Pergantian Nama Stasiun Banyuwangi Kota Masih Tunggu Keputusan Kemenhub

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT KAI DAOP 9 Jember masih menunggu proses pengesahan dari Kementrian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Perkeretaapian, terkait perubahan nama Stasiun Karangasem yang rencananya menjadi Stasiun Banyuwangi Kota. Setelah pengesahan ini turun, nantinya segera di keluarkan SK untuk perubahan nama stasiun tersebut.

Hal ini disampaikan Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Mahendro Trang Bawono.

“Perubahan nama itu masih menunggu pengesahan dari Dirjen Perkeretaapian melalui SK nya. Karena masing masing stasiun memiliki kategori kelas mulai dari A, B dan C,” ujar Mahendro.

“Stasiun Karangasem masuk kelas A karena lokasinya berada di wilayah kota lengkap dengan berbagai sarana prasarana pendukung yang memudahkan akses masyarakat. Sedangkan Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang masuk kelas C,” paparnya.

Hendro mengaku, jika sudah dipastikan namanya, dilanjutkan dengan Grafik Perjalanan Keretaapi (GPK) beserta nama nama stasiunnya. Dan Kementrian Perhubungan akan merilis GPK ini pada 1 Desember 2019 mendatang.

“Meski demikian, untuk pengembangan akses maupun infrastruktur ke stasiun Karangasem, PT KAI masih membicarakannya bersama Pemkab Banyuwangi,” imbuh Mahendro.

Sementara itu, Vice President CSR PT KAI, Agus Supriyono menambahkan, program pemerintah pusat adalah memberdayakan angkutan yang sifatnya massal, salah satunya kereta api di seluruh pelosok negeri ini. Termasuk terintegrasinya semua moda transportasi.

“Kebetulan di Banyuwangi ada Pelabuhan penyeberangan dan rel kereta api berada di ujung pelabuhan,” tutur Agus.

Termasuk ke depan pembangunan infrastruktur atau sarana milik pabrik pembuatan kereta api PT INKA segera terealisasi. Artinya, ekspor kereta api dari Indonesia dilaksanakan di Banyuwangi.

“Sehingga pendukung infrastruktur termasuk jalur rel kereta api dan Stasiun akan di benahi,” imbuhnya.

Agus mengaku, secara infrastruktur seperti rel dan stasiun itu tanggung jawabnya regulator, dalam hal ini Kementrian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian. Sedangkan PT KAI sendiri sifatnya hanya untuk operator.

“Untuk itulah, lambat laun Stasiun Banyuwangi Baru itu akan menjadi Stasiun Besar, yang nantinya juga ada perubahan di seluruh stasiun termasuk Karang Asem untuk lebih dikembangkan guna mempermudah akses masyarakat,” papar Agus.

Diakui Agus, melihat dari kapasitas dan kelasnya, Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang dinilai layak menjadi Stasiun Besar. Baik secara infrastruktur, taman maupun penataannya termasuk pertumbuhan penumpangnya.

“PT KAI akan mengikuti utamanya terkait dengan hospility yakni pelayanan terhadap user atau pemakai jasa kereta api,” pungkas Agus.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS