Kasus Kenjo, Polisi Periksa 2 Saksi dan Perempuan Diduga Ibu Bayi

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian memeriksa 2 orang saksi serta seorang perempuan yang diduga orang tua dari bayi yang ditemukan di kawasan Desa Kenjo Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Senin (19/8/2019), penyidik Polsek Glagah memanggil Ansori, selaku ketua RT dari lokasi penemuan bayi juga Sekretaris Desa Kenjo, Untung untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Selain itu, tampak pula seorang perempuan berperawakan kecil juga memenuhi panggilan kepolisian.

Dia adalah RDH (27), yang di duga ibu kandung dari bayi perempuan yang di temukan tergeletak di lantai surau tidak jauh dari aliran sungai, yang ada di Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Kenjo Kecamatan Glagah.

Meski demikian, Kapolsek Glagah AKP Imron mengaku masih melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus ini dengan memintai keterangan 2 orang saksi, yang disebut sebut pertama kali mengetahui dan menemukan bayi tersebut.

“Sekaligus mengumpulkan beberapa barang bukti pendukung,” ungkap AKP Imron.

“Dari keterangan para saksi itulah nantinya akan berkembang dengan sendirinya untuk bisa mengungkap identitas orang tua si bayi,” tuturnya.

Diakui Kapolsek, ada beberapa nama yang sudah dikantongi kepolisian untuk segera dilakukan pemeriksaan termasuk RDH, guna memperkuat pelaku sebenarnya.

Dan Kapolsek membantah jika RDH adalah ibu kandung si bayi karena masih di butuhkan pengembangan penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Glagah, Aiptu S Edy menjelaskan, dari hasil keterangan beberapa orang saksi yang dipanggil, dinilai mulai terkuak siapa ibu kandung dari bayi malang yang ditemukan tergeletak di lantai surau tersebut, setelah sebelumnya mereka berusaha untuk menutupinya.

“Dari pengakuan RDH, awalnya sekira pukul 22.00 WIB di Sabtu malam (17/8/2019), dirinya mengeluh perutnya sakit kepada ibunya dan ingin kencing,” kata Edy.

Setelah kencing di depan rumahnya, RDH kembali ke kamarnya namun justru perutnya terasa semakin sakit. Hingga akhirnya dia pergi ke sungai untuk berniat buang air besar.

“Ternyata, justru dia melahirkan seorang bayi perempuan. Lalu RDH membawa bayinya ke surau yang tidak jauh dari sungai untuk diletakkan,” papar Edy.

Selanjutnya dia mencari orang tuanya untuk memberitahukan hal ini. Namun rupanya, ketua RT setempat menemukan bayi tersebut terlebih dahulu selang beberapa jam hingga akhirnya dilaporkan ke perangkat desa dan kepolisian, pada Minggu dini hari (18/8/2019) sekira pukul 00.30 WIB.

Aiptu Edy menambahkan, disaat banyak warga berkerumun di lokasi penemuan bayi, RDH justru ada disitu seakan akan tidak terjadi apa apa.

“Dia sengaja tidak mengatakan kepada siapapun jika itu adalah bayinya karena takut orang tuanya marah,” tutur Aiptu Edy.

Sementara RDH yang selama ini berstatus sebagai janda tersebut, ada hubungan kekerabatan dengan ketua RT setempat.

Hingga kini, bayi perempuan tersebut masih berada di RSUD Blambangan Banyuwangi guna mendapat perawatan intensif. Dihadapan kepolisian, RDH mengakui semua perbuatannya.

Namun kepolisian tetap bersikukuh proses hukum tetap jalan terus dan belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Atas semua perbuatannya, terduga pelaku pembuangan bayi terancam UU perlindungan anak dan pasal 305 KUHP tentang menelantarkan anak yang mestinya harus dilindungi, dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS