Tinjau Ijen, Pangdam V Brawijaya Ikut Padamkan Api Yang Bakar Lahan Konservasi

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman ikut madamkan api di Ijen

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Saat memantau infrastruktu jalur pendakian ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi yang menjadi salah satu destinasi wisata yang di kunjungi delegasi IMF World Bank, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman ikut serta memadamkan api yang membakar lahan konservasi.

Kebakaran ini terjadi di area blok pondok Bunder hingga Widodaren seluas 50 hektar yang di dalamnya terdapat tanaman rumput, ilalang dan pohon permudaan cemara serta ranting ranting, yang seluruhnya terbakar. Dan lokasi ini berada tidak jauh dari jalur pendakian.

Pemadaman ini melibatkan dari pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur bersama kepolisian serta aparat TNI dari Banyuwangi dan Bondowoso.

Dan bersaman dengan itu, ada Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman yang sedang mendaki gunung kawah Ijen Banyuwangi untuk memantau infrastruktur.

Mengingat, TWA Ijen merupakan salah satu destinasi yang di tawarkan kepada para delegasi pertemuan tahunan Dana Moneter (IMF) Bank Dunia untuk bisa dikunjungi.

Saat melihat kebakaran tersebut, dia ikut serta membantu upaya pemadaman dengan menggunakan alat Jujuter. Jujuter merupakan alat pemadaman menyerupai tas ransel yang berisi air. Lalu digunakan untuk menyiram bekas bekas kebakaran agar tidak meluas.

Dan Jujuter tersebut bukan untuk pemadaman secara sepenuhnya, hanya digunakan menyiram sisa kebakaran. Pangdam mengaku, setelah di lakukan upaya pemadaman secara bersama sama, api sudah bisa dipadamkan.

“Selama terjadi kebakaran ini tidak menganggu para wisatawan meskipun lokasinya tidak jauh dari area jalur pendakian,” pungkas Pangdam.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Balai Besar KSDA Jawa Timur, Sumpena mengatakan, BBKSDA menyiapkan 10 lebih alat Jujuter tersebut serta mobil Sleepon untuk mobilitas air ke lokasi. Sehingga di area ini api sudah berhasil di padamkan, meskipun tidak sepenuhnya.

“Tapi sampai saat ini masih ada tanaman yang terbakar di lahan yang sulit terjangkau oleh alat pemadaman,” tutur Sumpena.

Dia menjelaskan, kebakaran ini terjadi diduga diakibatkan karena kecerobohan masyarakat yang membuat api dari ranting ranting pohon dan tidak dipadamkan secara tuntas.

“Di waktu yang sama terjadi angin besar dan merembet ke beberapa kawasan yang lain, hingga api semakin membesar membakar rumput dan pepohonan,” papar Sumpena.

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.