radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk kelancaran Angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2019, PT ASDP memberlakukan satu pintu di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk jalur kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali, mulai 19 November 2018.

Sebelumnya, di berlakukan 2 jalur yakni khusus untuk kendaraan roda 2 dan mobil sedan sejenis serta bus, masuk dan keluar melalui pintu dermaga MB dan Ponton. Sedangkan untuk kendaraan besar seperti truck maupun tronton, melewati pintu dermaga LCM.

Saat ini, ASDP mulai memberlakukan satu pintu seiring dengan di lakukannya perbaikan berbagai sarana dan prasarana di pelabuhan.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, peraturan ini akan di berlakukan seterusnya agar lebih steril guna memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan.

“Selain itu, kondisi penyeberangan di dermaga LCM cenderung amburadul di banding di area dermaga MB dan Ponton,” imbuhnya.

Solikin menjelaskan, seiring dengan digulirkannya kebijakan baru ini, ASDP melakukan perbaikan dan pembangunan jalur plengsengan dermaga LCM sehingga untuk sementara akses ini di tutup total.

“Karena selama ini setiap kapal harus meletakkan ujung pintu ramp doornya di pasir sebagai jalur masuk kendaraan bermotor jika melewati dermaga LCM,” ungkap Solikin.

Berbeda dengan melewati dermaga MB dan Ponton, yang sudah tersedia jalur untuk bisa masuk ke dalam kapal. Sekaligus, nantinya dilakukan perbaikan lahan parkir dan infrastruktur di area dermaga LCM.

“Momen ini juga di manfaatkan kami untuk melakukan pendataan sekaligus mengakomodir para PKL yang masih berjualan di pinggir pantai di area dermaga LCM. Karena nantinya, seluruh PKL akan di tempatkan pada satu area tertentu agar kondisi pelabuhan terlihat rapi dan bersih,” papar Solikin.

Dia menambahkan, ke depan, jika pembangunan plengsengan tersebut sudah selesai maka jalur di dermaga LCM hanya dijadikan sebagai pintu keluar kendaraan bermotor.

“Sedangkan pintu masuknya melewati jalur dermaga MB dan Ponton,” pungkas Solikin.

Sementara itu, selama masa angkutan Liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, ASDP menyiapkan 52 armada kapal di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Namun yang di operasikan setiap hari sebanyak 32 unit, sedangkan 20 armada lainnya menjadi kapal cadangan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya memusnahkan berbagai jenis Media Pembawa (MP) Organisasi Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) berupa benih tanaman dan sayuran dari luar negeri yang disita dari jasa pengiriman pos.

Seperti benih tanaman sayuran, Cabe, Tanaman Hias, bahan asal tanaman baik berupa olahan maupun bahan yang belum di olah yang di lalulintaskan melalui Kantor Pos Besar Jember, yang di lakukan oleh masyarakat Jember, Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso dan Situbondo.

Pemusnahan ini di laksanakan di area Kantor Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya wilayah kerja Karantina Pertanian Banyuwangi, Kamis (15/11).

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Latifatul Aini mengatakan, total OPTK yang di musnahkan kali ini mencapai 44 item yang dikirim dari Singapura, Malaysia juga China, yang tidak dilengkapi surat jaminan kesehatan dari negara asalnya.

“Ini sebagai upaya kami di dalam menjaga tanaman di Indonesia,” tutur Latifatul.

“Jika benih benih itu di tanam di Indonesia dikhawatirkan membawa organisme penganggu tumbuhan sehingga terdampak pada tanaman local,” imbuhnya.

Seluruhnya di kirim melalui jasa pengiriman dari Kantor Pos. Untuk di wilayah Jawa Timur, terbanyak dari kantor pos Jember dan Banyuwangi.

Latifatul menjelaskan, meski barang yang tidak dilengkapi surat jaminan kesehatan ini di musnahkan, namun untuk penerimanya hanya di kenakan sangsi pembinaan.

“Jika pembinaan ini tidak di abaikan, maka akan diancam sangsi hukuman penjara maksimal 3 tahun dan denda Rp 150 juta,” kata Latifatul.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Wilayah Kerja Karantina Pertanian Banyuwangi, Nur Wahyu Nugroho mengatakan, media pembawa tersebut dinilai cukup membahayakan utamanya bagi kelestarian Sumber Daya Alam lainnya, sehingga harus di musnahkan.

“Setelah ditelusuri dan di temukan berbagai barang itu, maka penerimanya diharuskan untuk mengembalikan ke negara asalnya karena tidak dilengkapi dengan surat jaminan kesehatan,” papar Nugroho.

Sementara, karena mereka dinilai tidak mampu untuk melakukan upaya tersebut maka dimusnahkan.

Ke 44 item barang tersebut merupakan penerimaan di kantor pos mulai tanggal 18 Januari 2018 hingga 28 Agustus 2018 yang di kemas dalam bentuk sachet dan karton.

Setelah melalui pemeriksaan petugas karantina, ternyata komoditas pertanian tersebut berasal dari luar negeri dan tidak dilengkapi dokumen persyaratan karantina yaitu Phytosanitary Certifikate (PC) dari negara asal serta tidak dilengkapi Surat Ijin Pemasukan dari Menteri Pertanian khusus benih dan bibit tanaman. 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Agar pemilu bisa berjalan lebih amanah dan bermartabat, Badan Pengawas pemilu atau Bawaslu Banyuwangi mengajak partisipasi masyarakat untuk menjadi pemantau pemilu guna mengawasi proses pelaksanaan pemilu legislatif yang bersamaan dengan pemilu presiden dan wakil presiden tahun 2019 mendatang. Mengingat Proses pencoblosan dan penghitungan suara pada Pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 tersebut, diprediksi bakal berjalan lebih lama dibanding pesta demokrasi sebelumnya.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Komisioner Bawaslu Banyuwangi Hasyim Wahid pada Selasa siang (13/11/18), dalam acara Sosialisasi Perbawaslu Nomor 04 Tahun 2018 tentang Pemantau Pemilu yang digelar di Hotel Santika Banyuwangi. Hasyim menuturkan, Dari hasil simulasi pelaksanaan pemilu yang digelar di Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu, proses pemungutan sampai penghitungan suara baru tuntas pukul 03.00 dinihari. Dengan asumsi prosesnya berjalan lancar dan didukung tenaga KPPS yang kompeten. Karena nantinya tiap orang akan mendapat 5 surat suara. Proses pemungutan dan penghitugan suara ini Waktunya akan bertambah molor bila ada protes dari saksi. 

"Pemilik hak suara pada pemilu tahun depan akan mencoblos lima lembar kertas suara. Dari lembar DPRD kabupaten/kota, DPRD propinsi, DPRRI, DPD, hingga presiden dan wakil presiden. Disisi lain,  SDM penyelenggara pemilu khususnya Bawaslu sangat terbatas untuk melakukan pengawasan," ujar Komisioner bidang sumber daya manusia atau (SDM) tersebut.

Supaya pemilu berjalan baik dan sesuai harapan, harus ada partisipasi dari masyarakat selaku pemantau. Saat ini sudah ada 17 lembaga yang mendaftar sebagai pemantau pemilu, salah satunya adalah Migran Care. Proses pendaftaran pemantau pemilu ini berakhir pada 10 April 2019. 

Jumlah pemantau pemilu ini lanjut Hasyim, diperkirakan akan bertambah. Pemantau memiliki wewenang untuk mengawasi perencanaan pemilu, pendaftaran pemilih, tahapan kampanye, masa tenang, plus penghitungan suara.

"Pemantau dalam tugasnya dilindungi hukum, dalam mengawasi jalannya proses pencoblosan dan penghitungan suara di TPS, dan boleh mengamati serta  melaporkan temuannya kepada penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu. Dan nantinya, saat hari H pemilu, bawaslu akan menyiagakan petugas pengawas TPS yang berjumlah satu orang tiap TPS," imbuhnya.

Mantan ketua Komisioner Bawaslu pada Pilgub lalu jatim 2018 ini menambahkan, bertugas pemantau tak boleh memasuki area TPS. Pemantau yang legal adalah berbadan hukum, independen (bukan organisasi sayap parpol), punya sumber pendanaan yang jelas, dan teradikritasi di Bawaslu RI. Pemantau tidak boleh menjadi spion partai politik peserta pemilu. Dan mereka dilarang melanggar etika yang telah diatur dalam Peraturan Bawaslu. Apabila menabrak aturan akriditasinya akan dicabut saat itu juga.

"Kami harap, elain 18 lembaga pemantau pemilu yang sudah mendaftar di Bawaslu RI, ada juga pemantau pemilu yang beraal dari lembaga lokal banyuwangi yang sudah memenuhi persyaratan sebagai pemantau pemilu," tutur Hasyim Wahid.

Dalam acara Sosialisasi Peraturan bawaslu No. 04 Tahun 2018 tentang Pemantau Pemilu yang dihadiri oleh komisioner KPUD Banyuwangi, wartawan, LSM dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ini, penting dilakukan karena perlu adanya pengawasan partisipatif dari kalangan muda. Mengingat jumlah TPS di wilayah Banyuwangi  ada 5.413 tempat. Sedangkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 1.323.840 orang.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemerintah Daerah meminta para guru untuk lebih inovatif dan kreatif serta membekali pelajar dengan DNA Revolusi Industri 4.0. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajar dan mendidik, namun juga harus memiliki keterampilan yang lebih agar menghasilkan siswa yang kreatif.

Hal itu disampaikan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat memimpin upacara Peringatan Hari Guru Nasional yang ke-73 dan HUT PGRI di Taman Blambangan, Selasa (13/11), yang diikuti ribuan guru.

Dalam acara tersebut, Bupati Anas juga meneruskan arahan Presiden Jokowi terkait tantangan pendidikan ke depan, terutama dalam menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Saat ini tantangannya sudah berubah, nilai akademis bagus tapi tidak kreatif maka akan susah bisa berhasil. Sehingga kreativitas perlu ditumbuhkembangkan,” papar Bupati Anas.

Dia mengatakan, di era sekarang ini pendidikan karakter dan akademis saja dinilai tidak cukup. Namun juga perlu penguasaan skills yang relevan dengan tren revolusi industri 4.0, seperti kolaboratif, komunikatif, dan inovatif. Misalnya soal kolaborasi.

“Seperti dikatakan Presiden Jokowi yang mengajak berhijrah dari individualisme ke kolaborasi,” ungkap Bupati Anas.

DNA Revolusi Industri 4.0 itu sendiri adalah kolaborasi untuk maju bareng-bareng.

“Itulah skills yang harus dikuasai pelajar, bagaimana mereka mampu berkolaborasi dengan banyak pihak untuk berkembang,” imbuhnya.

Di samping itu, kata Bupati Anas, tren pengangguran lulusan SMK terus bertambah. Maka itu model pengajaran dan pendekatannya harus berubah.

“Guru SMK bisa memanfaatkan lingkungan yang ada di sekitarnya untuk mengajari siswanya kreatif,” tutur Bupati Anas.

Misalnya, pada saat praktek kerja lapangan, siswanya bisa diarahkan dalam kegiatan industri yang ada di sekitar sekolah sesuai bidangnya. Guru yang kreatif dinilai akan melahirkan siswa yang kreatif.

Bupati Anas juga mengingatkan tantangan memasuki era revolusi digital. Berdasarkan kajian Organisasi Buruh Dunia maupun lembaga manajemen global McKinsey, digitalisasi bakal menggerus peluang kerja secara formal. Otot-otot terancam diganti kemampuan robotik.

Pada 2030, diperkirakan ada 800 juta pekerja diganti robot. Beberapa tahun ke depan secara global juga akan ada alih profesi sampai 375 juta pekerja.

“Misalnya, sekarang penjaga toko berkurang karena semua belanja online dan ini perlu diperhatikan betul. Sehingga anak-anak muda harus kreatif untuk menjawab tantangan itu,” ujar Bupati Anas.

Tak hanya meminta kreatif, dalam kesempatan ini, Bupati Anas juga mengapresiasi kerja keras para pendidik tersebut dengan menigkatkan insentif guru non PNS dari Rp 300 ribu menjadi Rp 1 juta dengan jumlah total anggaran yang di kucurkan Rp 50,5 miliar.

“Dengan dana insentif ini di harapkan bisa memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik, meskipun honor ini tidak sebanding dengan pengorbanan yang para guru jalankan. Tapi setidaknya, insentif menjadi bentuk penghargaan kepada guru,” pungkas Bupati Anas.

Dalam kesempatan ini, Bupati Anas juga turun ke lapangan menyalami para guru untuk memberikan ucapan selamat hari guru.

Upacara peringatan Hari Guru ini juga dimeriahkan dengan penampilan drumband etnik dari siswa SMPN 3 Banyuwangi. Mereka beratraksi dengan membawakan lagu Mars Guru dan Umbul-umbul Blambangan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk selama libur Hari Natal dan Tahun Baru, PT ASDP tengah melakukan perbaikan dermaga ponton.

Hal ini merupakan kesiapan ASDP di dalam menyambut wisatawan yang akan menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru di pulau bali, seperti tahun tahun sebelumnya.

Perbaikan dermaga ponton ini di lakukan di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk Bali. Selain mengganti 2 silinder berukuran besar yang ada di bawah dermaga, juga di perbaiki pembatas jembatan yang dinilai sudah berkarat.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, ini merupakan upaya pihaknya di dalam merawat dan menjaga sarana prasarana pelabuhan di setiap 5 tahun sekali.

“Seiring dengan adanya perbaikan ini, sebanyak 9 armada kapal yang khusus bersandar di dermaga ponton tersebut harus off,” tutur Solikin.

Pasalnya, dermaga ponton itu di peruntukkan bagi armada kapal berkekuatan maximal 10 ton. Sedangkan yang kekuatannya mencapai 30 hingga 35 ton, bersandar di dermaga MB dan LCM.

Solikin menjelaskan, pengerjaan ini di mulai Rabu (14/11) dan ditargetkan selesai dalam 5 hari ke depan.

“Tapi minta, pengerjaan harus selesai 3 hari dengan menambah jumlah pekerja yang bekerja secara bergantian selama 24 jam non stop, agar transportasi penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk tidak terganggu,” papar Solikin.

Selain itu kata Solikin, jadwal pengerjaan dermaga ini sengaja di lakukan di hari hari yang tidak terlalu padat kendaraan yang menyeberang. Juga di pilih saat kondisi cuaca yang mendukung untuk penyeberangan, terutama kondisi gelombang laut dan angin.

“Ini merupakan hasil kesepakatan dari semua stake holder di pelabuhan,” tuturnya.

Solikin menambahkan, perbaikan sarana prasarana pelabuhan ini di lakukan secara bertahap. Karena selanjutnya, dermaga MB juga akan di perbaiki.

Sementara itu, meskipun tengah di lakukan perbaikan dermaga ponton dan ada 9 armada kapal yang tidak beroperasi, dinilai tidak menganggu arus penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk.

Dan dalam setiap harinya, ASDP menyiapkan 52 armada kapal untuk melayani jasa penyeberangan. Dan itupun, beroperasi secara bergantian

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bayi berjenis kelamin laki laki di temukan tergeletak di pinggir jalan raya di kawasan Dusun Krajan RT 02 RW 13 Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru Banyuwangi dalam kondisi masih hidup dan terbungkus karung plastic.

Tepatnya di depan Gereja Jawi Wetan di kawasan jalan Raya Jember-Banyuwangi di KM 54, area Toko Batako timur cucian mobil milik Markhotib.

Lokasi penemuan ini merupakan jalur utama dari arah Banyuwangi menuju ke Jember. Dan setiap harinya, di lewati kendaraan besar baik bus maupun truk mengangkut berbagai macam barang untuk di kirim ke pulau bali maupun sebaliknya.

Pertama kali, bayi malang tersebut di temukan oleh warga setempat, setelah mendengar ada suara tangisan bayi pada Rabu dini hari (14/11) sekira pukul 00.30 WIB. Bahkan, di perut bayi itu masih terdapat tali pusar atau ari ari. Sejurus kemudian, puluhan warga berkerumun di lokasi penemuan untuk melihat kondisi bayi yang di masukkan ke dalam karung plastic. Lalu mereka melapor ke pihak kepolisian setempat.

Kapolsek Kalibaru Banyuwangi, AKP Jabar membenarkan adanya penemuan bayi laki laki dalam keadaan hidup tersebut. Awalnya, saksi Jupri (44) dan Agus (18) keduanya warga setempat sedang memasang baliho di depan gereja Jawi Wetan.

“Tiba tiba mereka mendengar adanya suara tangisan bayi. Selanjutnya, keduanya mencari asal suara tersebut yang rupanya ada sesosok bayi laki laki di dalam karung plastic,” papar Kapolsek.

Dia menjelaskan, setelah di evakuasi, bayi tersebut di bawa ke Puskesmas Kalibaru guna di lakukan perawatan medis agar tidak mengalami dehidrasi.

“Saat ini kami melakukan pengembangan penyidikan untuk mendapatkan identitas orang tua bayi itu, dengan menyebar informasi ke masyarakat mengenai kemungkinan adanya warga yang hamil di luar nikah tapi saat ini perutnya sudah dalam kondisi normal,” ujar Kapolsek.

“Selain itu, kepolisian juga memintai keterangan sejumlah saksi mata yang berada di lokasi untuk memperkuat hasil temuan itu,” imbuhnya.

Kondisi bayi malang tersebut terbilang cukup sehat. Dan sejumlah perawat di Puskesmas Kalibaru Banyuwangi memberikan perawatan intensif agar si bayi tidak mengalami sakit.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Festival Ngopi Sepuluh Ewu di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi, Sabtu malam (10/11) di serbu ribuan masyarakat yang memadati di sepanjang jalan utama desa setempat.

Di sepanjang jalan ini, tersedia bangku, tikar dan tempat duduk lainnya. Pengunjung bisa memilih untuk singgah dimanapun untuk menikmati seduhan kopi yang disuguhkan gratis oleh warga Kemiren.

Jajanan tradisional pun tidak luput dihidangkan untuk menemani secangkir kopi. Ada pisang goreng, apem, kucur, klemben dan lain sebagainya. Geliat Festival Kopi Sepuluh Ewu tersebut tidak sekadar festival.

Ada seribu makna lain yang terkandung di dalamnya. Mulai dari nilai-nilai filosifis, tradisi hingga gerakan ekonomi kreatif.

Dalam sambutan singkatnya, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, festival ini adalah festival yang berangkat dari rakyat, dikelola oleh rakyat dan untuk rakyat ini sendiri.

“Festival Ngopi ini sebagai undangan kepada khalayak untuk merasakan kehangatan warga Kemiren dalam menyambut tamu,” ungkap Bupati Anas.

Sudah sejak lama, masyarakat Kemiren yang mayoritas Suku Osing itu, memiliki tradisi menyuguhkan kopi kepada para tamunya. Suguhannya pun khas yakni tidak menggunakan gelas. Namun menggunakan cangkir khusus yang tidak jarang, telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Tradisi masyarakat Kemiren yang suka berbagi inilah yang menjadi ruh dari festival itu,” kata Bupati Anas.

Dari tradisi demikian, Festival Sepuluh Ewu di Kemiren memiliki nilai lebih. Dimana, warga Kemiren mendapat banyak keberkahan dari kegemarannya bersedekah ini.

“Festival ini bertujuan untuk menggerakkan sektor ekonomi kreatif,” tuturnya.

Bupati Anas lalu mengutip pendapat dari milliyader dunia Jack Ma, tentang tiga hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Yaitu, E-government, education dan ekonomi kreatif.

“Dua hal pertama dipersiapkan langsung oleh pemerintah. Sedangkan ekonomi kreatif dilakukan bersama-sama rakyat. Dan festival ini adalah bagian dari mendorong ekonomi kreatif itu,” papar Bupati Anas.

Dia menambahkan, sektor agro (pertanian) menjadi elemen terbesar dalam mendorong ekonomi kreatif. Dan dari riset yang dilakukan provinsi, sektor agro menjadi penyumbang terbesar dalam pemberdayaan ekonomi kreatif.

“Untuk itu, kopi sebagai salah satu hasil produksi pertanian Banyuwangi, didorong menjadi ekonomi kreatif. Mulai dari peningkatan hasil tani, produksi, distribusi hingga penjualannya,” papar Bupati Anas.

Ditegaskannya, sebelum ini, pemerintah juga menggelar event Coffee Processing guna mengedukasi pelaku bisnis kopi di Banyuwangi lebih profesional dan sesuai standarisasi pasar.

“ Ini untuk mendorong ekonomi kreatif lebih pesat,” kata Bupati Anas.

Tidak hanya pada kopi, Pemda Banyuwangi juga mendorong potensi hasil pertanian di masing-masing desa atau kecamatan. Dan potensi tersebut akan menjadi basis pengembangan ekonomi kreatif.

“Pemkab sedang menganggarkan bantuan alat roasting, pengering buah naga, dan peralatan lain untuk mendorong potensi ekonomi kreatif berbasis agro di Banyuwangi,” pungkas Bupati Anas.

 

More Articles ...