Hasil Penyidikan, Polisi Tetapkan Ibu Pembuang Bayi di Kenjo Sebagai Tersangka

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah di lakukan pengembangan penyidikan, kepolisian menetapkan RDH sebagai tersangka pembuangan bayinya yang ditemukan di surau pinggir sungai di Desa Kenjo Kecamatan Glagah Banyuwangi pada hari Minggu (18/8/2019) lalu. Tepatnya di kawasan Dusun Krajan RT 01 RW 01.

Penetapan tersangka ini dilakukan kepolisian setelah 2 orang saksi di periksa yakni Ansori, selaku ketua RT setempat dan Sekretaris Desa Kenjo, Untung. Kedua saksi tersebut yang pertama kali menemukan bayi perempuan tergeletak di lantai surau. Selain itu, kepolisian juga memeriksa RDH yang diduga sebagai ibu bayi.

Kanit Reskrim Polsek Glagah, Aiptu S Edy mengatakan, dari hasil keterangan para saksi serta beberapa barang bukti pendukung yang diamankan, maka kepolisian memperoleh titik terang bahwa perempuan berusia 27 tahun itu diduga kuat sebagai ibu kandung dari bayi yang telah di lahirkan dan di temukan di surau.

“Kepolisian menetapkan RDH sebagai tersangka tapi tak dilakukan penahanan dan hanya di awasi dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Aiptu Edy.

“Kepolisian sengaja tidak menahan RDH karena pasal yang di sangkakan adalah 308 KUHP dengan ancaman 2,5 tahun penjara,” ungkapnya.

Dalam pasal ini berbunyi bahwa karena ketakutan diketahui atas kelahiran anaknya sesaat kemudian setelah melahirkan bayi dan menempatkan bayi tersebut untuk ditemukan orang lain serta meninggalkannya agar terhindar dari tanggung jawab merawatnya.

Menurut pengakuan RDH di hadapan penyidik, awalnya dia ingin kencing yang berlanjut perutnya sakit setelah berada di dalam kamar. Lalu RDH pergi ke sungai yang berada sekitar 10 meter belakang rumahnya berniat buang air besar.

“Tapi justru dia melahirkan bayi perempuan dan sempat tenggelam di dalam air.” imbuh Aiptu Edy.

Karena ketakutan, RDH pun meletakkan bayinya di lantai surau dengan hanya beralaskan keset. Lalu dia pergi dengan harapan bayinya menangis dan ditemukan oleh orang lain. Dengan begitu, RDH ingin melepas tanggung jawab untuk merawat anaknya tersebut.

“Dari pengakuan RDH juga, selama ini kedua orang tuanya tak mengetahui jika dirinya hamil,” kata Edy.

Dan bapak RDH tersebut adalah Ansori, ketua RT yang pertama kali menemukan bayinya.

Kanit Reskrim menambahkan, saat dimintai keterangan, Ansori bersikukuh mengaku tidak mengetahui jika anaknya mengandung.

Hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan terhadap RDH di puskesmas Paspan Glagah yang menyatakan bahwa ada kalanya seseorang tidak terlihat perutnya membesar saat dalam keadaan hamil, seperti yang dialami RDH.

Sementara itu, selama ini RDH berstatus sebagai janda dan tinggal bersama kedua orang tuanya di wilayah setempat dengan memiliki seorang anak dari hasil pernikahannya terdahulu.

“Kami juga terus melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap identitas laki laki yang menghamili RDH,” tutur Aiptu Edy.

Sebagai barang bukti, kepolisian mengamankan 1 buah keset, 1 lembar kain, 1 sajadah yang digunakan membungkus bayi setelah ditemukan serta 1 buah baju daster milik RDH.

Sebelumnya, bayi perempuan berukuran panjang 48 cm dan berat 2,3 KG di temukan oleh Ketua RT setempat, Ansori dan istrinya, Masruroh tergeletak di lantai surau yang ada di pinggir sungai di kawasan Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Kenjo Kecamatan Glagah, Minggu dini hari (18/8/2019) sekira pukul 00.30 WIB. Kini bayi tersebut masih mendapat perawatan intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi. Berdasarkan dari berat badannya, di duga bayi tersebut lahir prematur.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS