Pasca Kerusuhan, Situasi di Desa Sukorejo Bangorejo Masih Mencekam

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi – Usai terjadinya kerusuhan yang berlanjut pada pengrusakan rumah warga, kondisi terkini di kawasan Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi masih mencekam.

Dari pantuan dilapangan, Jum’at (9/8/2019) masyarakat setempat beraktifitas seperti biasanya. Namun situasi sekitar tampak belum normal sepenuhnya karena banyak pula warga yang memilih berdiam diri didalam rumah.

Kepala Desa Sukorejo, Samsudin mengatakan, pihaknya secara spontan mengumpulkan puluhan masyarakat setempat untuk melakukan mediasi dengan para tokoh Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) di kantor Kecamatan Bangorejo. Yang diharapkan adanya kesepakatan damai.

“Karena kondisi ini semakin membuat masyarakat ketakutan sehingga di wilayah kami terasa mencekam,” ungkap Samsudin.

Dia menjelaskan, kasus ini merupakan kesalah pahaman yang luar biasa antara masyarakat Desa Sukorejo dengan anggota PSHT.

“Ada provokasi dari anggota PSHT yang menyatakan terjadi pemukulan dan pembacokan sehingga mengalami luka parah,” ungkap Samsudin.

“Dari hasil penelusuran kami, konflik ini terjadi hanya saling lempar batu. Tapi informasi yang berkembang di lapangan semakin meluas sehingga ada beberapa pihak yang tersulut emosi,” paparnya.

Samsudin menjelaskan, dirinya terus menenangkan para warganya untuk tidak melakukan tindakan anarkis di dalam menanggapi kasus ini.

“Karena beberapa orang warga yang tidak tahu menahu persoalan ini turut jadi korban,” ungkap Samsudin.

Contohnya rumah Sunaryo yang merupakan pensiunan guru di Dusun Ringintelu Desa Ringintelu Kecamatan Bangorejo. Kondisinya rusak parah setelah di serang massa.

Untuk itu, Samsudin menginginkan kasus ini segera tuntas agar kondisi wilayah setempat kembali kondusif.

Sementara itu, aksi pengrusakan rumah warga ini merupakan buntut dari tuntutan anggota PSHT yang meminta kepolisian untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan, yang menyebabkan 4 orang anggota PSHT mengalami luka luka.

Saat itu,Sekitar 30 an anggota PSHT kecamatan Siliragung dan Pesanggaran melakukan konvoi untuk pulang ke rumahnya setelah mengikuti latihan bersama di lapangan Sragi Kecamatan Songgon pada Minggu malam (4/8/2019) lalu.

Namun rupanya, rombongan di cegat dan di serang puluhan warga setempat saat melintas di depan Kantor Desa Sukorejo dengan menggunakan senjata tajam. Hingga menyebabkan 4 orang anggota PSHT mengaku mengalami luka robek di kepala dan luka tusuk.

Selanjutnya, puluhan anggota PSHT meminta kejelasan ke Mapolsek Bangorejo pada Selasa dan Kamis (6-8/8/2019) namun belum ada kejelasan tentang penangkapan pelaku oleh kepolisian. Hingga akhirnya terjadi kericuhan yang belanjut pada pengrusakan rumah tersebut.

Namun pihak PSHT membantah jika aksi tersebut dilakukan oleh anggotanya. Dimungkinkan itu adalah perbuatan sekelompok masyarakat yang menginginkan adanya upaya kepolisian untuk menangkap pelaku pengeroyokan terhadap anggota PSHT.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS