Masih Ada Titik Api di Gunung Rante, Sejumlah Stakeholder Terus Lakukan Pemadaman

Petugas Memadamkan Api di Gunung Rante.

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemadaman kebakaran di lahan perhutani di kawasan Gunung Rante dekat Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi hingga kini masih terus di lakukan oleh sejumlah stake holder. Lokasinya tepat berada di area perum perhutani KPH Banyuwangi Barat. Kebakaran ini terjadi sejak beberapa hari terakhir ini.

Pemadaman ini melibatkan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, kepolisian, TNI juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Balai Besar KSDA Jawa Timur, Sumpena mengatakan, kebakaran ini di duga disebabkan karena kecerobohan masyarakat yang membuat api dari ranting ranting pohon dan tidak dipadamkan secara tuntas.

“Di waktu yang sama terjadi angin besar sehingga merembet ke beberapa kawasan yang lain, menyebabkan api semakin membesar membakar ranting dan pepohonan,” papar Sumpena.

Selain itu kata Sumpena, juga di duga akibat adanya loncatan api sisa kebakaran di area yang lain lalu terbang terbawa angin ke area Gunung Rante tersebut.

“Sebagian besar tanaman yang terbakar tersebut adalah semak, rumput, ilalang juga pohon cemara,” imbuhnya.

Namun dari pantauan di lapangan, pohon pohon cemara yang terbakar tersebut hanya pada daunnya.

Sumpena mengaku, pemadaman ini di lakukan dengan menggunakan Jujuter atau disebut juga Jet Shooter, yang merupakan peralatan seperti tas ransel yang berisi air lalu menyiram ke bekas bekas kebakaran agar tidak sampai menyala kembali.

Dalam hal ini, BPBD Banyuwangi menyiapkan 4 Jet Shooter gendong untuk digunakan memadamkan api, juga mesin pompa air beserta selang. Selain itu, di siapkan 2 buah tandon air untuk mengisi Jet Shooter tersebut.

“BBKSDA sendiri menyiapkan 10 Jujuter untuk ikut serta memadamkan api,” pungkas Sumpena.

Selain di Gunung Rante, kebakaran juga terjadi di area blok pondok Bunder hingga Widodaren masuk lahan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Ijen seluas 50 hektar yang sebagian merupakan jalur pendakian. Di dalamnya terdapat tanaman rumput, ilalang dan pohon permudaan cemara serta ranting ranting.

Meskipun sudah berhasil di padamkan, namun di beberapa titik masih terpantau ada kobakaran api yang lokasinya sulit dijangkau peralatan pemadaman.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.