radiovisfm.com, Banyuwangi - PT ASDP terpaksa merubah scenario bongkar muat armada kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk, karena kepadatan arus kendaraan pemudik tidak hanya dari pulau Bali saja namun juga dari Jawa.

Awalnya, ASDP memberlakukan scenario bagi armada kapal yang selesai melakukan pembongkaran di dermaga Pelabuhan Ketapang, maka di haruskan kembali ke Pelabuhan Gilimanuk Bali dalam kondisi kosong untuk mengangkut kendaraan bermotor pemudik yang mengantri cukup lama. General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni mengatakan, namun rupanya scenario tersebut berbeda dengan kondisi dilapangan.

“Karena di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi juga terjadi penumpukan kendaraan bermotor yang didominasi roda 4 jenis mobil pribadi dan bus pariwisata,” ungkap Fahmi.

Mereka adalah masyarakat luar daerah yang akan menghabiskan liburan Hari Raya Idul Fitri di pulau Bali. Sedangkan kendaraan bermotor yang mengarah dari Pelabuhan Gilimanuk Bali, adalah pemudik yang akan pulang kampung ke berbagai daerah di pulau Jawa untuk berlebaran.

“Untuk itu kami langsung merubah scenario itu agar tidak terjadi penumpukan kendaraan bermotor di dua Pelabuhan,” tutur Fahmi.

Dia menjelaskan, di prediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-4 hingga H-2 Lebaran. Dan sebelumnya, pihaknya memprediksi peningkatan kendaraan roda 4 pada H-4 hanya dikisaran 10 persen, namun rupanya mencapai hingga 20 an persen lebih.

“Pejalan kaki tercatat meningkat 30 persen, sedangkan kendaraan roda 2 meningkat 39 persen di banding hari yang sama ditahun lalu,” pungkas Fahmi.

Sementara, dari data ASDP, pada H-4 lebaran tercatat ada 70.485 orang penumpang kapal pejalan kaki yang di seberangkan dari Pelabuhan Gilimanuk Bali ke Pelabuhan Ketapang. Kendaraan roda 2 sebanyak 15.149 unit dan kendaraan roda 4 sebanyak 7.275 unit.

Sedangkan dari arah Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali, pejalan kaki hanya mencapai 36.532 orang, Kendaraan roda 2 sebanyak 715 unit dan kendaraan roda 4 sebanyak 7.275 unit.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki masa Angkutan Lebaran 2019, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Banyuwangi mendapat bantuan 1 unit kapal cepat dari Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri, untuk membantu mengawasi perairan selat bali.

Kapal tersebut bernama Sadewa dengan panjang 50 meter dan lebar sekitar 7 meter lebih, yang dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana perlengkapan alat alat SAR. Seperti untuk diving atau menyelam maupun peralatan untuk mengevakuasi korban.

Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, kapal Sadewa yang di nahkodai Kompol Zaini tersebut akan membantu aparat kepolisian Satpolairud untuk melakukan pengawasan di sepanjang perairan selat bali selama Operasi Ketupat Semeru 2019, guna mengantisipasi adanya aksi kriminalitas maupun kecelakaan di laut.

“Selama masa angkutan lebaran ini pula, kapal itu standy by di perairan selat bali untuk memantau setiap pergerakan armada kapal di lintas penyeberangan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk,” ujar AKP Subandi

Dia menjelaskan, karena ukurannya cukup besar, maka kapal Sadewa tersebut juga akan memperkuat kekuatan evakuasi dilaut jika nantinya ada kecelakaan, seperti kapal kandas ataupun kapal tenggelam.

“Seluruh penumpang bisa di evakuasi ke kapal Sadewa tersebut, selain memberikan pertolongan lainnya,” kata AKP Subandi.

Kasat Polairud mengaku, saat ini kondisi cuaca di perairan selat bali terpantau tidak menentu.

“Kadang normal, terkadang tiba tiba terjadi cuaca buruk, yaitu gelombang tinggi disertai angin cukup kencang,” tutur AKP Subandi.

Dengan kondisi ini, tentu berpengaruh pada pengoperasian armada kapal di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, utamanya disaat masa angkutan lebaran saat ini.

Pengawasan di lintas Ketapang-Gilimanuk tersebut sengaja di perketat oleh aparat kepolisian. Pasalnya, di saat masa angkutan lebaran seperti saat ini, volume penumpang kapal meningkat segnifikan dari masyarakat yang pulang kampung untuk mudik lebaran.

“Pengamanan kepolisian ini tidak hanya di laut, tapi juga di darat utamanya di seputaran Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk Bali,” papar AKP Subandi.

“Dengan di bantu sejumlah stake holder, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan lainnya sejumlah 1.200 personel,” pungkasnya.  

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Bank Indonesia cabang Jember menyiapkan Rp 5,1 triliun uang baru yang bisa di tukar oleh masyarakat di 5 kabupetan, untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri. Yakni di Kabupaten Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi, sesuai dengan wilayah kerja BI Jember.

Untuk di Banyuwangi sendiri, BI menyiapkan Rp 1,2 Miliar dengan lokasi penukaran di kawasan Kecamatan Genteng, di area Kantor Pemkab Banyuwangi dan di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo, karena di wilayah setempat terdapat wisata rumah apung Bangsring Underwater.

Staf Pengelolaan Uang Rupiah BI Cabang Jember, Alvan Sidiq Asbullah mengatakan, jumlah uang baru yang disiapkan pihaknya tahun ini meningkat 10 persen di banding tahun lalu, yang berkisar Rp 4 triliun.

“Pecahan yang disediakan mulai dari lembaran 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu dan 20 ribu,” ujar Alvan.

“Bagi masyarakat yang ingin menukarkan uang baru hanya di perbolehkan tukar 1 paket atau 1 bendel,” imbuhnya.

Misalnya untuk pecahan Rp 20 ribu sejumlah Rp 2 juta, Rp 10 ribu sejumlah Rp 1 juta, Rp 5 ribu sejumlah Rp Rp 500 ribu dan Rp 2 ribu sejumlah Rp 200 ribu.

Dalam artian, tidak diperbolehkan jika menukar Rp 20 ribuan sebanyak 2 paket. Yang diperbolehkan adalah masing masing pecahan itu 1 paket.

“Lokasi penukaran ini sengaja di area Kantor Pemkab Banyuwangi karena sesuai dengan permintaan pemerintah daerah, mengingat area setempat merupakan lokasi strategis,” papar Alvan.

Sementara, ditahun 2019 ini, pecahan yang menjadi favorit dari masyarakat untuk di tukar adalah Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu. Sedangkan di tahun lalu, yang banyak di cari adalah pecahan Rp 2 ribu dan Rp 5 ribu.

“Ini dimungkinkan karena daya beli masyarakat terus meningkat,” ungkap Alvan.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, di beberapa titik yang dijadikan tempat penukaran uang baru di Banyuwangi selalu di serbu masyarakat. Karena lokasinya berada di pusat keramaian maupun tempat strategis.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Lonjakan pemudik menuju ke beberapa kepulauan kecil yang ada di sekitaran Madura, sudah mulai tampak di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, bahkan banyak dari pemudik yang tidak kebagian tiket.

Ratusan pemudik saling berebut masuk ke dalam kapal perintis KM Sabuk Nusantara 92 yang bersandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi, yang akan membawa mereka pulang kampung ke Sapeken, Pagerungan, Kangean, Sapudi, Kalianget dan Masalembo.

Kapal yang hanya berkapasitas 400 penumpang tersebut penuh sesak dipadati pemudik. Sempat diwarnai protes dari pemudik karena banyak yang tidak kebagian tiket. Dan terpaksa, pemudik yang tidak kebagian tiket harus rela menunggu keberangkatan kapal selanjutnya yang di jadwalkan akan kembali berlayar pada Kamis (30/05) mendatang.

Meski sudah disediakan kapal gratis pada tanggal 30 Mei tersebut, namun hal itu tak menyurutkan niat pemudik untuk pulang kampung lebih awal meski harus menggunakan jasa pelayaran yang berbayar.

Para pemudik memilih pulang kampung lebih awal karena jadwal keberangkatan kapal menuju Sapeken tidak setiap hari ada. Mereka takut kehabisan tiket jika pulang mudik mendekati hari raya Idul Fitri mendatang.

Korlap Embarkasi KSOP Tanjung Wangi, Ade Sucipto memaklumi adanya pemudik yang melakukan protes tersebut.

“Kami berharap para pemudik bisa mengerti mengapa syahbandar melakukan pembatasan. Ini dilakukan demi keselamatan para penumpang itu sendiri selama berlayar,” ujar Ade.

“Kapasitas hanya 400 orang itu demi keselamatan,” imbuhnya.

Sehingga diminta para pemudik untuk bersabar menunggu jadwal selanjutnya. Sementara itu bagi pemudik yang kehabisan tiket, mereka bisa menunggu jadwal keberangkatan kapal selanjutnya di tempat yang sudah disediakan di sekitar pelabuhan.

“Dijadwalkan ada dua kapal reguler yang akan berlayar ke pulau sapeken tanggal 30 mei mendatang. Yakni kapal Sabuk Nusantara 115 dan kapal Sabuk Nusantara 46 dengan masing-masing kapal berkapasitas 400 penumpang,” papar Ade.

Dia mengaku, di hari yang sama, kapal gratis juga akan diberangkatkan, namun hanya berkapasitas 200 penumpang saja. Sehingga ada tiga kapal yang berlayar untuk pemudik ke Sapeken nanti.

Sekedar diketahui, kapal Sabuk Nusantara 92 merupakan kapal perintis bersubsidi yang disediakan pemerintah. Kapal ini hanya melayani pelayaran Banyuwangi – Sapeken dua kali dalam seminggu. Dengan jarak tempuh hampir 12 jam, pemudik hanya dikenakan tiket seharga Rp 14 ribu per orangnya.

Selain harga tiket yang murah, jalur pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Wangi ini menjadi pilihan karena dirasa paling dekat dibandingkan jalur pelayaran dari Pelabuhan Jangkar Situbondo maupun melalui Pulau Madura itu sendiri. 

Mayoritas, pemudik adalah perantau yang bekerja di Pulau Bali, Lombok, hingga Jakarta. Hampir semua masyarakat Sepudi maupun Sapeken itu pernah merantau.

 

 

Radiovisfm.com, Banyuwangi - Perempuan asal Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi meninggal dunia di TKP, setelah sepeda motor yang di kendarainya bertabrakan dengan kendaraan travel.

Incident ini terjadi di kawasan Jalan Raya Situbondo-Banyuwangi, tepatnya di selatan Warung Istana Ikan Bakar milik bapak Oon, masuk Dusun Krajan RT 01 RW 01 Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo.

Dari keterangan sejumlah saksi mata, sebuah sepeda motor Scoopy yang di kendarai Fatmawati (30) warga Dusun Krajan RT 04 RW 01 Desa Bengkak melaju dari Selatan ke Utara. Saat melintas di TKP, dia menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, Iptu Kusmin mengatakan, bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan Utara ke Selatan melaju kendaraan Travel bernopol DK 7157 AD yang di kemudikan Amin menyalip kendaraan di depannya.

“Di duga karena jarak keduanya sudah terlalu dekat sehingga terjadi kecelakaan itu,” tutur Kapolsek.

Iptu Kusmin menjelaskan, akibat peristiwa ini, mengakibatkan korban Fatmawati meninggal dunia di lokasi kejadian dengan mengalami luka di bagian pinggul kebawah hancur, tepatnya pada bagian paha kanan dan kiri serta betis kanan dan kiri.

Selanjutnya, jenazah korban di larikan ke Puskesmas Wongsorejo sebelum di semayamkan di rumah duka.

“Untuk sopir travel dan kendaraannya di amankan di kantor Laka Satlantas Polres Banyuwangi, guna di mintai keterangan,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu, akibat adanya peristiwa ini, terjadi kepadatan arus lalu lintas dari dua arah sejauh 2 kilometeran.

Sejumlah aparat kepolisian lalu lintas bersama Polsek Wongsorejo turun ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan bermotor agar tidak terjadi kemacetan lebih panjang.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna mengurai kemacetan kendaraan bermotor pada masa Angkutan Lebaran 2019, PT ASDP menambah jumlah loket pelayanan penumpang kapal baik di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun di Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Dan saat ini, seluruh loket tersebut sudah siap beroperasi baik untuk pejalan kaki maupun untuk kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4 berbagai jenis.

Senior General Manager Regional 3, Dadag Wijanarko mengatakan, loket untuk kendaraan roda 4 ditambah dari 3 menjadi 7 loket. Sedangkan penambahan loket untuk kendaraan roda 2 terbilang cukup banyak, yakni dari 7 loket menjadi 12 loket.

“Untuk loket penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Ketapang dari 1 loket jadi 3 loket. Di Pelabuhan Gilimanuk Bali dari 2 loket jadi 5 loket,” tutur Dadag.

Dia berharap, dengan penambahan loket ini bisa mengurai antrian panjang kendaraan bermotor yang di mungkinkan akan terjadi pada saat puncak arus mudik maupun arus balik.

Dari catatan ASDP, di prediksi puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada H-3 dan H-2 lebaran (2-3 Juni 2019), yang konsentrasinya di area Pelabuhan Gilimanuk bali. Sedangkan arus balik diprediksi akan terjadi pada H+4 dan H+5, dengan konsentrasi pemudik dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

“Saat ini yang jadi perhatian kami adalah cuaca, mengingat perubahan cuaca di lintas Penyeberangan Ketapang – Gilimanuk berbeda dengan di lintasan lainnya,” kata Dadag.

“Disini cuaca cepat sekali berubah dari kondisi normal tiba tiba terjadi cuaca buruk,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan berbagai stake holder terkait dan akan diambil keputusan untuk menghentikan sementara jalur pelayaran apabila terjadi cuaca ekstrim.

Dadag juga mengaku, pihaknya menyiapkan 2 Tugboat yang merupakan milik Pertamina dan Pelindo untuk disiagakan di area pelabuhan, yang siap menangani jika terjadi cuaca buruk. Juga disiapkan ambulance dan mobil damkar.

Sementara itu, ASDP mencatat, pada masa angkutan Lebaran 2019 ini, penumpang pejalan kaki yang menyeberang di lintasan Ketapang-Gilimanuk di prediksi ada kenaikan 5 persen atau sejumlah 84.191 orang. Kendaraan roda 2 juga meningkat 5 persen atau mencapai 18.747 unit. Sedangkan kendaraan roda 4 diprediksi ada kenaikan 15 persen atau sejumlah 9.148 unit.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang masa angkutan lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) DAOP 9 Jember melakukan persiapan berbagai sarana prasarana dengan mengintensifkan perawatan sejumlah gerbong. Tercatat sebanyak 85 gerbong dan 10 lokomotif disiapkan untuk melayani para pemudik yang memilih moda transportasi kereta api saat pulang kampung.

Dan perawatan ini pun di lakukan pada ke 85 gerbong dan 10 lokomotif tersebut agar para pengguna jasa merasa lebih aman dan nyaman. Diantaranya melakukan pengecekan rutin pada system pengereman, kaca penumpang, alat tolak tarik, selang angin, air brake, klakson, suling  lokomotif, wiper, speedometer, lampu sorot hingga radio lokomotif. Selain itu, perawatan ini juga meliputi pengecatan ulang pada bagian kereta yang sudah kusam hingga perawatan AC dan tempat duduk penumpang.

Kepala Ruas Rencana Depo Banyuwangi, Tri Umrowanto mengatakan, dari sepuluh lokomotif yang disiagakan tersebut, 8 diantaranya akan di operasikan untuk melayani beberapa keberangkatan.

Seperti Kereta Api Mutiara Timur relasi Banyuwangi-Surabaya, Kereta Api Pandanwangi relasi Banyuwangi-Jember, Kereta Api Tawang Alun relasi Banyuwangi-Malang, Kereta Api Probowangi relasi Banyuwangi-Surabaya hingga kereta barang dan semen.

“Untuk 2 lokomotif lainnya, akan disiagakan menjadi lokomotif cadangan,” ungkap Tri Umrowanto.

“Selain melakukan perawatan lokomotif dan gerbong kereta api untuk melayani para pemudik, PT Kereta Api Indonesia DAOP 9 Jember juga membuka posko lebaran di beberapa stasiun yang ada di Banyuwangi,” paparnya.

Sesuai jadwal yang ada, posko lebaran dibuka selama 22 hari terhitung mulai 26 Mei hingga 16 Juni 2019 mendatang.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, arus mudik dari beberapa stasiun di Banyuwangi masih belum terlihat. Demikian halnya dari para pemudik dari berbagai daerah yang turun di stasiun stasiun di Banyuwangi.

More Articles ...