radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki H+3 lebaran di hari Minggu (9/6/2019), volume kendaraan roda 2 pemudik yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali terus meningkat hingga mengular ke luar Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Sejak siang hari, terjadi penumpukan kendaraan pemudik yang akan kembali ke tempat perantauannya di Pulau Bali. Antrean sepeda motor bahkan sudah mulai mengular keluar dari area Pelabuhan Ketapang hingga beberapa ratus meter dari loket masuk.

Untuk menjaga keamanan pengguna sepeda motor yang mengantri, petugas memasang garis pembatas di jalan depan pelabuhan Ketapang. Sejumlah petugas Kepolisian tampak mengamankan antrian pengendara sepeda motor.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, antrian sepeda motor mulai meluber hingga ke jalan sekitar pukul 11.00 WIB.

Kami sengaja memberi garis pembatas agar antrean bisa lebih tertib. Selain itu, supaya pengendara sepeda motor bisa masuk ke area pelabuhan dengan lancar,” papar Kapolres.

Saya minta pihak PT ASDP untuk membuka loket tambahan agar antrean kendaraan bisa segera terurai,” imbuhnya.

Tambahan loket yang dibuka adalah 2 loket untuk kendaraan roda empat yang dialihfungsikan untuk loket kendaraan roda dua. 

Sementara, untuk rekayasa lalu lintas menuju pelabuhan ASDP Ketapang, Kapolres Taufik mengaku pihaknya sudah mengalihkan arus lalulintas dari utara pelabuhan untuk melewati jalur lingkar Ketapang agar kendaraan tidak menumpuk di depan pelabuhan.

Bagi kendaraan dari arah selatan, juga di alihkan ke lingkar ketapang supaya tidak ada kemacetan di depan pelabuhan,” tutur Kapolres.

Salah satu pemudik, Amiruhman mengaku sengaja kembali ke Denpasar Bali pada hari Minggu guna menghindari kemacetn. Selain itu, dirinya harus sudah bekerja kembali di hari Senin (10/6/2019).

“Selama perjalanannya dari Jember ke Pelabuhan Ketapang terpantau arus lalu lintas lancar,” kata Amiruhman.

Namun justru sesampainya di pelabuhan terjadi penumpukan kendaraan bermotor, karena banyaknya pemudik yang bersamaan memilih kembali ke pulau Bali di hari Minggu.     

Untuk melayani para pengguna jasa penyeberangan, PT ASDP menyediakan 8 loket sepeda motor baik di Pelabuhan Ketapang maupun di Pelabuhan Gilimanuk Bali.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Aparat kepolisian Polres Banyuwangi membagikan air mineral gratis kepada para pemudik yang melakukan antrian di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.

Air mineral itu dibagikan di area parkir saat para pemudik menunggu antrian di bawah tenda yang disiapkan oleh ASDP.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi yang memimpin langsung kegiatan bagi bagi air mineral tersebut mengaku, ini sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat yang akan menyeberang ke pulau Bali, karena mereka mengantri disaat cuaca cukup panas.

Pembagian air mineral ini kami lakukan secara spontanitas,” kata Kapolres.

“Sebab, petugas Kepolisian melihat banyak pengendara motor yang kepanasan saat antri untuk membeli tiket masuk kapal,” ungkapnya.

Tidak sedikit pengendara yang berebut untuk mendapatkan air mineral tersebut. Dalam sekejap, air mineral telah ludes dibagikan kepada pemudik khususnya pengendara motor.

“Air mineral yang di berikan tersebut dalam kemasan botol sehingga jika tidak habis bisa di minum selama perjalanan,” tutur Kapolres.

Sembari membagikan air mineral, Kapolres beserta anggotanya juga menghimbau para pengguna motor untuk berhati-hati selama perjalanan. Mereka diminta mentaati aturan lalu lintas agar perjalanan mereka lancar hingga sampai di tujuan.

“Kurangi kecepatan kendaraannya ya, agar selamat di jalan,” tutur Kapolres.

“Barang bawaan yang mereka bawa cukup banyak, kemungkinan karena mereka ingin membawa oleh-oleh untuk di berikan kepada teman atau kerabatnya di Bali,” papar Kapolres.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Toko kayu dan mebel yang ada di kawasan Desa Pakistaji Kecamatan Kabat Banyuwangi ludes terbakar, di duga api berasal dari sisa potongan kayu yang masih ada asapnya.

Isi didalam toko sekaligus gudang milik Kholik Maudah yang berada di Dusun Krajan RT 02 RW 01 tersebut adalah kayu kayu untuk bahan baku pembuatan mebel.

Menurut keterangan saksi mata, dari luar gudang terlihat kepulan asap yang tinggi lalu beberapa orang warga memanjat pagar sisi utara gudang berupaya memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya, namun api semakin membesar.

Selang 1 jam kemudian, datang mobil pemadam kebakaran dan api berhasil dipadamkan selang 30 menit kemudian.

Kapolsek Kabat Banyuwangi, AKP Supriyadi mengatakan, dari hasil olah TKP sementara kepolisian, di duga api yang membakar potongan kayu tersebut berasal dari putung rokok yang dibuang sembarang. Namun hingga kini, kepolisian masih terus melakukan pengembangan penyidikan.

“Sebelumnya pada hari Selasa (4/6/2019) lalu, toko sudah mulai tutup karena libur lebaran,” ujar Kapolsek.

“Si pemiliknya, sempat mendatangi gudang karena melihat adanya kepulan asap kecil diatas tumpukan kayu rencekan atau kayu bakar, lalu dia menyiramnya dengan air,” imbuhnya.

Namun pada hari Kamis (6/6/2019), si pemilik kembali menyambangi gudangnya dan kembali melihat kepulan asap di tempat yang sama kemudian dia menyiramnya hingga asapnya hilang.

Dan pada hari Jum’at pagi (7/6/2019), si pemilik mendatangi kembali gudangnya dan melihat kepulan asap masih di tempat yang sama dan diapun berupaya memadamkannya dengan air.

“Setelah yakin kepulan asap ditumpukan kayu itu sudah habis, korban pun meninggalkan gudangnya,” kata Kapolsek.

Dia menjelaskan, selang beberapa lama, saat sore hari 2 orang warga sekitar, Aseral (70) dan Jairi (47) melihat kepulan asap yang cukup tinggi hingga mereka bersama beberapa warga lainnya berupaya memadamkan api.

“Dari peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Korban mengalami kerugiaan materil sekitar Rp 1 jutaan,” pungkas AKP Supriyadi.

Selain Kapolsek Kabat, yang mendatangi TKP juga ada Kapolsek Rogojampi AKP Agung Setyo Budi, Kanit Laka Iptu Ardi Bhita Kumala serta Kanit Reskrim Polsek Kabat Ipda Putu Ardana, Kanit Intel Aiptu Totok Hery.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pasca terjadinya ledakan diduga bom bunuh diri di pos pantau lalu lintas di Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah Senin malam (3/6/2019), Polres Banyuwangi semakin memperketat pengamanan di Pelabuhan ASDP Ketapang.

Fokus Pengamanan dilakukan lantaran arus mudik dan liburan Lebaran 2019 sedang berlangsung.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansah Zeinardi mengatakan, pengamanan dilakukan di dalam pelabuhan dan di dalam kapal. Pihaknya juga melakukan sidak beberapa kapal yang digunakan untuk angkutan penyeberangan para pemudik.

“Saya melakukan pemeriksaan, untuk mengantisipasi adanya benda benda yang membahayakan. Aparat kepolisian juga sempat menyisir ke beberapa kapal,” papar Kapolres Taufik.

“Pengamanan pelabuhan juga dilakukan di pintu masuk dan pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang,” ungkapnya.

Untuk pintu masuk dilakukan pemeriksaan pada kendaraan yang akan berlibur ke Bali. Sementara untuk pemeriksaan di pintu keluar adalah untuk para pemudik dari Bali.

Kapolres mengaku, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya bahan peledak yang di bawa oleh penumpang kapal, juga barang berbahaya lainnya seperti narkoba dan senjata tajam.

Antisipasi lain adalah pos pengamanan dan pos pelayanan,” tuturnya.

Kami melakukan penebalan anggota di masing-masing pos. Karena bisa diduga sasaran bom bunuh diri itu adalah aparat atau petugas dari kepolisian,” papar Kapolres.

Kapolres juga mengaku selalu update berbagai peristiwa yang ada. Dan kepolisian sudah menyiapkan pengamanan lebih untuk mengantisipasi kondisi ini.

Pospam juga tetap diamankan dan dilakukan penebalan kekuatan serta peningkatan patroli terbuka dan tertutup,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga memasuki H-1 lebaran, arus kendaraan pemudik dari Pelabuhan Gilimanuk Bali terus mengalir ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Meski volumenya tidak sepadat pada H-3 dan H-2 kemarin, namun ratusan sepeda motor pemudik masih mendominasi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ditemukan granat bentuk manggis yang diduga masih aktif, di kandang ayam milik warga di kawasan Kecamatan Glagah Banyuwangi.

Tepatnya di kandang ayam milik almarhum Untung di Lingkungan Gaplek RT 01 RW 02 Kelurahan Bakungan. Sementara almarhum sendiri baru meninggal dunia 7 hari yang lalu.

Dan granat manggis yang kondisinya sudah berkarat tersebut di temukan oleh Mislani (47), warga Lingkungan Krajan RT 02 RW 03 Kelurahan Banjarsari Kecamatan Glagah yang merupakan saudara Untung, pada Jum'at (7/6/2019).

Kapolsek Glagah Banyuwangi, AKP Ibnu Mas'ud mengatakan, sekira pukul 17.00 WIB, Mislani menemukan granat berdiameter sekitar 15 cm yang diduga masih aktif tersebut di TKP saat membersihkan kandang ayam.

Lalu hasil temuan ini dilaporkan kepada Babinsa Kelurahan Bakungan, Serma Dedi Rizal,” ungkap Kapolsek.

Mendapat laporan itu, Serma Dedi mengecek ke lokasi dengan berkordinasi bersama Babinkamtibmas Briptu Rudi, untuk memastikan benda tersebut apakah betul bahan peledak ataukah tidak.

Kami langsung berkoordinasi dengan tim gegana, dengan mengirimkan gambar Granat itu,” ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, selang 1 jam lebih setelah olah TKP oleh anggota intel Polres Banyuwangi yang mendatangi lokasi bersama sejumlah aparat kepolisian polsek glagah, granat manggis itupun di evakuasi dan di bawa  ke Mapolres Banyuwangi untuk diamankan demi kenyamanan masyarakat setempat.

Dari pengakuan Mislani, dia tidak sengaja menemukan granat tersebut saat bersih bersih di kandang ayam milik saudaranya, yang baru ditinggalkan seminggu yang lalu itu,” pungkas Kapolsek.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari data ASDP, sejak angkutan mudik berlangsung pada H-7 hingga H-1 sebanyak 85.472 unit kendaraan roda 2 yang menyeberang dari Bali ke pulau Jawa. Sedangkan pada hari pertama hingga hari kedua, tercatat ada 7 ribuan lebih yang sudah menyeberang.

Penumpang pejalan kaki mencapai 500 ribuan orang lebih. Dan kendaraan roda 4 sebanyak 58 ribuan unit.

Sementara, untuk dari arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi sejak H-7 hingga H-1 sampai memasuki lebaran hari kedua, penumpang pejalan kaki yang menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali sebanyak 245 ribuan orang. Kendaraan roda 2 tercatat ada 8 ribuan unit dan roda 4 sebanyak 39 ribuan unit.

Sementara di H+1, Jum’at (7/6/2019) ini sudah memasuki masa arus balik lebaran, dengan focus penumpang kapal dari arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Dan hingga sore hari, kendaraan bermotor berbagai jenis yang di dominasi sepeda motor pemudik terus mengalir masuk ke area Pelabuhan Ketapang untuk di seberangkan ke Pelabuhan Gilimanuk Bali.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alwei mengatakan, titik puncak arus balik lebaran 2019 ini di prediksi akan terjadi pada H+3 dan H+6.

“Karena masyarakat pulau Jawa memiliki tradisi lebaran ketupat di hari ketujuh lebaran,” ungkapnya.

Fahmi menjelaskan, peningkatan penumpang pada H+3 di prediksi adalah mereka yang bekerja di sector formal, seperti perkantoran, PNS maupun perusahaan BUMN.

“Sedangkan para pekerja non formal seperti tukang bangunan maupun pekerja swasta lainnya, di perkirakan akan kembali ke pulau Bali pada H+6 sehingga di saat itu di prediksi merupakan titik puncak arus balik,” papar Fahmi.

Meski demikian Fahmi mengaku, pihaknya tetap mengoperasikan 32 unit armada kapal disetiap harinya dari 56 unit kapal yang ada. Juga 7 unit dermaga di masing masing pelabuhan.

“Untuk 1 unit kapal tambahan yakni KMP Drajat Paciran tetap di siagakan di Lintas Ketapang-Gilimanuk, dan akan dioperasikan jika kondisi pelabuhan sangat padat,” kata Fahmi.

Pasalnya, kapal tersebut berukuran sangat besar dan bisa mengangkut hingga 400 an unit kendaraan bermotor berbagai jenis untuk sekali jalan.

Sementara itu, ASDP mencatat, puncak masa arus mudik kemarin terjadi pada H-3 dengan jumlah penumpang pejalan kaki yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang mencapai 77.217 orang, kendaraan roda 2 sebanyak 16.090 unit dan kendaraan roda 4 sebanyak 8.434 unit.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang pemudik asal Tegal, Jawa Tengah meninggal dunia diatas kapal yang di tumpanginya di lintas penyeberangan perairan Selat Bali, di duga karena sakit akibat kelelahan.

Korban yang diketahui bernama Moh.Abrori (36) tersebut sebelumnya sempat mengalami muntah di dalam bus Pahala Kencana jurusan Denpasar-Jakarta yang di tumpanginya.

Laki laki warga Dukuh Tegal Kubur RT 02 RW 09 Desa Yamansari Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal itu berangkat bersama 3 orang temannya dari Denpasar bali, Senin (3/6/2019) hendak pulang kampung untuk mudik lebaran.

Setelah bus yang di tumpanginya naik ke dalam kapal KMP Gilimanuk 2 di dermaga Pelabuhan Gilimanuk Bali, korban mulai pingsan dan tidak sadarkan diri. Selanjutnya, ketiga temannya tersebut melarikan korban di ruang medis kapal.

Setelah kapal sandar di dermaga Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, korban langsung di evakuasi ke Pos Kesehatan Pelabuhan Ketapang lalu dipemeriksaan oleh tim medis dan dinyatakan denyut nadinya sudah sangat lemah.

Selanjutnya, korban di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk di lakukan pemeriksaan medis, dan rupanya korban sudah meninggal dunia.

Kapolsek KP3 Tanjungwangi Banyuwangi, AKP Idham Kholid membenarkan adanya peristiwa korban meninggal dunia di dalam kapal tersebut.

“Dari keterangan teman temannya, saat bus melintas di kawasan Negara Bali, korban mengeluh kepalanya pusing dan perutnya terasa mual hingga sampai di Pelabuhan Gilimanuk langsung muntah muntah,” papar Kapolsek.

“Bahkan saat di dalam kapal, korban sempat keluar dari dalam bus lalu duduk di area kapal,” imbuhnya.

Saat itu, korban kembali muntah hingga terkencing kencing sampai tidak sadarkan diri.

“Dari hasil pemeriksaan sementara tim medis, di duga korban meninggal dunia karena penyakit jantung yang di deritanya kambuh,” ungkap Kapolsek.

Setelah di semayamkan di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, jenazah korban akan segera di pulangkan ke kampung halamannya.

Dari keterangan yang ada, selama ini korban berjualan martabak di kawasan Denpasar Bali bersama ke tiga temannya tersebut.

 

More Articles ...