Setelah Videonya Viral, Ustaz di Banyuwangi Meminta Maaf

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah video kampanye hitamnya yang menyampaikan bahwa pemerintah tengah melakukan pengesahan Undang Undang Pelegalan Perzinahan viral di media social, Ustaz Supriyanto meminta maaf kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Ustaz Supriyanto, Selasa malam (12/03) di Mapolres Banyuwangi usai menjalani pemeriksaan selama beberapa jam di Satuan Reskrim.

Dengan di fasilitasi Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, dia memberikan statemen di hadapan sejumlah awak media yang sudah menunggunya di ruang lobi.

“Secara pribadi saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat, mengenai apa yang saya sampaikan dalam video tersebut yang rupanya telah menjadi statemen hingga viral di media social,” ujar ustaz Supriyanto.

“Sekali lagi saya meminta maaf dan berharap peristiwa ini tidak akan terjadi lagi kemudian hari,” kata ustaz Supiryanto Sembari menghentikan langkahnya sejenak.

Selanjutnya, Supriyanto bergegas meninggalkan halaman Mapolres Banyuwangi dengan di dampingi kuasa hukumnya, Agus Dwi Hariyanto.

Dalam video berdurasi 51 menit tersebut, ustaz Supriyanto mengatakan bahwa saat ini pemerintah lagi membuat Undang-Undang Pelegalan Perzinahan. Kalau itu itu sampai lolos maka akan hancur negara ini. Dan dia juga diduga mengucapkan kalimat yang mendiskreditkan salah satu pasangan Capres.

Video tersebut diduga direkam oleh ibu-ibu yang sedang berbicara dengan ustaz di halaman masjid Al Ihsan di Dusun  Krajan Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

Dalam rekaman video ini pula, pria berpakaian gamis putih itu mengajak ibu ibu yang hadir di masjid tersebut untuk berjuang bersama sama memenangkan Paslon nomor urut 02 dengan mengajak saudara-saudara yang mau.

Dan rupanya, video tersebut viral di media social serta mendapat tanggapan dari ribuan komentar dari netizen.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.