radiovisfm.com, Banyuwangi - Sesosok bayi perempuan ditemukan mengambang di areal sungai irigasi di kawasan Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore Banyuwangi.

Dilihat dari kondisinya, diduga mayat bayi itu sengaja dibuang setelah dilahirkan. Penemuan ini pun membuat geger warga setempat.

Dan selanjutnya, mayat bayi malang tersebut dibawa ke RSUD Genteng untuk di otopsi. 

Kapolsek Glenmore Banyuwangi, AKP Mujiono mengatakan, mayat bayi itu ditemukan sekira pukul 15.00 Wib, Minggu (10/3/2019). Bayi berjenis kelamin perempuan ini memiliki panjang 53 sentimeter dan berat 2, 5 kilogram.

“Di perut si bayi masih dilengkapi dengan tali pusar, tanpa sehelai benangpun di tubuhnya,” ujar Kapolsek.

“Setelah menemukan, beberapa orang warga tersebut melaporkan pada pihak kepolisian,” imbuhnya.

Pertama kali, mayat bayi tersebut ditemukan oleh Danuri (61) yang saat itu sedang mengisi air kolam. Saat berada di irigasi dirinya melihat sesosok mayat bayi yang mengambang.

Setelah dicek, ternyata memang mayat bayi,” kata AKP Mujiono.

Dan untuk lebih meyakinkan, Danuri kemudian menghubungi Fahri (22) dan Rudi (28) lalu mereka melaporkan temuannya ini kepada petugas.

AKP Mujiono memaparkan, selanjutnya, kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat bayi tersebut.

Untuk mayat bayi langsung dibawa ke RSUD Genteng untuk dilakukan pemeriksaan luar,” tutur Kapolsek.

“Pada tubuhnya tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan dan kepolisian menduga bayi itu sengaja di buang oleh ibunya usai di lahirkan,” paparnya.

Dan dari kondisinya pula kata Kapolsek, di duga kuat usia bayi sudah mencapai 9 bulan kandungan.

Dalam pengembangan penyidikan selanjutnya, kepolisian akan meminta informasi kepada warga sekitar terkait dengan adanya wanita hamil di sekitar lokasi. 

“Penyelidikan juga dilakukan hingga di seberang desa dan kecamatan sekitar, agar bisa segera mengungkap pelakunya,” pungkas Kapolsek.

Hingga berita ini di turunkan, mayat bayi malang tersebut masih berada di kamar mayat RSUD Genteng Banyuwangi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama pengamanan Hari Raya Nyepi tahun baru caka 1941, Polres Banyuwangi dan instansi terkait menurunkan 500 personel untuk bersiaga di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dan di berbagai tempat yang di kunjungi wisatawan. Seperti tempat hiburan malam maupun tempat tempat wisata di Banyuwangi.

Pasalnya, disetiap liburan Hari Raya Nyepi banyak wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi utamanya dari Pulau Dewata Bali. Karena saat Nyepi di wilayah Bali dilarang adanya berbagai kegiatan.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, dari ke 500 personel pengamanan tersebut, 300 diantaranya adalah aparat kepolisian.

“200 sisanya dari TNI AD, TNI AL juga Dinas Perhubungan, Satpol PP, Basarnas, BPBD dan ASDP serta berbagai stake holder dibidang pelayaran,” ungkap Kapolres.

Sebelum diterjunkan ke titik titik pengamanan, seluruh personel tersebut melakukan apel gelar pasukan Pengamanan Hari Raya Nyepi di halaman Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Rabu (06/03).

“Yang jadi focus pengamanan adalah di area Pelabuhan Ketapang baik sebelum, di saat maupun setelah penutupan jalur penyeberangan selama perayaan Hari Raya Nyepi,” papar Kapolres.

Dia beralasan, di saat jalur penyeberangan di tutup dipastikan akan terjadi penumpukan kendaraan bermotor sehingga di siapkan 4 kantong parkir, utamanya khusus kendaraan kendaraan besar.

“Yakni 2 kantong parkir di area pelabuhan Ketapang, juga di Stasiun Banyuwangi Baru dan di Terminal Bus Sritanjung,” tutur Kapolres.

“Seluruh personel kepolisian bersiaga mengatur arus lalu lintas kendaraan bermotor disaat penyeberangan di buka kembali, guna menghindari kemacetan arus lalu lintas,” paparnya.

Kapolres menambahkan, kepolisian juga memantau setiap pergerakan masyarakat di lokasi yang tengah menggelar berbagai kegiatan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi.

“Baik di perkampungan warga yang menggelar pesta ogoh ogoh, maupun di seluruh tempat penginapan seperti hotel dan homestay,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, berdasarkan surat edaran dari Gubernur Bali dan surat himbauan majelis agama dan keagamaan Kabupaten Jembrana, untuk menghormati umat Hindu yang sedang merayakan Hari Raya Nyepi, jalur penyeberangan dari arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ditutup pada Rabu malam (06/03/2019) mulai pukul 23.30 WIB dan di buka kembali pada Jum’at (08/03/2019) sekira pukul 05.00 WIB.

Sementara pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk Bali pada Kamis pagi (07/03/2019) pukul 05.55 WITA dan di buka kembali pada Jum’at pagi (08/03/2019) pukul 06.00 WITA.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selama perayaan Hari Raya Nyepi tahun caka 1941, lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk ditutup selama 25 jam lebih untuk pengguna jasa penyeberangan.

Berdasarkan surat edaran dari Gubernur Bali dan surat himbauan majelis agama dan keagamaan Kabupaten Jembrana, untuk menghormati umat Hindu yang sedang merayakan Hari Raya Nyepi, jalur penyeberangan dari arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ditutup pada Rabu malam (06/03/2019) mulai pukul 23.30 WIB dan di buka kembali pada Jum’at (08/03/2019) sekira pukul 05.00 WIB.

Sementara pemberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk Bali pada Kamis pagi (07/03/2019) pukul 05.55 WITA dan di buka kembali pada Jum’at pagi (08/03/2019) pukul 06.00 WITA.

Pelaksanaan Hari Raya Nyepi sendiri berlangsung pada Kamis (07/03/2019).

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Captain Solikin mengatakan, guna mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan bermotor di saat jalur penyeberangan ditutup, pihaknya bersama stake holder terkait termasuk kepolisian, sudah melakukan berbagai langkah.

“Diantaranya, menyiapkan 4 kantong parkir yang 2 diantaranya ada di area halaman Pelabuhan Ketapang. Juga di lahan parkir Stasiun Banyuwangi Baru dan Terminal Bus Sritanjung,” ungkap Solikin.

Bahkan, di setiap area parkir ini di jaga ketat oleh aparat kepolisian Polres Banyuwangi, untuk menghindari aksi saling serobot para sopir saat lintas penyeberangan di buka kembali.

“ASDP juga telah menyiapkan 56 unit armada kapal untuk menyeberangkan para pengguna jasa, guna mengurai antrian panjang kendaraan bermotor,” kata Solikin.

“Tapi yang siap di operasikan setiap hari adalah 32 unit, dengan durasi waktu masing masing armada per 8 menit di setiap 7 dermaga yang disiagakan. Baik di dermaga MB, Ponton maupun LCM,” paparnya.

Solikin mengaku, dari kondisi terakhir penyeberangan saat ini terjadi Low Factor baru 40 persen, yang artinya masih ada space yang tersisa di setiap keberangkatan kapal sebesar 60 persen.

“Sehingga di harapkan, sebelum adanya penutupan jalur penyeberangan, sudah tidak ada lagi antrian kendaraan bermotor di pelabuhan,” tutur Solikin.

Selain lintas Ketapang-Gilimanuk, selama perayaan Hari Raya Nyepi ini juga di lakukan penutupan di jalur penyeberangan Pelabuhan Lembar-Padangbai.

Untuk keberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Lembar pada Rabu malam (06/03/2019) pukul 19.30 WITA, sedangkan dari Pelabuhan Padangbai pada Kamis dini hari (07/03/2019) pukul 03.00 WITA.

Sementara, penyeberangan dari Pelabuhan Lembar dibuka kembali pada Jum’at (08/03/2019) pukul 04.30 WITA dan dari Pelabuhan Padangbai pada pukul 09.00 WITA di hari yang sama.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mulai 1 Maret 2019, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka akses pemesanan tiket semua Kereta Api lokal melalui aplikasi KAI Access dengan metode pembayaran menggunakan LinkAja.

LinkAja merupakan aplikasi pembayaran digital karya dari Sinergi BUMN.

Di Daop 9 Jember, setiap hari ada 4 perjalanan KA Lokal Pandanwangi dengan relasi Jember - Banyuwangi, tarif KA Pandanwangi sebesar Rp 8.000.

Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Jember, yaitu pada pukul 05.00 WIB dan pukul 15.30 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Stasiun Banyuwangi baru pada pukul 10.00 WIB dan 20.30 WIB.

Manajer Humas Daop 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, pembelian tiket KA Lokal dilakukan pada menu Local Train di aplikasi KAI Access. Adapun untuk periode pembelian tiket KA lokal melalui KAI Access ini tetap mengikuti aturan yang berlaku, yaitu dipesan H-30 (tiga puluh hari sebelum keberangkatan).

“Pembelian tiket KA lokal melalui KAI Access ini berlaku 1 (satu) identitas penumpang hanya untuk 1 (satu) relasi/rute KA pada hari yang sama,” ujar Luqman,

“Nantinya penumpang yang membeli tiket KA Lokal di KAI Access, cukup menunjukkan Kartu Identitas asli sesuai nama pada tiket dan E-Boarding Pass saat melakukan boarding untuk naik KA,” paparnya.

Menurut Luqman, tiket KA Lokal yang dibeli di KAI Access hanya dapat dibatalkan dan diubah jadwalnya melalui loket stasiun.

KAI melihat bahwa animo masyarakat sangat tinggi terhadap moda transportasi KA Lokal,” ungkap Luqman.

Sebelumnya, penumpang masih harus mengantre panjang hanya untuk membeli tiket KA Lokal. Kini calon penumpang semakin mudah untuk memesan tiket KA lokal hanya dengan melalui smartphone mereka di mana saja dan kapan saja.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah 15 bulan menjabat sebagai Komando Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Suhartaya digantikan oleh Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal.

Serah terima jabatan (sertijab) pimpinan Pangkalan Laut tersebut digelar di Lapangan Markas Komando TNI AL, Rabu (6/3).

Sebelumnya, Yulius menjabat Komandan Kapal Selam Nanggala 402. Sementara Suhartaya sendiri, saat ini dipercaya memegang mandat baru sebagai Perwira Pembantu Perencanaan (Pababrenops) Danlantamal III Jakarta.

Hadir dalam sertijab, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, serta perwakilan Forum Pimpinan Daerah lainnya beserta isteri.

Letkol Laut (P) Suhartaya menyampaikan terima kasihnya atas kerja sama yang telah terjalin bersama forpimda.

“Bagi saya, Banyuwangi tidak akan bisa terlupakan begitu saja,” ungkap Suhartaya.

“Daerah yang tengah maju dengan segudang prestasi serta masyarakatnya yang ramah ini, membuat saya merasa nangga bisa berkesempatan bertugas di Banyuwangi,” imbuhnya.

Suhartaya mengaku, ini akan menjadi kenangan dan pengalaman yang berharga bagi dirinya bisa bertugas di Banyuwangi.

“Saya merasa bangga pernah mengambil bagian ikut membangun Banyuwangi,” kata Suhartaya.

Danlanal baru Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal, menyatakan siap bergabung memimpin Banyuwangi lewat komunitas laut.

“Dengan komitmen yang sama jaya lautku, saya siap bergabung dan berkolaborasi memimpin Banyuwangi,” kata Yulius.

Sementara itu, Bupati Anas mengucapkan selamat jalan dan bertugas di tempat yang baru kepada Suhartaya.

“Terima kasih pada pak Suhartaya yang telah ikut membangun Banyuwangi,” ujar Bupati Anas.

“Kontribusi Danlanal terhadap Banyuwangi cukup banyak. Kami harap pak Suhartaya kerasan dan berprestasi di tempat yang baru,” pungkasnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Selain di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang, kepolisian juga memperketat pengamanan di seluruh pelabuhan rakyat yang tersebar di 25 kecamatan se Banyuwangi selama perayaan Hari Raya Nyepi.

Tercatat ada 34 pelabuhan rakyat di Banyuwangi baik yang sudah menjadi destinasi wisata maupun sebagai pelabuhan penangkapan ikan, seperti di kawasan pantai Muncar Kecamatan Muncar.

Namun saat ini, pemerintah daerah sudah menyulap beberapa pelabuhan rakyat menjadi destinasi wisata pantai yang indah sehingga menarik minat wisatawan domestic maupun mancanegara untuk mendatangi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengaku sengaja memperketat pengamanan di Pelabuhan Rakyat karena di khawatirkan di gunakan jalur oleh oknum tertentu untuk menyeberang ke pulau bali, selama perayaan Hari Raya Nyepi.

Pasalnya, jalur penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk sendiri sudah dilakukan penutupan sejak hari Minggu (06/03/2019) pukul 23.30 WIB dan dibuka kembali pada Jum’at dini hari (08/03/2019) pukul 04.30 WIB. Sedangkan perayaan Hari Raya Nyepi berlangsung pada Jum’at (07/03/2019).

“Selama pengamanan ini, kami menurunkan 350 personel kepolisian yang disiagakan di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Tanjungwangi. Sedangkan di pelabuhan rakyat, di amankan oleh aparat kepolisian dari masing masing polsek setempat,” papar Kapolres.

Menurutnya, selama penutupan tersebut di pastikan akan terjadi antrian panjang kendaraan bermotor di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun di Pelabuhan Gilimanuk Bali, menunggu di bukanya kembali arus penyeberangan lintas Jawa-Bali itu.

“Dari hasil koordinasi kepolisian bersama sejumlah stake holder terkait termasuk ASDP, maka disiapkan 4 kantong parkir untuk kendaraan bermotor,” ujar Kapolres.

Yakni 2 kantong parkir di area Pelabuhan Ketapang juga di kawasan Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang dan di Terminal Sritanjung. Masing masing pengemudi di beri kartu antrian oleh petugas.

“Mereka akan di seberangkan saat arus penyeberangan di buka kembali, sesuai dengan nomor antriannya,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, untuk keberangkatan kapal terakhir dari Pelabuhan Gilimanuk bali pada Kamis (07/03/2019) pukul 05.55 WITA. Dan pemberangkatan kapal pertama dilakukan pada Jum’at (08/03/2019) pagi disesuaikan dengan jadwal kapal yang ada, atau sekitar pukul 06.00 WITA.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Aksi pembobolan sebuah toko persewaan kamera yang ada di kawasan Banyuwangi kota terekam kamera pengintai (CCTV). Pelaku yang masuk lewat atap genteng itu, berhasil membawa kabur puluhan kamera dan lensa. Akibatnya, pemilik rental kamera tersebut mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. 

Aksi pembobolan toko persewaan kamera yang beralamatkan di Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Tukangkayu ini terjadi Jumat (22/2) lalu.

Polisi kembali melakukan pemeriksaan dan olah TKP dilokasi, Kamis (28/2/2019) untuk meneliti kecocokan olah TKP dengan rekaman dari kamera CCTV. 

Kapolsekta Banyuwangi, AKP Ali Masduki mengaku kepolisian mengkroscek kembali di TKP, karena sebelumnya sempat mencurigai salah satu orang sekitar namun tidak ada bukti dan hingga kini masih lakukan pengejaran.

Dalam video tersebut tampak seorang pria tambun bermasker  turun dari tangga. Kemudian laki-laki itu langsung menutupi kamera CCTV dengan sebuah kotak. 

Dari hasil olah TKP ulang itu, diketahui kalau ada lubang di antara genteng yang diduga digunakan pelaku untuk masuk ke dalam toko,” ujar Kapolsek.

“Beberapa pegawai toko persewaan dan beberapa orang lainnya dimintai keterangan sebagai saksi,” imbuhnya.

Hamid, salah satu pegawai toko persewaan kamera membenarkan kalau ada sekitar 23 kamera dan beberapa lensa serta uang sebesar Rp 3 juta raib saat dirinya akan membuka toko tersebut. 

“Sebelumnya kamera kamera itu ada di etalase dan lemari yang kuncinya mudah dibuka,” ungkap Hamid.

Sementara toko persewaan tersebut memiliki pintu kaca dan rolling door serta kamera pengintai untuk pengamanan. Diduga kuat pelaku yang melakukan aksi pembobolan itu sudah mengenal kondisi maupun situasi toko di saat tutup. 

Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaraan terhadap pelaku yang diduga lebih dari satu orang tersebut.

Akibat peristiwa ini, korban mengalami kerugian Rp 120 juta lebih. 

 

 

More Articles ...