Pebalap 22 Negara Siap Lintasi 599 KM Pada ITdBI 2018

Para pebalap yang bertarung dalam ITdBI 2017 lalu.

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pebalap dari 22 negara siap berkompetisi dalam lomba balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018, yang tahun ini bertemakan Spirit of Blue Fire.

Kompetisi balap sepeda 2.2 yang masuk agenda resmi federasi balap dunia United Cycliste International (UCI) ini digelar pada 26-29 September, yang akan menempuh empat etape dengan rute sepanjang 599 kilometer.

Memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya, ITdBI tahun ini diikuti 20 tim continental yang pesertanya berasal dari 22 negara. Antara lain dari New Zealand, Australia, Malaysia, Thailand, Afrika Selatan, Eritria, Yunani dan Belgia. Juga ada dari Prancis, Inggris, Jerman, Colombia, Spanyol, Jepang, Belanda, China, dan Slovenia.  

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi konsisten menggelar ITdBI untuk ketujuh kalinya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah berkontribusi bagi Indonesia dalam penyelenggaraan ajang internasional.

“Diharapkan, event ini akan jadi bagian yang mengabarkan hal positif tentang Indonesia kepada dunia,” ungkap Bupati Anas.

“Ajang ini juga menjadi pemicu pariwisata dengan datangnya delegasi dalam dan luar negeri serta penggemar sepeda,” imbuhnya.

Dengan sendirinya, ITdBI menaikkan awareness publik terhadap Kawah Ijen sebagai destinasi unggulan dengan fenomena api biru (blue flame) yang mendunia.

Sementara, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Banyuwangi, Wawan Yadmadji mengatakan, para pebalap akan diajak menyusuri panorama elok Bumi Blambangan hingga berpacu menaklukkan tantangan ekstrim tanjakan Gunung Ijen. Semua rute tersaji lengkap, mulai perdesaan, perkebunan, pegunungan, hingga pantai.

“Bahkan, para pebalap juga di perkenalkan lokasi bersejarah di Banyuwangi, salah satunya Rowo Bayu Kecamatan Songgon yang di jadikan sebagai garis finish di salah satu etape,” papar Wawan.

Dia mengaku, dari 4 etape tersebut ada 2 tanjakan yang harus ditaklukkan oleh para pebalap yakni menuju Wisata Rowo Bayu serta ke Paltuding Kawah Ijen. Disepanjang rute, pebalap melewati berbagai kawasan indah yang bervariasi lengkap dengan keramahan warga.

“Ini sesuai dengan konsep sport tourism ITdBI, di mana ajang olahraga berpadu dengan strategi pengembangan pariwisata,” ujarnya.

Wawan menjelaskan, pada etape terakhir, pebalap akan mengambil titik start dari Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran, desa terujung selatan Banyuwangi yang berdekatan dengan Pantai Sukamade, salah satu segitiga destinasi wisata andalan Banyuwangi.

“Sepanjang jalan yang akan dilewati pebalap sudah dalam kondisi prima. Ini menunjukkan bahwa pariwisata bisa menjadi sarana konsolidasi infrastruktur,” pungkas Wawan.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo mengatakan, jalur tanjakan menuju Gunung Ijen paling dinantikan, karena salah satu yang terekstrem di Asia dengan ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan level tertinggi di balap sepeda (hors categorie).

“Ketinggiannya melampaui tanjakan Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang sekitar 1.500 mdpl,” ujar Guntur.

Untuk Stage 1 ITdBI 2018 sejauh 153,1 KM start Kantor Bupati Banyuwangi dan Finish Rowo Bayu Songgon. Etape 2 sejauh 179,3 KM start Stasiun Kalibaru serta Etape 3 sejauh 139,4 KM start RTH Maron Kecamatan Genteng. Di kedua etape ini finish di Kantor Bupati Banyuwangi.

Sementara etape 4 atau disebut etape neraka sejauh 127,2 KM, start Pasar Sarongan dan finish Paltuding Kawah Ijen.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.