Geger Penemuan Jasad Bayi di Aliran Sungai Genteng Banyuwangi

Warga Menemukan Jasad Bayi di aliran sungai

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Masyarakat Banyuwangi di gegerkan penemuan sesosok jasad bayi laki laki di aliran sungai Pecari Desa Genteng Kulon Kecamatan Genteng, Rabu (11/7). Tepatnya berdekatan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Pairan.

Warga langsung berbondong-bondong memenuhi lokasi ditemukannya mayat bayi yang diduga baru satu hari dilahirkan dan dibuang ke sungai tersebut.

Kepala Desa Genteng Kulon, Supandi mengatakan, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pemancing bernama Muhamad Safak (45) warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. Safak yang pada saat itu tengah menyusuri sungai mencari lokasi yang tepat untuk memancing.

Lalu dari pinggir sungai dengan jarak sekitar tiga meter, Safak melihat seperti ada tangan dan punggung mayat bayi,” kata Supandi.

Tubuh bayi itu tersangkut dibebatuan dan separuh tubuhnya tertutupi oleh sampah keresek warna hitam,” imbuhnya.

Menurut Supandi, saksi mengira mayat itu adalah daging ayam potong yang dibuang ke sungai. Karena penasaran, lalu Safak memastikan jika yang dilihatnya itu adalah jasad bayi. Dengan perlahan, ia membuka keresek hitam tersebut yang ternyata didalamnya adalah mayat bayi. Dengan segera, Safak berlari ke arah permukiman warga dan melaporkan penemuannya itu.

Lalu dia menunjukan lokasinya kepada warga sekitar,” tutur Supandi.

Tidak lama kemudian, puluhan warga langsung memenuhi lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Supandi menceritakan, setelah warga menghubungi dirinya kemudian di laporkan ke pihak kepolisian. Berikut suasana saat ditemukannya jasad bayi malang tersebut.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Puji Wahyono menjelaskan jika mayat bayi tersebut diperkirakan masih beberapa hari dialiran sungai.

Dari kondisi fisik, tubuh bayi masih belum berbau busuk dan berwarna putih pucat serta seluruh bagian tubuhnya masih utuh,” ujar Iptu Puji.

Ari-ari bayi tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan, hanya tali pusar masih menempel pada jasad bayi itu,” tuturnya.

Iptu Puji Wahono menduga jika mayat bayi tersebut sengaja dibuang oleh orang tuannya. Selanjutnya, kepolisian membawa mayat bayi laki-laki itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng untuk dilakukan visum dan otopsi.

“Kami belum dapat menyimpulkan apakah bayi itu tewas setelah dibuang ke dalam sungai atau dianiaya terlebih dahulu,” papar Iptu Puji.

Langkah pihak kepolisian selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Genteng Kulon dan sekitarnya untuk mengecek data ibu yang mengandung lebih dari tujuh bulan.

Pihak kepolisian juga akan melakukan pengembangan penyidikan dengan menyusuri aliran sungai itu, sekaligus memintai keterangan beberapa orang saksi.

“Supaya dapat petunjuk lebih jelas siapa orang tua yang tega membuang darah dagingnya tersebut ke sungai,” pungkas Iptu Puji.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.