Pembangunan Satpas Prototipe Polres Banyuwangi Sudah Capai 35 Persen

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pembangunan gedung Satpas Prototipe Polres Banyuwangi saat ini sudah mencapai 35 persen dari taget penyelesaian di akhir November 2019 mendatang.

Tahun ini ada 5 Satpas Prototipe yang di bangun Mabes Polri yakni di Banyuwangi, Mojokerto kota, Samarinda, Indramayu dan Blora Jawa Tengah. Namun yang prosesnya cukup cepat adalah di Banyuwangi, sedangkan lainnya masih dikisaran 20-32 persen.

Hal itu diungkapkan Koordinator Konsultan Satpas Prototipe dan FIFO Korlantas Polri, Tino Kawilarang di Banyuwangi, Kamis (19/9/2019).

“Pembangunan Satpas Prototipe di Banyuwangi harus selesai pada akhir November 2019, sedangkan di bulan Desember hanya perbaikan kecil kecilan,” papar Tino.

“Di awal 2020 mendatang sudah beroperasi maksimal,” imbuhnya.

Untuk di Banyuwangi sendiri dibangun di atas lahan seluas 2 hektar dengan anggaran dana mencapai Rp 14 Miliar.

Tino mengaku, interior gedung Satpas Prototipe ini seluruhnya memakai kaca agar lebih transparan pelayanannya. Selain itu juga system antrian dibuat lebih tertib dan humanis sehingga membuat para pemohon SIM merasa lebih nyaman.

“Semua gedung layanan public yang dibangun kepolisian termasuk Satpas Prototipe ini tidak pernah melupakan disabilitas, termasuk toiletnya mulai dari pintu masuk lobi di buat lebih ramah terhadap disabilitas,” ujar Tino.

“Disini juga disiapkan ruang pojok baca, bermain anak dan ibu menyusui,” tuturnya.

Namun menurut Tino, seluruh ruangan tersebut berada di lobi supaya lebih dekat dengan para pemohon.

Tino menjelaskan, prosedur pelayanan di Satpas Prototipe ini, setiap pemohon harus melewati 11 zona.

Saat pertama datang, pemohon harus membayar administrasi di Bank yang telah disiapkan. Setelah mendapat nomor registrasi, mereka langsung mendapat formulir pendaftaran lalu di beri Quad Core. Selanjutnya, pemohon menunggu antrian di lobi depan.

“Setelah mendapat panggilan dari petugas, dia bisa mendetekkan Quad Core itu untuk menjadi akses masuk ke dalam ruang pelayanan,” kata Tino.

“Jika pemohon tidak bisa melewati berbagai tahapan itu maka dimungkinkan dia bisa masuk ke ruangan namun tidak bisa keluar. Demikian halnya dengan petugas Satpas Prototipe tertentu yang bisa masuk ruangan. Jika bukan petugas maka harus berkoordinasi dan ijin terlebih dahulu,” ujar Tino.

Dia menambahkan, roh dari Satpas Prototipe ini adalah bukan hanya bangunan fisiknya saja. Namun juga system antrian berbasis elektronik tersebut yang dibuat terintegrasi dengan Mabes Polri dalam hal ini Korlantas. Sehingga bisa diketahui jumlah pemohon yang hadir hingga pemohon yang lulus tes.

“Dengan adanya fifo yang dibangun ini secara otomatis sudah membuat Satpas Prototipe tersebut menjadi Wilayah Bebas Korupsi atau WBK,” pungkas Tino.

Sementara itu, kehadiran Tino Kawilarang tersebut adalah untuk memantau perkembangan pembangunan gedung Satpas Prototipe Banyuwangi.

Dan hal ini dinilainya merupakan agenda rutin secara berkala yang dilakukan, untuk memonitor sejauh mana kesiapan yang ada serta perkembangan kondisi fisik bangunan.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS