radiovisfm.com, Banyuwangi - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bersama perum perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA) Serta kelompok penyedia makanan dan pemandu wisata tengah berupaya melakukan pemadaman dilahan Cagar Alam Kawah Ijen Banyuwangi yang terbakar.

Awalnya kebakaran tersebut terjadi di petak 80 A kawasan hutan yang di kelola Perum Perhutani. Namun karena adanya angin cukup kencang maka terjadi loncatan api sehingga sebagian masuk ke kawasan Cagar Alam Kawah Ijen, tepatnya di timur laut area pendakian Ijen.

Kepala BKSDA wilayah V Jawa Timur, Sumpena mengatakan, kebakaran tersebut di duga diakibatkan karena kemarau yang cukup panjang. Sehingga menyebabkan tanaman rumput dan semak di lokasi terbakar ditambah tiupan angin yang cukup kencang.

“Kami bersama sejumlah stake holder tersebut terus melakukan pemantauan dan pemadaman di lokasi sekaligus melokalisir agar api tidak meluas,” ungkap Sumpena.

“Semula pemadaman menggunakan kendaraan Klipon yang berisi air untuk di semprotkan ke area yang terbakar. Tapi karena sulitnya medan, kendaraan itu tidak bisa naik menuju ke lokasi,” paparnya.

Akhirnya kata Sumpena, pemadaman menggunakan alat Jejuter berisi air yang di jinjing di punggung dan di semprotkan ke lahan yang terbakar.

“Juga menggunakan berbagai peralatan manual seperti kayu untuk memadamkan api,” tutur Sumpena.

Sementara itu, dari pantauan dilapangan, meskipun terjadi kebakaran lahan namun jalur pendakian ke wisata Kawah Ijen Banyuwangi masih dibuka. Pasalnya, lokasi kebakaran jauh dari puncak kawah atau berada di timur laut Kawah Ijen.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan kebijakan baru untuk calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket kereta dengan tariff reduksi.

Calon penumpang yang berhak atas tariff reduksi tersebut adalah Lansia, TNI, Polri, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Wartawan. Mereka harus melakukan registrasi terlebih dahulu.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, kebijakan tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai tanggal 1 September 2019. Namun registrasi dilakukan mulai 1 Agustus 2019 di Customer Service atau di loket stasiun yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh, apabila di stasiun tersebut tidak memiliki layanan Customer Service.

“Bagi calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket kereta tariff reduksi ini harus membawa bukti identitas asli atas hak reduksi yang masih berlaku,” kata Luqman.

“Registrasi juga dapat di wakilkan dengan syarat tambahan yaitu membawa pas foto terbaru penumpang yang akan di daftarkan,” imbuhnya.

Registrasi dilakukan paling lambat 3 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

Luqman mengaku, registrasi cukup dilakukan sekali saja sampai berakhirnya masa reduksi penumpang yang bersangkutan. Jika masa reduksi sudah habis dan menginginkan hak reduksi kembali, maka wajib dilakukan registrasi ulang.

Misalnya, perjanjian kerja sama antar TNI/Polri dengan KAI yang habis masa berlakunya atau surat tugas bagi wartawan yang sudah kadaluarsa.

“Jika sebelumnya penumpang yang berhak atas tarif reduksi harus menyertakan foto kopi identitas di setiap transaksi di loket, kini mereka cukup menyebutkan nama, nomor ponsel, nomor identitas tanpa menyertakan foto kopi identitas lagi,” papar Luqman.

Dia berharap, dengan kebijakan ini, masyarakat yang berhak mendapatkan tariff reduksi semakin di mudahkan dalam melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Sementara itu, ada beberapa persyaratan bagi sejumlah elemen yang berhak mendapatkan tariff reduksi tersebut. Bagi penumpang lanjut usia mendaftarkan kartu identitasnya minimal berusia 60 tahun saat tanggal keberangkatan, dengan besaran reduksi 20 persen untuk kereta api semua kelas di setiap harinya.

“Anggota LVRI mendaftarkan kartu anggotanya dengan besaran reduksi untuk semua kelas di setiap hari, dengan rincian hari Jum’at hingga Senin sebesar 30 persen dan Selasa hingga Kamis sebesar 50 persen,” kata Luqman.

Untuk anggota TNI dan Polri aktif atau siswa pendidikan TNI dan Polri, mendaftarkan kartu anggota TNI/Polri atau kartu tanda siswa maupun surat keterangan siswa pendidikan TNI/Polri dengan besaran reduksi 25 persen untuk kereta kelas eksekutif serta 50 persen  kelas bisnis dan ekonomi, yang berlaku di setiap hari.

“Sedangkan untuk Wartawan, bisa mendaftarkan surat tugas peliputan dengan besaran reduksi untuk kereta kelas bisnis dan ekonomi sebesar 20 persen di setiap hari,” pungkas Luqman.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian terus melakukan pengembangan penyidikan untuk bisa mengungkap pelaku serta motif dari kasus terror gedor pintu yang terjadi di kawasan Kelurahan Kampung Mandar Kecamatan Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir ini, karena dinilai sudah meresahkan masyarakat.

Dari hasil penelusuran aparat kepolisian Polsekta Banyuwangi, kasus ini terjadi hanya di 2 RT di Lingkungan Kerobokan. Sementara isu yang beredar, peristiwa ini juga terjadi di Kelurahan Pakis.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, hal ini perlu diluruskan bahwa kasus yang terjadi di lapangan tersebut bukan Gedor Pintu namun Ketok Pintu.

“Karena menurut keterangan beberapa korban, rumahnya sempat di ketok dengan suara yang tidak terlalu keras. Tapi saat di buka pintu rumah, tidak terlihat pelakunya,” ujar Kapolsekta.

“Dan ini terjadi di beberapa rumah warga setempat di hampir setiap malam,” imbuhnya.

Kontan saja, informasi ini langsung menyebar ke seluruh wilayah Banyuwangi bahkan hingga ke luar daerah.

Untuk itulah kata Kapolsek, aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk memberikan himbauan dan rasa tenang kepada masyarakat agar tidak resah. Di sisi lain, kepolisian terus melakukan penyelidikan mengenai kebenaran informasi tersebut.

“Kami sudah memintai keterangan sejumlah korban dan seluruhnya mengaku tidak mengetahui persis siapa pelakunya. Mereka hanya mengatakan bahwa pintu rumahnya ada yang mengetuk,” papar Kapolsek.

Namun hingga saat ini masih belum diketahui pelakunya sekaligus motif dari aksi yang di lakukannya tersebut.

Kapolsek menambahkan, dari hasil investigasi terhadap masyarakat, di wilayah setempat tidak ditemukan adanya adu domba antar warga dan tidak ada permasalahan apapun diantara mereka.

“Kondisi keamanan juga kondusif. Tidak ada kasus pencurian, tidak ada penganiayaan juga tidak terjadi profokasi,” kata Kapolsek.

“Kami segera mencari akar pemasalahan dari kasus ini agar tidak semakin mengembang ke berbagai isu yang bisa meresahkan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, disetiap malam warga setempat berjaga jaga di perkampungan dengan membawa berbagai macam peralatan maupun senjata tajam. Semua peralatan itu digunakan untuk menghamiki pelaku apabila nantinya diketemukan.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Diduga kondisinya sudah tua, pohon berukuran besar tumbang dan melintang di tengah jalan pantura Kecamatan Wongsorejo yang menyebabkan kemacetan kendaraan bermotor.

Pohon tersebut sudah mengering tinggal batangnya saja. Sementara posisinya tepat di pinggir jalan raya di kawasan Dusun Krajan Desa Bengkak, yang menjadi perlintasan kendaraan besar yang akan maupun pulang dari Pulau Bali.

Disetiap harinya, di jalanan ini di lintasi truck pengangkut barang maupun bus dari berbagai daerah yang akan menuju ke pulau bali melewati Banyuwangi utara. Demikian sebaliknya, juga menjadi perlintasan kendaraan bermotor sepulang dari Pulau Bali.

Sementara di hari Rabu (24/7/2019) sekira pukul 13.00 WIB, tiba tiba pohon itu tumbang dan melintang ditengah jalan.

Kontan saja, seluruh kendaraan bermotor yang sedang melintas di TKP langsung menghentikan lajunya yang menyebabkan terjadi kemacetan dari dua arah, utara dan selatan sejauh kurang lebih 1 KM.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi Iptu Kusmin bersama beberapa orang anggotanya berupaya mengevakuasi batang pohon berukuran besar tersebut bersama sejumlah warga dan para sopir kendaraan. Upaya evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi batangnya yang cukup berat.

“Pohon itu tumbang diakibatkan kondisi batangnya yang sudah rapuh. Selain itu, angin bertiup cukup kencang di sini dalam beberapa pecan terakhir sehingga menghantam pohon itu,” papar Kapolsek.

“Saya menghimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar berhati hati saat melintas di bawah pohon besar apalagi yang kondisinya sudah mengering,” ujarnya.

Bahkan disaat terjadi angin kencang, di harapkan untuk berhenti sejenak di tempat yang aman dan tidak dibawah pepohonan.

Untung saja, dalam incident ini tidak ada korban jiwa. Dan arus lalu lintas bisa lancar kembali setelah upaya evakuasi pemindahan batang pohon tersebut berlangsung selama 1 jam lebih.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kapal USSN Fall River berlabuh di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, untuk menurunkan tentara amerika serikat yang akan melakukan latihan bersama (Latma) Cooperation Aflot Readiness and Training (Carat) 2019.

Kapal milik US Marine tersebut mengangkut puluhan tentara Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dan berbagai peralatan transportasi dan material selama melaksanakan latihan di Perkebunan Selogiri Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Kedatangan kapal tersebut disambut langsung oleh Komandan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Selasa (30/7/2019).

“Ini bukan kapal perang. Tapi kapal ekspedisi yang mengangkut tentara laut Amerika Serikat beserta materialnya,” ujar Danlanal.

Sementara, Latma Carat tersebut merupakan latihan gabungan antara US Navy dan TNI AL Indonesia khususnya marinir.

“Mereka melakukan latihan bersama selama 1 minggu di Perkebunan Selogiri Banyuwangi setelah sebelumnya di gelar di Surabaya,” ungkap Danlanal.

“Nantinya, penutupan juga akan dilakukan di Surabaya dengan total latihan selama 1 bulan,” imbuhnya.

Danlanal menjelaskan, selain latihan bersama, mereka juga akan melakukan bhakti social dengan membangun mushollah, memperbaiki rumah penduduk yang rusak dan beberapa kegiatan lainnya.

Sementara itu, kapal USSN Fall River sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi hanya sehari semalam untuk menurunkan personel dan material.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Lahan perhutani Banyuwangi Utara di kawasan Resort Pemangku Hutan (RPH) Bangsring Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi terbakar, di duga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan disertai musim kemarau cukup panjang di wilayah setempat.

Terpantau ada 2 hektar lahan yang terbakar, sebagian kawasan hutan milik perhutani sedangkan sebagian adalah lahan pertanian milik warga setempat.

Untuk di lahan milik perhutani tersebut ditanami pohon jati cukup tinggi. Sedangkan di lahan pertanian milik warga belum ditanami tanaman apapun, hanya terdapat rerumputan yang sudah mengering.

Hanya dalam sekejab, api cepat membesar karena seluruh yang terbakar adalah dedaunan pohon jati yang mengering.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi Iptu Kusmin langsung melakukan upaya pemadaman bersama beberapa orang warga setempat dengan menggunakan peralatan seadanya. Seperti menggunakan kayu kering agar api tidak merembet.

“Upaya pemadaman berlangsung sekitar 1 jam lebih karena api terus meluas akibat tiupan angin yang cukup kencang,” ujar Kapolsek.

“Dari hasil olah TKP sementara kepolisian, kemungkinan kebakaran lahan ini diakibatkan karena orang yang membuang puntung rokok sembarangan,” ungkapnya.

Ataupun ada orang yang sengaja membakar sampah namun apinya belum padam seluruhnya.

Sementara saat ini memasuki musim kemarau di sertai angin bertiup cukup kencang, menyebabkan api sisa pembakaran maupun puntung rokok cepat membesar.

“Saya menghimbau kepada masyarakat setempat yang tinggal di pinggir hutan agar tidak membuang puntung rokok sembarangan guna menghindari adanya kebakaran hutan,” pungkas Kapolske.

Sementara itu, di wilayah Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi ini hampir sebagian besar lahannya adalah hutan milik perhutani, utamanya yang ada disisi barat. Sedangkan di sisi timur, seluruh daerahnya berbatasan dengan pantai.

Dan disini, masuk dalam area kekeringan ekstrim yaitu hanya 4 bulan terjadi hujan sedangkan 8 bulan terjadi kemarau panjang. Sehingga di wilayah setempat rawan terjadi kebakaran hutan serta kekeringan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Terjadi kecelakaan antara kendaraan truck dengan pick up di kawasan jalan raya Banyuwangi-Situbondo, yang mengakibatkan satu orang pengemudi meninggal dunia di TKP, Senin dini hari (22/7/2019) sekira pukul 00.30 WIB.

Menurut keterangan saksi mata, awalnya kendaraan Truck Mitsubishi bernopol P 8646 UE yang di kemudikan Sisnaidi (24) warga Dusun Gudang Desa Gudang Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo yang didalamnya berpenumpang Hairul Rizal melaju dari arah utara ke selatan.

Sesampainya di TKP, tepatnya di depan Pabrik Semen Bosowo di kawasan Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, pengemudi truck di duga mengantuk hingga kendaraan yang di kemudikannya oleng ke kanan.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardi Bitha Kumala mengatakan, secara bersamaan melaju kendaraan Pick Up Daihatsu Grandmax bernopol N 9623 YD yang dikemudikan oleh Eko Budianto (26) warga Dusun Duren Kidul RT 03 RW 03 Desa Duren Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang sempat menghindar ke kiri, setelah mengetahui laju kendaraan Truck tersebut oleng ke kanan.

“Tapi karena jaraknya sudah terlalu dekat dan kedua kendaraan itu tidak bisa menghindar, sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas,” ujar Iptu Ardi.

“Akibat dari kecelakaan ini, kedua pengemudi mengalami luka luka cukup parah dan di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi,” imbuhnya.

Untuk pengemudi kendaraan Truck, Sisnaidi mengalami luka lecet pada tangan dan kaki serta robek dan lebam pada mata kanannya.

“Sementara korban Eko Budianto, pengemudi Pick Up mengalami luka sesak pada leher dan dada hingga meninggal dunia di TKP,” kata Kanit Laka.

Dia menjelaskan, dari hasil olah TKP kepolisian, kecelakaan tersebut terjadi akibat factor kelalaian pengemudi kendaraan truck serta kekurang hati hatian. Padahal, kondisi kendaraan cukup baik serta sarana prasarana jalan juga lurus dan beraspal baik.

“Dengan adanya peristiwa ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp 10.000.000,” tutur Kanit Laka.

Selanjutnya, bangkai kedua kendaraan tersebut di amankan di kantor unit laka Polres Banyuwangi.

More Articles ...