radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019, PT ASDP melakukan perbaikan berbagai sarana prasarana di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Kegiatan ini sudah di lakukan ASDP sejak 4 bulan terakhir ini dan lebih di maksimalkan dalam beberapa minggu ke depan.

Yang sudah dilakukan diantaranya perbaikan Dermaga Ponton, toilet pelabuhan juga penataan sarana fasilitas di masing masing armada kapal agar dipastikan sesuai dengan standart keamanan. Serta perbaikan jalan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk termasuk pertamanannya.

Bahkan, saat ini juga tengah di lakukan pembenahan terminal penumpang di Pelabuhan Gilimanuk Bali juga fasilitas tempat kerja dan ruang kantor para operator pelayaran.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengaku, ASDP juga melakukan perbaikan sarana prasarana di area Dermaga LCM serta pemasangan lampu berkekuatan 2500 watt di beberapa titik di area Pelabuhan Ketapang.

“Termasuk yang jadi target kami adalah persoalan system ticketing juga segera di bereskan, agar pengguna jasa bisa nyaman mulai pintu masuk sampai keluar pelabuhan,” ungkap Solikin.

Sementara, masalah Sumber Daya Manusia (SDM) di internal juga di nilai sangat penting mulai dari Office Boy, Cleaning Service hingga petugas tiket untuk di lakukan pembenahan didalam meningkatkan kwalitas pelayanan.

Solikin menjelaskan, untuk Cashless atau pembayaran dengan bentuk digital dan tidak menggunakan uang tunai, dinilai sudah terpenuhi 100 persen utamanya pejalan kaki dan kendaraan roda 2. Sedangkan pengguna jasa kendaraan roda 4 masih di kisaran 20 persenan.

“Kami targetkan, di akhir tahun ini semua pengguna jasa dilintas Ketapang-Gilimanuk sudah menggunakan system Cashless guna meningkatkan pelayanan agar lebih cepat dan efektif,” papar Solikin.

“Pembenahan sarana prasarana serta berbagai fasilitas ini terus berlanjut sampai visi ASDP tercapai, yakni menjadikan Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk menjadi lebih baik dan menjadi pelabuhan modern,” ujarnya.

Lebih lanjut Solikin mengatakan, selama masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, ASDP mempersiapkan 57 armada kapal namun yang menjalani doking 5 unit sehingga yang siaga 52 unit.

“Sementara dalam setiap harinya, di operasikan 32 armada kapal untuk melayani jasa penyeberangan,” tutur Solikin.

Sedangkan dermaga yang di siagakan sebanyak 7 unit, yakni 3 dermaga MB, 1 dermaga Ponton dan 3 Dermaga LCM.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - 3 pelajar asal Kabupaten Jember meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai mengalami tabrakan tunggal di kawasan jalan tanjakan wisata Kawah Ijen Banyuwangi. Ketiganya mengendarai sepeda motor honda Vario bernopol P 3346 MR berboncengan tiga, melaju dari barat ke timur, minggu (9/12).

Di duga karena rem blong sementara jalanan menurun cukup tajam, sehingga mereka tidak bisa menguasai laju sepeda motor tersebut dan menabrak pohon besar yang ada di pinggir jalan.

Pengemudi motor, Rendy Muhamad Andyka (17) pelajar kelas 3 SMK meninggal dunia di TKP dengan mengalami luka berat pada kepalanya. Sementara dua temannya yang di bonceng, Navila Vega (15) pelajar kelas 3 SMP meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke puskesmas Licin Banyuwangi saat hendak dilakukan penanganan medis, dengan mengalami luka yang sama.

Sedangkan 1 korban lainnya, Novita Febrianti (14) pelajar kelas 2 SMP mengalami patah tulang pada kakinya, meninggal dunia saat baru tiba di IRD RSUD Blambangan Banyuwangi.

Selang beberapa jam mendapat penanganan medis, jenazah Novita di bawa pulang oleh keluarganya ke kampung halamannya di Jember. Sedangkan jenazah 2 korban lainnya di tangani di kamar mayat.

Disinilah, terjadi peristiwa yang dramatis. Dimana, ibu kandung korban Navila tidak mengetahui jika anaknya sudah meninggal dunia dan hanya memahami kalau anaknya terluka parah dan harus mendapat penanganan di ruang ICU. Padahal ruangan yang di tungguinya sejak lama tersebut adalah kamar mayat, yang di dalamnya terdapat jenazah anaknya dan 1 korban lainnya.

Untuk mengalihkan perhatian, bapak korban, Edi Dimas berupaya menenangkan istrinya karena dirinya sudah mengetahui jika anaknya sudah meninggal dunia.

Suasana haru semakin terasa, ketika laki laki berusia 50 tahun tersebut membujuk istrinya untuk menunggu di ruang IRD. Selanjutnya Edi kembali lagi ke kamar mayat untuk mengetahui kondisi jenazah anaknya. Dia tidak kuasa menahan tangis, melihat jenazah Navilia terbujur kaku.

Saat di konfirmasi, Edi mengaku anaknya tersebut sempat berpamitan hendak berwisata ke pantai pasir putih di Kabupaten Situbondo bersama teman temannya, karena setelah selesai ujian semester.

Saya ya berikan ijin karena anak saya bilang orang tua teman temannya juga ikut serta dalam rombongan, ternyata tidak.  Tahu gitu gak saya ijinkan,” ujar Edi.

Selanjutnya mereka pun menuju ke pantai pasir putih dengan mengendarai sepeda motor beramai ramai.

Sepulangnya, mereka melewati Bondowoso dan melintasi jalanan wisata Kawah Ijen Banyuwangi menuju ke Jember. Namun naas, mereka malah mengalami kecelakaan yang menyebabkan 3 korban meninggal dunia.

Anak saya masih duduk di bangku kelas 3 SMP Negeri 11 Jember,” ungkap Edi.

Dan hampir seluruh pelajar yang ikut dalam rombongan wisata itu adalah warga Jalan Kahuripan Kelurahan Kebonsari Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, termasuk ketiga korban.

Sementara itu, saat ibu korban berada di ruang IRD itulah, jenazah korban Navilia Vega di bawa mobil ambulance RSUD Blambangan Banyuwangi menuju ke Jember. Dan bapak korban mengaku kepada istrinya, jika perawatan anaknya di pindahkan ke rumah sakit di Jember.

Hingga saat ini, jenazah korban Rendy Muhamad Andyka masih berada di kamar mayat menunggu kedatangan keluarganya.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Ipda Ardhi Bita Kumala membenarkan adanya kecelakaan tunggal yang menewaskan 3 pelajar asal Jember tersebut.

“Aparat kepolisian Satuan Lalu Lintas masih mendalami penyebab peristiwa naas ini, dengan memintai keterangan sejumlah saksi mata,” tutur Ipda Ardhi.

“Saya sudah berulang kali mewarning masyarakat agar tidak mengendarai sepeda motor jenis matic jika akan melakukan perjalanan ke Kawah Ijen,” papar Kanit Laka.

Karena menurutnya, dari beberapa peristiwa kecelakaan yang terjadi di lokasi yang sama, hampir seluruh korban mengendarai sepeda motor matic tersebut.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dinas Kesehatan Banyuwangi segera merevitalisasi system pengamanan, menyusul adanya aksi pencurian helm di area parkiran kantor setempat yang terekam kamera CCTV.

Aksi pencurian ini terjadi pada Kamis malam (6/12). Dari rekaman kamera CCTV, sekira pukul 20.18 WIB datang seseorang dengan memakai jaket hitam dan bercelana pendek putih serta memakai helm standart dengan kondisi kaca depannya tertutup. Dia mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi P 5055 ZI.

Dilihat dari perawakannya, dia seorang perempuan yang sengaja memakai jaket layaknya laki laki. Setelah memarkirkan kendaraannya di area parkir sebelah barat kantor Dinas Kesehatan Banyuwangi, dia berjalan kearah timur dan sempat mengintip di kaca pintu, kemungkinan untuk memastikan apakah di dalam ada orang ataukah tidak. Selanjutnya dia kembali berjalan menuju sepeda motornya.

Dan tepat pukul 20.19.48 WIB seperti yang terekam dalam kamera CCTV, orang tak di kenal itu mengambil helm yang menggantung di sepeda motor yang bersebelahan dengan kendaraannya, lalu kabur.

Mendapati peristiwa ini, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Widji Lestariono angkat bicara. Menurut kepala dinas yang biasa di sapa dokter Rio tersebut, ini merupakan pembelajaran penting bagi pihaknya di dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di area kantor Dinas Kesehatan.

“Kami akan segera merevitalisasi system pengamanan kantor,” ujar Rio.

Seperti, di saat jam dinas berlangsung, akan lebih mengoptimalkan petugas Satpol PP yang berjaga. Sedangkan selepass jam kantor, maka yang bertanggung jawab penuh adalah penjaga malam.

“Selain memaksimalkan para petugas, kami juga memaksimalkan fungsi kamera CCTV yang saat ini sudah terpasang untuk membantu system pengamanan,” ungkap Rio.

“Dan ke depan, jumlah kamera CCTV yang terpasang akan terus ditambah di beberapa titik agar pengawasannya lebih maksimal,” imbuhnya.

Rio menambahkan, kini pihaknya terus berupaya untuk bisa mengungkap pelaku pencurian helm tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak kepolisian.

Pasalnya, dari gelagat pelaku yang terekam kamera CCTV, di mungkinkan dia tidak hanya berencana melakukan pencurian helm namun lebih mengarah pada pencurian sepeda motor.

Sementara itu, Kaur Reg Ident (KRI) Polres Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan mengatakan, nomor polisi kendaraan tersebut bisa di cek di Kantor Samsat Banyuwangi dan nantinya akan muncul siapa pemiliknya.

“Tapi terkadang, masyarakat menjual kendaraannya tanpa mengkonfirmasi ke Kantor Samsat, sehingga dimungkinkan kendaraan yang di gunakan dalam aksi pencurian tersebut sudah berada di tangan orang lain,” papar Iptu Budi.

KRI menjelaskan, bagi masyarakat yang mendapati adanya pelaku kejahatan dan mengenal nomor polisinya, bisa melapor ke Kantor Samsat untuk ditindak lanjuti mengenai identitas pemiliknya

radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk mengantisipasi terjadinya antrian kendaraan bermotor di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun Pelabuhan Gilimanuk bali saat liburan Natal dan Tahun Baru 2019, PT ASDP menyiapkan 57 armada kapal.

Dan untuk mensukseskan hal itu, saat ini ASDP tengah melakukan perbaikan sarana prasarana di area pelabuhan. Seperti perbaikan dermaga Ponton dan LCM.

Juga, kini tengah di lakukan pemasangan lampu berkekuatan cukup besar di masing masing dermaga, sehingga sebelum masa angkutan Natal dan Tahun Baru seluruhnya sudah selesai terpasang.

Sementara dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), para karyawan telah di berikan training agar mereka bisa mengoperasikan berbagai fasilitas yang ada dan memberikan service yang baik.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, dari berbagai upaya yang telah di lakukan ini, di harapkan SOP bisa berjalan lebih efektif dan harus lebih bisa menjamin dari semua aspek keamanan dan keselamatan.

“Khusus aspek keselamatan di laut, kami sudah siapkan alat Automatic Identification System (AIS) untuk memantau setiap pergerakan kapal,” ungkap Solikin.

AIS adalah sebuah sistem pelacakan otomatis digunakan pada kapal dan dengan pelayanan lalu lintas kapal (VTS) untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal oleh elektronik pertukaran data dengan kapal lain di dekatnya, BTS AIS, dan satelit.

Solikin menjelaskan, dari 57 armada kapal yang disiapkan tersebut, 5 diantaranya sedang melakukan doking atau perawatan di Surabaya sehingga tersisa 52 kapal.

“Untuk melayani para pengguna jasa penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk pada angkutan Natal dan Tahun Baru mendatang, ada 32 kapal yang di operasikan,” papar Solikin.

Sedangkan 20 unit lainnya merupakan kapal cadangan dan akan di operasikan jika kondisi penyeberangan sangat padat.

“Kami prediksi, peningkatan penumpang kapal hanya sebesar 2 persen di banding tahun lalu,” kata Solikin.

Selain sarana prasarana di pelabuhan, ASDP juga menyiapkan kantong kantong parkir di dalam mengantisipasi meningkatnya volume kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke Pulau Bali maupun sebaliknya.

“Sarana prasarana seluruh armada kapal yang disiapkan ASDP sudah dalam kondisi baik. Kami pastikan, masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 bisa berjalan dengan lancar,” pungkas Solikin.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam kondisi mabuk berat, mobil yang di kemudikan dua warga Kecamatan Wongsorejo menabrak pengendara sepeda motor dan pembatas jalan. Mobil Sedan bernopol L 1464 HC melaju kencang dan zigzag saat melintasi sepanjang jalan Adi Sucipto ke selatan, Sabtu malam (8/12).

Secara kebetulan, ada seorang anggota Lalu Lintas Polres Banyuwangi, Brigadir Tri Pepri Alvian juga melewati jalanan yang sama dengan mengendari sepeda motor dan sempat mengingatkan dua pengemudi mobil tersebut agar berhati hati dalam mengendarai kendaraannya.

Namun, Dio Arifan (22) warga dusun Maelang RT 06 RW 01 Desa Watukebo Kecamatan Wongsorejo dan Jefri Kurniawan (22) warga Dusun Krajan RT 06 RW 01 Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, dua pengemudi mobil itu malah marah dan sempat menantang anggota kepolisian tersebut.

Selanjutnya, mereka semakin menambah kecepatan kendaraannya dan menabrak seorang pengendara sepeda motor bernopol P 5120 ZK yang kebetulan melintas. Akibatnya, korban mengalami patah tulang pada kaki dan tangannya lalu di larikan ke rumah sakit Fatimah guna mendapat penanganan medis.

Tidak hanya itu, setelah menabrak pengendara sepeda motor, mobil tersebut menikung cukup tajam di kawasan Patung Kuda hingga menabrak double way di depan pos KTL Karang Ente.

Melihat kondisi ini, puluhan warga yang kebetulan berada di TKP langsung menghajar beramai ramai kedua pengemudi itu sekaligus merusak kendaraannya.

“Kami mengamankan kedua pengemudi maut itu di dalam pos KTL dari amukan massa,” kata Brigadir Tri Pepri.

“Lalu mereka di gelandang ke Mapolres Banyuwangi guna di lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Laka Polres Banyuwangi Ipda Ardhi Bita Kumala mengatakan, saat mengemudikan kendaraannya, mereka dalam kondisi mabuk berat, karena di dalam kendaraannya di temukan puluhan butir pil koplo jenis Trihexyphenidyl serta beberapa plastic klip yang masih tersisa semacam serbuk putih.

“Untuk memastikannya, kini sejumlah barang bukti itu diamankan Satuan Reskoba Polres Banyuwangi beserta kedua pengemudi kendaraan maut tersebut, guna pemeriksaan lebih lanjut sekaligus di lakukan tes urine,” papar Ipda Ardhi.

Tidak hanya itu, jika proses penyidikan sudah selesai di Satuan Reskoba, keduanya juga harus menjalani pemeriksaan di Satuan Lalu Lintas karena sudah menabrak pengendara sepeda motor.

“Lanjut, mereka di periksa di Satuan Reskrim terkait dengan kepemilikan kendaraan bermotor yang di gunakan keduanya,” ujar Ipda Ardhi.

Setelah di evakuasi, mobil sedan tersebut di amankan di kantor Laka Polres Banyuwangi.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Diduga mengalami sesak nafas, seorang perempuan asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meninggal dunia saat mendaki puncak Kawah Ijen Banyuwangi.

Korban yang di ketahui bernama Ayangga (22) tahun tersebut, mengeluh kepalanya pusing disertai sesak lalu muntah.

Selanjutnya, suami korban, Firman Rahmansyah (36) yang mendaki bersama korban langsung membawa istrinya tersebut turun ke rest area paltuding dalam kondisi pingsan, dengan di bantu kereta dorong atau troli milik penambang belerang, Sarito (37).

Lalu di larikan ke Puskesmas Licin Banyuwangi untuk di lakukan penanganan medis. Namun rupanya, korban sudah meninggal dunia sebelum sampai ke Puskesmas. Selang beberapa lama, jenazah korban di bawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan visum luar.

Kapolsek Licin Banyuwangi, AKP Jupriyadi melalui Kanit Reskrim Aiptu Hendrika mengatakan, dari hasil visum tim medis rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut, diduga korban meninggal dunia karena mengalami sesak nafas dan serangan jantung akibat tidak tahan dengan hawa dingin kawah ijen.

“Tapi suami korban mengaku, istrinya tidak memiliki riwayat sakit jantung dan hanya pernah mengalami sakit lambung,” ujar Aiptu Hendrika.

Dia menceritakan, awalnya, pada Rabu dini hari (05/12) sekira pukul 01.00 WIB korban bersama suaminya beserta beberapa orang temannya berwisata ke Kawah Ijen dengan mengendarai mobil pribadi. Sesampainya di rest area Paltuding, mereka beristirahat sambil minum air mineral dan teh di sebuah warung. Selang 1 jam lebih, mereka pun melakukan pendakian.

“Setelah melakukan perjalanan sekitar 2,5 KM tiba tiba korban mengeluh pusing disertai sesak nafas dan muntah hingga tidak sadarkan diri,” ungkap Aiptu Hendrika.

Suami korban berupaya menolong istrinya dengan dibantu penambang belerang tersebut. Sedangkan teman temannya meneruskan pendakian hingga ke puncak Kawah Ijen yang terkenal dengan keindahan Api Biru itu.

“Dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda tanda penganiayaan,” kata Aiptu Hendrika.

“Peristiwa ini murni disebabkan karena korban mengalami sesak dan serangan jantung,” pungkasnya.

Setelah di mandikan di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, jenazah korban di pulangkan ke kampung halamannya di Lingkungan Kampung Warung Tilu RT 06 RW 02 Kelurahan Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menggunakan mobil ambulance milik rumah sakit.

Pasalnya, suami korban tidak bersedia dilakukan otopsi terhadap jenazah istrinya.

Sementara selama ini, suami korban bekerja di salah satu hotel berbintang di Banyuwangi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Jembatan di Dusun Pancer Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi putus, Kamis (29/11) akibat hujan deras terus mengguyur kawasan setempat dalam beberapa hari terakhir ini.

Akibatnya, tercatat ada 17 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami Kampung Babatan di desa setempat terisolir dan warga harus memutar lebih jauh untuk bisa keluar perkampungan. Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, warga cukup kerepotan dengan tragedi tersebut.

Ambrolnya jembatan yang melintasi sungai tersebut diketahui warga sejak Rabu (28/11) malam. Meski ukurannya kecil, jembatan tersebut cukup vital karena menjadi akses utama warga keluar masuk perkampungan. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharam mengatakan, hujan mengguyur kawasan setempat mulai Selasa (27/11), lalu bersambung hingga Rabu malam.

“Sehingga jembatan tidak mampu menahan debit air yang deras dan akhirnya jebol,” kata Eka.

“Jembatan yang jebol ini dilalui aliran sungai yang berhulu dari lereng gunung,” imbuhnya.

Bahkan, ada empat aliran sungai yang melintasinya yaitu Kali Sanggawe, Kalibaru, Kali Gonggo dan Kali Wulu. Sehingga, saat hujan lebat, air bercampur material lumpur menerjang.

“Lantaran tidak kuat menahan volume air yang terus meningkat, jembatan permanen itupun ikut tergerus air,” kata Eka.

Beruntung, lokasi jembatan agak jauh dari perkampungan warga.

Eka mengaku, jembatan ini menjadi akses warga ketika hendak ke perkebunan, yang dikenal dengan kawasan babatan. Selain menerjang jembatan, banjir juga merendam hampir 500 rumah dan puluhan hektar sawah di kawasan Kecamatan Pesanggaran, yang berada di wilayah Banyuwangi selatan.

“Akibat peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai hingga ratusan juta,” tutur Eka.

Selain karena curah hujan yang terus tinggi, kondisi ini juga di sebabkan karena area lingkungan yang sudah rusak dengan banyaknya penebangan pepohonan.

Sementara kata Eka, persawahan yang terendam itu ditanami padi, buah naga dan jeruk. Pihak BPBD mengaku masih terus melakukan pendataan dan menerjunkan personel ke lokasi.

“Hujan yang terus mengguyur hampir merata di seluruh wilayah Banyuwangi membuat jajaran BPBD terus siaga,” pungkas Eka.

Sementara itu, Kepala Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran, Vivin Agustin mengatakan jembatan yang jebol itu bukan jalur utama dan masih ada jembatan alternatif bagi warga untuk bisa keluar perkampungan. Namun, jaraknya sedikit jauh.

 

More Articles ...