Terpeleset di Bibir Kawah Ijen, Guide Meninggal Dunia

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang Guide atau pemandu wisata asal Kecamatan Licin Banyuwangi meninggal dunia setelah terpeleset di bibir kawah ijen, saat menemani wisatawan.

Korban diketahui bernama Hariyanto Edi Santoso (38) tersebut menghantarkan wisatawan mancanegara yang ingin menikmati keindahan blue fire atau api biru kawah ijen, yang hanya 2 didunia setelah Alaska.

Saat itu, korban sedang mengambil gambar blue fire dengan berdiri di bibir kawah. Bersamaan dengan itu, tiba tiba asap belerang menyembur dari dalam kawah ke arah wajah korban.

Diduga karena korban tidak kuat dengan bau asap belerang tersebut, yang menyebabkan dia terpeleset dan jatuh ke dasar kawah.

Kapolsek Licin Banyuwangi AKP Hery Purnomo mengatakan, mendapati peristiwa ini, Guide lainnya di bantu beberapa orang penambang belerang membantu mengevakuasi tubuh korban dari dasar kawah menuju ke atas dengan menggunakan tandu.

Setelah dilakukan upaya evakuasi dengan medan yang cukup berat, tubuh korban pun akhirnya berhasil di angkat di pinggir kawah,” papar Kapolsek.

Lalu korban di larikan ke puskesmas Licin Banyuwangi guna dilakukan pemeriksaan medis,” ungkapnya.

Namun naas, saat itu diketahui korban sudah meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah korban di bawa ke rumah duka di Dusun Rejopuro RT 02 RW 02 Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah Banyuwangi, yang berada di kawasan lereng gunung Kawah Ijen.

Kapolsek menambahkan, dari pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda tanda penganiayaan.

Diduga, korban meninggal dunia setelah tubuhnya menimpa benda keras di dasar kawah,” pungkas Kapolsek.

Dari pantauan di lapangan, memang menjadi fenomena bahwa di setiap libur akhir pekan dan libur panjang seperti saat ini, gunung Kawah Ijen Banyuwangi selalu dipenuhi wisatawan mancanegara dan domestik.

Hal ini berdampak pada perekonomian para penambang belerang yang meningkat cukup segnifikan, karena mereka beralih profesi sebagai pemandu wisata.

Bahkan, hingga kini terus menjamur homestay baru yang di kelola masyarakat setempat.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS