radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 794 aparat kepolisian Polres Banyuwangi disiagakan di 5120 TPS selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019, dengan dibantu 100 personel Brimob Polda Bali.

Ratusan aparat Brimob dari Pulau Dewata tersebut di tempatkan di 3 lokasi di Banyuwangi yaitu di kawasan Kecamatan Genteng, Muncar dan Kecamatan Banyuwangi Kota.

Dan seluruh personel tersebut menjalani apel pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Pemilu 2019 di Mapolres Banyuwangi, Senin (15/04/2019) untuk langsung di tempatkan di masing masing wilayah TPS sesuai penempatan, yang tersebar di 25 Kecamatan se Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufiq Herdiansyah Zeinardi yang memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut mengatakan, seluruh personel tersebut melakukan pengamanan di TPS mulai dari hari tenang seperti saat ini, pelaksanaan pencoblosan hingga penghitungan suara.

“Mereka di haruskan mengetahui setiap aturan main sebagai petugas keamanan yang perlu di lakukan. Misalnya, tidak boleh masuk ke dalam TPS jika tidak ada permintaan dari petugas, serta mereka harus bersikap netral sesuai UU yang ada,” papar Kapolres.

Dia menjelaskan, selain itu, mereka juga dilarang untuk mengambil gambar atau memfoto hasil penghitungan suara karena sudah ada petugasnya sendiri.

“Aparat kepolisian hanya bertugas mengamankan saja,” kata Kapolres.

“Jika itu dilanggar,  maka akan ada sangsi tegas mulai dari ringan hingga terberat,” imbuhnya.

Kapolres memaparkan, setiap aparat kepolisian di wajibkan mengetahui tingkat kerawanan dari wilayah TPS yang di jaganya dengan berkoordinasi pada para petugas lainnya. Sehingga apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan, mereka bisa segera melakukan penanganan.

Oleh sebab itu, jumlah personel yang melakukan pengamanan TPS tergantung dari tingkat kerawanannya.

“Ada yang 1 personel kepolisian menjaga 1 TPS. Ada pula 1 personel menjaga 2 hingga 5 TPS,” ujar Kapolres.

Sementara itu, dari 5.120 TPS di Banyuwangi yang disiapkan untuk pelaksanaan Pemilu 2019 tersebut, 205 TPS dinilai rawan dan 7 TPS yang sangat rawan. Sedangkan 4.908 TPS lainnya kurang rawan.

Dan untuk pengamanan Pemilu di Banyuwangi ini disiagakan 11.536 personel gabungan. Yang terbagi dalam 1.296 aparat kepolisian dan TNI, serta 10.240 anggota linmas dan Satpol PP.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rangka HUT ke 21 Kementrian BUMN, PT KAI DAOP 9 Jember menyiapkan ratusan tiket Kereta Api Ekonomi Lokal, khusus keberangkatan hari Sabtu (13/04/2019).

Dalam artian, PT Kereta Api Indonesia (persero) memberlakukan tiket dengan tariff Rp0,- alias gratis.

Masyarakat bisa mendapatkan tiket KA-KA tersebut secara cuma-cuma di loket stasiun keberangkatan secara go-show (hari H) dengan membawa bukti KTP asli. Setiap calon penumpang dapat membeli maksimal 1 tiket kecuali membawa anak usia dibawah sepuluh tahun dan lansia.

Adapun kuota tiket gratis ini sesuai dengan toleransi kapasitas maksimum masing-masing kereta api. Untuk masyarakat yang telah membeli tiket jauh-jauh hari dengan tarif normal, mereka bisa mengambil bea tiket tersebut di stasiun kedatangan penumpang maksimal 3 (tiga) hari sejak kedatangan KA.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arief mengatakan, KA lokal di Daop 9 jember, yaitu KA Pandanwangi yang dalam sehari berjumlah 4 kali perjalanan, terdiri dari 2 kali berangkat dari Stasiun Jember pada jam 05.15 dan 15.30 WIB. Serta berangkat dari Stasiun Banyuwangi baru pada jam 10.00 dan 20.30 WIB.

Rangkaian KA Pandanwangi terdiri dari 6 kereta kelas ekonomi dengan total berjumlah 636 tempat duduk,” ujar Luqman.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk KA lokal kapasitas angkut adalah 150% dari jumlah tempat duduk,” cetusnya.

Luqman menjelaskan, tiket gratis ini diberlakukan hanya satu hari saja. Sehingga bagi masyarakat yang sudah berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru bisa kembali mendapatkan tiket gratis, jika pulang dari Stasiun Jember di hari itu juga.

Luqman menambahkan, promo tiket KA lokal tarif Rp0,- tersebut merupakan kontribusi KAI dalam mewujudkan BUMN Hadir untuk Negeri.

Sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kereta api, serta mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan moda transportasi umum ketika bepergian ataupun berkaktivitas sehari – hari,” pungkasnya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Perempuan asal Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi meninggal dunia terlindas bus, setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersenggol bus tersebut dikawasan Kecamatan Wongsorejo.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Wongsorejo masuk Dusun Krajan RT 01 RW 06 Desa Wongsorejo, pada Kamis siang (11/04/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, AKP Kusmin mengatakan, menurut keterangan saksi mata, korban Dina Sulistia (20) yang merupakan warga Dusun Selogiri Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro tersebut di bonceng oleh suaminya, Fathur Rohman (23) warga Dusun Krajan RT 06 RW 06 Desa Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo, dengan mengendarai sepeda motor Vixion bernopol P 3831 ZD melaju dari arah selatan ke utara.

“Dari arah yang bersamaan juga melaju bus Lorena bernopol B 7366 RU yang di kemudikan Asrofil (57) warga Dusun Tugu Bancang RT 22 RW 09 Desa Durenan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek,” ujar Kapolsek.

“Sesampainya di TKP, sepeda motor itu hendak menyeberang ke kantor Kecamatan Wongsorejo,” imbuhnya.

Dan diduga karena bersenggolan dengan bus tersebut, sepeda motor itu pun terjatuh. Sedangkan korban Dina Sulistia terlempar dari sepeda motor hingga dibawah ban Bus Lorena tersebut. Yang menyebabkan kepala korban terlindas dan meninggal dunia di TKP.

“Mendapati peristiwa ini, puluhan warga membantu mengevakuasi jenazah korban dan di bawa ke Puskesmas Wongsorejo. Selanjutnya, oleh pihak keluarga dibawa pulang untuk di semayamkan di rumah duka,” papar Kapolsek.

Sementara korban Fathur Rohman hanya mengalami luka lecet pada kaki kiri dan tangan kirinya.

Selanjutnya, bus Lorena beserta sopirnya di amankan di Unit Laka Polres Banyuwangi guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Didalam mensukseskan Pemilu 2019, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Banyuwangi mulai turun dan mengecek lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa terpencil. Hal ini dilakukan agar pesta demokrasi serentak ini bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi dan Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (inf) Ruli Nuryanto melakukan kunjungan ke Dusun Sukamade, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Karena sulitnya medan, rombongan terpaksa menggunakan rakit dan motor trail. Tidak hanya itu, jalan yang dilalui bebatuan dan perbukitan sehingga sesekali mereka terpaksa berhenti karena medan yang sulit. 

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi mengatakan, lokasi yang dikunjungi medannya dinilai cukup berat. Yakni melewati hutan dan batu batu besar.

Di lokasi setempat terdapat 3 TPS,” ujarnya.

Kapolres mengaku, di sepanjang jalan yang di lalui hanya bisa di lewati dengan menggunakan kendaraan roda dua, dengan jarak tempuh sekitar 2 jam dari Kantor Kecamatan Pesanggaran.

Dusun Sukomade ini berada di sekitar 80 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Untuk sampai di Dusun ini harus menyeberangi 3 sungai dan jalan yang terjal.

Selain TPS yang berada di Desa Sarongan, rombongan juga melihat lokasi TPS di Desa/ Kecamatan Siliragung dan Desa Segobang, Kecamatan Licin.

Pengecekan lokasi TPS ini untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Panitia Pemungutan Suara (PPS) menjelang Pemilu pada 17 April mendatang,” ungkap Kapolres.

Selama mengecek TPS ini, kami juga mengajak petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat,” imbuhnya.

Kapolres mengaku telah mengapelkan 764 personel Polri yang bertugas Pam TPS untuk mengecek lokasi TPS masing-masing.

Saya ingin pastikan kesiapan personel kepolisian termasuk semua persiapan lainnya dan kendala yang terjadi di lapangan selama pelaksanaan Pemilu, mulai dari signal komunikasi, sarana dan fasilitas lainnya demi suksesnya Pemilu,” papar Kapolres.

Saat ini, lanjut Kapolres Taufik, kondisi keamanan menjelang pemilu dinilai cukup kondusif. Hal itu terlihat, dari kesiapan penyelenggara pemilu mulai dari KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), PPS dan Panwas serta Forum pimpinan Kecamatan (Forpimka) juga perangkat desa yang terpantau masih kompak dalam mengecek kesiapan Pemilu.

“Kami akan terus lakukan pemantauan menjelang Pemilu, saat pencoblosan hingga pasca Pemilu,” pungkas Kapolres.

Sementara itu secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan saat ini Banyuwangi fokus melakukan pendataan TPS yang sulit dijangkau.

Prioritas ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah untuk mewujudkan pesta demokrasi yang adil dan merata,” tutur Bupati Anas.

“Diharapkan pemilu tahun 2019 yang sudah ada di depan mata dapat berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” tuturnya.

Bupati Anas menambahkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak agar pengamanan pemilu terwujud dengan baik.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 32 pasangan suami istri (pasutri) dinikahkan secara resmi dalam itsbat (sidang penetapan) nikah terpadu yang digelar Pemkab Banyuwangi, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan PC NU Banyuwangi.

Itsbat nikah ini untuk mengesahkan pernikahan mereka yang syah secara agama atau siri, namun belum tercatat di KUA maupun catatan sipil. Itsbat nikah ini digelar di Masjid Mujahidillah Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (12/4/2019) yang di hadiri langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Muhammad Ali Makki Zaini mengatakan itsbat nikah ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah sebelumnya digelar di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon.

“Tahun ini diagendakan di 4 titik. Setelah dua titik ini selesai, berikutnya akan digelar di Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Pesanggaran,” papar Kiyai yang biasa disapa Gus Makki tersebut.

“Kami harap, di tahun depan bisa menjangkau wilayah lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Menurut Gus Makki, untuk di Kecamatan Songgon lalu di ikuti 50 pasutri, sedangkan di Kecamatan Kalipuro ada 32 pasutri. Dan usai mengikuti itsbat nikah, mereka akan mendapatkan kepastian hukum atas status pernikahannya.

Itsbat Nikah ini dilaksanakan terpadu. Selain mendapat akta nikah dari KUA, 32 pasutri ini juga mendapatkan e-KTP dan Kartu Keluarga baru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

“Begitu juga dengan anak pemohon itsbat nikah. Mereka akan mendapatkan dokumen penting yang dibutuhkan. Seperti, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA),” ujar Gus Makki.

Bupati Anas mengaku, ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemkab dan instansi pemerintah maupun swasta, yang di harapkan ke depan kolaborasi seperti ini bisa lebih di tingkatkan.

“Itsbat nikah ini sebagai salah satu cara pemerintah memberikan pelayanan yang mudah, murah, dan prima kepada masyarakat,” tuturnya.

“Dikatakan mudah karena pasutri bisa langsung membawa pulang tiga dokumen sekaligus sehingga lebih efektif dan efisien. Padahal, jika diurus sendiri-sendiri, akan memakan waktu yang cukup lama,” kata Bupati Anas.

Salah seorang mempelai pria yang mengikuti Itsbat Nikah, Sahuri (55), menyatakan, dirinya menikahi istrinya secara siri sejak 32 tahun yang lalu.

“Selama ini saya tidak memiliki surat nikah dan KK. Sehingga saya memutuskan untuk mengikuti Itsbat Nikah,” ungkap Pria yang sudah memiliki 3 anak dan 3 cucu tersebut.

Dia mengaku sangat senang dengan adanya Itsbat Nikah tersebut apalagi ini dilaksanakan gratis tanpa biaya apapun.

“Saya ikut itsbah nikah ini biar mendapatkan buku nikah, supaya tenang,” tutur Sahuri.

Apalagi, anaknya yang paling kecil masih mondok dan sekolah sehingga masih perlu KK dan surat-surat lainnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bangunan mushollah di Pondok Pesantren Baitul Atiq di Dusun Jajang Surat Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi hancur akibat disambar petir.

Kondisi bangunan mushollah yang ada di kawasan RT 02 RW 04 tersebut memprihatinkan. Genteng yang ada di bagian atas kubah mushollah hancur nyaris tanpa sisa. Bahkan, atapnya juga rusak berantakan di seluruh bangunan. Sementara genteng di sisi kanan dan kiri juga sebagian hancur.

Salah satu warga, Idham mengatakan, hujan deras mengguyur kawasan setempat sejak siang hingga menjelang magrib, Kamis (11/04/2019). Bersamaan dengan itu juga disertai petir cukup kencang.

Saat itulah tiba tiba petir menyambar atap dan kubah mushollah hingga genteng pecah berantakan,” ujar Idham.

Saya melihat aliran listrik di atas rumah warga terlihat merah seperti terbakar. Bersamaan dengan itu pula dua listrik di mushollah hancur serta aliran listrik di semua rumah warga padam,” paparnya.

Idham menjelaskan, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Padahal sebelum petir menyambar kubah mushollah, ada puluhan anak anak belajar mengaji.

Incident ini terjadi setelah mereka sudah pulang meskipun hujan deras mengguyur kawasan setempat,” tuturnya.

Idham berharap, ada bantuan dari masyarakat untuk digunakan memperbaiki bangunan mushollah mengingat bulan depan sudah memasuki bulan ramadhan.

Sementara itu, warga setempat bergotong royong membersihkan pecahan genteng yang berserakan di halaman mushollah, meskipun dengan kondisi gelap karena masih terjadi pemadaman listrik. Sedangkan genangan air hujan juga masih tampak di area setempat.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu, Caleg Joni Subagiyo melakukan bedah rumah milik puluhan warga di wilayah Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Salah satunya rumah milik Santoso yang ada di Dusun Lugonto RT 02 RW 04 Desa Rogojampi.

Sebelumnya, rumah milik laki laki berusia 45 tahun yang ada di lahan seluas 5 meter kali 7 meter tersebut tidak layak huni. Posisi rumahnya miring, genteng banyak yang bocor serta kayu kayunya sebagian besar sudah rapuh. Kini, berkat kepedulian calon legislative Dapil 2 dari PKB tersebut, rumah keluarga Santoso dan Hariyatik (40) itu dibongkar seluruhnya dan dibangun secara permanen.

Santoso menceritakan, dirinya memiliki 3 orang anak dan dalam setiap harinya bekerja serabutan.

“Dengan adanya bantuan ini, saya ucapkan terima kasih pada pak Joni,” ungkap Santoso.

Joni Subagiyo kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Banyuwangi.

“Saya berharap, pak Joni kembali terpilih sebagai anggota dewan karena selama ini sangat peduli terhadap masyarakat kurang mampu,” ujar Santoso.

Ketua RT 02 RW 04, Muslih juga mengucapkan terima kasih kepada Joni yang telah membantu warganya selama ini. Total ada 12 rumah warga tidak layak huni di Dusun Lugonto yang di bedah sejak tahun 2014 lalu.

“Untuk di tahun 2019 ini, ada 5 rumah,” kata Muslih.

“Pak Joni juga telah membangun berbagai infrastruktur seperti bangunan tembok makam, irigasi juga jalan,” imbuhnya.

Muslih mengaku, selama ini Joni tidak pernah memberikan bantuan langsung berupa benda atau sembako, namun melakukannya dengan bedah rumah dan pembangunan infrastruktur lainnya.

“Pak Joni sudah ngerti aturan itu,” tutur Muslih.

Sementara itu, Fajar Huzaini salah satu Relawan Joni Subagiyo mengatakan, untuk di wilayah Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi, sudah dilakukan bedah rumah mencapai 20 unit yang tersebar di beberapa dusun sejak 2014 lalu.

“Termasuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) khusus di Dusun Lugonto, karena masyarakat setempat diketahui banyak membuang sampah ke sungai,” kata Fajar.

“Pak Joni juga memberikan bantuan beras kepada para anggota pengajian baik laki maupun perempuan,” imbuhnya.

Fajar menargetkan, jika Joni Subagiyo kembali terpilih sebagai anggota dewan Banyuwangi, ke depan akan digulirkan berbagai program yang lebih menyentuh kepada masyarakat kurang mampu.

 

More Articles ...