radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki musim penghujan dengan curah yang cukup tinggi di area Kawah Ijen Banyuwangi seperti saat ini, dinilai berpotensi keluarnya gas beracun.

Biasanya, curah hujan yang cukup tinggi selalu dibarengi dengan keluarnya gas beracun dari dalam danau kawah berukuran 960 kali 600 meter tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Balai Besar KSDA Jawa Timur, Sumpena mengatakan, dengan kondisi ini dinilai masih aman bagi para pengunjung yang akan berwisata di Kawah Ijen, namun dengan jarak pendakian sejauh 1 KM dari bibir kawah.

“Tapi jika intensitas gas beracun tersebut cukup tinggi maka pendakian ke puncak Ijen dipastikan akan ditutup demi keselamatan jiwa para wisatawan,” ujarnya.

Sumpena mengaku, di puncak Kawah Ijen sering terjadi hujan cukup deras dalam setiap harinya, karena saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan.

“Oleh sebab itu, diharapkan bagi pengunjung untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pendakian demi keselamatan jiwa mereka,” tutur Sumpena.

Gunung Kawah Ijen ini memiliki ketinggian 2443 meter diatas permukaan laut. Dan bagi wisatawan domestic yang akan mendaki ke puncak Ijen, di kenakan biaya tiket sebesar Rp 5000 hingga Rp 7.500 per orang. Sedangkan wisatawan mancanegara Rp 100.000 hingga Rp 150.000 per orang.

Bahkan terhitung sejak Januari hingga Maret, mulai dilakukan uji coba pembelian tiket system online.

Namun selama masa uji coba tersebut, masih di sediakan tiket manual di loket pintu masuk maksimal 100 lembar. Dan system online ini mulai resmi diberlakukan pada April 2019 mendatang.

         

radiovisfm.com, Banyuwangi - Terjadi kecelakaan di jalur pantura Banyuwangi Utara tepatnya di kawasan Jalan Raya Kecamatan Wongsorejo, antara kendaraan truck fuso dengan Bus Kramat Jati yang menyebabkan kendaraan truck terguling.

Incident ini terjadi di depan pintu masuk SPBU Bangsring di Dusun Krajan II RT 05 RW 04 Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, Kamis (03/01) sekira pukul 13.30 WIB.

Sementara, kendaraan yang terlibat kecelakaan adalah Truck Fuso bernopol AG 9285 KF dengan Bus Kramat Jati bernopol B 7934 IS yang bermuatan 29 orang penumpang.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, dari hasil olah TKP sementara kepolisian, kendaraan Truck Fuso yang dikemudikan oleh Marzuki (45) warga Dusun Sumberglagah RT 09 RW 03 Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar tersebut melaju dari arah utara ke selatan.

“Sesampainya di TKP, Truck Fuso itu hendak berbelok ke arah kanan atau ke SPBU untuk mengisi bahan bakar,” ujarnya.

Iptu Ardhi menjelaskan, bersamaan dengan itu, melaju dari arah belakang Bus Kramat Djati yang di kemudikan Nurhadi (30) warga Desa Karangdawa RT 04 RW 04 Kecamatan margasari Kabupaten Tegal serta kernetnya, Darmo (46) warga Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes dan sopir cadangan, Budiman (46) warga Desa Lampyang Wetan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. Menurut Kanit Laka, saat itu Bus Kramat Djati tersebut berupaya menyalip beberapa kendaraan yang ada di depannya.

“Diduga karena jarak antara truck fuso dan bus terlalu dekat, sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan itu,” kata Iptu Ardi.

“Akibatnya, kendaraan truck terguling melintang di tengah area SPBU. Sedangkan kendaraan Bus mengalami kerusakan pada bagian depan,” pungkasnya.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Namun sopir truck fuso, Marzuki mengalami luka lecet pada siku kanannya. Selain itu, kernet Bus, Darmo mengalami luka cukup parah yakni luka terbuka pada pergelangan kaki kanan dan patah tulang pada paha kanan. Juga Budiman, sopir bus cadangan mengalami luka keseleo pada kaki kanannya.

Seluruh korban tersebut di larikan ke Puskesmas Wongsorejo guna di lakukan penanganan medis.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Di wilayah Kecamatan Genteng Banyuwangi di temukan mesin ATM yang tercantum nomor call center palsu, yang sengaja di pasang oleh pelaku kejahatan untuk mengelabuhi para calon korbannya. Salah satunya adalah ATM Bank BRI yang ada di depan Kampus Ibrahimy Genteng.

Pada mesin ATM terpasang nomor call center yang bisa di hubungi oleh para nasabah jika mengalami permasalahan dalam tarik tunai. Selain itu, pelaku juga memasang satu alat di jalur masuk kartu ATM supaya tidak bisa dioperasikan. Disaat kartunya mengalami kendala itulah, dipastikan nasabah akan menghubungi nomor call center yang di pasang oleh pelaku kejahatan tersebut.

Modus ini di ketahui oleh salah satu nasabah yang saat itu hendak melakukan transaksi pengambilan uang. Rupanya, ATM nasabah yang bersangkutan tertinggal di dalam mesin dan tidak bisa di keluarkan. Karena merasa curiga dengan nomor call center yang terpasang di mesin ATM, dia menghubungi call center BRI yang asli lalu melapor ke pihak kepolisian.

Kapolsek Genteng Banyuwangi, Kompol Samsodin membenarkan adanya kasus kejahatan dengan merusak salah satu bagian mesin ATM yang ada dikawasan Kecamatan Genteng tersebut.

“Tapi calon korban itu tidak melapor ke Mapolsek Genteng namun melapor ke Mapolsek Sempu karena dia berdomisili di wilayah setempat,” ujar Kompol Samsodin.

Dia menjelaskan, setelah di lakukan penyidikan di lapangan, rupanya memang benar bahwa nomor call center yang terpasang di mesin ATM tersebut adalah palsu.

“Kini, kepolisian berupaya untuk mengungkap pelakunya dengan melakukan deteksi melalui rekaman kamera CCTV di area mesin ATM,” imbuhnya.

Kapolsek Genteng mengaku, kepolisian juga terus meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan patroli.

“Pihak Bank BRI sendiri juga membentuk tim patroli ATM yang melakukan pengecekan di seluruh lokasi mesin ATM setiap 2 jam sekali, bekerja sama dengan kepolisian,” papar Kompol Samsodin.

Dengan adanya kasus ini, Kompol Samsodin meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan utamanya saat bertransaksi di mesin ATM yang tidak berada di kawasan kantor cabang dari bank yang bersangkutan.

“Kami berharap, jika menemukan adanya kejanggalan, masyarakat bisa langsung melaporkan ke pihak kepolisian guna di lakukan penindakan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek Genteng.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang petani warga Kecamatan Gambiran Banyuwangi ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya, di duga akibat penyakit Hipertensi yang dideritanya kambuh.

Korban yang diketahui bernama Agus Subadi (50) warga Dusun Lidah RT 04 RW 06 Desa Gambiran tersebut, jenazahnya tergeletak di area persawahan yang ada di kawasan gumuk Asem Dusun Lidah Desa Gambiran, Selasa pagi (01/01) sekira pukul 09.30 WIB.

Menurut keterangan saksi mata, Marwiyah (45), dirinya yang saat itu berada di sawah melihat korban berjalan di pematang, yang kebetulan tidak jauh dengan sawah miliknya.

Dan mereka sempat bertegur sapa, lalu korban memangkas rumput dan alang alang disekitar sawahnya.

Kapolsek Gambiran, AKP Sumaryata mengatakan, dari pengakuan saksi, korban sempat mengeluh cuaca sangat panas lalu dia berteduh di tempat dingin dan duduk di pematang sawah menghadap ke utara.

“Tidak berapa lama, saksi melihat korban terjatuh dengan posisi miring yang selanjutnya dia menghampiri korban dan mencoba membangunkannya. Tapi rupanya, korban tidak merespon,” papar Kapolsek.

Dia menjelaskan, saksi pun memanggil kakak ipar korban, Siti Komariah (48) yang kebetulan juga berada di sawah. Saat kembali di bangunkan itulah, kedua saksi tersebut kaget karena mendapati korban sudah tidak bernafas lagi.

“Selanjutnya, mereka membawa pulang jenazah korban ke rumah duka untuk di semayamkan,” ungkap AKP Sumaryata.

“Dari hasil pemeriksaan medis Puskesmas Yosomulyo Kecamatan Gambiran, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan,” kata Kapolsek.

Dan di duga kuat, korban meninggal dunia akibat Hipertensi karena beberapa hari sebelumnya korban mengeluh sering sakit kepala.

Kapolsek menambahkan, di duga penyakit yang diderita korban tersebut adalah turunan dari orang tuanya. Pasalnya, beberapa bulan sebelumnya, kakak korban dan beberapa orang keluarganya juga meninggal dunia secara tiba tiba dengan kondisi yang sama.

“Jenazah korban langsung di semayamkan di rumah duka karena pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi,” tutur AKP Sumaryata.

Sementara itu, korban meninggalkan seorang istri, Sri Rejeki (42) dan 2 orang anak yakni Maya (30) dan Galuh (15) yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Mobil Pick Up Grand Max yang berisi rombongan staf kantor Desa Kumendung Kecamatan Muncar Banyuwangi terguling ke tengah persawahan, setelah tertabrak mobil Avanza.

Incident ini terjadi dikawasan jalan raya utara SPBU Desa Laban Asem Kecamatan Kabat Banyuwangi, Kamis pagi (03/01).

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardi Bhita Kumala mengatakan, menurut keterangan sejumlah saksi mata, mobil Pick Up Grand Max bernopol P 8479 VA tersebut melaju dari arah utara ke selatan.

“Saat melintas di TKP terdapat tikungan dan bersamaan dengan itu melaju mobil Avanza bernopol P 1230 VI yang melaju cukup kencang,” ungkap Iptu Ardi.

Diduga karena jarak kedua mobil itu terlalu dekat, menyebabkan mobil Avanza menabrak kendaraan pick up yang berisi 3 orang penumpang tersebut, yakni Gito yang bertindak sebagai sopir serta Laili dan Tika yang ketiganya merupakan staf kantor Desa Kumendung Kecamatan Muncar.

Menurut keterangan saksi mata, mereka baru pulang dari Banyuwangi setelah mengurus BPJS beberapa orang warga Desa Kumendung.

“Akibat hantaman mobil Avanza terlalu keras, menyebabkan mobil Pick Up terlempar dan terguling di tengah sawah,” kata Ardi.

“Untung saja, dalam incident ini tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.

Sementara mobil Avanza itu sendiri, mengalami kerusakan pada bagian depan sisi kanan.

Upaya evakuasi terhadap Kendaraan Pick Up tersebut di lakukan aparat kepolisian bersama warga. Sementara, mobil Avanza beserta sopirnya, Narto di bawa ke Pos Lantas Rogojampi Banyuwangi guna di mintai keterangan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sekitar 130 an warga Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru mendatangi Mapolres Banyuwangi, Rabu (02/01) mendesak kepolisian untuk mengembangkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas penyelewengan pengurusan sertifikat tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dan dalam kasus ini, satu orang sudah di jadikan sebagai tersangka. Yakni Ketua Kelompok Kerja Masyarakat (Pokmas) PTSL Banyuanyar, Gito Suprayogi.

Sebelumnya, laki laki berusia 45 tahun warga Dusun Krajan RT 02 RW 03 Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru tersebut ditangkap Unit Pidkor dan Unit Opsnal Kota Satreskrim, di halaman parkiran Kantor Bank BRI Unit Kalibaru di kawasan jalan raya Jember Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru Banyuwangi.

Dari OTT ini kepolisian berhasil mengamankan barang bukti uang tunai sejumlah Rp 10.000.000 dan 1 buah Sertifikat Hak Milik nomor 01449 atas nama Hoiriyah berlamatkan di Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru, juga 1 buah kwitansi penerimaan uang sebesar Rp 7.500.000.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka membebani masyarakat sebesar Rp 35 juta hingga Rp 40 juta untuk pengurusan 3 sertifikat bidang tanah. Sedangkan berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak Desa, Pokmas dan warga, untuk biaya PTSL hanya sebesar Rp 700.000 per bidang.

Dan kasus ini terbongkar, setelah salah satu korban, Hoiriyah yang dibebani biaya Rp 40 juta untuk pengurusan sertifikat 3 bidang tanahnya. Saat itu, korban baru membayar sebesar Rp 12.500.000, sedangkan sisanya diminta ketika sertifikat keluar.

Selanjutnya, korban di hubungi tersangka bahwa 3 sertifikatnya sudah jadi dan di minta untuk melunasi pembayarannya. Mereka pun sepakat bertemu di TKP untuk pembayaran tersebut hingga kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Salah satu perwakilan warga Desa Banyuanyar Kecamatan Kalibaru, Juri mengatakan, dirinya bersama masyarakat setempat mendukung upaya kepolisian yang dinilai telah berhasil mengungkap kasus ini.

“Oleh sebab itu, kami datang ke Mapolres Banyuwangi untuk mendesak kepolisian agar bisa mengembangkan kasus ini, karena di sinyalir ada beberapa orang yang terlibat,” ujar Juri.

Meski demikian, laki laki berusia 52 tahun tersebut enggan menyebutkan secara detail jumlah maupun nama nama orang yang di duga ikut serta dalam penyelewangan pengurusan sertifikat tanah dalam program PTSL di Desa Banyuanyar tersebut.

“Kami minta, kepolisian bisa memberantas hingga ke akar akarnya untuk menangkap para pelakunya, supaya penegakan hukum di Banyuwangi ini benar benar jalan,” ungkap Juri.

Pasalnya, segala peraturan yang digulirkan oleh pemerintah, secara otomatis untuk mensejahterakan masyarakat termasuk program PTSL itu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, AKP Panji Pratista Wijaya yang menemui 6 orang perwakilan dari warga Desa Banyuanyar tersebut mengatakan, OTT kasus penyelewangan pengurusan sertifikat tanah dalam program PTSL tersebut dilakukan kepolisian pada pertengahan November 2018 lalu.

“Kedatangan ratusan warga Desa Banyuanyar ini untuk memberikan dukungan kepada kepolisian untuk bisa mengembangkan kasus itu,” ungkapnya.

AKP Panji mengaku, kepolisian sudah melakukan pemberkasan kasus tersebut dan sudah di kirimkan ke Kejaksaan Negeri.

“Tapi ada beberapa berkas yang di kembalikan guna di lengkapi dan saat ini sedang di laksanakan oleh kepolisian, untuk selanjutnya akan dilimpahkan kembali ke Kejaksaan,” papar AKP Panji.

Terkait dengan adanya dugaan keterlibatan oknum lain dalam kasus ini, AKP Panji mengaku dari hasil pemeriksaan tersangka memang di indikasi ada beberapa oknum yang terlibat.

“Tapi kepolisian mengalami kesulitan dengan pemenuhan alat bukti untuk menjeratnya,” kata Kasat Reskrim.

Meski demikian, AKP Panji mengatakan pihaknya terus mendalami kasus ini untuk melengkapi alat bukti agar keinginan masyarakat Desa Banyuanyar tersebut terpenuhi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang warga Jember berhasil di selamatkan dari dalam mobilnya yang tertimpa pohon di kawasan Jalan Raya Situbondo – Banyuwangi, setelah di lakukan evakuasi selama 1 jam 30 menit.

Korban diketahui bernama Christianto Budi Santoso (33) tercatat sebagai warga Jalan Untung Suropati 26 Lingkungan Kampung Tengah RT 03 RW 17 Desa Kepatihan Kecamatan Kaliwates, Jember mengalami luka robek pada lengan kanan, jari kanan dan sikut kiri.

Sementara mobil Xenia putih bernopol L 1993 TB yang di kemudikannya dalam kondisi hancur, akibat tertimpa pohon besar yang sebelumnya berdiri kokoh di depan Pondok Pesantren Nurut Taqwa masuk Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Sebelumnya, Senin (31/12), korban mengemudikan mobilnya dengan membawa temannya, Haris Kurniawan (23) warga Klakah, Lumajang melaju dari arah selatan ke utara.

Saat melintas di TKP terjadi angin kencang dan tiba tiba pohon yang berdiameter sekitar 1,5 meter tersebut roboh, lalu menindih mobil korban. Bahkan, batang pohon melintang di tengah jalan hingga menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas dari dua arah.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi AKP Kusmin yang mendatangi TKP mengatakan, akibat tertindih pohon, korban yang berada di belakang stir tidak bisa keluar mobil karena terjepit. Sedangkan temannya berhasil keluar karena posisinya di belakang.

“Upaya evakuasi pun di lakukan kepolisian bersama warga dengan memotong batang pohon yang melintas di tengah jalan itu, yang juga dibantu dari Tim Reaksi Cepat BPBD Banyuwangi,” ujar Kapolsek.

“Setelah berhasil memotong sebagian batang pohon, lalu dilakukan evakuasi untuk mengeluarkan korban dari dalam mobilnya,” imbuh AKP Kusmin.

Karena upaya evakuasi berlangsung cukup lama sekitar 1,5 jam, menyebabkan kondisi korban melemah. Dan tim medis dari puskesmas wongsorejo langsung memberikan bantuan pernafasan oksigen kepada korban selama dilakukan evakuasi.

“Setelah berhasil di keluarkan dari dalam mobilnya, korban langsung di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna mendapatkan penanganan medis,” ungkap AKP Kusmin.

Sementara itu, arus lalu lintas kembali normal setelah batang pohon berhasil di alihkan ke pinggir jalan.

 

 

More Articles ...