukan klarifikasi dan dia membenarkan bahwa dirinyalah yang berbicara di video tersebut.

“Lalu di lakukan pengembangan penyidikan dengan memintai keterangan 7 orang sebagai saksi termasuk Supriyanto,” tutur Kapolres.

“Sesuai prosedur hukum yang ada, pemeriksaan mereka masih sebagai saksi dengan diamankan beberapa barang bukti pendukung,” ungkapnya.

Sementara, sesuai laporan masyarakat di duga adanya berita bohong dan ujaran kebencian melalui video itu, seperti yang tercantum dalam UU Nomor 1 tahun 1996 dan UU nomor 19 tahun 2016 tentang UU ITE.

“Video itu di rekam saat mereka usai sholat dhuhur, setelah sebelumnya menggelar sosialisasi pemilu di lokasi yang berbeda,” kata Kapolres.

Sementara itu, ke 7 orang yang di periksa tersebut masih belum di lakukan penahanan karena berstatus sebagai saksi.

“Tidak menutup kemungkinan nantinya bisa mengarah pada status tersangka, tergantung tingkat kesalahan dari masing masing pelaku setelah di lakukan pendalaman pihak kepolisian,” pungkas Kapolres.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.