Ruang Kelas Jebol Diterjang Longsor, Siswa MI Nahdlatuth Thullaab Belajar di Mushollah

Kondisi Kelas MI yang Jebol

Peristiwa
Typography

radiovisfm.com, Banyuwangi - Salah satu ruangan kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatuth Thullaab Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi jebol akibat diterjang tanah longsor, yang menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar.

Dimana, ruangan yang biasa di gunakan oleh siswa siswi kelas 1 tersebut rusak parah. Dinding jebol dan di dalam kelas di penuhi lumpur dan tanah dari areal persawahan yang ada di sisi utara gedung kelas tersebut.

Bahkan, media pengajaran yang terpasang di dinding sebagian rusak parah. Juga bangku dan kursi tertimbun lumpur.

Kepala Sekolah MI Nahdlatuth Thullaab, Dikri mengatakan, hujan deras mengguyur kawasan Desa Segobang pada Minggu sore (25/11) sejak pukul 17.00 hingga pukul 19.00 WIB dengan intensitas cukup tinggi.

Dan salah satu ruangan kelas yang jebol ini baru di ketahui Dikri beserta guru lainnya pada Senin pagi (26/11) saat akan melaksanakan proses belajar mengajar.

“Kami meliburkan seluruh siswa siswi mulai kelas 1 hingga kelas 6,” ujar Dikri.

“Saya minta mereka untuk kerja bakti bergotong royong membersihkan kelas itu, dengan di bantu aparat kepolisian Polsek Licin Banyuwangi dan para relawan,” paparnya.

Dikri mengaku, di sisi utara gedung sekolahan memang terdapat areal persawahan dengan posisi tanah yang lebih tinggi dari ruang kelas. Sehingga, di saat di guyur hujan cukup deras dengan waktu yang cukup lama, tanah di persawaahan tersebut ambrol dan menghantam dinding kelas hingga jebol.

Dikri menjelaskan, pada Selasa (27/11) proses belajar mengajar akan kembali dilaksanakan.

“Tapi khusus untuk siswa siswi kelas 1 rencananya di laksanakan di Mushollah sekolah. Ataukah jam masuk sekolah diatur bergantian antar kelas,” ungkap Dikri.

Diakui Dikri, pada 3 Desember mendatang seluruh siswa siswi akan melaksanakan ujian semester.

“Inilah jadi kendala bagi Dikri, untuk menempatkan pelajar kelas 1 di dalam mengerjakan soal soal ujian itu,” kata Dikri.

Pasalnya, pihak sekolah dipastikan tidak akan melakukan pembangunan ruangan kelas itu terlebih dahulu karena terbentur biaya.

“Kami sudah ajukan dana bantuan kepada Kantor Kementrian Agama Banyuwangi dan UPTD Dinas Pendidikan Banyuwangi,” pungkas Dikri.

Berdasarkan data yang ada, jumlah pelajar kelas 1 MI Nahdlatuth Thullaab tersebut sebanyak 32 siswa. Sementara total dari kelas 1 hingga kelas 6 tercatat ada 197 siswa.

Sementara itu, selain MI di area setempat juga terdapat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatuth Thullaab dengan jumlah murid 117 siswa, yang menempati 5 ruangan kelas.

 

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.