radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang warga Jember berhasil di selamatkan dari dalam mobilnya yang tertimpa pohon di kawasan Jalan Raya Situbondo – Banyuwangi, setelah di lakukan evakuasi selama 1 jam 30 menit.

Korban diketahui bernama Christianto Budi Santoso (33) tercatat sebagai warga Jalan Untung Suropati 26 Lingkungan Kampung Tengah RT 03 RW 17 Desa Kepatihan Kecamatan Kaliwates, Jember mengalami luka robek pada lengan kanan, jari kanan dan sikut kiri.

Sementara mobil Xenia putih bernopol L 1993 TB yang di kemudikannya dalam kondisi hancur, akibat tertimpa pohon besar yang sebelumnya berdiri kokoh di depan Pondok Pesantren Nurut Taqwa masuk Dusun Krajan RT 02 RW 01 Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Sebelumnya, Senin (31/12), korban mengemudikan mobilnya dengan membawa temannya, Haris Kurniawan (23) warga Klakah, Lumajang melaju dari arah selatan ke utara.

Saat melintas di TKP terjadi angin kencang dan tiba tiba pohon yang berdiameter sekitar 1,5 meter tersebut roboh, lalu menindih mobil korban. Bahkan, batang pohon melintang di tengah jalan hingga menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas dari dua arah.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi AKP Kusmin yang mendatangi TKP mengatakan, akibat tertindih pohon, korban yang berada di belakang stir tidak bisa keluar mobil karena terjepit. Sedangkan temannya berhasil keluar karena posisinya di belakang.

“Upaya evakuasi pun di lakukan kepolisian bersama warga dengan memotong batang pohon yang melintas di tengah jalan itu, yang juga dibantu dari Tim Reaksi Cepat BPBD Banyuwangi,” ujar Kapolsek.

“Setelah berhasil memotong sebagian batang pohon, lalu dilakukan evakuasi untuk mengeluarkan korban dari dalam mobilnya,” imbuh AKP Kusmin.

Karena upaya evakuasi berlangsung cukup lama sekitar 1,5 jam, menyebabkan kondisi korban melemah. Dan tim medis dari puskesmas wongsorejo langsung memberikan bantuan pernafasan oksigen kepada korban selama dilakukan evakuasi.

“Setelah berhasil di keluarkan dari dalam mobilnya, korban langsung di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna mendapatkan penanganan medis,” ungkap AKP Kusmin.

Sementara itu, arus lalu lintas kembali normal setelah batang pohon berhasil di alihkan ke pinggir jalan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur wilayah V Banyuwangi, menerima penyerahan seekor buaya muara dari seorang warga yang sebelumnya ditemukan di aliran sungai.

Buaya berjenis kelamin betina tersebut memiliki panjang 75 centimeter dan berusia sekitar 1,5 tahun, yang merupakan milik Tamrin (65) warga Dusun Delik II RT 02 RW 02 Desa Jambesari Kecamatan Giri Banyuwangi.

Ceritanya, sekitar pertengahan 2017 lalu, Tamrin memancing di aliran sungai di kawasan Gentengan Kelurahan Pengantigan Kecamatan Banyuwangi berniat untuk mencari sidat. Selang beberapa lama, kail pancingnya bergerak pertanda ada ikan yang memakan umpan.

Namun setelah di tarik, rupanya dia mendapatkan binatang kecil yang di duga adalah biawak. Tamrin pun membawanya pulang berniat untuk di rawat.

Seiring berjalannya waktu, binatang tersebut semakin besar dan rupanya adalah seekor buaya dan bukan biawak seperti yang di duganya selama ini. Karena takut keberadaannya membahayakan masyarakat juga dirinya sendiri, Tamrin menyerahkan hewan piaraannya itu kepada pihak BBKSDA.

Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) 14 BKSDA Banyuwangi, Vivi Primayanti membenarkan adanya penyerahan hewan dilindungi yang disebut juga Crocodilus Porosus tersebut.

“Saat ini, keberadaan hewan itu di titipkan dan di rawat di Lembaga Konservasi Taman Mirah Fantasia, yang merupakan satu satunya lembaga konservasi legal di Banyuwangi,” papar Vivi.

Dia mengaku, ke depan pihaknya masih belum bisa memastikan untuk penanganan buaya tersebut disaat sudah besar.

“Apakah tetap di lembaga itu ataukah di pindahkan ke lokasi yang lain,” imbuh Vivi.

Sementara itu, dengan ditemukannya buaya muara di aliran sungai Dusun Delik tersebut, Vivi memperkirakan di lokasi setempat terdapat induknya.

“Di himbau kepada masyarakat setempat untuk meningkatkan kewaspadaan didalam mengantisipasi munculnya induk buaya ke pemukiman warga,” pungkas Vivi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dari kesaksian sejumlah penumpang, sopir Bus Bali Radiance melajukan kendaraannya dengan ugal ugalan mulai dari Surabaya hingga ke Banyuwangi. Bahkan, saat melewati kawasan hutan Baluran, sopir bus menyalip dua kendaraan yang ada di depannya dengan kecepatan tinggi.

Hal ini di sampaikan oleh Dita, warga Perumahan Dalung Permai Blok A2 nomor 7 Kuta utara Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Bali.

“Saya bersama beberapa penumpang lainnya merupakan wisata komodo,” ujar perempuan berusia 23 tahun tersebut,

“Tapi tidak diketahui penyebabnya yang pasti, tiba tiba seluruh penumpang di pindahkan ke Bus Bali Radiance menuju ke Denpasar Bali,” imbuh Dita.

Sementara Dita sendiri hendak pulang ke Bali setelah berwisata di Surabaya.

Dia menceritakan, selepas dari tol di Surabaya, laju bus yang di tumpanginya memang cukup cepat dan serasa si sopir bus berkeinginan untuk cepat sampai di tujuan.

Sementara Bus Bali Radiance tersebut di kemudikan oleh Galih Sumantri (37) warga Jalan Kolonel Sugiono IX B nomor 59 RT 05 RW 01 Kelurahan Mergosono Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.

Menurut Dita, posisi duduk dirinya berada di deretan kursi nomor 3 belakang sopir sehingga dia mengetahui persis aksi ugal ugalan yang dilakukan si sopir.

“Saya tidak sempat tidur dan tiba tiba dia mendengar ada suara ledakan yang disertai pecahan kaca dan asap mengepul. Ternyata bus ini kecelakaan,” ungkap Dita.

Puluhan penumpang saling berebut keluar kendaraan untuk menyelamatkan diri, karena takut bus tersebut meledak. Ada yang berusaha memecahkan kaca lalu melompat keluar.

“Ada pula yang sudah terjepit kursi tidak berdaya, hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia,” imbuh Dita.

Dia adalah Thepik Hie (70) warga Desa Padang Sampekye Jalan Tanjung Sari Perumahan Alamsari Permai Blok K nomor 4 Tegehsari, Denpasar Barat.

Dita juga mengaku berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari dalam bus yang posisinya melintang di tengah jalan dengan kondisi bagian depan kendaraan hancur.

“Pasca incident ini seluruh penumpang terlantar di masjid maupun rumah warga yang ada disekitar lokasi. Pihak jasa wisata komodo berjanji akan memindahkan mereka ke bus yang lainnya untuk menuju ke Bali,” papar Dita.

Bus Bali Radiance bernopol DK 9238 FC tersebut melaju dari Surabaya hendak ke Denpasar. Saat melintas di kawasan Jalan Raya Situbondo Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, bus tersebut menyalip kendaraan yang ada di depannya.

Namun disaat yang bersamaan, melaju Bus Tiara Mas bernopol EA 7304 A yang di kemudikan oleh Arifin Siregar (36) warga Pondok Ungu Permai Blok G nomor 16 RT 07 RW 11 Kelurahan Kaliabang Tengah Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi.

Diduga kedua sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya karena jarak keduanya sudah terlalu dekat, hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan maut tersebut.

Dalam incident ini, 3 orang penumpang meninggal dunia yakni Thephik Hie (70) warga Desa Padang Sampekye Jalan Tanjung Sari Perumahan Alamsari Permai Blok K nomor 4 Tegehsari, Denpasar Barat, yang merupakan penumpang Bus Bali Radiance. Serta Marwi (41) warga Dusun Dowo RT 05 RW 02 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro dan Ahmad Nizar Zulmi (23) warga Dusun Ngingi RT 12 RW 03 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro, penumpang Bus Tiara Mas.

Dari data yang ada, terdapat 9 penumpang Bus Bali Radiance yang mengalami luka luka, yakni Johansyah (16) dan Sudarso (36) keduanya warga Desa Jelu Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, Arif Rizky Pratama (26) warga Gang Anggapraja nomor 18 RT 01 RW 07 Desa Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Suwiknyo Handoko (41) warga Bojonegoro, Nuralim (27) dan Bambang Basis keduanya warga Dusun Wlingi Desa Bareng Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Abdul Kholen (27), Lisa Alysia (19) warga Jalan Anggrek Raya AS nomor 16 RT 02 RW 13 Desa Jatisampurna Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi dan Wayan Rusmiasih (48) warga Tabanan Bali.

Sementara, 1 penumpang lainnya meninggal dunia yakni Thepik Hie warga Denpasar Barat.

Sedangkan 5 orang penumpang Bus Tiara Mas yang mengalami luka luka adalah Paula Rima Tamala (25) warga dusun Tamanan RT 02 RW 04 Desa Tamanan Kecamatan Sukomoro, Bojonegoro, Nyoman Subrata (66) warga Bali, Monigue Agustia (21) warga Dusun Kalijaten RT 21 RW 03 Desa Kalijaten Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, Yowon (35) warga Malang, yang merupakan kernet bus dan Oki Indra (29) warga Sidoarjo.

Serta 2 penumpang lainnya yang meninggal dunia, yakni Marwi (41) warga Dusun Dowo RT 05 RW 02 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro dan Ahmad Nizar Zulmi (23) warga Dusun Ngingi RT 12 RW 03 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dampak terjadinya kecelakaan maut antar Bus di Jalur Panturan Jalan Raya Situbondo Banyuwangi, menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan bermotor di Pelabuhan Ketapang untuk menunggu antrian menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Penutupan arus lalu lintas di lokasi kejadian berlangsung selama 4 jam lebih, mulai pukul 01.00 WIB dan dibuka kembali sekira pukul 04.30 WIB.

Akibatnya, ratusan kendaraan bermotor mengantri di sepanjang ruas jalan baik arah selatan maupun utara, yang di dominasi mobil pribadi dan kendaraan colt diesel juga truck.

Kecelakaan ini terjadi di jalan Raya Situbondo tepatnya selatan wisata pantai Watu Dodol Banyuwangi, antara Bus Bali Radiance bernopol DK 9238 FC yang di kemudikan Galih Sumantri (37) warga Jalan Kolonel Sugiono IX B nomor 59 RT 05 RW 01 Kelurahan Mergosono Kecamatan Kedungkandang Kabupaten Malang, dengan bus Tiara Mas bernopol EA 7304 A yang di sopiri Arifin Siregar (36) warga Pondok Ungu Permai Blok G nomor 16 RT 07 RW 11 Kelurahan Kaliabang Tengah Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi yang berada di lokasi bersama Kasat Lantas, AKP Prianggo Parlindungan Malau menutup total akses jalan, karena tengah dilakukan upaya evakuasi terhadap bangkai 2 bus yang melintang di tengah jalan dengan menggunakan Mobil Crane. Setelah kedua bus berhasil di alihkan ke pinggir jalan, arus lalu lintas kembali di buka dengan system buka tutup.

Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Banyuwangi, Jumadi mengatakan, dengan dibukanya kembali arus kendaraan bermotor ini berdampak pada penumpukan ratusan kendaraan berbagai jenis di area Pelabuhan Ketapang yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali. Bahkan, antrian mengular hingga keluar area pelabuhan dengan didominasi kendaraan roda 4.

“Dari data di kami, tercatat ada sekitar 130 an unit kendaraan Colt Diesel yang mengantri, juga ada 455 unit mobil pribadi yang menunggu antrian untuk di seberangkan ke Pelabuhan Gilimanuk Bali,” papar Jumadi.

Dengan kondisi ini, pihak ASDP tetap mengoperasikan 32 unit armada kapal dari 52 unit kapal yang di siagakan. 20 kapal di operasikan di dermaga MB dan Ponton dan 12 unit kapal lainnya di operasikan di lintas dermaga LCM.

“Dengan dimaksimalkan armada kapal yang beroperasi itu, satu persatu antrian kendaraan bermotor bisa terurai setelah mengantri hampir mencapai 2 jam,” kata Jumadi.

Sehingga antrian ini di nilai tidak sampai menganggu arus kendaraan bermotor yang melintas di depan Pelabuhan Ketapang.

Sementara itu, dalam peristiwa tabrakan maut antara Bus Bali Radiance jurusan Surabaya-Denpasar dengan Bus Tiara Mas jurusan Denpasar-Surabaya tersebut, menyebabkan 3 orang penumpang meninggal dunia serta 14 orang lainnya mengalami luka ringan hingga luka berat.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kecelakaan maut antar bus terjadi di kawasan Jalur Panturan Banyuwangi utara, yang menyebabkan 3 penumpang meninggal dunia dan 14 orang mengalami luka luka. Yakni 9 orang mengalami luka ringan dan 3 orang lainnya mengalami luka berat.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut adalah Bus Bali Radiance bernopol 9238 FC jurusan Surabaya-Denpasar dan Bus Tiara Mas bernopol EA 7304 A jurusan Denpasar-Surabaya.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu malam (26/12) sekira pukul 23.45 WIB, tepatnya di jalan Raya Situbondo Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, atau selatan wisata Pantai Watu Dodol.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi didampingi Kasat Lantas, AKP Prianggo Parlindungan Malau turun langsung ke TKP untuk mengikuti proses evakuasi bangkai kedua kendaraan tersebut.

“Dari hasil olah TKP sementara kepolisian serta keterangan sejumlah saksi mata, Bus Bali Radiance yang di kemudikan oleh Galih Sumantri (37) warga Jalan Kolonel Sugiono IX B nomor 59 RT 05 RW 01 Kelurahan Mergosono Kecamatan Kedungkandang Kabupaten Malang tersebut melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan cukup tinggi,” ujar Kapolres.

“Saat melintas di TKP, bus itu hendak menyalip kendaraan yang ada di depannya,” imbuhnya.

Namun diwaktu yang bersamaan, melaju bus Tiara Mas dari arah berlawanan dengan di kemudikan oleh Arifin Siregar (36) warga Pondok Ungu Permai Blok G nomor 16 RT 07 RW 11 Kelurahan Kaliabang Tengah Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi.

Kapolres mengatakan, di duga sopir Bus Radiance tidak bisa mengendalikan kendaraannya saat berpapasan dengan Bus Tiara Mas lalu membanting stir ke kanan. Namun karena posisinya sudah berdekatan, hingga terjadi kecelakaan bermotor tersebut yang menyebabkan bagian depan kedua kendaraan rusak berat.

“Posisi keduanya melintang di tengah jalan yang menyebabkan arus kendaraan bermotor dari dua arah di tutup total,” kata Kapolres.

“Kami masih melakukan penyidikan dengan memintai keterangan sopir kedua kendaraan tersebut, guna memastikan penyebab dari terjadinya kecelakaan bermotor ini,” papar Kapolres.

Sementara itu, upaya evakuasi bangkai kedua bus tersebut berlangsung hingga selama 4 jam lebih dengan menggunakan mobil Crane untuk memindahkan. Selanjutnya, arus kendaraan bermotor dibuka kembali dari dua arah dengan system buka tutup.

Pasalnya, selama upaya evakuasi berlangsung, antrian kendaraan bermotor mencapai hingga 5 kilometeran kearah utara maupun selatan, yang di dominasi truck dan mobil pribadi juga sepeda motor.

Sementara, untuk belasan korban luka luka langsung di larikan ke IRD RSUD Blambangan Banyuwangi guna dilakukan penanganan medis. Sedangkan 3 korban meninggal dunia, di tangani di kamar mayat karena kondisi jenazah mereka cukup mengenaskan.

Ketiganya adalah Thephik Hie (70) warga Desa Padang Sampekye Jalan Tanjung Sari Perumahan Alamsari Permai Blok K nomor 4 Tegehsari, Denpasar Barat. Juga Marwi (41) warga Dusun Dowo RT 05 RW 02 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro dan Ahmad Nizar Zulmi (23) warga Dusun Ngingi RT 12 RW 03 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro.

Kedua korban ini merupakan penumpang bus Tiara Mas yang hendak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan libur Tahun Baru setelah bekerja di Denpasar Bali. Mereka berangkat bersama 10 orang teman lainnya yang selamat namun 1 orang diantaranya mengalami luka ringan. Dan selama ini, mereka bekerja sebagai tukang cat di Bali.

Sedangkan untuk korban Thephik Hie adalah penumpang bus Bali Radiance yang hendak pulang ke Bali. Saat kejadian, tubuh korban terjepit kursi hingga upaya evakuasi berlangsung cukup lama.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kedua sopir bus yang mengalami kecelakaan di jalur panturan Jalan Raya Situbondo Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi terancam menjadi tersangka, jika dari hasil pemeriksaan kepolisian mereka terbukti bersalah hingga menyebabkan hilangnya nyawa sejumlah penumpang.

Mereka adalah Galih Sumantri (37) warga Jalan Kolonel Sugiono IX B nomor 59 RT 05 RW 01 Kelurahan Mergosono Kecamatan Kedungkandang Kabupaten Malang, sopir Bus Bali Radiance bernopol DK 9238 FC dan Arifin Siregar (36) warga Pondok Ungu Permai Blok G nomor 16 RT 07 RW 11 Kelurahan Kaliabang Tengah Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi, sopir bus Tiara Mas bernopol EA 7304 A.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, hingga saat ini kepolisian masih memeriksa kedua sopir tersebut, guna memastikan penyebab terjadinya kecelakaan maut yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia serta 14 orang penumpang lainnya mengalami luka luka.

“Jika dari hasil pemeriksaan itu kedua sopir terbukti bersalah maka mereka akan dikenakan sangsi hukuman penjara, dengan jeratan telah menghilangkan nyawa orang lain,” papar Kapolres.

“Dari hasil olah TKP sementara kepolisian, Bus Bali Radiance itu melaju dari arah utara ke selatan dengan kecepatan cukup tinggi,” I mbuhnya.

Saat melintas di TKP, bus tersebut hendak menyalip kendaraan yang ada di depannya. Namun diwaktu yang bersamaan, melaju bus Tiara Mas dari arah berlawanan.

Kapolres menjelaskan, di duga sopir Bus Radiance tidak bisa mengendalikan kendaraannya saat berpapasan dengan Bus Tiara Mas lalu membanting stir ke kanan.

“Karena posisinya sudah berdekatan, hingga terjadi kecelakaan bermotor itu yang menyebabkan bagian depan kedua kendaraan rusak berat,” tutur Kapolres.

Bahkan, posisi keduanya melintang di tengah jalan yang menyebabkan arus kendaraan bermotor dari dua arah di tutup total.

Dalam incident ini, 3 korban meninggal dunia yakni Thephik Hie (70) warga Desa Padang Sampekye Jalan Tanjung Sari Perumahan Alamsari Permai Blok K nomor 4 Tegehsari, Denpasar Barat. Juga Marwi (41) warga Dusun Dowo RT 05 RW 02 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro dan Ahmad Nizar Zulmi (23) warga Dusun Ngingi RT 12 RW 03 Desa Bareng Ngasem, Bojonegoro.

Kedua korban ini merupakan penumpang bus Tiara Mas yang hendak pulang ke kampung halamannya untuk merayakan libur Tahun Baru setelah bekerja di Denpasar Bali.

Sedangkan untuk korban Thephik Hie adalah penumpang bus Bali Radiance yang hendak pulang ke Bali. Juga ada 14 korban lainnya yang mengalami luka luka.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang perayaan Natal, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi melakukan sidak pengamanan di Pelabuhan Ketapang hingga sterilisasi sejumlah gereja, Senin (24/12) dengan melibatkan aparat Brimob dari Polda Jawa Timur.

Diawali dengan sidak di pelabuhan Ketapang, Kapolres didampingi sejumlah perwira mengecek para personel yang siaga di posko pelayanan terpadu sekaligus menanyakan berbagai kendala yang di hadapi mereka selama melakukan pengamanan.

Khususnya pasca terjadinya banjir bandang di Mendoyo Jembrana Bali, diminta para petugas untuk memberikan pemantauan cukup ketat terhadap para pengguna jasa penyeberangan.

Sementara dalam pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 ini, kepolisian menyiagakan 23 pos pengamanan yang tersebar mulai dari wilayah Banyuwangi utara hingga selatan. Yakni 1 pos pelayanan terpadu yang khusus di siagakan di Pelabuhan Ketapang. Juga 7 pos wisata dan 15 pos pengamanan.

Dengan petugas gabungan yang diturunkan sebanyak 1.189 orang. Khusus polri 441 personel, ditambah BKO Brimob dari Polda Jawa Timur 41 personel. Sedangkan 748 personel lainnya merupakan gabungan dari beberapa stake holder di Banyuwangi, seperti dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Sencom.

Pengamanan ini di gelar selama 12 hari, mulai 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 mendatang.

Selanjutnya, Kapolres melakukan sterilisasi gereja menjelang pelaksanaan misa natal. Yang di mulai dari gereja Jawi Wetan depan RSUD Blambangan Banyuwangi, lalu ke gereja Bethesda Kelurahan Karangrejo dan Gereja Maria Ratu Damai di kawasan Jalan Jaksa Agung Suprapto.

“Kegiatan ini sengaja kami lakukan di dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan natal,” ujar Kapolres.

Dan di setiap gereja tersebut, aparat kepolisian memeriksa satu persatu barang bawaan para jemaat dengan menggunakan alat metal detaktor, guna mengantisipasi adanya barang bawaan yang membahayakan seperti bahan peledak maupun senjata tajam.

“Kepolisian juga terus memantau setiap pergerakan masyarakat yang mendatangi tempat tempat wisata di Banyuwangi, karena di saat liburan Natal hingga menjelang Tahun Baru dipastikan banyak orang yang berwisata,” papar Kapolres.

Dan khusus di tempat wisata pantai, kepolisian meminta adanya lifeguard yang siap siaga untuk memberikan pertolongan terhadap wisatawan jika mengalami kecelakaan laut.

“Kami juga mengecek kesiapan berbagai sarana prasarana pendeteksi gempa dan tsunami di setiap tempat wisata pantai, guna memastikan alat itu berfungsi dengan baik, pasca terjadinya tsunami di Banten dan Lampung,” tutur Kapolres.

Sebelumnya, pada Jum’at (21/12) lalu di laksanakan apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 di area parkir Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, dengan melibatkan seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

 

More Articles ...