Puluhan Pasutri Lanjut Usia di Banyuwangi Ikuti Nikah Itsbat

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 32 pasangan suami istri (pasutri) dinikahkan secara resmi dalam itsbat (sidang penetapan) nikah terpadu yang digelar Pemkab Banyuwangi, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan PC NU Banyuwangi.

Itsbat nikah ini untuk mengesahkan pernikahan mereka yang syah secara agama atau siri, namun belum tercatat di KUA maupun catatan sipil. Itsbat nikah ini digelar di Masjid Mujahidillah Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (12/4/2019) yang di hadiri langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Muhammad Ali Makki Zaini mengatakan itsbat nikah ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah sebelumnya digelar di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon.

“Tahun ini diagendakan di 4 titik. Setelah dua titik ini selesai, berikutnya akan digelar di Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Pesanggaran,” papar Kiyai yang biasa disapa Gus Makki tersebut.

“Kami harap, di tahun depan bisa menjangkau wilayah lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Menurut Gus Makki, untuk di Kecamatan Songgon lalu di ikuti 50 pasutri, sedangkan di Kecamatan Kalipuro ada 32 pasutri. Dan usai mengikuti itsbat nikah, mereka akan mendapatkan kepastian hukum atas status pernikahannya.

Itsbat Nikah ini dilaksanakan terpadu. Selain mendapat akta nikah dari KUA, 32 pasutri ini juga mendapatkan e-KTP dan Kartu Keluarga baru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

“Begitu juga dengan anak pemohon itsbat nikah. Mereka akan mendapatkan dokumen penting yang dibutuhkan. Seperti, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA),” ujar Gus Makki.

Bupati Anas mengaku, ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemkab dan instansi pemerintah maupun swasta, yang di harapkan ke depan kolaborasi seperti ini bisa lebih di tingkatkan.

“Itsbat nikah ini sebagai salah satu cara pemerintah memberikan pelayanan yang mudah, murah, dan prima kepada masyarakat,” tuturnya.

“Dikatakan mudah karena pasutri bisa langsung membawa pulang tiga dokumen sekaligus sehingga lebih efektif dan efisien. Padahal, jika diurus sendiri-sendiri, akan memakan waktu yang cukup lama,” kata Bupati Anas.

Salah seorang mempelai pria yang mengikuti Itsbat Nikah, Sahuri (55), menyatakan, dirinya menikahi istrinya secara siri sejak 32 tahun yang lalu.

“Selama ini saya tidak memiliki surat nikah dan KK. Sehingga saya memutuskan untuk mengikuti Itsbat Nikah,” ungkap Pria yang sudah memiliki 3 anak dan 3 cucu tersebut.

Dia mengaku sangat senang dengan adanya Itsbat Nikah tersebut apalagi ini dilaksanakan gratis tanpa biaya apapun.

“Saya ikut itsbah nikah ini biar mendapatkan buku nikah, supaya tenang,” tutur Sahuri.

Apalagi, anaknya yang paling kecil masih mondok dan sekolah sehingga masih perlu KK dan surat-surat lainnya.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS