Ingin Adopsi Bayi Kenjo? Ini Persyaratannya

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian menyatakan, bagi masyarakat yang ingin mengadopsi bayi perempuan yang ditemukan di pinggir sungai di Desa Kenjo Kecamatan Glagah Banyuwangi, harus melalui sejumlah prosedur dengan berbagai persyaratan.

Hanya selang sehari setelah ditemukan pada Minggu dini hari (18/8/2019), puluhan warga mengajukan diri ingin mengadopsi bayi malang tersebut. Hal itu disampaikan baik melalui media social maupun ke pihak kepolisian.

Namun keinginan masyarakat ini tidak semudah membalikkan telapak tangan dan harus ada beberapa persyaratan yang dipenuhi.

Kapolsek Glagah Banyuwangi, AKP Imron mengaku, terhitung sudah banyak masyarakat yang mendatangi Mapolsek Glagah maupun menghubungi dirinya secara pribadi berniat untuk mengadopsi bayi itu.

“Prosedur yang harus dilakukan adalah mengajukan ke pihak Dinas Sosial Propinsi yang berdomisili di Sidoarjo dengan syarat harus menyertakan surat nikah serta pernyataan sebagai pasangan suami istri,” ujar Kapolsek.

“Juga mengajukan surat pernyataan tentang agama yang dianutnya, karena mayoritas keyakinan yang di anut masyarakat di sekitar lokasi penemuan adalah Islam,” ungkapnya.

Hal ini kata Kapolsek, sesuai dengan UU Perlindungan anak. Selain itu, juga menyertakan surat pernyataan bahwa akan merawat bayi tersebut dengan baik termasuk memberikan pendidikan yang layak, baik pendidikan agama maupun umum. Termasuk keterangan penghasilan.

Kapolsek menjelaskan, bagi mereka yang tercatat sebagai pekerja instansi pemerintahan harus menyertakan daftar gajinya. Sedangkan yang bekerja di swasta, harus di ketahui oleh berbagai pihak.

“Karena mengadopsi anak itu tujuannya adalah bagaimana mensejahterakan anak itu sendiri didalam menjalani kehidupannya lebih baik ke depan, termasuk hak haknya terpenuhi sebagai anak,” tutur Kapolsek.

Untuk itulah, AKP Imron menghimbau kepada masyarakat yang ingin mengadopsi bayi tersebut bisa langsung berkoodinasi dengan Dinas Sosial selaku pihak yang menganalisis dan berwenang.

“Sedangan kepolisian hanya menangani perkaranya yang melanggar hukum untuk memberikan sangsi terhadap orang tua yang membuang bayinya itu,” tutur Kapolsek.

Sebelumnya, bayi perempuan berukuran panjang 48 cm dan berat 2,3 KG di temukan oleh Ketua RT setempat, Ansori dan istrinya, Masruroh tergeletak di lantai surau yang ada di pinggir sungai di kawasan Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Kenjo Kecamatan Glagah, Minggu dini hari (18/8/2019) sekira pukul 00.30 WIB. Kini bayi tersebut masih mendapat perawatan intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi.

Sementara kepolisian sudah memanggil Ansori dan Sekretaris Desa Kenjo, Untung untuk di periksa sebagai saksi. Dan kepolisian juga memeriksa RDH yang diduga sebagai ibu kandung dari bayi malang tersebut.

Namun hingga kini, kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut karena masih dilakukan pengembangan penyidikan.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS