Rumah Pensiunan Guru di Bangorejo Jadi Sasaran Amuk Massa

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seluruh isi di dalam rumah milik seorang pensiunan guru di kawasan Dusun Ringintelu Desa Ringintelu Kecamatan Bangorejo Banyuwangi hancur tanpa sisa, setelah di serang oleh segerombolan massa.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam (8/8/2019), saat adanya aksi protes dari ratusan anggota Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) yang menuntut kepolisian agar pelaku pengeroyokan 4 anggota PSHT segera ditangkap.

Isi didalam rumah milik Sunaryo (53) tersebut hancur berantakan, seperti kursi, lemari, tempat tidur, televise dan berbagai barang lainnya. Bahkan, para pelaku juga membakar beberapa barang sehingga membuat masyarakat setempat ketakutan.

“Saya pasrah saja. Saya hanya bisa menyelamatkan beberapa barang berharga seperti sertifikat,” ungkap Sunaryo.

Untung saja dalam incident ini tidak ada korban jiwa, karena saat itu Sunaryo tengah berada di rumah kerabatnya. Sementara posisi rumah Sunaryo, berada di sisi barat kantor Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo sekitar 20 meteran.

Hingga Jum’at sore (9/8/2019), kondisi rumah korban dibiarkan berantakan. Sedangkan korban sendiri mengungsi ke rumah saudaranya.

“Saya sudah mengikhlaskan semua karena apa yang di beri tuhan akan kembali kepada tuham,” ujar Sunaryo lirih.

Selain rumah milik Sunaryo, warung bakso milik Puji Erfandi di Dusun Sukorejo RT 01 RW 02 Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo juga menjadi sasaran amuk massa. Dua rombong di rusak hingga terbalik.

Aksi ini merupakan buntut dari tuntutan anggota PSHT yang meminta kepolisian untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan, yang menyebabkan 4 orang anggota PSHT mengalami luka luka.

Saat itu, sekitar 30 an anggota PSHT kecamatan Siliragung dan Pesanggaran melakukan konvoi untuk pulang ke rumahnya setelah mengikuti latihan bersama di lapangan Sragi Kecamatan Songgon pada Minggu malam (4/8/2019) lalu.

Namun rupanya, rombongan di cegat dan di serang puluhan warga setempat saat melintas di depan Kantor Desa Sukorejo dengan menggunakan senjata tajam. Hingga menyebabkan 4 orang anggota PSHT mengaku mengalami luka robek di kepala dan luka tusuk.

Selanjutnya, puluhan anggota PSHT meminta kejelasan ke Mapolsek Bangorejo pada Selasa dan Kamis (6-8/8/2019) namun belum ada kejelasan tentang penangkapan pelaku oleh kepolisian. Hingga akhirnya terjadi kericuhan yang belanjut pada pengrusakan rumah warga tersebut.

Namun pihak PSHT membantah jika aksi tersebut dilakukan oleh anggotanya. Dimungkinkan itu adalah perbuatan sekelompok masyarakat yang menginginkan adanya upaya kepolisian untuk menangkap pelaku pengeroyokan terhadap anggota PSHT.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS