radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang masa kampanye terbuka 24 Maret 2019, KPU Banyuwangi kini sudah menyelesaikan proses pelipatan kertas suara meskipun ada beberapa yang rusak.

Ketua KPU Banyuwangi, Samsul Arifin mengatakan, prosentase kerusakan kertas suara tersebut dinilainya masih sangat kecil dan secara umum masih cukup baik.

“Contohnya, kertas suara untuk Pilpres yang rusak hanya sebanyak 142 lembar,” ungkapnya.

Samsul mengaku, kerusakan tersebut sudah berhasil di atasi. Sementara untuk kertas suara lainnya diakui masih terpantau tidak ada yang mengalami kerusakan.

“Kami sudah siap dari segi penyelenggaran pemilu, tinggal menghadapi hari pelaksanaan. Sedangkan dari sisi pengamanan adalah kewenangan kepolisian dan TNI juga stakeholder lainnya,” papar Samsul.

Setelah proses pelipatan kertas suara selesai kata Samsul, kini pihaknya melakukan setting logistik. Sedangkan untuk pergeseran ke seluruh kecamatan masih belum dilaksanakan.

Sementara, dalam Pemilu 2019 ini KPU Banyuwangi Banyuwangi menyiapkan 5.120 TPS yang terbagi dalam beberapa kualifikasi oleh pihak kepolisian. Yakni 4.908 TPS kurang aman, 205 TPS rawan dan 7 TPS yang sangat rawan, yakni 3 TPS di lapas, 3 TPS di wilayah Kecamatan Songgon dan 1 TPS lainnya di area Kecamatan Kalipuro.

“Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Banyuwangi dalam Pemilu 2019 ini, tercatat ada 1,3 juta orang,” kata Samsul.

Sementara itu, dari jadwal yang ada, Kampanye terbuka akan di gelar mulai 24 Maret hingga 13 April mendatang.

“KPU Banyuwangi juga telah memetakan beberapa titik yang bisa di gunakan untuk lokasi kampanye akbar, diantaranya Taman Blambangan dan Stadion Diponegoro,” pungkas Samsul.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian tidak bisa menetapkan sopir mobil Damkar sebagai tersangka, meskipun nantinya dari hasil penyelidikan kepolisian terbukti bersalah.

Hal ini seperti tertuang dalam pasal 134 dan 135 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Dimana, ada kendaraan bermotor yang memiliki hak utama sehingga mendapat prioritas dan wajib didahulukan dibanding pengguna jalan lain. Seperti Kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas, kendaraan pimpinan dan lembaga negara Republik Indonesia, salah satunya Presiden RI, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing, kendaraan lembaga internasional yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, serta konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, saat terjadi kecelakaan tersebut, mobil Damkar diesel T120PC bernopol P 9993 T itu sedang dalam menjalankan tugas yakni akan menuju ke lokasi kebakaran yang ada di kawasan Dusun Maduran Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi, untuk memadamkan api.

“Meski demikian, proses penyidikan tetap di lakukan dengan memintai keterangan para saksi mata di lokasi, termasuk pengemudi mobil Damkar tersebut, Yoga Rudi Hartono (25) warga Dusun Patoman Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari  bersama Hendra Setiawan ( 23) warga Dusun Krajan II Desa Gambiran Kecamatan Gambiran,” papar Iptu Ardhi.

“Hingga kini, keduanya masih dilakukan pemeriksaan dan kepolisian belum memberikan status terhadap keduanya,” ungkapnya.

Kanit Laka menjelaskan, dari apapun hasil pemeriksaan nantinya, kedua pengemudi mobil Damkar tersebut tidak bisa di tetapkan sebagai tersangka atau di kenakan sangsi hukuman, sesuai yang tertuang dalam UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya tersebut. Bahwa, mobil Damkar adalah salah satu dari beberapa kendaraan yang harus didahulukan karena menjalankan tugas.

Sebelumnya, mobil Damkar tersebut menabrak 2 pengendara sepeda motor Honda Supra X 125 nomor polisi P 5975 ZN di kawasan jalan raya nasional, tepatnya di jalan Raya Banyuwangi jurusan Jember di Desa Dadapan Kecamatan Kabat Banyuwangi.

Yang menyebabkan, korban Pupah (60) warga Kelurahan Karangrejo Kecamatan Banyuwangi meninggal dunia di TKP dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Sedangkan Ahmad Saroji warga Dusun Babakan RT 01 RW 01 Desa Dadapan Kecamatan Kabat yang membonceng korban, hanya mengalami luka lecet ditangan dan kaki.

Sedangkan mobil Damkar itu dalam perjalanan menuju ke kawasan Dusun Maduran Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi untuk memadamkan api yang membakar rumah keluarga Istiqomah.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Rumah keluarga Istiqomah di kawasan Dusun Maduran RT 02 RW 01 Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi terbakar, yang menyebabkan seorang perempuan anak pemilik rumah meninggal dunia terpanggang.

Kebakaran ini terjadi pada selasa malam (19/03/2019) sekira pukul 18.00 WIB dan baru bisa dipadamkan 2 jam kemudian dengan mengerahkan 3 unit mobil Damkar dari pemerintah daerah.

Sementara korban meninggal dunia diketahui bernama Tasya berusia 14 tahun, dan di sebut sebut mengalami keterbelakangan mental. Kondisinya sangat mengenaskan, hampir di sekujur tubuhnya terbakar.

Sedangkan ibunya, Istiqomah juga mengalami luka bakar cukup serius dan kini masih mendapat perawatan medis. Masih belum diketahui penyebab kebakaran, namun seluruh isi di dalam rumah ludes terbakar.

Saksi mata, Suginaryo mengatakan, saat melihat rumah saudaranya tersebut terbakar, dirinya langsung meminta bantuan warga setempat. Lokasi rumah Suginaryo sendiri bersebelahan dengan rumah korban.

Saya tidak tahu secara pasti penyebab kebakaran itu,” ujar laki laki berusia 54 tahun tersebut.

Dia menduga, api berasal dari botol bensin yang ada di depan rumah korban. Pasalnya selama ini, korban berjualan bensin kemasan botol untuk menopang perekonomian keluarganya karena suaminya, Zainal sudah meninggal dunia sejak lama.

Setiap harinya korban juga bekerja buruh mencuci dan menyeterika baju milik para tetangganya untuk menghidupi 2 anaknya yang tinggal serumah,” tuturnya.

Suginaryo juga mengatakan, disaat seluruh warga berusaha menyelamatkan para korban, hanya tersisa Tasya yang tidak tampak.

Mendapati kondisi ini, warga setempat berupaya mencarinya hingga ditemukan didalam kamar depan dalam kondisi sudah meninggal dunia,” pungkas Suginaryo.

Selain Istiqomah, di dalam rumah tersebut juga di huni ibu korban, Naisah serta dua adiknya, Rofil dan Anis. Selain itu, juga ada dua anak korban, Azwar Anas dan Tasya, yang meninggal dunia tersebut.

Seluruh korban berhasil selamat, hanya Istiqomah yang mengalami luka bakar serius serta anaknya, Azwar Anas terbakar pada tangannya dan mereka mendapat perawatan di PKU Muhammadiyah Rogojampi. Sedangkan ibu korban dan 2 adiknya berhasil menyelamatkan diri.

Sementara, jenazah Tasya langsung di larikan ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan pemeriksaan luar.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi, AKP Agung Setyo Budi mengatakan, dari hasil olah TKP sementara kepolisian, api diduga berasal dari bensin.

Saat itu, korban tengah mengisi bensin ke dalam botol,” ungkap AKP Agung.

Tapi rupanya botol itu roboh sehingga menyebabkan bensin berserakan ke lantai hingga mengarah ke lampu lentera yang tidak jauh dari lokasi,” paparnya.

AKP Agung juga mengatakan, saat bensin mengarah ke lampu lentera itulah, tiba tiba api membesar hingga terjadinya kebakaran.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Masyarakat di kawasan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi di gegerkan dengan pembakaran bendera partai yang terdapat gambar salah satu Caleg DPRD Kabupaten Banyuwangi.

Tepatnya di Dusun Jajang Surat Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi.

Dua bendera tersebut satu diantaranya adalah bendera Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berukuran 50x30 centimeter.

Dan satu lainnya bendera berukuran sekitar 40x60 centimeter yang bertuliskan nama Joni Subagiyo, salah seorang caleg DPRD Kabupaten Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi lima Kecamatan yakni Rogojampi, Songgon, Blimbingsari, Singojuruh dan Kabat.

Ketua Panwascam Rogojampi, Irfan Hidayat membenarkan adanya pembakaran bendera partai tersebut dan kini masih dalam penelusuran pihaknya.

Informasi pembakaran itu diketahui setelah adanya laporan masyarakat,” ujarnya.

“Panwascam bersama Kepolisian Sektor Rogojampi telah menanyai warga yang diduga mengetahui kejadian itu,” tutur Irfan.

Sementara peristiwa ini terjadi pada Rabu malam (13/03) sekira pukul 23.00 WIB.

Irfan menjelaskan, bendera yang dibakar ada dua. Barang bukti sudah diamankan pihaknya dan tidak terbakar sampai habis.

Menurut pengakuan warga, pelaku pembakaran bendera diketahui berjumlah dua orang,” kata Irfan.

Setelah diketahui warga melakukan pembakaran, kedua pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor. Meski demikian, Irfan mengaku warga tidak mengetahui identitas pembakarnya.

“Hingga Kamis (14/3/2019), belum ada warga yang melapor atas insiden tersebut ke Panwascam. Dan laporannya baru ke pihak kepolisian,” papar Irfan.

Walaupun begitu Panwascam Rogojampi telah berkoordinasi dengan Bawaslu Banyuwangi. Untuk selanjutnya di lakukan pendalaman.

Pantauan di lapangan, kedua bendera tersebut di pasang di sepanjang jalan dan ditancapkan dengan tiang bambu.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi, AKP Agung Setyobudi mengatakan, barang bukti bendera yang dibakar memang sudah diamankan dan kini posisinya ada di tangan Panwascam Rogojampi. 

Bhabinkamtibmas saya datang ke lokasi untuk pengamanan setelah mendapat laporan dari masyarakat,” tutur Kapolsek.

Karena ini berkaitan dengan pemilu, maka barang bukti diserahkan ke Panwascam,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang nenek warga Kelurahan Karangrejo meninggal dunia akibat tertabrak mobil Damkar, saat hendak menuju ke lokasi kebakaran di kawasan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa malam (19/03/2019) sekira pukul 18.00 WIB di kawasan Jalan Raya Banyuwangi jurusan Jember tepatnya di area jalan nasional Desa Dadapan Kecamatan Kabat Banyuwangi.

Saat itu, korban yang diketahui bernama Pupah (60) warga Jalan Ikan Gurami RT 03 RW 02 Kelurahan Karangrejo di bonceng Ahmad Saroji warga Dusun Babakan RT 01 RW 01 Desa Dadapan Kecamatan Kabat dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 nomor polisi P 5975 ZN. Mereka melaju dari arah barat menyeberang ke timur dengan kecepatan sedang.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, saat melintas di TKP, melaju dari arah utara ke selatan mobil Damkar colt diesel T120PC bernopol P 9993 T dengan kecepatan tinggi.

Mobil yang di kemudikan oleh Yoga Rudi Hartono (25) warga Dusun Patoman Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari  bersama Hendra Setiawan ( 23) warga Dusun Krajan II Desa Gambiran Kecamatan Gambiran tersebut, hendak menuju ke kawasan Kecamatan Rogojampi untuk memadamkan rumah yang terbakar, tepatnya di area Dusun Maduran Desa Rogojampi.

“Diduga karena tertabrak mobil damkar dengan kecepatan tinggi, sepeda motor tersebut terpental hingga beberapa meter yang menyebabkan kepala korban Pupah nyaris hancur dan meninggal dunia di TKP,” ujar Kanit Laka.

Sedangkan pengemudi sepeda motor, Ahmad Saroji hanya mengalami luka lecet di tangan dan kaki.

“Dari hasil olah TKP sementara kepolisian, kecelakaan ini di sebabkan karena kelalaian pengendara sepeda motor,” imbuhnya.

Pasalnya, meskipun sudah mengetahui keberadaan mobil Damkar yang melaju dengan kecepatan tinggi dan disertai bunyi lampu Rotator yang cukup keras, namun dia masih tetap melajukan kendaraannya.

“Karena mobil Damkar itu sendiri dalam rangka menjalankan tugas untuk memadamkan api, sedangkan si pengendara sepeda motor mengabaikan tanda tanda yang ada,” papar Iptu Ardhi.

Usai di evakuasi warga dan kepolisian, jenazah korban di larikan ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan otopsi luar.

Sementara itu, disaat yang bersamaan terjadi kebakaran di rumah milik keluarga Istiqomah di kawasan Dusun Maduran RT 02 RW 01 Desa Rogojampi Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, yang menyebabkan seorang perempuan anak pemilik rumah meninggal dunia terpanggang, yaitu Tasya berusia 14 tahun, yang di sebut sebut mengalami keterbelakangan mental. Kondisinya sangat mengenaskan, hampir di sekujur tubuhnya terbakar.

Sedangkan ibunya, Istiqomah juga mengalami luka bakar cukup serius dan kini masih mendapat perawatan medis.

Dari hasil olah TKP sementara kepolisian, api diduga berasal dari bensin. Saat itu, korban tengah mengisi bensin ke dalam botol. Namun rupanya botol tersebut roboh sehingga menyebabkan bensin berserakan ke lantai hingga mengarah ke lampu lentera yang tidak jauh dari lokasi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi menyatakan jajarannya siap untuk mengamankan Pemilu pada 17 April mendatang, dengan menyiagakan 17.500 aparat TNI.

Hal ini disampaikannya saat berkunjung ke Banyuwangi, Senin (18/03/2019).

Pangdam yang baru dilantik akhir Januari 2019 lalu itu menjelaskan, khusus untuk pengamanan pemilu pihaknya telah menyiagakan pasukannya. 

“Dari ke 17.500 personel tersebut, 14 ribu diantaranya adalah unsur TNI Angkatan Darat. TNI Angkatan Laut 2500 personil, dan TNI Angkatan Udara 1000 personil yang tersebar di seluruh wilayah di Jawa Timur,” papar Pangdam Wisnoe.

“Kami memperlakukan semua daerah adalah sama, tidak ada atensi khusus bagi kota tertentu. Semua kabupaten/ kota akan diberi penambahan pasukan,” imbuhnya.

Hingga saat ini, lanjut Pangdam, tidak ada indikasi yang menonjol terkait pengamanan di Jawa Timur.

Menurut Pangdam Wisnoe, Jawa Timur ini sudah mengalami beberapa kali pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan semua berjalan tertib dan aman.

“Kondisi ini diharapkan akan terjaga pula selama pemilu April mendatang,” tuturnya.

Pangdam Wisnoe juga berharap, agar sinergitas seluruh stakeholder daerah, mulai dari jajaran TNI/Polri, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan para tokoh agama terus terjalin dan ditingkatkan. 

“Sinergi yang terjalin dengan baik, akan menumbuhkan keamanan daerah,” kata Pangdam Wisnoe.

Dalam kesempatan itu, Pangdam juga menyatakan bahwa TNI akan terus membangun sinergitas dengan Pemkab Banyuwangi. Program-program nasional seperti TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) dan karya bhakti tetap dilanjutkan.

“Program program pembangunan daerah juga akan didukung sebagai bentuk sinergitas,” pungkas Pangdam Wisnoe.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur meminta Polres dan Bawaslu Banyuwangi bertindak professional di dalam menangani dugaan ujaran kebencian yang di lakukan Ustaz Supriyanto.

Sebenarnya, kedatangan TKD Jawa Timur ke Banyuwangi adalah untuk melakukan pemantauan dan pengawasan proses hukum dugaan fitnah kepada pemerintah dan pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 01, Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin. 

Ketua TKD Jawa Timur, Mahfud Arifin berharap agar Bawaslu serta aparat Kepolisian Resor Banyuwangi bersikap profesional dalam menangani kasus video viral tentang fitnah pemerintah yang melegalkan perzinahan tersebut.

Mana yang bisa dikenakan pidana pemilu dan pidana umum,” ungkap Mahfud.

Saat ini, Ustaz Supriyanto masih menjadi saksi yang kemungkinan bisa berkembang menjadi tersangka,”  imbuhnya.

Mahfud mengatakan, kasus video viral ustaz Supriyanto ini, dinilai tentu saja mengganggu kinerja Pemenangan pasangan Capres dan Cawapres nomer urut 01.

Apalagi di beberapa lokasi juga sudah banyak kasus hoax yang menjatuhkan nama Jokowi-Ma'ruf Amin,” tuturnya.

Mahfud juga mengaku, TKD Jatim tidak kecewa terhadap penanganan yang telah dilakukan polisi. Termasuk terhadap saksi terlapor yang dipulangkan usai dimintai keterangan. 

“Saya berharap, pelaku bisa ditindak tegas agar kasus serupa tidak terulang lagi,” kata Mahfud.

Karena di Kawarang saja ada emak emak yang mengatakan adzan dilarang, LGBT dan pernikahan sejenis di bolehkan jika Jokowi menang, kini sudah di tahan,” paparnya.

Tanpa bermaksud mengintervensi aparat, Machfud Arifin berharap agar proses hukum terhadap ustaz Supriyanto terus berjalan.

Karena video bernada hasut, fitnah dan ujaran kebencian yang viral di media sosial sangat meresahkan,” pungkas Mahfud.

Seorang ustaz di Banyuwangi yang di ketahui bernama Supriyanto dituding melakukan kampanye hitam.

Kepada ibu-ibu di sebuah masjid di kawasan Desa Kalibaru Kulon Kecamatan Kalibaru Banyuwangi, ustaz itu menyebut bahwa pemerintah sedang menggodok undang-undang tentang pelegalan perzinaan.

Ujaran ustaz itu terdokumentasi dalam rekaman video berdurasi 51 detik. Dalam waktu singkat, video itu viral. Sang ustaz itupun akhirnya diklarifikasi kepolisian, yang berlanjut dengan permohonan maaf kepada masyarakat Banyuwangi atas statemennya yang sudah menjadi viral tersebut.

 

 

More Articles ...