radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang laki laki warga Dusun Sumberkepuh Desa Kedungwungu Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi di temukan meninggal dunia di area lahan buah naga milik tetangganya, di duga akibat tersengat aliran listrik yang di gunakan untuk lampu penerangan buah naga.

Tepatnya di lahan milik Andi Sucahyono, yang di lokasi terdapat bentangan kabel untuk aliran listrik dari lampu lampu buah naga di kebunnya.

Jenazah korban, Sugito (55) pertama kali di temukan oleh pemilik lahan pada Senin pagi (04/04/2019) saat hendak mengecek buah naganya yang rencananya akan di pasangi lampu, yang sudah di beri bentangan kabel namun belum ada aliran listriknya.

Pertama di temukan, posisi jenazah korban tertelungkup di tanah dan di sela sela jari tangan kirinya terdapat bekas luka bakar dengan menjepit kabel. Bahkan, kedua tangannya sedang memegang tang yang masih menjepit kabel.

Selanjutnya, pemilik lahan melapor ke Kepala Dusun setempat, Suwardi yang di teruskan ke Mapolsek Tegaldlimo.

Kanit Reskrim Polsek Tegaldlimo Banyuwangi, Ipda Wignyo Asmoro mengatakan, dilihat dari kondisi jenazahnya, di duga korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik.

“Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Kedungwungu, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan,” ujar Ipda Wignyo.

Sementara si pemilik kebun itu mengaku belum menghidupkan aliran listrik tersebut karena belum di pasangi lampu. Namun di duga, sebelumnya si pemilik melakukan pengecekan dengan menghidupkan sementara aliran listrik dan lupa mematikannya.

“Saat itulah, dimungkinkan korban sedang berada di lokasi untuk memotong kabel tersebut lalu tersengat hingga meninggal dunia,” imbuh Ipda Wignyo.

Dia mengaku hingga kini kepolisian terus melakukan pengembangan kasus ini untuk memastikan penyebab kematian korban sekaligus alasan korban berada di lokasi.

“Dari beberapa barang bukti yang di temukan di TKP, diduga kuat korban saat itu sedang mencari keong atau bekicot,” kata Ipda Wignyo.

Pasalnya, kepolisian menemukan lampu senter kepala, karung plastik putih dan ember cat warna putih berisi 6 bekicot, tang besi posisi masih di genggam kedua tangan korban dan tang posisi menjepit kabel warna hitam.

Sementara, Ipda Wignyo membantah jika keberadaan korban di TKP adalah untuk melakukan aksi kriminalitas.

“Kami masih melakukan pengembangan penyidikan guna memastikan penyebab keberadaan korban itu,” pungkas Ipda Wignyo.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ditemukan seorang bayi perempuan di pos kamling di kawasan Desa Sragi Kecamatan Songgon Banyuwangi, yang di letakkan di dalam sebuah kardus.

Tepatnya di pos kamling pinggir jalan raya sragi masuk Dusun Kendal RT 01 RW 01. Bayi malang tersebut di temukan warga pada Selasa dini hari (02/04/2019) sekira pukul 03.30 WIB.

Kapolsek Songgon Banyuwangi, AKP Bakin mengatakan, saat itu, dua warga setempat, Suyono (20) dan Nurhadi (60) yg rumahnya tidak jauh dari TKP, mendengar suara tangisan bayi.

Lalu mereka mencari sumber suara bayi tersebut yang rupanya dari arah pos kamling,” ujar Kapolsek.

Dia menjelaskan, karena penasaran, kedua saksi itu pun mendekati kardus yang tergeletak di dalam pos kamling dan saat dibuka ternyata di dalamnya berisi seorang bayi perempuan yang terbungkus selendang warna hitam dan berselimut warna biru bergambar itik.

Lalu, Suyono melaporkan ke Paidi, selaku Kepala Dusun setempat yang di lanjutkan laporan ke Mapolsek Songgon.

“Setelah di evakusi, bayi malang itu dibawa ke Puskesmas Songgon guna di lakukan perawatan medis,” kata Kapolsek.

“Jika di lihat dari kondisinya, di duga bayi itu baru saja dilahirkan lalu di sengaja dibuang oleh orang tuanya,” imbuhnya.

Dari hasil olah TKP kepolisian, masyarakat setempat mengaku tidak mengetahui adanya warga yang baru saja melahirkan. Bahkan, salah seorang bidan yang rumahnya tidak jauh dari TKP juga mengaku tidak membantu proses kelahiran warga sebelum di temukan bayi tersebut.

“Kepolisian juga menyebarkan informasi hingga keluar kecamatan, guna mengantisipasi adanya masyarakat yang mengetahui ada warga yang sebelumnya hamil dan kini perutnya sudah terlihat normal, namun tidak diketahui keberadaan bayinya,” papar Kapolsek.

Jika mengetahui hal ini, di harapkan masyarakat melapor ke pihak kepolisian.

Hingga berita ini di turunkan, bayi malang tersebut masih mendapat perawatan di Puskesmas Songgon.

“Rencananya, akan segera di rawat di RSUD Blambangan Banyuwangi dengan peralatan serta fasilitas yang memadai,” pungkas Kapolsek.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Senikmat nikmatnya buah Durian, dipastikan memiliki kulit berduri yang cukup tajam yang bisa mematikan seseorang.

Seperti yang dialami oleh seorang kakek di Kecamatan Songgon Banyuwangi yang meninggal dunia, setelah kejatuhan buah durian hingga kepalanya mengalami pendarahan.

Korban di ketahui bernama Sugito (65) warga Dusun Krajan RT 03 RW 04 Desa Sumberbulu mengalami luka cukup parah pada kepalanya.

Kapolsek Songgon Banyuwangi, AKP Bakin mengatakan, seperti biasanya, korban pergi ke kebun miliknya yang berjarak kurang lebih 250 meter dari rumahnya, untuk melihat kemungkinan adanya buah durian yang sudah jatuh dari pohonnya, Senin (01/04/2019).

“Setelah mendapat 1 buah durian, korban pun pulang ke rumahnya melewati kebun milik Suhairi yang ada di area setempat,” ujar Kapolsek.

“Saat berjalan itulah tiba tiba ada buah durian sebesar kepalan tangan orang dewasa jatuh dan menimpa kepala korban hingga tersungkur. Sedangkan ketinggian pohon durian itu sendiri mencapai 30 meteran,” paparnya.

Melihat peristiwa ini, sejumlah saksi mata membawa korban ke Puskesmas Songgon dengan kondisi dikepalanya mengeluarkan darah cukup banyak. Dan diduga karena lukanya cukup parah, penanganan medis korban pun di pindahkan ke Rumah Sakit Al Huda Genteng.

“Namun naas, korban meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis hanya beberapa jam, di akibatkan mengalami gegar otak dan pendarahan,” tutur Kapolsek.

Selanjutnya, jenazah korban di semayamkan di rumah duka karena pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi. Hal itu di buktikan dengan surat keterangan dari keluarganya, yang mengaku menerima kematian korban.

“Memang setiap hari, aktifitas korban selalu mendatangi kebunnya untuk melihat kemungkinan ada buah durian miliknya yang terjatuh,” kata Kapolsek.

Pasalnya selama ini, buah durian korban tidak di ikat tali seperti milik tetangganya. Sehingga jika masak, langsung terjatuh ke tanah.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tiket Kereta Api Jarak Jauh kelas ekonomi di wilayah DAOP 9 Jember sudah habis terpesan untuk perjalanan H-4 hingga H+5 Lebaran.

Berdasar data dari Penjualan tiket di DAOP 9 Jember, perjalanan KA jarak jauh kelas ekonomi, seperti KA Sritanjung relasi Banyuwangi - Lempuyangan Yogyakarta dan KA Logawa relasi Jember - Purwokerto untuk perjalanan H-4 sampai dengan H+5 sudah terpesan habis.

Sedangkan KA Jarak jauh kelas komersial, seperti KA Wijaya Kusuma relasi Banyuwangi - Cilacap dan KA Ranggajati relasi Jember - Cirebon masih banyak tiket, yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berlebaran bersama keluarga di kampung halaman masing - masing.

Sementara, KA jarak menengah, baik kelas komersial dan kelas ekonomi, yaitu KA Mutiara timur siang dan Mutiara timur malam relasi Banyuwangi - Surabaya, KA Probowangi relasi Banyuwangi - Surabaya dan KA Tawang alun relasi Banyuwangi - Malang untuk perjalanan H-7 sampai H+7 masih banyak tiket yang bisa dipesan oleh masyarakat mulai dari sekarang.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arief mengatakan, para calon penumpang dapat memesan tiket mulai H-90 sebelum keberangkatan melalui aplikasi KAI Access, website kai.id, contact center 121, gerai, minimarket, jaringan PPOB, website dan mobile apps yang dikelola oleh mitra yang telah bekerja sama dengan KAI.

“Loket reservasi stasiun melayani pemesanan mulai pkl 09.00 WIB s.d pkl 16.00 WIB,” ungkap Luqman.

“Disetiap harinya, Daop 9 Jember mengoperasikan 8 KA perjalanan jarak menengah dan jarak jauh serta 4 perjalanan KA lokal,” tuturnya.

Selain itu kata Luqman, pihaknya juga menyiapkan 8.522 tiket untuk masyarakat yang akan bepergian menggunakan moda transportasi kereta api.

Lebih lanjut Luqman mengatakan, demi kenyamanan para pengguna jasa, pihaknya meminta masyarakat untuk menyiapkan perjalanan mudik dan balik lebaran sejak jauh jauh hari.

Berdasarkan kalender nasional, hari raya Idul Fitri di tahun 2019 ini akan jatuh pada tanggal 05 hingga 06 Juni.

Sementara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember sudah melakukan berbagai persiapan antara lain selalu memantau ketersediaan dan sisa tempat duduk.

“Diharapkan masyarakat bisa memesan tiket Kereta Api lebih awal agar bisa mendapatkannya,” pungkas Luqman.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Hasil Survei Indonesia Development Monitoring (IDM) terkait Pilihan Masyarakat Terhadap Capres 2019 menyebutkan bahwa, Jokowi-Maruf Amin 38,76 Persen Dan Prabowo-Sandi 57,60 Persen

IDM menggelar survey di 34 provinsi yang dilaksanakan pada pada 14 Maret-29 Maret 2019. Jumlah Responden sebanyak 2.500 orang yang tersebar secara proposional di 408 kota/kabupaten.

Survei tersebut untuk mengukur pilihan masyarakat Indonesia terhadap dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden jelang Pemilu 17 April mendatang. 

Ada tiga segmen responden yang dipilih, yakni simpatisan parpol pengusung Jokowi-Maruf Amin, Kader dan simpatisan parpol pengusung Prabowo-Sandi dan terakhir bukan simpatisan parpol. 

Hasilnya, dari 1.067 responden  yang  mengaku sebagai  Simpatisan  Parpol  Pengusung Joko Widodo-Maruf  Amin, ketika ditanyakan siapa yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini, 613  dari  1.067  responden  atau  57,45 persen memilih Joko Widodo-Ma’aruf Amin. 

“454 responden dari 1.067 atau 42,55 persen memilih  Prabowo  Subianto-  Sandiaga Uno, dengan alasan Prabowo merupakan  pilihan mereka  saat  Pilpres 2014,” ujar Direktur Ekesekutif IDM Bin Firman Tresnadi dalm keterangan persnya yang diterima wartawan, Selasa (2/4/2019).

Sementara itu, kata Bin Firman, dari 403 Responden yang mengaku kader dan simpatisan Parpol Pengusung Prabowo Subianto – Sandiaga Uno (Gerindra,PAN,PKS,Demokrat), ketika diberikan pertanyakan pasangan   mana yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini, dari 403 responden      sebanyak  27 responden atau 6,67 persen memberikan pilihan pada Joko Widodo - Ma’aruf Amin. Sedangkan 376 responden atau 93,33 persen  memilih Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Tak hanya itu, 1.030 respondn yang bukan simpatisan parpol, ketika ditanya siapa dari kedua pasangan yang akan dipilih jika Pilpres digelar hari ini?

Maka 329 responden atau 31,94 persen memberikan pilihan pada Joko  Widodo – Ma’ruf Amin. Dan 610 responden atau 59,22 persen memberikan pilihan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno. Sementara 91 responden atau 8,83 persen memberikan  jawaban alias memilih.

Hasil akhir tingkat elektabilitas Capres dan Cawapres dari pilihan 2500 responden yaitu, Joko Widodo - Ma'aruf Amin dipilih oleh 969 responden atau 38,76 persen .

“Sementara, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dipilih oleh 1440 responden dari 2500 Responden yang disurvei Atau 57,60 Persen  Dan responden yang tidak memilih sebanyak 91 respoden dari 2500 responden Atau 3,64 persen,” terangnya.

Lebih jauh, Bin Firman menjelaskan ada beberapa  alasan responden meninggalkan Jokowi dan lebih memilih Prabowo. Diantaranya, menyangkut lapangan pekerjaan, kedaulatan pangan, arah pemerintah, pemerintahan bersih dan penegakan hukum.

“Faktor lainnya yang sangat berpengaruh terhadap tingginya elektabilitas pasangan Prabowo – Sandiaga dibandingkan pasangan Joko Widodo – Ma’aruf Amin adalah Faktor Sandiaga Uno,” imbuhnya.

Dalam banyak aspek, kata Bin Firman, figur Sandiaga Uno dalam pandangan responden memiliki banyak keunggulan dibandingkan Ma’aruf Amin. Selain cakap dibidangnya, Sandiaga Uno juga dianggap sebagai respentatif generasi milineal yang memiliki hak suara sekitar 30 persen.

Survei menggunakan instrumen data, berupa angket Metode penarikan  sampel yakni Multistage random sampling yaitu teknik sampel dengan  berbagai tingkatan secara acak, Margin of error ± 1,96 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebagai tambahan, hasil survey IDM telah dipublikasikan lewat Jumpa pers yang digelar di Hotel Sofyan, Menteng Jakarta, Selasa (2/4/2019).

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Terhitung sejak 1 April 2019 ini, PT KAI DAOP 9 Jember bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur mulai membuka pelayanan tiket untuk Program Mudik dan Balik Lebaran gratis.

Khusus di wilayah DAOP 9 Jember, angkutan Kereta Api gratis tersebut terdiri dari KA Probowangi relasi Banyuwangi – Surabaya Gubeng dan KA Tawangalun relasi Banyuwangi – Malang untuk perjalanan antara tanggal 7 hingga 10 Juni 2019 atau selama 4 hari.

Sementara, berdasarkan kalender nasional, Hari Raya Idul Fitri di tahun 2019 ini akan jatuh pada tanggal 5 hingga 6 Juni.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arief mengatakan, untuk angkutan KA gratis tahun 2019 ini pihaknya menyiapkan 4.240 tempat duduk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk Merayakan Hari Raya Idul Fitri menggunakan moda transportasi KA secara gratis.

“Dari 4.240 tempat duduk itu terdiri dari 2.120 tempat duduk KA Probowangi dan 2.120 tempat duduk KA Tawangalun,” ujar Luqman.

“Jumlah itu meningkat dibanding program Angkutan Mudik dan Balik Lebaran 2018 lalu yang berjumlah 3.000 tempat duduk,” ungkapnya.

Sementara, untuk mendapatkan tiket angkutan mudik dan balik gratis tersebut, masyarakat bisa memesan di stasiun online terdekat dengan sejumlah persyaratan.

Diantaranya, pemesanan wajib menyertakan foto kopi KTP atau Kartu Keluarga atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), juga bisa dengan Kartu Pelajar dan mengisi formulir pemesanan yang telah disediakan.

“Satu pemesanan maksimal 4 tiket. Serta tiket tidak bisa dibatalkan atau ditunda atau dialihkan kepada orang lain,” papar Luqman.

Pemesanan tiket ini hanya bisa dilayani diloket stasiun stasiun yang di lewati oleh perjalanan KA mudik dan balik gratis tersebut, mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00 WIB.

“Tiket KA mudik dan balik gratis ini tidak bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access, online ataupun chanel eksternal lainnya,” pungkas Luqman.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Anggota TNI berhasil menjuarai lomba lari Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019. Dia adalah Chamit Nur Cholis yang berdinas di Bataliyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10 Kostrad di Gadingrejo Pasuruan.

Pelari berusaha 25 tahun tersebut menyelesaikan lintasan sejauh 21 KM dengan catatan waktu 1 jam 20 menit 19 detik.

Pada lap pertama sepanjang 10.7 KM, Chamit masih bersama rombongan besar. Namun pada lap kedua yang menempuh jarak 10.4 KM, ia berhasil memisahkan diri dengan rombongan.

Pria kelahiran Ponorogo itu mengatakan, awalnya, dirinya sempat drop karena sendirian. Namun banyak masyarakat yang menyaksikan, sehingga dia mengaku lebih semangat sampai ke finish. Selang beberapa detik kemudian, Hadi Firmansyah menyusul finish kedua. Pelari asal Malang ini mencatat waktu 1 Jam 20 menit 36 detik.

“Catatan waktu yang berhasil saya raih ini melorot dari yang saya targetkan, 1 jam 16 menit,” ujar Chamit.

“Ini karena saya kurang persiapan. Juga saya baru saja mengelamai cidera, sehingga membutuhkan waktu yang agak lama,” ungkapnya.

Chamit mengapresiasi pelaksanaan Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019, utamanya disepanjang rute yang dilalui para peserta dinilai steril dari kendaraan bermotor serta pengamanannya yang sangat bagus juga dari Marshalnya.

“Setelah di Banyuwangi, aya akan mengikuti kegiatan yang sama di Pasuruan, tempat saya bertugas,” pungkas Chamit.

Banyuwangi Half Marathon yang baru pertama digelar ini diikuti 1000 pelari dari berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Malang, Gresik, Blitar, hingga Semarang. Sejumlah komunitas lari yang tersebar di berbagai kota di Indonesia juga turut berpartisipasi.

Para peserta melintasi kawasan perkotaan dan persawahan. Ajang ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi dengan PT. Bank Mandiri (Tbk).

Di kategori half marathon wanita, tercatat Sri Wahyuni memasuki garis finish pertama dengan waktu 1 jam, 50 menit, 25 detik. Disusul Vonny Tenri Opu di urutan kedua dan Helen Lusiana yang finish ketiga. 

 “Saya senang, di sepanjang rute yang di lalui peserta banyak pemandangan pesawahan sehingga bisa mengalihkan rasa capek saya,” papar pemenang kategori 21 K putri asal Indorunners Surabaya tersebut.

Penyelenggaraan Mandiri Half Marathon Banyuwangi yang untuk pertama kalinya digelar ini, banyak diapresiasi oleh para peserta. Mereka cukup puas dengan manajemen yang tepat waktu, tingkat keamanan hingga antusiasnya sambutan penonton.

Sementara itu, Dirut Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo mengungkapkan pihaknya mendukung Banyuwangi yang menggelar event sport tourism.

“Menarik wisatawan tidak hanya dari destinasi saja, tapi bisa dilakukan dengan menggelar event olahraga yang menarik, seperti marathon ini,” ujar Kartiko.

“Kami tengah lakukan prospek, akan menjadikan event half Marathon ini sebagai agenda tahunan di Banyuwangi, sembari di evaluasi dari pelaksanaan pertama,” ungkapnya.

Menurut Kartiko, akan di skilled up lagi sekaligus melihat rutenya kembali untuk mencari akses dengan pemandangan yang menarik.

“Karena selain persawahan, Banyuwangi juga mempunyai pantai yang bagus,” puji Kartiko.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas resmi membuka Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019.

Didampingi Dirut PT. Bank Mandiri (Tbk) Kartika Wirjoatmodjo, Bupati Anas melepas peserta marathon dengan mengibarkan bendera biru tepat pukul 05.00 WIB di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi. 

Kategori pertama yang dilepas Half Marathon, lalu 10K pukul 05.30 WIB dan terakhir 5K pukul 06.00 WIB.

 

More Articles ...