radiovisfm.com, Banyuwangi - Pada rentang masa Pemilu serentak 2019, pelayanan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Mapolres Banyuwangi libur selama 4 hari. Yaitu tanggal 17, 18, 19 dan 20 April 2019.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi, AKP Prianggo Parlindungan Malau mengatakan, bagi masyarakat pemilik SIM yang habis masa berlakunya di ke 4 tanggal tersebut bisa memperpanjang pada tanggal 22 hingga 27 April 2019 dengan mekanisme perpanjangan SIM.

“Artinya tidak melalui proses pembuatan SIM baru, seperti melewati ujian praktek maupun ujian teori meskipun SIM mereka sudah tidak berlaku lagi,” ujar Kasat Lantas.

Hal itu merupakan keputusan pemerintah dalam hal ini Kepolisian RI berdasarkan ST Kapolda Jatim nomor RT/081/IV/YAN.1/2019.

Kasat Lantas menjelaskan, jika pemilik SIM masa berlakunya habis pada tanggal 17 hingga 20 April namun tidak memperpanjang di tanggal 22 hingga 27 April, maka harus mengikuti prosedur permohonan SIM baru dengan mengikuti ujian teori dan ujian praktek sesuai prosedur mekanisme seperti yang tertuang dalam Perkap nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Kami sudah lakukan sosialisasi melalui berbagai media social termasuk media lainnya terkait dengan pengumuman liburnya pelayanan SIM di saat masa Pemilu serentak 2019 ini,” papar AKP Prianggo.

“Surat edaran pun sudah di teruskan kepada seluruh satuan kerja yang di harapkan sudah tersampaikan kepada masyarakat di sisa waktu beberapa hari ke depan ini, sebelum tanggal 17 April 2019 saat pencoblosan Pemilu,” pungkasnya.

Sementara itu, pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolres Banyuwangi libur hanya pada tanggal 17 April 2019, saat pelaksanaan Pemilu serentak. Dan pelayanan baru di buka kembali pada Senin, 22 April 2019.

Selama rentan waktu libur pelayanan tersebut, masyarakat masih bisa melakukan perpanjangan SKCK mulai tanggal 15 hingga 22 April 2019 dan bukan membuat SKCK baru.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pelayanan pembayaran pajak kendaran bermotor di Kantor Samsat Banyuwangi libur selama 2 hari, bersamaan dengan masa Pemilu serentak 2019. Baik untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor 5 tahunan maupun untuk perpanjangan.

Kaur Reg Ident (KRI) Satlantas Polres Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan mengatakan, dalam rangka masa Pemilu serentak 2019 ini, pelayanan di kantor Samsat Banyuwangi libur pada tanggal 17 dan 19 April. Sementara, pelayanan di buka kembali pada tanggal 18 dan 20 April.

“Jadi, bagi masyarakat yang pajak kendaraan bermotornya mati pada tanggal 17 April, maka bisa di bayarkan pada tanggal 18 April,” kata KRI.

“Sedangkan yang habis masa berlakunya pada tanggal 19 April bisa di perpanjang pada 20 April,” imbuhnya.

Iptu Budi menjelaskan, jika masyarakat membayarkan pajak kendaraan bermotor yang telah habis masa berlakunya di luar ketentuan tersebut, maka hal itu termasuk dalam pembayaran denda.

“Misalnya, pajak kendaraan bermotornya yang mati pada tanggal 17 April tapi di bayarkan pada tanggal 20 April,” ungkap Iptu Budi.

Bersamaan dengan masa Pemilu serentak ini, pelayanan SIM di Mapolres Banyuwangi juga libur selama 4 hari yakni mulai tanggal 17 hingga 20 April 2019. Dan dibuka kembali pada 22 hingga 27 April 2019.

“Pelayanan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat berbeda dengan pelayanan SIM di Mapolres Banyuwangi,” kata KRI.

Hal itu disebabkan karena di kantor Samsat melibatkan 3 instansi didalam melakukan pelayanan, seperti Dinas Pendapatan Daerah, Jasa Raharja dan Kepolisian. Sedangkan pelayanan SIM di Mapolres Banyuwangi merupakan satuan internal kepolisian sendiri, yakni Satlantas.

“Ini adalah kebijakan dari masing masing institusi di dalam memberikan pelayanan,” tutur Iptu Budi.

Sehingga bagi yang pajak kendaraan bermotornya mati di saat jadwal hari libur, bisa membayar di esok harinya. Sedangkan untuk masa berlaku SIM yang habis pada rentan waktu pelayanan libur, bisa diperpanjang 1 minggu ke depan sesuai ketentuan yang ada.

Lebih lanjut Iptu Budi Hermawan menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan melaksanakan berbagai pedoman ketentuan di masing masing pelayanan.

“Jangan sampai masyarakat melewati batas ketentuan itu supaya tidak dikenakan denda,” pungkas KRI.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 794 aparat kepolisian Polres Banyuwangi disiagakan di 5120 TPS selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019, dengan dibantu 100 personel Brimob Polda Bali.

Ratusan aparat Brimob dari Pulau Dewata tersebut di tempatkan di 3 lokasi di Banyuwangi yaitu di kawasan Kecamatan Genteng, Muncar dan Kecamatan Banyuwangi Kota.

Dan seluruh personel tersebut menjalani apel pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Pemilu 2019 di Mapolres Banyuwangi, Senin (15/04/2019) untuk langsung di tempatkan di masing masing wilayah TPS sesuai penempatan, yang tersebar di 25 Kecamatan se Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufiq Herdiansyah Zeinardi yang memimpin langsung jalannya kegiatan tersebut mengatakan, seluruh personel tersebut melakukan pengamanan di TPS mulai dari hari tenang seperti saat ini, pelaksanaan pencoblosan hingga penghitungan suara.

“Mereka di haruskan mengetahui setiap aturan main sebagai petugas keamanan yang perlu di lakukan. Misalnya, tidak boleh masuk ke dalam TPS jika tidak ada permintaan dari petugas, serta mereka harus bersikap netral sesuai UU yang ada,” papar Kapolres.

Dia menjelaskan, selain itu, mereka juga dilarang untuk mengambil gambar atau memfoto hasil penghitungan suara karena sudah ada petugasnya sendiri.

“Aparat kepolisian hanya bertugas mengamankan saja,” kata Kapolres.

“Jika itu dilanggar,  maka akan ada sangsi tegas mulai dari ringan hingga terberat,” imbuhnya.

Kapolres memaparkan, setiap aparat kepolisian di wajibkan mengetahui tingkat kerawanan dari wilayah TPS yang di jaganya dengan berkoordinasi pada para petugas lainnya. Sehingga apabila terjadi hal hal yang tidak diinginkan, mereka bisa segera melakukan penanganan.

Oleh sebab itu, jumlah personel yang melakukan pengamanan TPS tergantung dari tingkat kerawanannya.

“Ada yang 1 personel kepolisian menjaga 1 TPS. Ada pula 1 personel menjaga 2 hingga 5 TPS,” ujar Kapolres.

Sementara itu, dari 5.120 TPS di Banyuwangi yang disiapkan untuk pelaksanaan Pemilu 2019 tersebut, 205 TPS dinilai rawan dan 7 TPS yang sangat rawan. Sedangkan 4.908 TPS lainnya kurang rawan.

Dan untuk pengamanan Pemilu di Banyuwangi ini disiagakan 11.536 personel gabungan. Yang terbagi dalam 1.296 aparat kepolisian dan TNI, serta 10.240 anggota linmas dan Satpol PP.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 32 pasangan suami istri (pasutri) dinikahkan secara resmi dalam itsbat (sidang penetapan) nikah terpadu yang digelar Pemkab Banyuwangi, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan PC NU Banyuwangi.

Itsbat nikah ini untuk mengesahkan pernikahan mereka yang syah secara agama atau siri, namun belum tercatat di KUA maupun catatan sipil. Itsbat nikah ini digelar di Masjid Mujahidillah Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Jumat (12/4/2019) yang di hadiri langsung Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Muhammad Ali Makki Zaini mengatakan itsbat nikah ini merupakan penyelenggaraan yang kedua setelah sebelumnya digelar di Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon.

“Tahun ini diagendakan di 4 titik. Setelah dua titik ini selesai, berikutnya akan digelar di Kecamatan Wongsorejo dan Kecamatan Pesanggaran,” papar Kiyai yang biasa disapa Gus Makki tersebut.

“Kami harap, di tahun depan bisa menjangkau wilayah lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Menurut Gus Makki, untuk di Kecamatan Songgon lalu di ikuti 50 pasutri, sedangkan di Kecamatan Kalipuro ada 32 pasutri. Dan usai mengikuti itsbat nikah, mereka akan mendapatkan kepastian hukum atas status pernikahannya.

Itsbat Nikah ini dilaksanakan terpadu. Selain mendapat akta nikah dari KUA, 32 pasutri ini juga mendapatkan e-KTP dan Kartu Keluarga baru dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

“Begitu juga dengan anak pemohon itsbat nikah. Mereka akan mendapatkan dokumen penting yang dibutuhkan. Seperti, akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA),” ujar Gus Makki.

Bupati Anas mengaku, ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemkab dan instansi pemerintah maupun swasta, yang di harapkan ke depan kolaborasi seperti ini bisa lebih di tingkatkan.

“Itsbat nikah ini sebagai salah satu cara pemerintah memberikan pelayanan yang mudah, murah, dan prima kepada masyarakat,” tuturnya.

“Dikatakan mudah karena pasutri bisa langsung membawa pulang tiga dokumen sekaligus sehingga lebih efektif dan efisien. Padahal, jika diurus sendiri-sendiri, akan memakan waktu yang cukup lama,” kata Bupati Anas.

Salah seorang mempelai pria yang mengikuti Itsbat Nikah, Sahuri (55), menyatakan, dirinya menikahi istrinya secara siri sejak 32 tahun yang lalu.

“Selama ini saya tidak memiliki surat nikah dan KK. Sehingga saya memutuskan untuk mengikuti Itsbat Nikah,” ungkap Pria yang sudah memiliki 3 anak dan 3 cucu tersebut.

Dia mengaku sangat senang dengan adanya Itsbat Nikah tersebut apalagi ini dilaksanakan gratis tanpa biaya apapun.

“Saya ikut itsbah nikah ini biar mendapatkan buku nikah, supaya tenang,” tutur Sahuri.

Apalagi, anaknya yang paling kecil masih mondok dan sekolah sehingga masih perlu KK dan surat-surat lainnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna mengantisipasi adanya aksi kriminalitas di laut, Pangkalan TNI AL Banyuwangi memperketat pengawasan di perairan Selat Bali menjelang maupun disaat hingga setelah pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Pasalnya, sebelum pelaksanaan dan setelah pelaksanaan Pemilu ini terpantau banyak masyarakat Pulau Jawa yang selama ini bekerja di Pulau Bali pulang ke kampung halamannya untuk memberikan hak suara mereka.

Peningkatan penumpang kapal di lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk inilah, yang menjadi sorotan Pangkalan TNI AL Banyuwangi untuk meningkatkan intensitas patroli.

Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (p) Yulius Azis Zaenal mengatakan, dengan meningkatnya volume penumpang kapal dilintas Jawa-Bali ini, di harapkan petugas yang ada dilapangan melakukan pemeriksaan di pintu masuk dan pintu keluar Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk Bali, guna menghindari adanya bahan peledak ataupun minuman keras dan narkoba yang kemungkinan di bawa oleh para pengguna jasa penyeberangan.

“Aparat TNI AL melakukan sweeping di laut dengan menyusuri sepanjang perairan selat bali menggunakan Alutsista yang ada seperti kapal Patkamla juga KAL,” ungkap Danlanal.

“Juga disiagakan kapal KRI Karang Pilang di selat bali untuk menjaga pengamanan selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019,” tuturnya.

Danlanal menjelaskan, Lanal Banyuwangi sendiri dibawah Koarmada 2 Surabaya dan peningkatan intensitas patroli menjelang Pemilu ini merupakan perintah langsung dari pimpinan.

Sementara itu, patroli perairan selat Bali ini dilaksanakan aparat TNI AL selama 24 jam dengan personel yang bergantian. Bahkan, setiap pergerakan kapal kecil maupun besar yang melakukan pelayaran juga menjadi perhatian dari TNI AL.

“Ini untuk jaga kemungkinan adanya oknum tertentu yang melakukan penyusupan dari Jawa ke Bali maupun sebaliknya, yang bertujuan untuk membuat kerusuhan saat pelaksanaan Pemilu,” pungkas Danlanal.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam rangka HUT ke 21 Kementrian BUMN, PT KAI DAOP 9 Jember menyiapkan ratusan tiket Kereta Api Ekonomi Lokal, khusus keberangkatan hari Sabtu (13/04/2019).

Dalam artian, PT Kereta Api Indonesia (persero) memberlakukan tiket dengan tariff Rp0,- alias gratis.

Masyarakat bisa mendapatkan tiket KA-KA tersebut secara cuma-cuma di loket stasiun keberangkatan secara go-show (hari H) dengan membawa bukti KTP asli. Setiap calon penumpang dapat membeli maksimal 1 tiket kecuali membawa anak usia dibawah sepuluh tahun dan lansia.

Adapun kuota tiket gratis ini sesuai dengan toleransi kapasitas maksimum masing-masing kereta api. Untuk masyarakat yang telah membeli tiket jauh-jauh hari dengan tarif normal, mereka bisa mengambil bea tiket tersebut di stasiun kedatangan penumpang maksimal 3 (tiga) hari sejak kedatangan KA.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arief mengatakan, KA lokal di Daop 9 jember, yaitu KA Pandanwangi yang dalam sehari berjumlah 4 kali perjalanan, terdiri dari 2 kali berangkat dari Stasiun Jember pada jam 05.15 dan 15.30 WIB. Serta berangkat dari Stasiun Banyuwangi baru pada jam 10.00 dan 20.30 WIB.

Rangkaian KA Pandanwangi terdiri dari 6 kereta kelas ekonomi dengan total berjumlah 636 tempat duduk,” ujar Luqman.

Sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk KA lokal kapasitas angkut adalah 150% dari jumlah tempat duduk,” cetusnya.

Luqman menjelaskan, tiket gratis ini diberlakukan hanya satu hari saja. Sehingga bagi masyarakat yang sudah berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru bisa kembali mendapatkan tiket gratis, jika pulang dari Stasiun Jember di hari itu juga.

Luqman menambahkan, promo tiket KA lokal tarif Rp0,- tersebut merupakan kontribusi KAI dalam mewujudkan BUMN Hadir untuk Negeri.

Sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kereta api, serta mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan moda transportasi umum ketika bepergian ataupun berkaktivitas sehari – hari,” pungkasnya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Perempuan asal Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi meninggal dunia terlindas bus, setelah sepeda motor yang ditumpanginya tersenggol bus tersebut dikawasan Kecamatan Wongsorejo.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Wongsorejo masuk Dusun Krajan RT 01 RW 06 Desa Wongsorejo, pada Kamis siang (11/04/2019) sekira pukul 11.30 WIB.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, AKP Kusmin mengatakan, menurut keterangan saksi mata, korban Dina Sulistia (20) yang merupakan warga Dusun Selogiri Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro tersebut di bonceng oleh suaminya, Fathur Rohman (23) warga Dusun Krajan RT 06 RW 06 Desa Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo, dengan mengendarai sepeda motor Vixion bernopol P 3831 ZD melaju dari arah selatan ke utara.

“Dari arah yang bersamaan juga melaju bus Lorena bernopol B 7366 RU yang di kemudikan Asrofil (57) warga Dusun Tugu Bancang RT 22 RW 09 Desa Durenan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek,” ujar Kapolsek.

“Sesampainya di TKP, sepeda motor itu hendak menyeberang ke kantor Kecamatan Wongsorejo,” imbuhnya.

Dan diduga karena bersenggolan dengan bus tersebut, sepeda motor itu pun terjatuh. Sedangkan korban Dina Sulistia terlempar dari sepeda motor hingga dibawah ban Bus Lorena tersebut. Yang menyebabkan kepala korban terlindas dan meninggal dunia di TKP.

“Mendapati peristiwa ini, puluhan warga membantu mengevakuasi jenazah korban dan di bawa ke Puskesmas Wongsorejo. Selanjutnya, oleh pihak keluarga dibawa pulang untuk di semayamkan di rumah duka,” papar Kapolsek.

Sementara korban Fathur Rohman hanya mengalami luka lecet pada kaki kiri dan tangan kirinya.

Selanjutnya, bus Lorena beserta sopirnya di amankan di Unit Laka Polres Banyuwangi guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

More Articles ...