TKD Minta Polisi dan Bawaslu Profesional Tangani Kasus Ustaz Supriyanto

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur meminta Polres dan Bawaslu Banyuwangi bertindak professional di dalam menangani dugaan ujaran kebencian yang di lakukan Ustaz Supriyanto.

Sebenarnya, kedatangan TKD Jawa Timur ke Banyuwangi adalah untuk melakukan pemantauan dan pengawasan proses hukum dugaan fitnah kepada pemerintah dan pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. 

Ketua TKD Jawa Timur, Mahfud Arifin berharap agar Bawaslu serta aparat Kepolisian Resor Banyuwangi bersikap profesional dalam menangani kasus video viral tentang fitnah pemerintah yang melegalkan perzinahan tersebut.

Mana yang bisa dikenakan pidana pemilu dan pidana umum,” ungkap Mahfud.

Saat ini, Ustaz Supriyanto masih menjadi saksi yang kemungkinan bisa berkembang menjadi tersangka,”  imbuhnya.

Mahfud mengatakan, kasus video viral ustaz Supriyanto ini, dinilai tentu saja mengganggu kinerja Pemenangan pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 01.

Apalagi di beberapa lokasi juga sudah banyak kasus hoax yang menjatuhkan nama Jokowi-Ma'ruf Amin,” tuturnya.

Mahfud juga mengaku, TKD Jatim tidak kecewa terhadap penanganan yang telah dilakukan polisi. Termasuk terhadap saksi terlapor yang dipulangkan usai dimintai keterangan. 

“Saya berharap, pelaku bisa ditindak tegas agar kasus serupa tidak terulang lagi,” kata Mahfud.

Karena di Kawarang saja ada emak emak yang mengatakan adzan dilarang, LGBT dan pernikahan sejenis di bolehkan jika Jokowi menang, kini sudah di tahan,” paparnya.

Tanpa bermaksud mengintervensi aparat, Machfud Arifin berharap agar proses hukum terhadap ustaz Supriyanto terus berjalan.

Karena video bernada hasut, fitnah dan ujaran kebencian yang viral di media sosial sangat meresahkan,” pungkas Mahfud.

Seorang ustaz di Banyuwangi yang di ketahui bernama Supriyanto dituding melakukan kampanye hitam.

Kepada ibu-ibu di sebuah masjid di kawasan Desa Kalibaru Kulon Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, ustaz itu menyebut bahwa pemerintah sedang menggodok undang-undang tentang pelegalan perzinaan.

Ujaran ustaz itu terdokumentasi dalam rekaman video berdurasi 51 detik. Dalam waktu singkat, video itu viral. Sang ustaz itupun akhirnya diklarifikasi kepolisian, yang berlanjut dengan permohonan maaf kepada masyarakat Banyuwangi atas statemennya yang sudah menjadi viral tersebut.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.