10 KRI Siap Amankan Perairan Bali Saat IMF World Berlangsung

Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya saat dampingi Danrem 083 Kolonel Infantri Bagus Suryadi Tayo di pelabuhan ASDP Ketapang.

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - TNI AL menyiagakan 10 kapal perang (KRI) untuk mengamankan disepanjang perairan selat bali, selama berlangsungnya kegiatan Annual Meeting International Monetary Fund (IMF) World Bank di Bali.

Diantaranya adalah KRI Pulo Rupat, Nala, Badeg, Terapang, Raden Edi Martadinata, Tarakan, Abdul Halim Perdana Kusuma, Ngurah Rai, Ajag dan KRI Banda Aceh.

Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Suhartaya mengatakan, seluruh KRI tersebut merupakan bantuan dari Armada 2 Surabaya untuk mengamankan di perairan sekitar pulau bali termasuk Banyuwangi yang dibagi dalam beberapa sector pengamanan.

“Khusus 4 KRI melakukan bekal ulang sejak 8 Oktober 2018, yakni menambah logistic, bahan bakar, serta air tawar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi karena operasional mereka di perairan yang dekat dengan Banyuwangi,” papar Danlanal.

Dia menjelaskan, masing masing KRI tersebut melaksanakan patroli dan memeriksa seluruh armada kapal yang sedang beroperasi di perairan Selat Bali baik yang di curigai maupun tidak, guna memberikan keamanan terhadap pelaksanaan kegiatan IMF World Bank di bali.

Diakui Danlanal, laut tidak bisa di kuasai dan di duduki seperti didarat, namun laut bisa di kendalikan sehingga harus diketahui kapal apa saja yang melintas. Dan ini dilakukan pendataan oleh KRI tersebut.

Dalam pengamanan ini, Lanal Banyuwangi menurunkan 2 pelton aparat TNI AL yang tergabung di bawah sub satgas wilayah Banyuwangi dengan kendali Kodim 0825 Banyuwangi dibawah pengamanan wilayah Korem 083 Baladhika Jaya Malang. Sedangkan untuk satgas pengamanan wilayah Jawa Timur di bawah Pangdam 5 Brawijaya.

“Khusus pengamanan dilaut, kami menurunkan 21 anggota TNI AL yang bersiaga di 1 KAL dan 2 Patkamla,” ungkap Danlanal.

“Sedangkan 2 pelton itu untuk pengamanan di darat khususnya di dermaga pelabuhan ASDP Ketapang dan Tanjung Wangi,” pungkas Danlanal.

Ke 10 Kapal perang atau KRI tersebut sudah di berangkatkan dari Armada 2 Surabaya sejak 4 Oktober lalu dan kini sudah melakukan pengamanan di perairan selat bali termasuk di perairan Banyuwangi yang terbagi dalam beberapa sector.

IMF World Bank di gelar di Bali sejak 12 hingga 14 Oktober 2018 yang di hadiri 18.000 delegasi dari 189 negara di dunia, yang diantaranya 400 tamu VVIP dan 2000 tamu VIP.

Dan Banyuwangi menjadi salah satu daerah penyangga dari kegiatan tersebut untuk di datangi para delegasi, sehingga di perlukan pengamanan cukup ketat di perairan selat bali.

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.