radiovisfm.com, Banyuwangi - Penerapan Cashless atau tidak menggunakan uang tunai di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk di targetkan bisa tercapai 100 persen pada akhir triwulan pertama di tahun 2019.

Sementara dari data yang ada, penerapan Cashless untuk kendaraan roda 4 saat ini masih berkisar antara 30 hingga 40 persen. Sedangkan untuk pengguna jasa penyeberangan pejalan kaki dan kendaraan roda 2 sudah tercapai 100 persen.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, ini merupakan capaian yang luar biasa karena sebelumnya ada under estimate bahwa pengguna jasa penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk belum bisa menerima perubahan, namun anggapan itu dinilainya salah.

“Rupanya, masyarakat sudah bisa menerima semua kebijakan yang ada di pelabuhan,” ungkap Solikin.

Dia meyakini, ke depan semua perubahan yang digulirkan ASDP baik system satu pintu maupun penerapan Cashless bisa terealisasi maksimal dan memberi kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan.

“Sengan Port Capacity Management ini sudah tidak ada lagi pergerakan uang tunai di pelabuhan karena semuanya sudah diterapkan system on line,” kata Solikin.

“Kedepan, ASDP juga akan menerapkan pembelian tiket secara on line,” imbuhnya.

Hal ini dinilainya sebagai Service Culture Transformation atau transformasi budaya pelayanan guna tercapainya ketertiban, kelancaran dan kenyamanan di dalam pelabuhan.

“Target penerapan Cashless ini tercapai 100 persen di tahun 2019 mendatang itu, juga termasuk bisa di terapkan untuk kendaraan truck dan kendaraan berat lainnya,” ujar Solikin.

Karena Repeat Card dari kartu yang di keluarkan oleh Himpunan Bank Negara Indonesia (Himbara) seperti BNI, BRI, Mandiri dan BTN tersebut maksimal berisi Rp 2 juta.

Sedangkan tiket tertinggi di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mencapai Rp 1.048.000 untuk kendaraan golongan 9 yang memiliki lebih dari 3 sumbu dan itu pun dinilai masih jarang.

“Dengan target ini, ada batas maksimal lebih dari Rp 1 juta untuk bisa masuk ke dalam kartu itu agar penerapan Cashless di lintas Ketapang-Gilimanuk ini berjalan sukses,” tutur Solikin.

Selain Cashless, PT ASDP juga telah menerapkan system satu pintu di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk kendaraan yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali maupun sebaliknya.

Dalam artian, untuk pintu masuk melewati jalur pembelian tiket sisi utara. Sedangkan khusus pintu keluar nantinya melewati jalur dermaga LCM.

“Tapi saat ini, jalur dermaga LCM di tutup sementara karena di lakukan berbagai perbaikan sarana prasarana,” pungkas Solikin.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemuda asal Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi meninggal dunia setelah sepeda motor yang di kendarainya di tabrak dua kendaraan yang tidak diketahui identitasnya, karena melarikan diri.

Peristiwa ini terjadi dikawasan Jalan Raya Situbondo tepatnya di depan Pom Bensin Desa Alas Rejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Ipda Ardi Bitha Kumala mengatakan, menurut keterangan sejumlah saksi mata, korban Zainul Bahrul (17) warga Dusun Curah Sawo RT 06 RW 01 Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion bernopol P 5404 ZE dari arah selatan ke utara dengan kecepatan tinggi dan tanpa menggunakan helm.

Saat melintas di TKP, ada mobil Elf tidak diketahui identitasnya baru keluar dari SPBU setelah mengisi solar.

“Bersamaan dengan itu, sepeda motor korban tertabrak bagian belakang mobil Elf hingga terjatuh,” ujar Ipda Ardhi.

Dia menjelaskan, ketika korban terjatuh, dari arah utara ke selatan melaju sepeda motor Honda Beat yang juga tidak diketahui identitasnya menabrak korban yang sudah terjatuh ke aspal, yang menyebabkan korban terluka parah dan tidak sadarkan diri.

“Melihat korban terjatuh, kedua kendaraan itu melarikan diri,” tutru Ipda Ardhi.

“Sedangkan kondisi sepeda motor korban sendiri juga rusak parah pada bagian depan,” imbuhnya.

Selanjutnya, beberapa orang warga membawa korban ke Puskesmas Wongsorejo guna di lakukan penanganan medis. Namun naas, korban meninggal dunia setelah beberapa menit mendapat penanganan.

“Kepolisian sudah memintai keterangan sejumlah saksi mata untuk bisa mendeteksi identitas kedua kendaraan itu,” kata Ipda Ardhi.

Dan diakuinya, kini kepolisian terus mengejar keberadaan kedua kendaraan itu.

Setelah mendapat penanganan medis, jenazah korban langsung di semayamkan di rumah duka untuk di lakukan pemakaman.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Singojuruh Banyuwangi meninggal dunia akibat tenggelam di tempat wisata pemandian yang ada di kawasan Kecamatan Songgon Banyuwangi. Tepatnya, di pemandian bulu indah Dusun Bulurejo RT 01 RW 03 Desa Sumberbulu.

Sementara, korban di ketahui bernama Delpin Marcelino Pradana (17) pelajar kelas 2 SDN 1 Singojuruh.

Sebelumnya, korban yang tercatat sebagai warga Pasinan Barat RT 01 RW 02 Desa Singojuruh Kecamatan Singojuruh tersebut datang ke lokasi bersama teman temannya, dengan di dampingi kedua orang tuanya, Agus Supriyanto (50) dan Nur Ida (28) untuk menghabiskan liburan.

Awalnya, korban bersama teman teman seusianya mandi di kolam khusus anak anak. Namun tanpa sepengetahuan orang tuanya, korban berpindah dan mandi di kolam khusus orang dewasa.

Kapolsek Songgon, AKP Bakin mengatakan, saat itulah, sejumlah saksi mata melihat korban sudah tenggelam di kolam khusus dewasa yang berkedalaman kurang lebih 2 meter tersebut.

“Lalu korban diangkat dan di letakkan ke pinggir kolam oleh saksi,” ujarnya.

AKP Bakin mengaku, saat di angkat kondisi korban sudah lemas dan sudah tidak bergerak. Selanjutnya, korban di bawa ke Puskesmas Songgon dan tim medis menyatakan korban sudah meninggal dunia, di duga akibat terlalu banyak minum air sehingga masuk ke dalam paru parunya.

“Saat korban tenggelam dan di evakuasi oleh warga, kedua orang tuanya tidak mengetahui karena posisinya jauh dari lokasi kolam dewasa itu,” kata Kapolsek.

Hal inilah, yang disesalkan kepolisian bahwa kematian korban salah satunya disebabkan karena kurangnya pengawasan dari kedua orang tua meskipun berada di satu lokasi.

“Tim medis juga menyatakan pada tubuh korban tidak ada tanda tanda penganiayaan,” ungkap Kapolsek.

“Kematian korban ini murni di sebabkan karena tenggelam di kolam,” imbuhnya.

Setelah di lakukan penanganan medis, jenazah korban langsung di semayamkan ke rumah duka. Pasalnya, pihak keluarga menolak untuk di lakukan otopsi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT ASDP menutup jalur penyeberangan melewati dermaga Landing Craft Mesin (LCM) Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mulai Senin (19/11), karena tengah di lakukan perbaikan sarana prasarana. Diantaranya perbaikan dan pembangunan jalur plengsengan dermaga LCM.

Pasalnya, selama ini setiap kapal harus meletakkan ujung pintu ramp doornya di pasir sebagai jalur masuk kendaraan bermotor jika melewati dermaga LCM tersebut. Berbeda dengan melewati dermaga MB dan Ponton, yang sudah tersedia jalur untuk bisa masuk ke dalam kapal.

Selain itu, kondisi penyeberangan di dermaga LCM dinilai cenderung amburadul di banding di area dermaga MB dan Ponton.

Dalam perbaikan ini, juga di lakukan terhadap lahan parkir dan infrastruktur di area dermaga LCM.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, momen perbaikan ini juga di manfaatkan pihaknya untuk melakukan pendataan sekaligus mengakomodir para PKL yang masih berjualan di pinggir pantai di area dermaga LCM.

“Karena nantinya, seluruh PKL akan di tempatkan pada satu area tertentu agar kondisi pelabuhan terlihat rapi dan bersih,” ujar Solikin.

Dia menambahkan, ke depan, jika pembangunan plengsengan tersebut sudah selesai maka jalur di dermaga LCM hanya dijadikan sebagai pintu keluar kendaraan bermotor,.

“Sedangkan pintu masuknya melewati jalur dermaga MB dan Ponton,” tutur Solikin.

Sementara itu, PT ASDP menggulirkan kebijakan pemberlakukan satu pintu di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk jalur masuk kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali, mulai Senin (19/11).

Sebelumnya, di berlakukan 2 jalur yakni khusus untuk kendaraan roda 2 dan mobil sedan sejenis serta bus, masuk dan keluar melalui pintu dermaga MB dan Ponton. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti truck maupun tronton, melewati pintu dermaga LCM.

Penerapan system satu pintu ini untuk menciptakan kondisi pelabuhan yang nyaman bagi para pengguna jasa penyeberangan.

“Jika pembangunan dermaga LCM itu selesai, maka ke depan seluruh kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk bali harus melewati pintu masuk sisi utara, tepatnya di area dermaga MB dan Ponton,” papar Solikin.

Sedangkan khusus pintu keluarnya melewati area dermaga LCM.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Terhitung mulai Rabu (21/11) pendakian ke Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi di tutup karena adanya perbaikan infrastruktur.

Direncanakan, penutupan yang dilakukan pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) ini hinggga 3 hari ke depan atau sampai hari Jum’at (23/11).

Pantauan di lapangan, kawasan di rest area Paltuding Ijen terlihat sepi. Areal parkir yang biasa penuh dengan kendaraan itu tampak kosong. Hanya ada beberapa petugas yang menjaga pintu gerbang. Sementara para pekerja perbaikan jalan dan drainase merampungkan pekerjaan.

Kepala Resort TWA Kawah Ijen, Sigit Haribowo mengatakan, penutupan Gunung Ijen dari aktivitas wisata ini di lakukan karena adanya perbaikan akses jalan menuju pendakian gunung kawah Ijen.

“Sehingga untuk mempercepat pengerjaannya, jalur pendakian untuk sementara di sterilkan dari kunjungan wisatawan,” ujar Sigit.

“Titik perbaikan infrastruktur jalan dimulai dari pos pondok bunder, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari puncak Ijen,” imbuhnya.

Dalam artian, area perbaikan infrastruktur ini di fokuskan di jalur pendakian yang rawan longsor.

“Karena ada sejumlah titik di sepanjang jalur pendakian yang rawan longsor ketika di guyur hujan sehingga ini cukup berbahaya,” papar Sigit.

Terlebih lagi, gunung Kawah Ijen saat ini menjadi kunjungan favorit dari wisatawan domestic maupun mancanegara, yang setiap harinya bisa mencapai 1000 orang lebih.

Sigit mengaku, hikmah dibalik penutupan kawah Ijen ini juga untuk mengembalikan pemulihan kawasan ekosistem hutan yang berada di area Gunung Kawah Ijen.

“Karena semakin bertambahnya kunjungan wisatawan juga mempengaruhi terhadap ekosistem di Kawah Ijen,” tutur Sigit.

“Sedangkan untuk perbaikan infrastruktur ini, berada kurang lebih 500 meter di atas Pondok Bunder,” pungkasnya.

Sementara itu, penutupan kawasan Gunung Kawah Ijen ini tidak hanya di peruntukkan bagi wisatawan saja, namun juga untuk para penambang belerang.

Sebab itulah, di lokasi penimbangan belerang pun terlihat sepi dan tidak ada aktivitas apapun.

Bahkan, troli milik pengangkut belerang di biarkan tergeletak di sekitar lokasi penimbangan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT ASDP menyatakan, pemberlakukan system satu pintu (One Gate Service) di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi berjalan lancar meskipun masih ada kendaraan truck yang salah jalur.

Kebijakan ini mulai di berlakukan pada Senin (19/11).

Setiap kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali harus masuk melewati pintu sisi utara yang mengarah ke dermaga MB dan Ponton. Sedangkan untuk jalur keluar, melewati pintu sisi selatan.

Sementara selama ini, untuk kendaraan roda 2 dan mobil sedan sejenis juga bus masuk dan keluar melalui pintu dermaga MB dan Ponton. Sedangkan kendaraan besar seperti truck maupun tronton, keluar masuk melewati pintu dermaga LCM.

Dan selama kebijakan satu pintu ini di gulirkan, lalu lintas penyeberangan dari dan ke pintu dermaga LCM di tutup sementara waktu. Pasalnya, seiring dengan adanya kebijakan ini, ASDP melakukan perbaikan sarana prasarana di kawasan dermaga LCM mulai dari plengsengan hingga area parkir kendaraan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, peraturan ini di berlakukan seterusnya guna memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan. Dan jika perbaikan sudah selesai, maka pintu keluar seluruh kendaraan bermotor yang setelah diseberangkan dari Pelabuhan Gilimanuk Bali melewati jalur dermaga LCM.

“Dihari pertama di berlakukannya system satu pintu itu berjalan lancar tanpa ada kendala apapun,” ujar Solikin.

“Ini upaya kerja sama dari berbagai pihak di pelabuhan, seperti operator pelayaran, kesyahbandaran juga internal ASDP,” imbuhnya.

Solikin mengaku, system satu pintu ini seiring dengan penerapan Cashless atau tidak menggunakan uang tunai bagi pengguna jasa penyeberangan di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, yang dinilainya sudah tercapai 100 persen khususnya pejalan kaki dan kendaraan roda 2.

“Untuk kendaraan roda 4 masih berkisar antara 30 hingga 40 persen,” imbuhnya.

Solikin menjelaskan, ini merupakan capaian yang luar biasa karena sebelumnya ada under estimate bahwa pengguna jasa penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk belum bisa menerima perubahan, namun anggapan itu salah. Dan masyarakat di nilainya sudah bisa menerima semua kebijakan yang ada di pelabuhan.

“Saya yakini, ke depan semua perubahan dari ASDP baik system satu pintu maupun penerapan Cashless bisa teralisasi maksimal dan memberi kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan,” papar Solikin.

“Dengan Port Capacity Management ini sudah tidak ada lagi pergerakan uang tunai di pelabuhan karena semuanya sudah diterapkan system on line,” ungkapnya.

Sementara ke depan kata Solikin, ASDP juga akan menerapkan pembelian tiket secara on line. Hal ini dinilainya sebagai Service Culture Transformation atau transformasi budaya pelayanan guna tercapainya ketertiban, kelancaran dan kenyamanan di dalam pelabuhan.

Solikin menargetkan, penerapan Cashless tersebut bisa tercapai 100 persen pada akhir triwulan pertama di tahun 2019 mendatang.

“Termasuk sudah bisa diterapkan total untuk kendaraan truck dan kendaraan berat lainnya,” tutur Solikin.

Karena Prepaid Card dari kartu yang di keluarkan oleh Himpunan Bank Negara Indonesia (Himbara) seperti BNI, BRI, Mandiri dan BTN tersebut maksimal berisi Rp 2 juta. Sedangkan tiket tertinggi di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mencapai Rp 1.048.000 untuk kendaraan golongan 9 yang memiliki lebih dari 3 sumbu dan itu pun dinilai masih jarang.

Sehingga dengan target ini menurut Solikin, ada batas maksimal lebih dari Rp 1 juta untuk bisa masuk ke dalam kartu tersebut, agar penerapan Cashless di lintas Ketapang-Gilimanuk ini berjalan sukses.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki warga Kecamatan Muncar Banyuwangi ditemukan meninggal dunia mengapung di perairan pantai Trianggul Asri kawasan Taman Nasional Alas Purwo Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi, setelah korban bersama 3 orang temannya di hantam ombak besar saat sedang memancing.

Jenazah korban, Arifin (45) warga Dusun Krajan RT 03 RW 03 Desa Kedungrejo tersebut ditemukan mengapung sekitar 800 meter arah barat dari lokasi tenggelam, dengan posisi tengkurap dan mengapung.

Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, sebelumnya, tim gabungan dari Satpolairud Resort Banyuwangi Unit Grajagan bersama Polsek Tegaldlimo dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Taman Nasional Alas Purwo dan teman teman korban melakukan pencarian terhadap korban.

“Pada Minggu pagi (18/11) korban bersama 3 orang temannya, Hendro (34), Sugeng Hariyanto (35) dan Agus Kamsianto (38) seluruhnya warga Dusun Krajan RT 02 RW 03 Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Banyuwangi memancing di kawasan Pantai Trianggul Asri berjarak sekitar 15 meter dari bibir pantai,” papar AKP Subandi.

“Tanpa mereka sadari, tiba tiba datang ombak besar dan menghantam keempat korban hingga terseret ke laut,” imbuhnya.

Sementara kata Subandi, 3 orang korban berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang. Sedangkan korban Arifin terseret ke tengah laut dan sempat terlihat oleh petugas Taman Nasional Alas Purwo lalu di lemparkan pelampung. Namun rupanya, korban tidak bisa memegang dan akhirnya tenggelam dan tidak terlihat lagi.

“Mendapati kondisi ini, teman teman korban melapor ke pos Alas Purwo lanjut ke Polsek Tegaldlimo,” ujar AKP Subandi.

Selanjutnya, tim gabungan melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan perahu. Dan hingga beberapa jam di cari tidak membuahkan hasil, tiba tiba tubuh korban terlihat mengapung di tengah laut dalam kondisi sudah meninggal dunia lalu di evakuasi ke daratan.

“Dari hasil pemeriksaan kepolisian, pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda tanda penganiayaan dan murni korban meninggal dunia akibat kecelakaan laut,” pungkas AKP Subandi.

Setelah di evakuasi, jenazah korban langsung di larikan ke rumah duka untuk disemayamkan.

 

 

 

 

 

More Articles ...