Peringati Hari HAM, Puluhan Mahasiswa Desak Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bersamaan dengan peringatan Hari Hak Azasi Manusia (HAM) sedunia, Selasa (10/12/2019), puluhan mahasiswa di Banyuwangi berunjuk rasa di gedung DPRD setempat mendesak presiden RI untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat hasil penyelidikan Komnas HAM.

Selain itu, mereka juga mendesak DPR untuk melakukan fungsi kontroling dalam hal meninjau pekerjaan Kejaksaan Agung terhadap penolakan penyidikan kasus pelanggaran HAM berat.

Mereka adalah puluhan mahasiswa yang tergabung dalam beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah perguruan tinggi di Banyuwangi yang juga mendesak DPRD untuk merevisi UU nomor 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM mengenai kewenangan Komnas HAM untuk bisa melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Menolak keras Impunity terhadap pelaku pelanggar HAM berat. Mendesak pemerintah untuk tidak membatasi hak hak sipil dalam demokrasi dengan bertindak represif terhadap warga negara yang melakukan demonstrasi,” teriak massa.

Koordinator aksi pengunjuk rasa, Rifki Nurul Huda mengatakan, pada aksi kali ini pihaknya juga mendesak presiden untuk segera menyelesaikan dan membongkar siapa dalang dari kematian pelajar dan mahasiswa pada gelombang unjuk rasa September 2009.

“Kami juga mendesak Polri untuk tidak melakukan suatu tindakan represif terhadap pengunjuk rasa,” ujar Rifki.

“Kami menuntut pemerintah unuk meningkatkan indeks demokrasi sebagai penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Rifki mengaku dirinya bersama puluhan mahasiswa lainnya akan tetap memperjuangkan para korban pelanggaran HAM 12 Mei yang dinilai tidak mendapatkan keadilan.

“12 Mei adalah tanggal yang sakral karena itu adalah bentuk reformasi negara RI,” kata Rifki.

“Kalau pemerintah tidak mengindahkan tuntutan kami, sejumlah kampus yang tergabung dalam beberapa aliansi serta dirinya yang tergabung dalam BEM nusantara di seluruh Indonesia akan bersama sama melakukan aksi besar besaran menuntut pemerintah untuk memberikan keadilan terhadap pada korban pelanggaran HAM,” paparnya.

Selama adanya aksi unjuk rasa di gedung DPRD tersebut, ratusan aparat kepolisian Polresta Banyuwangi bersiaga di lokasi. Bahkan, pengamanan dilakukan di beberapa titik yang dinilai rawan terjadi kerusuhan.

Untuk arus kendaraan bermotor yang melintas di kawasan gedung DPRD juga diatur kepolisian agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS