Korban Pemukulan di Mendut Kabur Dari Rumah Sakit Saat Dirawat

Korban Saat di rawat di RSUD Blambangan

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Korban pemukulan di salah satu tempat hiburan tiba tiba meninggalkan RSUD Blambangan Banyuwangi tanpa di ketahui petugas, setelah mendapat perawatan medis.

Sebelumnya, korban yang teridentifikasi bernama Junaidi (30) warga Lingkungan Secang Mangir Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro tersebut, ditemukan karyawan Mendut Karaoke tergeletak bersimbah darah di lantai kamar mandi di dalam room 22 dengan kondisi tidak sadarkan diri, Rabu siang (10/10).

Kepalanya robek di duga akibat pukulan pecahan gelas yang ditemukan di lokasi. Juga terdapat luka luka lebam di wajah dan mulutnya. Saat ditemukan, korban tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana dalam saja. Sementara di dinding kamar mandi room 22 banyak menempel bercak darah.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah menerima laporan dari pihak managemen Mendut Karaoke, sejumlah aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Disini, didapati korban masih tergeletak di kamar mandi dan tidak di temukan identitasnya,” ujar Kapolsek.

“Lalu kami evakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk dilakukan penanganan medis,” imbuhnya.

Kapolsek menceritakan, sekira pukul 10 malam korban mulai sadarkan diri dan aparat kepolisian yang sejak siang menungguinya langsung menginterograsi.

“Kepada petugas, dia mengaku sebagai tukang parkir di area Pusat Perbelanjaan A&R Banyuwangi dan merupakan warga Secang Mangir Kalipuro,” papar Kapolsek.

Dan dia ada di room 22 Mendut Karaoke tersebut bersama teman temannya, yang masih belum diketahui jelas identitasnya.

Kapolsek mengaku, keterangan yang di dapat aparat kepolisian hanya sebatas itu saja, karena kesadaran korban masih belum stabil menjawab pertanyaan dari kepolisian.

Namun selang beberapa lama mendapat perawatan, tiba tiba korban keluar dari IRD RSUD Blambangan Banyuwangi tanpa sepengetahuan petugas.

“Kini epolisian mengejar keberadaan korban yang di duga sudah berada di rumahnya untuk melakukan pengembangan penyidikan,” tutur Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, saat di rawat, korban sempat bercerita kepada petugas bahwa sebelum ke Mendut Karaoke tersebut dia dititipi istrinya untuk membelikan susu anaknya.

“Mungkin dia kabur karena ingin pulang menemui anak dan istrinya, kepikiran untuk belikan susu anaknya itu,” kata Kapolsek.

Sementara itu, dari hasil lidik di lapangan, kepolisian mendapat keterangan dari karyawan Mendut Karaoke bahwa sekira pukul 12.00 WIB korban  datang bersama 4 orang temannya yakni 2 laki laki dan 2 perempuan. Lalu mereka berkaraoke di room 22.

Namun sekira pukul 13.30 WIB pelayan mengetahui teman teman korban tersebut keluar meninggalkan mendut sekaligus membayar sewa room.

Dan sekira pukul 14.00 WIB, pelayan menecek room karena waktu sewa sudah habis dan ternyata di dalam room di temukan korban yang tergeletak di lantai kamar mandi bersimbah darah.

“Dengan kondisi ini, di duga korban dianiaya oleh temannya. Kita masih terus kembangkan,” pungkas Kapolsek.

Di TKP juga di temukan pecahan gelas yang di duga untuk memukul korban. Serta di temukan bekas botol minuman arak yang sudah habis.

 

 

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.