ASDP Siapkan 57 Kapal Untuk Evakuasi Delegasi IMF Jika Ada Bencana di Bali

Kondisi Terkini Pelabuhan Ketapang.

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT ASDP menyiapkan 57 armada kapal dilintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk mengevakuasi para delegasi pertemuan tahunan Dana Moneter International (IMF) Bank Dunia, jika terjadi bencana alam di Bali.

Dari ke 57 armada kapal tersebut, yang siaga di operasikan sebanyak 32 unit sedangkan 25 sisanya sebagai kapal cadangan yang akan di operasikan seluruhnya apabila kondisi di pelabuhan sangat padat.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, ASDP merupakan salah satu obyek vital yang di jadikan lokasi evakuasi apabila terjadi bencana alam di bali seperti Tsunami, Gempa Bumi ataupun gunung meletus.

Sementara di bali sendiri menjadi tempat pelaksanaan kegiatan IMF World Bank yang di hadiri 18.000 delegasi dari 189 negara di dunia.

“ASDP menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk evakuasi para delegasi, seperti dermaga, armada kapal yang di operasikan serta dari berbagai aspek pelayanan,” papar Solikin.

Menurutnya, jika terjadi bencana di Bali, di proyeksikan ada 135 bus yang akan mengangkut para delegasi menuju ke Pelabuhan Gilimanuk Bali untuk selanjutnya di seberangkan ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Oleh karena itulah, untuk memberikan penanganan maksimal, ASDP memastikan seluruh armada kapal bisa di operasikan dengan baik sekaligus sarana keselamatannya.

“Sehingga di saat para delegasi menyeberang, semua merasa nyaman dan terperhatikan,” ujar Solikin.

Sementara itu, di area Pelabuhan Ketapang juga didirikan posko untuk mengendalikan keselamatan dan keamanan bagi para delegasi disaat dilakukan evakuasi.

Yang menjadi pengendali pendirian posko tersebut adalah Kodim 0825 Banyuwangi yang terintegrasi dengan Korem 083 Baladhika Jaya Malang.

“Tentu dengan berkoordinasi bersama semua stake holder baik kepolisian, Pelindo maupun ASDP,” kata Solikin.

Dan disetiap posko tersebut kata Solikin, terdata nama nama negara yang nantinya bisa di gunakan untuk pendataan bagi para delegasi saat di evakuasi.

Selain memaksimalkan seluruh armada kapal di lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, armada 2 Surabaya juga menurunkan 10 kapal perang (KRI) untuk menjaga pengamanan di sepanjang perairan Bali dan Banyuwangi selama kegiatan IMF World Bank berlangsung.

Bahkan, KRI ini juga mendata setiap kapal yang bergerak di perairan baik yang di curigai maupun tidak.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.