Diduga Mengalami Gangguan Pendengaran, Kakek di Banyuwangi Tertabrak Kereta

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang kakek asal Kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah Banyuwangi meninggal dunia dengan kondisi jenazah sangat mengenaskan, akibat tertabrak kereta api di pintu perlintasan tidak berpalang, Jum’at (27/12/2019).

Awalnya, korban yang diketahui bernama Ridwan, (77) tercatat sebagai warga Lingkungan Krajan RT 02 RW 03 mengendarai sepeda motor Shogun bernopol P 4120 WF menyeberang di perlintasan tidak berpalang, sekitar 100 meter utara perlintasan berpalang pintu Banjarsari. Bersamaan dengan itu, melintas Kereta Api Probowangi 338 relasi Banyuwangi-Surabaya melaju dari utara ke selatan.

Masinis kereta sudah membunyikan klakson, namun diduga mengalami gangguan pada pendengarannya, korban tetap melajukan sepeda motornya menyeberang rel kereta api.

Akibatnya, sepeda motor korban tertabrak kereta api terlempar ke selatan masuk jurang sedalam kurang lebih 20 meter. Sementara tubuh korban sendiri terlempar dengan kondisi tidak utuh.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, menurut keterangan saksi mata, korban berniat pulang ke rumahnya yang berada di sebelah barat rel kereta api setelah membeli rokok.

“Selama ini, warga setempat mengaku korban mengalami gangguan pada pendengarannya sehingga di duga dia tidak mendengar adanya suara klakson kereta api,” ujar Kanit Laka.

“Kecelakaan ini terjadi di KM 7+5 petak jalan Argopuro-Banyuwangi,” imbuhnya.

Diakui Iptu Ardi, mendapati kondisi jenazah korban, masyarakat setempat di hebohkan dengan pencarian kaki korban yang di duga hilang. Namun ternyata, kaki korban terlipat karena patah.

Sementara di bangunan jembatan, banyak ditemukan serpihan daging korban yang terkelupas.

“Upaya evakuasi berjalan lancar dan tidak mengalami kendala meskipun kondisi jenazah korban sudah tidak utuh,” tutur Kanit Laka.

Menurut keterangan saksi mata, Asriyanto, dirinya sempat melihat korban mengendarai sepeda motor menyeberang rel kereta api dari barat ke timur.

Dalam kesehariannya, perlintasan tidak berpalang tersebut memang menjadi jalur dari aktifitas masyarakat setempat sebagai jalan pintas menuju ke pemukiman penduduk.

“Selama ini tidak pernah ada warga yang tertabrak kereta api saat melewati perlintasan tersebut dan baru kali ini terjadi,” tutur Asriyanto.

Dan diakui Asriyanto pula bahwa korban mengalami gangguan pada pendengarannya, sehingga tidak mengetahui adanya kereta api melintas.

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan PT KAI, ditemukan selang air brake depan loko kereta api Probowangi terputus. Sedangkan untuk kondisi lokomotif dan rangkaiannya masih aman dan kereta api dapat melanjutkan perjalannya kembali.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS