Nama Berubah, Jadwal Keberangkatan Kereta Api Disesuaikan

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seiring dengan berubahnya nama 2 stasiun di Banyuwangi, berdampak pada perubahan jadwal keberangkatan kereta api. Direncanakan, terhitung 1 Desember 2019 mendatang nama Stasiun Banyuwangi Baru berubah menjadi Stasiun Ketapang. Sedangkan Stasiun Karang Asem menjadi Stasiun Banyuwangi Kota.

Tentu hal ini berdampak pada perubahan jadwal keberangkatan kereta api dari stasiun awal.

Dari release PT KAI DAOP 9 Jember, untuk kereta api ekonomi local Pandanwangi yang semula berangkat dari Stasiun Jember pada pukul 05.15 dan 15.30 WIB berubah menjadi pukul 05.10 dan 14.00 WIB. Sedangkan yang berangkat dari Stasiun Ketapang semula pukul 10.00 dan 20.30 WIB berubah menjadi pukul 09.30 dan 19.00 WIB.

Selain itu, jadwal Kereta Api Mutiara Timur relasi Banyuwangi-Surabaya yang semula berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 22.00 WIB berubah menjadi pukul 21.00 WIB. Sedangkan dari Stasiun Jember semula berangkat pukul 00.32 WIB dimajukan menjadi pukul 23.36 WIB.

Demikian halnya dengan Kereta Api Logawa relasi Jember-Purwokerto semula berangkat pukul 06.00 menjadi pukul 05.45 WIB.

Juga Kereta Api Wijaya Kusuma relasi Banyuwangi-Cilacap yang awalnya berangkat dari Stasiun Ketapang pukul 11.05 maju menjadi pukul 11.15 WIB.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Mahendro Trang Bawono mengatakan, perubahan nama itu menunggu pengesahan dari Dirjen Perkeretaapian melalui SK nya. Pasalnya, masing masing stasiun memiliki kategori kelas mulai dari A, B dan C.

“Untuk Stasiun Karangasem masuk kelas A karena lokasinya berada di wilayah kota lengkap dengan berbagai sarana prasarana pendukung yang memudahkan akses masyarakat. Sedangkan Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang masuk kelas C,” papar Hendro.

Diakui Hendro, setelah dipastikan namanya, dilanjutkan dengan Grafik Perjalanan Keretaapi (GPK) beserta nama nama stasiunnya.

“Kementrian Perhubungan akan merilis GPK ini pada 1 Desember 2019 mendatang,” imbuhnya.

Meski demikian kata Hendro, untuk pengembangan akses maupun infrastruktur ke stasiun Karangasem, PT KAI masih membicarakannya bersama Pemkab Banyuwangi.

Sementara itu, Vice President CSR PT KAI, Agus Supriyono menambahkan, program pemerintah pusat adalah memberdayakan angkutan yang sifatnya massal, salah satunya kereta api di seluruh pelosok negeri ini. Termasuk terintegrasinya semua moda transportasi.

“Kebetulan di Banyuwangi ada Pelabuhan penyeberangan dan rel kereta api berada di ujung pelabuhan. Termasuk ke depan pembangunan infrastruktur atau sarana milik pabrik pembuatan kereta api PT INKA segera terealisasi,” papar Agus.

Artinya, ekspor kereta api dari Indonesia dilaksanakan di Banyuwangi. Sehingga pendukung infrastruktur termasuk jalur rel kereta api dan Stasiun akan di benahi.

Agus mengaku, secara infrastruktur seperti rel dan stasiun itu tanggung jawabnya regulator, dalam hal ini Kementrian Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian.

“Sedangkan PT KAI sendiri sifatnya hanya untuk operator,” tutur Agus.

Untuk itulah kata Agus, lambat laun Stasiun Banyuwangi Baru tersebut akan menjadi Stasiun Besar, yang nantinya juga ada perubahan di seluruh stasiun termasuk Karang Asem untuk lebih dikembangkan guna mempermudah akses masyarakat.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS