ASDP Prediksi Penumpang Naik Sampai 15 Persen di Masa Angkutan Lebaran 2019

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT ASDP memprediksikan peningkatan penumpang dan kendaraan bermotor yang melintas di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Bali pada masa angkutan Lebaran 2019 mencapai 15 persen di banding tahun sebelumnya.

Dari catatan PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, untuk penumpang pejalan kaki di prediksi ada kenaikan 5 persen atau sejumlah 84.191 orang. Kendaraan roda 2 juga meningkat 5 persen atau mencapai 18.747 unit. Sedangkan kendaraan roda 4 diprediksi ada kenaikan 15 persen atau sejumlah 9.148 unit.

Senior General Manager Regional III, Dadag Wijanarko mengatakan, dalam upaya kelancaran angkutan Mudik dan Balik Lebaran 2019, ASDP telah melakukan persiapan berbagai sarana prasarana baik di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun di Pelabuhan Gilimanuk Bali.

“Salah satunya adalah pengoperasian 7 dermaga di masing masing pelabuhan itu,” kata Dadag.

“Juga di siagakan 56 unit armada kapal, tapi yang di operasikan setiap harinya sebanyak 32 unit,” imbuhnya.

Dadag menjelaskan, dengan di operasikannya 7 dermaga dan 32 unit kapal tersebut, maka di perkirakan waktu bongkar muat setiap armada kapal hanya selama 8 menit sekali.

“Untuk puncak arus mudik lebaran tahun ini di prediksi akan terjadi pada H-3 dan H-2 (2-3 Juni), yang konsentrasinya di area Pelabuhan Gilimanuk Bali,” ungkap Dadag.

Sedangkan arus balik diprediksi akan terjadi pada H+4 dan H+5, dengan konsentrasi pemudik dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Dadag mengaku, jika terjadi kepadatan kendaraan bermotor pada puncak mudik maupun balik tersebut, pihaknya melakukan beberapa strategi untuk mengurai kemacetan di area pelabuhan.

Diantaranya, diupayakan di operasikan 1 kapal berukuran lebih besar dengan daya angkut penumpang yang lebih banyak.

“Jika kepadatan di pelabuhan lebih didominasi kendaraan roda 2, maka yang lebih didahulukan untuk masuk kapal adalah kendaraan jenis itu,” tutur Dadag.

“Dengan batas minimum 1 kapal bisa mengangkut 100 unit kendaraan roda 2,” pungkasnya.

Sementara, meski di operasikan 7 dermaga, namun yang menjadi skala prioritas saat terjadi kepadatan kendaraan pemudik adalah dermaga LCM.

Dalam artian, di saat puncak arus mudik maupun balik lebaran maka yang menjadi tumpuan adalah dermaga LCM untuk di operasikan, karena kapasitas angkutnya yang lebih besar di banding dermaga lainnya.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS