radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang masa angkutan lebaran 2019, PT Kereta Api Indonesia (KAI) DAOP 9 Jember melakukan persiapan berbagai sarana prasarana dengan mengintensifkan perawatan sejumlah gerbong. Tercatat sebanyak 85 gerbong dan 10 lokomotif disiapkan untuk melayani para pemudik yang memilih moda transportasi kereta api saat pulang kampung.

Dan perawatan ini pun di lakukan pada ke 85 gerbong dan 10 lokomotif tersebut agar para pengguna jasa merasa lebih aman dan nyaman. Diantaranya melakukan pengecekan rutin pada system pengereman, kaca penumpang, alat tolak tarik, selang angin, air brake, klakson, suling  lokomotif, wiper, speedometer, lampu sorot hingga radio lokomotif. Selain itu, perawatan ini juga meliputi pengecatan ulang pada bagian kereta yang sudah kusam hingga perawatan AC dan tempat duduk penumpang.

Kepala Ruas Rencana Depo Banyuwangi, Tri Umrowanto mengatakan, dari sepuluh lokomotif yang disiagakan tersebut, 8 diantaranya akan di operasikan untuk melayani beberapa keberangkatan.

Seperti Kereta Api Mutiara Timur relasi Banyuwangi-Surabaya, Kereta Api Pandanwangi relasi Banyuwangi-Jember, Kereta Api Tawang Alun relasi Banyuwangi-Malang, Kereta Api Probowangi relasi Banyuwangi-Surabaya hingga kereta barang dan semen.

“Untuk 2 lokomotif lainnya, akan disiagakan menjadi lokomotif cadangan,” ungkap Tri Umrowanto.

“Selain melakukan perawatan lokomotif dan gerbong kereta api untuk melayani para pemudik, PT Kereta Api Indonesia DAOP 9 Jember juga membuka posko lebaran di beberapa stasiun yang ada di Banyuwangi,” paparnya.

Sesuai jadwal yang ada, posko lebaran dibuka selama 22 hari terhitung mulai 26 Mei hingga 16 Juni 2019 mendatang.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, arus mudik dari beberapa stasiun di Banyuwangi masih belum terlihat. Demikian halnya dari para pemudik dari berbagai daerah yang turun di stasiun stasiun di Banyuwangi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Terjadi kecelakaan maut antara truck dengan sepeda motor di kawasan jalan raya Jember-Banyuwangi, yang menyebabkan seorang pemuda asal Kelurahan Tukangkayu Kecamatan Banyuwangi kota meninggal dunia di TKP.

Peristiwa ini tepatnya terjadi disekitaran Rumah Sakit Fatimah Kecamatan Kabat, Kamis malam (23/5/2019).

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi mata, sepeda motor Vario bernopol P 6195 ZJ yang di kemudikan Baruna (20) melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan tinggi. Saat melintas di TKP, korban mendahului sepeda motor di depannya melebihi marka garis tengah.

“Bersamaan itu, kendaraan korban tersenggol dengan kendaraan lainnya hingga terjatuh ke sisi kanan jalan raya,” ujar Iptu Ardhi.

Namun naas, saat korban terjatuh ke aspal, dari arah berlawanan melaju truck pengangkut puluhan ton beras yang di kemudikan Amrulloh warga Desa Watukebo Kecamatan Rogojampi melaju dengan kecepatan tinggi juga.

“Kecelakaan pun tidak bisa dihindari lantaran si sopir truck tidak sempat mengerem kendaraannya,” ungkap Kanit Laka.

Sementara, di duga karena benturan yang cukup keras, pemuda yang bertempat tinggal di Jalan Kepiting nomor 27 RT 02 RW 06 Kelurahan Tukangkayu tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian, dengan luka cukup serius di kepalanya.

“Sepeda motor Vario milik korban ringsek dan sudah tidak berbentuk lagi,” kata Iptu Ardhi.

Selanjutnya, sopir truck di amankan di Kantor Unit Laka Satlantas Polres Banyuwangi untuk dimintai keterangan lebih lanjut mengenai penyebab pasti musibah tersebut.

“Jenazah korban langsung di bawa ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi,” tuturnya.

Lebih lanjut Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati hati didalam berkendara di jalan raya, serta lebih meningkatkan kewaspadaannya.

“Karena menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, volume kendaraan bermotor di jalan raya dinilai terus meningkat,” pungkasnya.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Truck tronton bermuatan 22 ton beras terguling di jalan tanjakan Sasak Tambong Kecamatan Kabat Banyuwangi, Selasa (21/5/2019).

Truck bernopol L 8744 UQ yang di kemudikan oleh Ahmad warga Banyuwangi tersebut berangkat dari gudang beras di Desa Wonosobo Kecamatan Srono dan hendak mengirimnya ke wilayah Surabaya.

Akibat indicent ini, terjadi kemacetan arus lalu lintas dari dua arah, utara dan selatan hingga sejauh 2 KM lebih. Pasalnya, badan truck berada di tengah jalan. Bahkan, beras yang di kemas dalam karung plastic juga berserakan.

Kanit Lantas Polsek Rogojampi Banyuwangi, Ipda Dwi Wijayanto mengatakan, dari hasil olah TKP sementara, kendaraan tersebut awalnya mengalami kemacetan pada mesinnya.

“Si sopir terpaksa menabrakkan kendaraannya ke kiri kearah pohon, untuk menghindari tabrakan dengan kendaraan di depannya,” ujar Ipda Dwi.

Dia mengaku, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Sopir dan anaknya yang berada di dalam kendaraan dalam kondisi selamat.

“Sejumlah aparat kepolisian Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi maupun Polsek Rogojampi turun ke lokasi untuk mengatur arus kendaraan bermotor guna meminimalisir terjadinya kemacetan lebih panjang,” papar Ipda Dwi.

Sementara, sopir truck, Ahmad mengakui bahwa awalnya kendaraan yang di kemudikannya itu mengalami kemacetan.

“Saya terpaksa menghantamkan truck ke pohon atau kearah kiri, supaya tidak menabrak kendaraan lain di depan,” kata Ahmad.

Dia mengaku, puluhan ton beras tersebut hendak di bawanya ke Surabaya melewati jalur Banyuwangi utara.

Upaya evakuasi, di lakukan oleh beberapa unit truck yang di datangkan ke lokasi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pertamina dan Hiswana Migas Banyuwangi menjamin stok LPG di wilayah setempat aman selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri mendatang, dengan tambahan 8 persen dari stok biasanya.

Kami juga membentuk Satgas Ramadan dan Idul Fitri 2019 untuk memantau pasokan LPG dilapangan, mengantisipasi adanya penyelewengan pendistribusian,” ujar Sales Executive LPG Rayon VII Pertamina, Agung Kaharesa Wijaya.

Pengamanan dan pengawasan ini dilakukan semenjak H-30 Lebaran hingga H+15 Lebaran 2019.

“Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, ada penambahan sekitar 8 persen selama Ramadan hingga Lebaran mendatang,” tutur Agung.

Dia mengaku, saat ini stok LPG di Banyuwangi masih aman. Jika disetiap bulan biasanya dipasok sekitar 1.300.000 tabung. Kini ada penambahan sekitar 8 persen atau sekitar 219 ribu tabung.

Ini jadi prioritas kami dalam melancarkan distribusi, agar jangan sampai ada penyalahgunaan,” ungkap Agung.

“Kami juga telah bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi terkait dengan antisipasi penyalahgunaan LPG,” tuturnya.

Kerjasama itu terkait dengan sosialisasi penggunaan LPG non subsidi bagi para UKM dan komunitas yang berhasil dibeberapa tempat. Untuk saat ini, ada Komunitas UKM SPBU Gajah Mada dan Komunitas Bakul (Banyuwangi Kuliner) yang menggunakan LPG non subsidi. Diharapkan ini bisa menyeluruh.

Sementara itu, Bright Gas merupakan produk LPG Non Subsidi unggulan Pertamina yang memiliki kelebihan dengan adanya teknologi DSVS (Double Spindle Valve System) yang dapat menjaga keseimbangan tekanan gas dan mengurangi tekanan gas yang berlebih dan 2 kali lebih aman dibandingkan dengan tabung LPG lainnya.

Disamping itu agar kualitas LPG lebih terjamin, Bright Gas juga dilengkapi dengan seal cap hologram dan fitur OCS (Optical Color Switch) yang telah memperoleh paten dan tidak dapat dipalsukan.

Adapun Elpiji 3 kg bersubsidi diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu, usaha mikro, dan nelayan penerima paket konversi. Selain itu, masyarakat yang sudah dalam kategori mampu dihimbau untuk dapat menggunakan LPG non subsidi Pertamina seperti Bright Gas yang juga tersedia di Agen, Outlet, dan Modern Minimarket atau dapat dipesan melalui Pertamina Call Center 135.

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT ASDP memprediksikan peningkatan penumpang dan kendaraan bermotor yang melintas di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Bali pada masa angkutan Lebaran 2019 mencapai 15 persen di banding tahun sebelumnya.

Dari catatan PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, untuk penumpang pejalan kaki di prediksi ada kenaikan 5 persen atau sejumlah 84.191 orang. Kendaraan roda 2 juga meningkat 5 persen atau mencapai 18.747 unit. Sedangkan kendaraan roda 4 diprediksi ada kenaikan 15 persen atau sejumlah 9.148 unit.

Senior General Manager Regional III, Dadag Wijanarko mengatakan, dalam upaya kelancaran angkutan Mudik dan Balik Lebaran 2019, ASDP telah melakukan persiapan berbagai sarana prasarana baik di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun di Pelabuhan Gilimanuk Bali.

“Salah satunya adalah pengoperasian 7 dermaga di masing masing pelabuhan itu,” kata Dadag.

“Juga di siagakan 56 unit armada kapal, tapi yang di operasikan setiap harinya sebanyak 32 unit,” imbuhnya.

Dadag menjelaskan, dengan di operasikannya 7 dermaga dan 32 unit kapal tersebut, maka di perkirakan waktu bongkar muat setiap armada kapal hanya selama 8 menit sekali.

“Untuk puncak arus mudik lebaran tahun ini di prediksi akan terjadi pada H-3 dan H-2 (2-3 Juni), yang konsentrasinya di area Pelabuhan Gilimanuk Bali,” ungkap Dadag.

Sedangkan arus balik diprediksi akan terjadi pada H+4 dan H+5, dengan konsentrasi pemudik dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Dadag mengaku, jika terjadi kepadatan kendaraan bermotor pada puncak mudik maupun balik tersebut, pihaknya melakukan beberapa strategi untuk mengurai kemacetan di area pelabuhan.

Diantaranya, diupayakan di operasikan 1 kapal berukuran lebih besar dengan daya angkut penumpang yang lebih banyak.

“Jika kepadatan di pelabuhan lebih didominasi kendaraan roda 2, maka yang lebih didahulukan untuk masuk kapal adalah kendaraan jenis itu,” tutur Dadag.

“Dengan batas minimum 1 kapal bisa mengangkut 100 unit kendaraan roda 2,” pungkasnya.

Sementara, meski di operasikan 7 dermaga, namun yang menjadi skala prioritas saat terjadi kepadatan kendaraan pemudik adalah dermaga LCM.

Dalam artian, di saat puncak arus mudik maupun balik lebaran maka yang menjadi tumpuan adalah dermaga LCM untuk di operasikan, karena kapasitas angkutnya yang lebih besar di banding dermaga lainnya.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ustaz Yusuf Mansur berdoa dan berharap agar kegiatan aksi gerakan kedaulatan rakyat di Jakarta 22 Mei berlangsung damai. Juga tidak terjadi hal-hal negatif seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

Ustaz Yusuf Mansur berharap kegiatan itu hanyalah aksi demonstrasi yang menyejukkan. 

Hal itu di ungkapan oleh Ustaz Yusuf Mansur saat berkunjung ke Banyuwangi.

Saya meminta masyarakat, para ulama dan pemangku kebijakan di pemerintah untuk saling mendoakan. Agar kegiatan aksi gerakan kedaulatan rakyat di Jakarta 22 Mei berjalan lancar,” papar Ustaz Yusuf Mansur.

Menurutnya, aksi gerakan kedaulatan rakyat di Jakarta 22 Mei tersebut, merupakan hak warga negara yang dilindungi oleh undang-undang.

Saya sangat menghormati para pihak yang menyalurkan aspirasi itu. Saya berdoa agar aspirasi bisa tersampaikan dengan baik dan tidak ada aksi yang tidak diinginkan. Intinya semua saling doa dan mendoakan,” ujar Ustaz Yusuf Mansur.

Sementara itu, dari informasi yang beredar, sejumlah massa pro-Prabowo Subianto akan menggelar aksi damai untuk meminta KPU mendiskualifikasi capres petahana Joko Widodo. Aksi damai ini akan dimulai pada 20 hingga 22 Mei mendatang.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kakek asal Kecamatan Gambiran Banyuwangi ditemukan meninggal dunia dengan posisi kepalanya tertelungkup ke dalam selokan atau saluran air, tidak jauh dari rumahnya.

Pertama ditemukan, kepala korban, Arkiyat (61) warga Dusun Lidah RT 02 RW 06 Desa Gambiran tersebut sudah menghitam. Dan di samping jenazahnya juga ditemukan kotoran serta senter miliknya.

Menurut pengakuan istrinya, Sudartik, pada Rabu malam (15/5/2019) sekira pukul 24.00 WIB, dirinya bangun tidur dan mendapati korban sudah tidak berada di rumah. Setelah dicari tidak ketemu, istri korban akhirnya tidur kembali.

Namun hingga Kamis pagi (16/5/2019) sekira pukul 04.00 WIB, korban tidak juga kunjung pulang, lalu istrinya pun mencari di sebelah rumah juga ke beberapa tetangga.

Sekira pukul 06.00 WIB, istri korban menemukan suaminya sudah dalam kondisi meninggal dunia tepat di belakang rumah Heri Sutrisno, tetangganya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban. Untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Gambiran Banyuwangi, AKP Sumaryata mengatakan, dari keterangan saksi mata, Yuyun, sewaktu dirinya hendak menjemur baju disamping rumah, dia melihat ada seseorang sedang duduk dan dikira ada orang gila.

Selanjutnya, datang saksi lainnya, Heri Sutrisno dan mendekati orang tersebut yang ternyata adalah korban yang sudah meninggal dunia, yang sebelumnya meninggalkan rumah tanpa pamit.

“Sejumlah warga dibantu aparat kepolisian yang mendatangi TKP, mengevakuasi jenazah korban yang kepalanya berada disaluran air dari limbah rumah tangga,” ujar Kapolsek.

“Lalu, di bawa ke puskesmas Yosomulyo Gambiran untuk dilakukan pemeriksaan medis,” imbuhnya.

Hasilnya kata Kapolsek, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan atau bekas kekerasan.

“Dari hasil pemeriksaan medis pula, kematian korban ini diduga karena penyakit jantung yang dideritanya kambuh. Dan korban pernah di rawat di rumah sakit Al Huda selama 6 hari karena penyakit itu,” papar Kapolsek.

Sementara, terkait dengan wajah korban yang menghitam, dari keterangan tim medis hal itu di sebabkan karena meninggalnya posisi tertelungkup dan korban mempunyai riwayat sakit jantung, maka darahnya turun ke bawah hingga menyebabkan lebam mayat.

“Dari pengakuan istrinya, sebelumnya korban mengeluh badannya kurang enak. Juga selama ini merasa bingung memikirkan anak perempuannya semata wayang yang pergi dari rumah tanpa pamit sekitar 1 bulan lalu, dan kini diketahui berada di Malaysia untuk bekerja,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, pihak keluarga menerima kematian korban dan tidak bersedia diautopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan.

More Articles ...