Radiovisfm.com, Banyuwangi - PT KAI DAOP 9 Jember bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyiapkan ribuan tempat duduk dari 2 Perjalanan Kereta Api, untuk program mudik dan balik gratis Lebaran Tahun 2019.

Berdasarkan kalender nasional, Hari Raya Idul Fitri di tahun 2019 ini akan jatuh pada tanggal 5 hingga 6 Juni.

Khusus di wilayah DAOP 9 Jember, angkutan Kereta Api gratis tersebut terdiri dari KA Probowangi relasi Banyuwangi – Surabaya Gubeng dan KA Tawangalun relasi Banyuwangi – Malang untuk perjalanan antara tanggal 7 hingga 10 Juni 2019 atau selama 4 hari.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arief mengatakan, untuk angkutan KA gratis tahun 2019 ini pihaknya menyiapkan 4.240 tempat duduk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk Merayakan Hari Raya Idul Fitri menggunakan moda transportasi KA secara gratis.

“Dari 4.240 tempat duduk itu terdiri dari 2.120 tempat duduk KA Probowangi dan 2.120 tempat duduk KA Tawangalun,” ujar Luqman.

“Jumlah itu meningkat dibanding program Angkutan Mudik dan Balik Lebaran 2018 lalu yang berjumlah 3.000 tempat duduk,” imbuhnya.

Sementara, untuk mendapatkan tiket angkutan mudik dan balik gratis tersebut, masyarakat bisa memesan di stasiun online terdekat dengan sejumlah persyaratan.

Diantaranya, pemesan tiket bisa dilakukan mulai 1 April 2019. Selain itu, pemesanan wajib menyertakan foto kopi KTP atau Kartu Keluarga atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), juga bisa dengan Kartu Pelajar dan mengisi formulir pemesanan yang telah disediakan.

“Satu pemesanan maksimal 4 tiket. Serta tiket tidak bisa dibatalkan atau ditunda atau dialihkan kepada orang lain,” kata Luqman.

“Pemesanan tiket ini hanya bisa dilayani diloket stasiun stasiun yang di lewati oleh perjalanan KA mudik dan balik gratis tersebut, mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00 WIB,” ungkapnya.

Lebih lanjut Luqman mengatakan, tiket KA mudik dan balik gratis ini tidak bisa dipesan melalui aplikasi KAI Access, online ataupun chanel eksternal lainnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang pelaksanaan pemilu serentak 17 April mendatang, saat ini Komando Armada 2 (Koarmada) Surabaya menurunkan KRI Karang Pilang 981 untuk mengamankan Perairan Selat Bali dan Lombok.

KRI Karang Pilang 981 tersebut tiba dan bersandar di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Rabu (27/3/2019).

Kedatangan kapal perang tersebut mengamankan wilayah meliputi perairan Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, hingga Bali dan perairan Lombok.

KRI Karang Pilang 981 merupakan salah satu kapal perang milik TNI Angkatan Laut dibawah naungan Komando Armada (Koarmad) Dua yang berkedudukan di Surabaya.

Selama kegiatan operasi pemilu 2019, segala tindakan maupun operasi KRI serta Lanal Banyuwangi merupakan perintah dan kebijakan dari Panglima Koarmad Dua dibawah Komandan Laksamana Muda Mintoro Yulianto.

Dan Kapal tersebut akan melakukan operasi pengamanan di perairan Bali dan Lombok untuk menjaga keamanan laut sejak dua minggu menjelang pemilu hingga dua minggu setelah pelaksanaan pemilu.

Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal mengatakan, sasaran operasi untuk memberikan dukungan bagi pengamanan di darat dalam mengantisipasi kemungkinan pengiriman barang-barang terlarang.

Selama operasi, kapal perang itu menyasar titik-titik perairan yang dianggap rawan. Sehingga kemungkinan adanya gangguan dari arah laut bisa diantisipasi sejak dini,” ujar Danlanal.

Dia menjelaskan, KRI Karang Pilang ke Banyuwangi ini dalam rangka bekal ulang yakni mengisi bahan bakar ulang, air tawar ulang serta belanja bahan basah.

Sedangkan fungsi lanal adalah pangkalannya melaksanakan pelayanan kepada unsur-unsur TNI Angkatan Laut, pesawat udara AL maupun marinir yang melaksanakan operasi,” papar Danlanal.

KRI Karang Pilang juga dilengkapi dengan radar pengintai serta persenjataan lengkap selama operasi berlangsung. Radar tersebut berfungsi untuk mendeteksi jika ada gangguan-gangguan dari kapal yang mencurigakan di perairan selat Bali dan Lombok.

Tidak hanya itu KRI Karang Pilang membawa 43 prajurit yang memiliki kemampuan skill yang berbeda,” pungkas Danlanal.

Sementara itu, Komandan KRI Karang Pilang, Mayor Laut (P) Farid Ardiansyah mengatakan, pihaknya dari unsur Dikotama Dua melaksanakan operasi laut di sektor Koardamad Dua.

Disamping keamanan laut, kami juga melaksanakan operasi tambahan yang sesuai kofergenis yang berlaku seperti pemilu,” tutur Farid.

Dia mengakui, pihaknya hanya memiliki senjata standar untuk melaksanakan patroli, namun setiap prajurit memiliki kemampuan tempur perorangan dan kemampuan personil.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Jika kembali terpilih sebagai Presiden periode 2019-2024, Capres Joko Widodo akan memberlakukan tiga kartu baru guna memikat hati masyarakat dari semua kalangan. Yaitu Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah, Kartu Prakerja dan Kartu Sembako.

Hal ini disampaikan Capres Joko Widodo saat menggelar kampanye akbar di Taman Blambangan Banyuwangi, Senin (25/03/2019).

Dihadapan ribuan massa pendukungnya, Jokowi memaparkan bahwa, KIP Kuliah tersebut di peruntukkan bagi anak anak Indonesia yang ingin kuliah di akademi maupun di universitas namun tidak mempunyai biaya. Mereka bisa mengurus kartu tersebut setelah lulus SMA ataupun SMK.

“Kartu ini tidak hanya di berlakukan untuk sekolah di dalam negeri namun juga di luar negeri,” ungkap Jokowi.

Kedua adalah Kartu Prakerja untuk mereka yang sudah lulus kuliah, bisa meneruskannya dengan mencari kartu ini guna menghantarkan masuk ke dunia industry, dunia kerja maupun ke perkantoran untuk mendapatkan pekerjaan.

“Dengan kartu Prakerja ini nantinya diadakan pelatihan dan training baik di BUMN, Kementrian juga di Balai Latihan Kerja (BLK) baik di negeri maupun swasta dengan dibiayai oleh negara,” papar Jokowi.

Bahkan yang cukup menggiyurkan, jika nantinya sudah keluar dari pelatihan namun belum diterima ditempat kerja, maka akan di berikan intensif honor dari kartu tersebut sampai mendapatkan pekerjaan.

“Yang terakhir adalah Kartu Sembako murah. Ini yang pasti disukai oleh ibu ibu,” kata Jokowi.

Dia menjelaskan, dengan kartu ini nantinya masyarakat bisa membeli berbagai kebutuhan rumah tangga seperti beras, minyak goreng ataupun gula dengan mendapatkan discount khusus yang besar.

“Seluruh kartu itu akan di keluarkan di tahun 2020 mendatang dan anggarannya sudah di siapkan,” tuturnya.

Ketiga kartu itu melengkapi Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk pendidikan SD, SMP dan SMA maupun SMK yang sudah ada saat ini.

“Kami harap, dengan kehadiran 3 kartu baru itu dapat memikat hati pemilih milenial dalam pertarungan Pilpres 2019 mendatang,” ujar Jokowi.

Dalam kesempatan ini, Jokowi yang di dampingi istrinya, Iriana juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama sama datang ke TPS pada hari Rabu 17 April 2019 mendatang, guna memberikan hak suaranya dengan memakai pakaian putih sesuai dengan gambar Paslon nomor urut 01.

“Ini adalah momen yang sangat penting untuk menentukan arah negara ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, kehadiran Capres Joko Widodo bersama istrinya, Iriana di Banyuwangi ini disambut dengan ratusan orang penari gandrung di sepanjang jalan menuju ke alun alun Taman Blambangan.

Bahkan, suasana semakin meriah dengan ditampilkannya Kesenian Barong yang merupakan seni tradisi asli Banyuwangi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Terjadi bentrokan di kantor KPU Banyuwangi, yang berlanjut dengan aksi saling serang antara massa dengan aparat kepolisian yang bertugas.

Unjuk rasa ini di sebabkan karena para pendukung salah satu paslon yang kalah, tidak terima dengan hasil penghitungan suara. Ratusan massa memaksa masuk ke dalam kantor KPU Banyuwangi. Sedangkan puluhan anggota Polwan yang berjaga berusaha melakukan negosiasi, namun tidak berhasil.

Dan massa semakin beringas, sehingga keberadaan polwan tersebut tidak bisa mengatasi kerumunan massa lalu digantikan dengan dalmas awal untuk melakukan penghadangan sesuai tupoksi Satuan Sabhara.

Kondisi ini justru di manfaatkan oleh massa untuk melempar bahan peledak maupun air mineral kemasan gelas ke arah aparat kepolisian. Bahkan, diantara mereka juga membakar ban sebagai bentok protes atas hasil penghitungan akhir KPU. Serta menendang tameng yang di pegang aparat kepolisian secara brutal.

Sementara itu, karena kondisi unjuk rasa semakin memanas, sejumlah mobil WaterCannon diturunkan ke lokasi lalu menembakkan air ke arah kerumunan massa untuk mengurai agar mereka bubar.

Itulah gambaran simulasi penanganan unjuk rasa saat dilaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka PAM menghadapi Pemilu tahun 2019, di depan Pendopo Sabha Swagatha Blambangan Banyuwangi, Jum’at (22/03/2019).

Kegiatan ini melibatkan ratusan aparat kepolisian Polres Banyuwangi dari seluruh kesatuan. Ada yang berperan sebagai pengunjuk rasa juga massa pendukung paslon saat melakukan kampanye. Juga ada yang berperan sebagai aparat kepolisian sendiri di dalam melakukan pengamanan.

Dan kegiatan ini, juga di saksikan langsung oleh Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi bersama jajaran forum pimpinan daerah.

“Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk memantau kesiapan para personel yang terlibat dalam pengamanan, baik TNI, Polri maupun Linmas,” ungkap Kapolres.

“Sekaligus sebagai langkah antisipasi jika terjadi unjuk rasa karena tidak puas dengan hasil penghitungan suara,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, dalam pengamanan pemilu ini di siagakan 11.536 personel. Khusus aparat TNI Polri di turunkan 1.296 personel. Sedangkan 10.240 personel lainnya adalah dari Linmas.

Sementara, dalam Pemilu 2019 ini KPU Banyuwangi Banyuwangi menyiapkan 5.120 TPS yang terbagi dalam beberapa kualifikasi dari pihak kepolisian.

“4.908 TPS kurang aman, 205 TPS rawan dan 7 TPS yang sangat rawan,” tutur Kapolres.

Simulasi ini di awali dengan penggambaran sterilisasi TPS oleh pasukan K9 Sabhara Polres Banyuwangi. Lalu dilaksanakan kampanye dari Paslon dengan berorasi di depan massa untuk memberikan visi dan misinya.

Juga di gambarkan adanya oknum yang berusaha melakukan penusukan ke salah satu paslon yang sedang menggelar kampanye, untuk selanjutnya ditindak lanjuti oleh aparat kepolisian yang bertugas.

Di beberapa bagian, juga di tampilkan patroli skala besar kepolisian sembari mencari dan pendataan terhadap Alat Peraga Kampanye yang di sinyalir masih terpasang, meskipun sudah memasuki masa tenang.

Di sisi lain, ada 2 orang dalam kondisi mabuk berat memaksa untuk mencoblos di TPS. Namun dengan sigap, aparat kepolisian yang bertugas mengamankan mereka.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Putri mantan Presiden RI ke 4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid menyebutkan bahwa sosok Capres Joko Widodo memiliki misi yang sama dengan pandangan almarhum ayahnya dari 3 karakter.

Dari kesamaan misi inilah, yang membuat dirinya mendukung Jokowi untuk menjadi presiden di periode kedua.

Usai menghadiri kampanye akbar Capres Jokowi di lapangan Taman Blambangan Banyuwangi, Senin (25/03/2019), Yenni Wahid menjelaskan, ketiga karakter Gus Dur yang kini dimiliki oleh Jokowi tersebut diantaranya adalah kesederhanaan namum kaya dalam karya.

“Jokowi juga mempunyai keberanian yang luar biasa. Diantaranya, mengambil alih asset yang sebelumnya di kuasai asing,” ungkap Yenny.

Selain itu, Yenny menganggap Jokowi memiliki sinyal yang kuat kepada negara negara asing agar tidak menganggu kedaulatan teritorial bangsa dan negara Indonesia.

“Contohnya ketika Jokowi berlayar ke pulau Natuna Kepulauan Riau yang sangat terpencil, dengan menggunakan kapal perang,” kata Yenny.

“Diketahui, pulau Natuna itu menjadi salah satu titik yang menjadi potensi sketsa dengan RRC,” imbuhnya.

Sehingga kedatangan Jokowi di pulau itu adalah untuk memberikan sinyal kepada asing agar tidak menganggu kedaulatan teritorial Indonesia.

“Ketiga, Jokowi sama dengan Gus Dur yang selalu menghadirkan keadilan social dengan memberikan akses terhadap hak hak mendasar,” ungkapnya.

Menurut Yenny, jika Gus Dur menghadirkan keadilan social dengan cara memberikan hak dan kesetaraan ke semua warga negara tanpa melihat asal suku agamanya.

“Sedangkan Jokowi menghadirkan keadilan social dengan cara memberikan akses terhadap hak hak mendasar,” kata Yenny.

Misalnya, memberikan akses layanan kesehatan supaya rakyat miskin dan kaya bisa mendapatkan pelayanan yang sama.

“Ketiga karakter inilah menarik saya untuk melakukan hati memilih dan memperjuangkan pasangan Jokowi dan KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019,” paparnya.

Yenny melanjutkan, soal pendidikan juga sangat di perhatikan oleh Jokowi. Contohnya, di beberapa daerah ada anak tukang becak dan petani bisa menjadi sarjana dengan bantuan dana dari pemerintah melalui berbagai program yang di gulirkan.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan Kepala Keluarga di Dusun Sumberdadi Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi hingga kini masih terisolir, akibat jembatan penghubung daerah setempat ke pusat kota kecamatan ambrol di terjang banjir.

Kondisi ini menyebabkan aktifitas sekitar 250 Kepala Keluarga di dua RT yakni RT 01 dan RT 02 RW 02 lumpuh total. Bahkan, anak anak penduduk setempat mulai dari tingkat SD hingga SMA tidak bisa ke sekolah karena belum ada jalan alternative.

Hujan deras mengguyur kawasan setempat pada Jum’at tengah malam (22/03/2019) hingga Sabtu dini hari (23/03/2019), sehingga arus sungai yang cukup deras menghantam pondasi jembatan sampai roboh total, dan aspal jalan pun amblas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, jembatan tersebut merupakan jalan poros utama akses masyarakat dari Dusun Sumberdadi ke pusat keramaian.

“Dari hasil kajian Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi, di perlukan adanya penanganan segera dengan membuat jembatan darurat,” ujar Eka.

“Rencananya upaya pembuatan jembatan darurat tersebut dilakukan Senin (24/03/2019) melalui kegiatan padat Karya,” imbuhnya.

Nantinya, jembatan darurat itu hanya bisa dilewati kendaraan roda 2 dan pejalan kaki saja, sedangkan kendaraan roda 4 tidak bisa sama sekali.

Eka mengaku, BPBD telah berkoordinasi dengan pihak Dinas PU Pengairan dan Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang, bahwa pembangunan kembali jembatan roboh tersebut menjadi prioritas dengan menggunakan anggaran normal, sehingga harus menggunakan proses perencanaan terlebih dahulu.

“Sambil menunggu pembangunan jembatan permanen, maka terlebih dahulu di bangun jembatan darurat. Yang pasti, posisi jembatan darurat itu tidak jauh dari jembatan utama,” papar Eka.

Lebih lanjut Eka menjelaskan, untuk kejadian jembatan roboh di wilayah Banyuwangi yang terparah adalah di area Dusun Sumberdadi Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran tersebut.

“Ini merupakan akses vital bagi masyarakat setempat untuk beraktifitas,” tutur Eka.

Memang diakui, sebelumnya terjadi jembatan roboh di area perkebunan di kawasan Kecamatan Kalipuro Banyuwangi beberapa waktu lalu, namun dinilai tidak terlalu vital.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari 5.120 TPS di Banyuwangi yang disiapkan untuk pelaksanaan Pemilu 2019, ratusan TPS diantaranya masuk dalam kategori rawan dan sangat rawan. Tepatnya, 205 TPS rawan dan 7 TPS yang sangat rawan. Sedangkan 4.908 TPS lainnya kurang rawan.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, kualifikasi pemetaan TPS tersebut berdasarkan dari sisi geografis daerah setempat.

“Ke 7 TPS yang masuk dalam daerah sangat rawan itu, 3 diantaranya di Lapas. Juga 3 TPS di wilayah kecamatan Songgon dan 1 TPS di kawasan Kecamatan Kalipuro,” ujar Kapolres.

“Untuk pengamanan Pemilu 2019 di Banyuwangi ini, disiagakan 11.536 personel gabungan. Yang terbagi dalam 1.296 aparat kepolisian dan TNI, serta 10.240 anggota linmas,” paparnya.

Sementara sebelumnya, pada Jum’at pagi (22/03/2019) dilaksanakan apel gelar pasukan dalam rangka PAM menghadapi Pemilu 2019 di depan Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, dengan melibatkan seluruh personel yang ada.

Kapolres menjelaskan, apel pengamanan penyelenggaraan kesiapan PAM kampanye ini dilaksanakan serentak secara nasional. Pasalnya, tahapan pemilu sudah dimulai pada Minggu (24/03/2019) dengan di lakukan rapat umum terbuka selama 21 hari.

“Di lanjutkan dengan masa tenang lalu pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara,” imbuhnya.

Kapolres mengaku, untuk pengamanan di seluruh TPS yang rawan dan sangat rawan akan disiagakan 2 aparat kepolisian di masing masing TPS. Bahkan selama pelaksanaan Pemilu ini, Polres Banyuwangi juga mendapat bantuan personel pengamanan dari Brimob Polda Jawa Timur.

“Tapi belum diketahui kepastian jumlah personelnya,” pungkasnya.

Sementara itu, KPU Banyuwangi sendiri saat ini sudah memasuki tahapan pelipatan kertas suara, yang dilanjutkan dengan setting logistic dan belum dilakukan pergeseran ke setiap kecamatan.

 

More Articles ...