radiovisfm.com, Banyuwangi - Diduga mengalami gangguan dalam pendengarannya, seorang kakek asal Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro Banyuwangi meninggal dunia tertabrak kereta api, Rabu (17/10).

Korban diketahui bernama Mas’ud (70) yang bertempat tinggal di kawasan Lingkungan Kampung Baru.

Dia tertabrak Kereta Api Probowangi jurusan Surabaya-Banyuwangi di perlintasan rel di KM 16+7, tidak jauh dari rumahnya. Akibat peristiwa ini, kondisi korban sangat mengenaskan. Dia mengalami geger otak berat serta patah tulang pada kedua tangan dan kakinya.

Menurut keterangan saksi mata, Hamawi, di duga korban melewati rel kereta api dari arah timur ke barat dengan mengendarai sepeda motornya. Sementara dari arah selatan ke utara, melaju kereta api Probowangi yang hendak menuju ke Stasiun Banyuwangi Baru sebagai stasiun akhir.

“Di duga karena tidak mendengar adanya suara kereta api, korban tetap memaksa menyeberang rel,” kata Hamawi.

Akibatnya, sepeda motor korban tersebut tertabrak hingga terseret sejauh 1 kilometer lebih ke arah utara.

“Tubuh korban terpental ke timur dan meninggal dunia di lokasi. Sedangkan kopiah hitam yang di pakainya terpental ke arah barat,” papar Hamawi.

Mendapati peristiwa ini, masinis sempat menghentikan laju kereta api untuk melihat kondisi korban. Selanjutnya, jenazah korban di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan otopsi luar.

Pasca terjadi peristiwa naas ini, sejumlah anggota lalu lintas Polres Banyuwangi mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

Bahkan, puluhan warga memadati area lokasi kejadian untuk melihat langsung kondisi jenazah korban.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Program Smart Kampung yang di gulirkan Pemkab Banyuwangi sejak 2014 dinilai berhasil meningkatkan performa kinerja pemerintah daerah. Desa-desa terpacu membuat pelayanan publik yang memudahkan warganya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun terus menyemangati desa-desa agar berlomba menampilkan pelayanan publik terbaiknya untuk memudahkan warga. 

“Kami sangat senang karena “Smart Kampung” yang dari awal dimaksudkan sebagai payung bagi desa untuk mengembangkan program-program inovatif berbasis teknologi telah diaplikasikan dengan baik,” papar Bupati Anas.

“Tentu juga harus di akui masih ada kekurangan yang perlu dibenahi,” imbuhnya.

Saat meninjau pelayanan di Desa Tegalsari Kecamatan Tegalsari, Bupati Anas mengaku Smart Kampung ini bukan sekadar gaya, namun kebutuhan untuk melayani warga.

Smart Kampung sendiri adalah program pengembangan desa yang digagas Banyuwangi untuk mendekatkan pelayanan publik ke level desa. Setiap desa didesan memiliki program terintegrasi yang memadukan antara penggunaan teknologi, kegiatan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Sejak diluncurkan pada Mei 2016 oleh Menkominfo Rudiantara, kini telah ada 170 desa yang teraliri internet berbasis serat optik (fiber optic) dari total 189 desa.

Sementara itu, di Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Bupati Anas mengecek layanan di desa yang bisa ditempuh dalam waktu 70 menit dari pusat kota Banyuwangi itu. 

Kepala Desa Tegalsari, Gumiran, menjelaskan, desanya membuka layanan pengurusan dokumen secara ringkas melalui aplikasi dan SMS/WhatsApp Center. Lewat layanan itu, warga bisa lebih mudah mengurus berbagai dokumen. 

“Aplikasi dibuat terutama untuk warga muda yang sudah lebih melek teknologi. Tapi bagi warga yang merasa ribet, cukup pakai SMS atau WhatsApp yang secara teknologi tentu lebih sederhana,” papar Gumiran.

Dia menjelaskan, warga bisa mengirimkan pesan online-nya kepada pihak pemerintahan desa dengan menyertakan nomor KK dan NIK pemohon, sambil menyebutkan surat apa yang ingin diurus.

Pesan yang dilayangkan itu kemudian direspons petugas dan segera diselesaikan.

"Suratnya langsung kami kerjakan, dan pihak desa akan menghubungi si pemohon untuk bisa mengambil suratnya," ujar Gumiran.  

Surat administrasi kependudukan yang bisa diurus seperti surat pengantar untuk keperluan mengurus surat SKCK, keterangan nikah, KTP, pendaftaran BPJS, pindah tempat, dan keterangan usaha.

Bupati Anas juga berharap semakin banyak desa yang membuka layanan pada akhir pecan, juga layanan di luar jam kerja.

“Warga yang mulai Senin-Jumat bekerja, bisa urus dokumen hari Sabtu atau Minggu. Sehingga pekerjaannya tidak terganggu,” ujarnya.

“Warga yang bekerja dari pagi sampai sore, juga bisa mengurus dokumen sepulang kerja,” tutur Bupati Anas.

Saat ini sudah ada 22 desa yang buka layanan malam hari dan saat hari libur, yang di harapkan bisa terus bertambah.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Jika terjadi bencana alam di Bali saat berlangsungnya kegiatan pertemuan tahunan Dana Moneter International (IMF) World Bank, pihak ASDP mempercepat waktu bongkar muat setiap armada kapal dijalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk mengevakuasi para delegasi.

Sebelumnya, sesuai pola operasi yang ada, per kapal membutuhkan waktu 32 menit untuk bongkar muat penumpang, namun dalam keadaan emergency di percepat menjadi 20 menit dengan tidak menunggu muatan kapal penuh.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, IMF tersebut adalah event international yang di ikuti puluhan ribu delegasi dari 189 negara, sehingga di perlukan perlakuan khusus tanpa mengesampingkan pelayanan kepada para calon penumpang kapal lainnya yang biasa menyeberang ke Pulau Bali maupun sebaliknya.

“Artinya, jika terjadi bencana alam di Bali, kami memberikan pelayanan yang lebih intens kepada para delegasi hingga mereka memang benar benar dalam kondisi selamat saat di evakuasi,” papar Solikin.

“Kami berharap, bencana alam ini tidak terjadi,” imbuhnya.

Namun kalaupun terjadi, dia mengaku siap sebagai tuan rumah untuk memberikan penanganan yang terbaik selama 24 jam.

ASDP telah melakukan berbagai persiapan sarana prasarana di pelabuhan, baik pengoperasian armada kapal, dermaga maupun berbagai pelayanan lainnya.

“Untuk armada kapal yang disiapkan sebanyak 57 unit, tapi yang di operasikan setiap harinya 32 kapal,” ungkap Solikin.

Dan jika terjadi bencana alam, maka ke 57 kapal tersebut di operasikan seluruhnya yang di antaranya dijadikan kapal khusus untuk mengevakuasi para delegasi.

“Jika para delegasi datangnya tidak bersamaan di pelabuhan, tidak menutup kemungkinan juga akan di campur dengan para penumpang regular lainnya,” kata Solikin.

Lebih lanjut Solikin mengatakan, anggaran perbaikan sarana prasarana di pelabuhan ini merupakan dana dari ASDP sendiri selaku koorporasi yang mendukung pemerintah.

“ASDP telah melakukan berbagai perencanaan perawatan maupun perbaikan sarana prasarana untuk harian, mingguan, bulanan hingga tahunan yang terangkum dalam kerja anggaran perusahaan,” tutur Solikin.

Sehingga di dalam menghadapi event IMF ini, diakui Solikin, ASDP tidak boleh lengah melihat kwalitas peralatan yang ada guna mengantisipasi terjadinya berbagai permasalahan.

“Para petugas selalu berkeliling melihat kondisi berbagai fasilitas untuk memastikan sudah sesuai standart operasional (SOP),” pungkas Solikin.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pemadaman kebakaran di lahan perhutani di kawasan Gunung Rante dekat Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen Banyuwangi hingga kini masih terus di lakukan oleh sejumlah stake holder. Lokasinya tepat berada di area perum perhutani KPH Banyuwangi Barat. Kebakaran ini terjadi sejak beberapa hari terakhir ini.

Pemadaman ini melibatkan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, kepolisian, TNI juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi Balai Besar KSDA Jawa Timur, Sumpena mengatakan, kebakaran ini di duga disebabkan karena kecerobohan masyarakat yang membuat api dari ranting ranting pohon dan tidak dipadamkan secara tuntas.

“Di waktu yang sama terjadi angin besar sehingga merembet ke beberapa kawasan yang lain, menyebabkan api semakin membesar membakar ranting dan pepohonan,” papar Sumpena.

Selain itu kata Sumpena, juga di duga akibat adanya loncatan api sisa kebakaran di area yang lain lalu terbang terbawa angin ke area Gunung Rante tersebut.

“Sebagian besar tanaman yang terbakar tersebut adalah semak, rumput, ilalang juga pohon cemara,” imbuhnya.

Namun dari pantauan di lapangan, pohon pohon cemara yang terbakar tersebut hanya pada daunnya.

Sumpena mengaku, pemadaman ini di lakukan dengan menggunakan Jujuter atau disebut juga Jet Shooter, yang merupakan peralatan seperti tas ransel yang berisi air lalu menyiram ke bekas bekas kebakaran agar tidak sampai menyala kembali.

Dalam hal ini, BPBD Banyuwangi menyiapkan 4 Jet Shooter gendong untuk digunakan memadamkan api, juga mesin pompa air beserta selang. Selain itu, di siapkan 2 buah tandon air untuk mengisi Jet Shooter tersebut.

“BBKSDA sendiri menyiapkan 10 Jujuter untuk ikut serta memadamkan api,” pungkas Sumpena.

Selain di Gunung Rante, kebakaran juga terjadi di area blok pondok Bunder hingga Widodaren masuk lahan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Ijen seluas 50 hektar yang sebagian merupakan jalur pendakian. Di dalamnya terdapat tanaman rumput, ilalang dan pohon permudaan cemara serta ranting ranting.

Meskipun sudah berhasil di padamkan, namun di beberapa titik masih terpantau ada kobakaran api yang lokasinya sulit dijangkau peralatan pemadaman.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Gelang dan cincin senilai 6 juta rupiah milik salah satu warga Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi kota raib, setelah di hipnotis oleh seorang laki laki yang mengaku sebagai kiyai.

Peristiwa ini terjadi saat Sumiyatun (43) baru pulang dari berbelanja di pasar Blambangan. Hampir setiap pagi, Sumiyatun yang tercatat sebagai warga Lingkungan Krajan RT 03 RW 01 Kelurahan Lateng itu memang berbelanja di pasar untuk memasak.

Di tengah perjalanan di kawasan Jalan Basuki Rahmat tepatnya di depan gedung Kantor Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur wilayah Banyuwangi, langkah kaki perempuan beranak 2 tersebut tiba tiba berhenti karena ada seorang laki laki tak di kenal keluar dari dalam mobil Avanza hitam menanyakan tentang arah ke Pantai Grajagan karena akan menyembuhkan orang yang sedang sakit.

Sumiyatun pun menjelaskan bahwa untuk bisa sampai ke pantai yang ada di wilayah Kecamatan Purwoharjo tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 jam lebih.

“Setelah saya jelaskan arah ke Pantai Grajagan, laki laki itu menyuruh saya masuk ke dalam mobil karena katanya ada seorang kiyai yang ingin berbincang,” ungkap Sumiyatun.

Rupanya, di dalam mobil duduk seorang laki laki memakai baju taqwa dan bersarung lengkap dengan surban putih.

“Orang itu ngaku sebagai kiyai sambil mengatakan akan memberikan barokah kepada saya,” kata Sumiyatun.

Sumiyatun pun mempercayai, bahkan ada seorang perempuan lain yang masih satu kampung dengannya juga berada di lokasi karena kebetulan lewat setelah berbelanja di pasar. Akhirnya, keduanya duduk bersebelahan dengan pelaku di dalam mobil. Sedangkan sopir berdiri di depan pintu mobil.

Selanjutnya, pelaku meminta satu lembaran uang pecahan Rp 2000 kepada Sumiyatun. Disini, pelaku berpura pura membacakan do’a agar Sumiyatun mendapatkan rejeki yang melimpah.

“Dia minta uang itu bisa di masukkan ke kotak amal masjid atau mushollah supaya saya mendapatkan berkah,” ujar Sumiyatun.

Aksi pelaku tidak hanya sampai disini saja, dia meminta apa yang ada di tubuh Sumiyatun segera di buka seperti gelang dan cincin dengan alasan untuk di masukkan ke dalam kotak sabun agar mendapatkan berkah saat di gunakan mandi.

Pelaku pun mengeluarkan kotak sabun yang di bungkus tas plastic putih, yang sudah di persiapkannya. Lalu dia berpura pura memasukkan gelang dan cincin Sumiyatun ke dalam kotak sabun sambil mengatakan, setelah sampai di rumah bisa di potong di bagi 2 untuk di berikan juga kepada tetangganya tersebut.

“Saat gelang dan cincin saya di buka pelaku, saya seperti orang tidak sadar.  Kayak kenak gendam,” tuturnya.

Sesampainya di rumah, Sumiyatun pun membuka kotak sabun itu hendak di potong dengan pisau.

Namun dia mengaku kaget, ternyata di dalamnya berisi pecahan genteng dan batu bata. Sedangkan gelang dan cincinnya raib di bawa kabur pelaku.

Atas peristiwa naas yang di alaminya, istri dari Abdul Ghoni (50) penjual sate keliling tersebut mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 6 juta.

“Saya belum melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian,” pungkas Sumiyatun.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT ASDP menyiapkan 57 armada kapal dilintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk mengevakuasi para delegasi pertemuan tahunan Dana Moneter International (IMF) Bank Dunia, jika terjadi bencana alam di Bali.

Dari ke 57 armada kapal tersebut, yang siaga di operasikan sebanyak 32 unit sedangkan 25 sisanya sebagai kapal cadangan yang akan di operasikan seluruhnya apabila kondisi di pelabuhan sangat padat.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengatakan, ASDP merupakan salah satu obyek vital yang di jadikan lokasi evakuasi apabila terjadi bencana alam di bali seperti Tsunami, Gempa Bumi ataupun gunung meletus.

Sementara di bali sendiri menjadi tempat pelaksanaan kegiatan IMF World Bank yang di hadiri 18.000 delegasi dari 189 negara di dunia.

“ASDP menyiapkan sarana prasarana pendukung untuk evakuasi para delegasi, seperti dermaga, armada kapal yang di operasikan serta dari berbagai aspek pelayanan,” papar Solikin.

Menurutnya, jika terjadi bencana di Bali, di proyeksikan ada 135 bus yang akan mengangkut para delegasi menuju ke Pelabuhan Gilimanuk Bali untuk selanjutnya di seberangkan ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Oleh karena itulah, untuk memberikan penanganan maksimal, ASDP memastikan seluruh armada kapal bisa di operasikan dengan baik sekaligus sarana keselamatannya.

“Sehingga di saat para delegasi menyeberang, semua merasa nyaman dan terperhatikan,” ujar Solikin.

Sementara itu, di area Pelabuhan Ketapang juga didirikan posko untuk mengendalikan keselamatan dan keamanan bagi para delegasi disaat dilakukan evakuasi.

Yang menjadi pengendali pendirian posko tersebut adalah Kodim 0825 Banyuwangi yang terintegrasi dengan Korem 083 Baladhika Jaya Malang.

“Tentu dengan berkoordinasi bersama semua stake holder baik kepolisian, Pelindo maupun ASDP,” kata Solikin.

Dan disetiap posko tersebut kata Solikin, terdata nama nama negara yang nantinya bisa di gunakan untuk pendataan bagi para delegasi saat di evakuasi.

Selain memaksimalkan seluruh armada kapal di lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, armada 2 Surabaya juga menurunkan 10 kapal perang (KRI) untuk menjaga pengamanan di sepanjang perairan Bali dan Banyuwangi selama kegiatan IMF World Bank berlangsung.

Bahkan, KRI ini juga mendata setiap kapal yang bergerak di perairan baik yang di curigai maupun tidak.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Korban pemukulan di salah satu tempat hiburan tiba tiba meninggalkan RSUD Blambangan Banyuwangi tanpa di ketahui petugas, setelah mendapat perawatan medis.

Sebelumnya, korban yang teridentifikasi bernama Junaidi (30) warga Lingkungan Secang Mangir Kelurahan Kalipuro Kecamatan Kalipuro tersebut, ditemukan karyawan Mendut Karaoke tergeletak bersimbah darah di lantai kamar mandi di dalam room 22 dengan kondisi tidak sadarkan diri, Rabu siang (10/10).

Kepalanya robek di duga akibat pukulan pecahan gelas yang ditemukan di lokasi. Juga terdapat luka luka lebam di wajah dan mulutnya. Saat ditemukan, korban tidak memakai baju dan hanya mengenakan celana dalam saja. Sementara di dinding kamar mandi room 22 banyak menempel bercak darah.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, setelah menerima laporan dari pihak managemen Mendut Karaoke, sejumlah aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Disini, didapati korban masih tergeletak di kamar mandi dan tidak di temukan identitasnya,” ujar Kapolsek.

“Lalu kami evakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk dilakukan penanganan medis,” imbuhnya.

Kapolsek menceritakan, sekira pukul 10 malam korban mulai sadarkan diri dan aparat kepolisian yang sejak siang menungguinya langsung menginterograsi.

“Kepada petugas, dia mengaku sebagai tukang parkir di area Pusat Perbelanjaan A&R Banyuwangi dan merupakan warga Secang Mangir Kalipuro,” papar Kapolsek.

Dan dia ada di room 22 Mendut Karaoke tersebut bersama teman temannya, yang masih belum diketahui jelas identitasnya.

Kapolsek mengaku, keterangan yang di dapat aparat kepolisian hanya sebatas itu saja, karena kesadaran korban masih belum stabil menjawab pertanyaan dari kepolisian.

Namun selang beberapa lama mendapat perawatan, tiba tiba korban keluar dari IRD RSUD Blambangan Banyuwangi tanpa sepengetahuan petugas.

“Kini epolisian mengejar keberadaan korban yang di duga sudah berada di rumahnya untuk melakukan pengembangan penyidikan,” tutur Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, saat di rawat, korban sempat bercerita kepada petugas bahwa sebelum ke Mendut Karaoke tersebut dia dititipi istrinya untuk membelikan susu anaknya.

“Mungkin dia kabur karena ingin pulang menemui anak dan istrinya, kepikiran untuk belikan susu anaknya itu,” kata Kapolsek.

Sementara itu, dari hasil lidik di lapangan, kepolisian mendapat keterangan dari karyawan Mendut Karaoke bahwa sekira pukul 12.00 WIB korban  datang bersama 4 orang temannya yakni 2 laki laki dan 2 perempuan. Lalu mereka berkaraoke di room 22.

Namun sekira pukul 13.30 WIB pelayan mengetahui teman teman korban tersebut keluar meninggalkan mendut sekaligus membayar sewa room.

Dan sekira pukul 14.00 WIB, pelayan menecek room karena waktu sewa sudah habis dan ternyata di dalam room di temukan korban yang tergeletak di lantai kamar mandi bersimbah darah.

“Dengan kondisi ini, di duga korban dianiaya oleh temannya. Kita masih terus kembangkan,” pungkas Kapolsek.

Di TKP juga di temukan pecahan gelas yang di duga untuk memukul korban. Serta di temukan bekas botol minuman arak yang sudah habis.

 

 

 

More Articles ...