4 Hari Pencarian, Jenazah Penumpang Bus Yang Terjatuh dari Kapal Belum Diketemukan

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Hingga hari ke empat pencarian, Jum’at (8/11/2019), jenazah penumpang bus yang terjatuh ke laut di perairan selat bali belum juga di ketemukan.

Dikabarkan, penumpang bus atas nama Dominggus Tonggoronggo terjatuh ke laut pada Senin malam (4/11/2019) lalu. Saat itu, laki laki berusia 22 tahun itu menumpang bus Jawa Indah bernopol L 7852 UV dari Jakarta menuju Sumbawa, Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama puluhan penumpang lainnya.

Bus tersebut naik ke kapal KMP Gilimanuk 1 berangkat dari dermaga Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali pada Senin malam (4/11/2019) sekira pukul 18.54 WIB.

Menurut keterangan beberapa orang saksi mata ke pihak kepolisian, saat itu korban berdiri di pinggir dek kapal. Dan secara bersamaan terjadi gelombang laut cukup tinggi mencapai 1 meter lebih disertai angin kencang. Di duga karena posisinya terlalu ke pinggir, menyebabkan korban terpeleset hingga terjatuh ke laut di posisi koordinat 114 derajat bujur timur.

“Korban terjatuh ke laut, saat kapal hendak bersandar ke Pelabuhan Gilimanuk Bali, sekira jarak 300 meter dari bibir dermaga,” ujar Kasat Polair Banyuwangi, AKP Subandi.

“Setelah dapat laporan masyarakat, kami bersama Basarnas Banyuwangi melakukan pencarian tubuh korban dengan menyisir di sepanjang perairan selat bali hingga malam hari tapi tidak berhasil,” paparnya.

Selanjutnya, pencarian dilakukan dengan melibatkan Satuan Polisi Air dan Basarnas Gilimanuk Bali disetiap hari.

Namun menurut AKP Subandi, hingga Jum’at (8/11/2019) pencarian juga belum membuahkan hasil.

“Pencarian ini dilakukan hingga Senin mendatang atau 7 hari pasca kejadian, sesuai dengan SOP yang ada,” tutur Kasat Polair.

“Jika hingga batas waktu maksimal tersebut belum juga membuahkan hasil, maka pencarian dihentikan,” pungkasnya.

Sementara itu, tim gabungan ini melakukan penyisiran di sepanjang perairan selat bali dengan berpencar di beberapa arah. Karena dikhawatirkan, jenazah korban terbawa arus laut disertai angin cukup kencang. Pasalnya, di kawasan perairan selat bali sendiri memiliki arus cukup kuat.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS