Dikira Kucing, Warga di Desa Kenjo Temukan Bayi Tergeletak di Pinggir Sungai

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang bayi perempuan yang ditemukan warga tergeletak di pinggir sungai di Desa Kenjo Kecamatan Glagah Banyuwangi, kini mendapat perawatan intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Bayi mungil tersebut memiliki panjang 48 cm dan berat 2,3 kilogram dan saat ditemukan dalam kondisi kurang sehat, diduga terlalu lama berada di lantai.

Pasalnya, pertama kali ditemukan, bayi perempuan yang masih terdapat tali pusarnya itu tergeletak di lantai mushollah kecil atau surau yang berada di pinggir sungai tanpa dialasi selembar kainpun, tepatnya di kawasan Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Kenjo Kecamatan Glagah.

Awalnya, pasangan suami istri, Ansori (58) dan Masruroh (42) mendengar suara tangisan bayi pada Minggu dini hari (18/8/2019) sekira pukul 00.30 WIB, di sekitar rumahnya. Dengan dibantu beberapa kerabatnya, merekapun mencari sumber suara tersebut dengan menyebar.

Ansori mengatakan, setelah dilakukan pencarian hingga beberapa menit, dirinya menemukan bayi perempuan itu tergeletak di lantai mushollah kecil yang berada sekitar 20 meter belakang rumahnya.

Untung saja, bayi malang tersebut segera ditemukan. Pasalnya, posisi badannya berada di pinggir lantai dan nyaris jatuh.

Di atas langit langit surau itu ada lampu yang bisa di hidupkan setiap waktu oleh warga sini yang akan pergi ke sungai. Dan bisa dimatikan kembali setelah pergi,” ujar Ansori yang juga merupakan ketua RT setempat tersebut.

Saat itulah kata Ansori, kondisi lampu mushollah mati dan dia mendengar suara tangisan bayi.

Tapi ketika lampu dihidupkan, suara tangisan itu berhenti. Hingga membuat para warga harus mencari disetiap sudut sungai,” ungkap Ansori.

Dia menambahkan, setelah mendapati bayi itu, dirinya bersama sekretaris desa setempat yang mendatangi TKP langsung menghubungi pihak kepolisian Polsek Glagah, guna dilakukan pengembangan penyidikan. Selanjutnya, bayi itu dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk dilakukan penangaman medis.

Disekitar rumah saya ini tidak ada orang yang hamil. Cuma ada perempuan yang tinggal agak jauh dari rumah saya ini, tapi masih mengandung memasuki usia 7 bulanan,” tutur Ansori.

Sementara itu, Masruroh mengaku dirinya baru saja pulang dari rumah tetangganya yang sedang menggelar hajatan kawinan.

“Saat saya mau tidur, tiba tiba saya mendengar suara tangisan yang saya kira kucing,” ungkap Masruroh.

Dia mengatakan, setelah beberapa menit hilang, suara itu pun kembali terdengar dari arah belakang rumahnya.

“Lalu saya dan suami saya kemudian mencari dengan dibantu beberapa tetangga sini,” tuturnya.

“Bayinya sudah bersih. Tapi masih ada ari arinya,” kata Masruroh.

Sementara itu, kini bayi malang tersebut dirawat intensif di RSUD Blambangan dengan di bantu selang untuk memasukkan nutrisi ke dalam tubuhnya. Salah satu perawat, Wiwit Indi Astuti mengatakan, pertama dirawat, kondisi bayi tersebut sehat namun badannya sangat dingin diduga terlalu lama berada dilantai.

Selanjutnya, penanganan bayi dilakukan pihak Dinas Sosial, guna mengantisipasi adanya pihak pihak yang akan mengadopsi.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS