radiovisfm.com, Banyuwangi - Meningkatnya volume penumpang kapal di lintas Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk membawa berkah bagi anak logam, yang biasa mengais rejeki dengan mengharapkan lemparan uang dari para penumpang kapal.

Seperti yang terjadi saat ini, memasuki liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 arus penumpang kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi terus meningkat segnifikan dalam setiap harinya. Utamanya mereka wisatawan yang akan menghabiskan liburan panjang di Pulau Dewata Bali.

Bahkan, banyak pula siswa siswi dari berbagai daerah juga menjadikan pulau Bali sebagai tempat liburan mereka.

Hal ini terbukti, selain mobil pribadi, terpantau di area lahan parkir Pelabuhan Ketapang juga di penuhi bus pariwisata maupun bus antar kota antar propinsi.

Salah satu anak logam, Afan mengaku mendapat berkah dengan banyaknya penumpang kapal yang menyeberang di lintas selat bali ini, karena penghasilannya dari melogam di nilai cukup banyak.

“Jika di hari biasa saya dapat Rp 30.000 an. Tapi kalau di musim liburan, bisa mendapatkan uang hingga Rp 50.000 setiap hari,” papar pemuda asal Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro dan masih duduk di bangku kelas 1 pada SMK Negeri 1 Banyuwangi tersebut.

“Melogam ini saya lakukan jika tidak dilarang petugas keamanan pelabuhan,” imbuhnya.

Dan dia harus bekerja ekstra keras dengan menangkap sekaligus menyelam uang koin maupun uang kertas yang di lempar oleh para penumpang kapal, sejak siang hingga sore hari.

Senada dengan Afan, seorang bocah berusia 11 tahun yang diketahui bernama Aji, juga mengaku mendapatkan uang cukup banyak disaat musim liburan seperti saat ini.

Siswa kelas 5 Sekolah Dasar tersebut melogam bersama puluhan temannya, sejak siang hari sepulang sekolah hingga sore.

“Dihari biasa saya cuma dapat Rp 30.000 – Rp 40.000 uang koin maupun kertas. Tapi di saat liburan, bisa dapat Rp 70.000 an perhari,” ujar Aji.

Dia juga mengaku, melogam ini dia lakukan sejak kelas 1 SD dengan cara sembunyi sembunyi dan tidak meminta ijin orang tuanya karena takut di marahi.

“Tapi uang hasil melogam ini juga saya berikan kepada ibu saya dan sebagian di buat jajan,” papar Aji.

Mendapati kondisi ini, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Captain Solikin mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan pelarangan adanya anak logam maupun para PKL yang berkeliaran di area pelabuhan sejak 4 bulan lalu.

“Kawasan Pelabuhan harus steril dari aktifitas anak logam dan para pedagang hingga di area Zona C, atau di wilayah jalur penumpang kapal,” ungkap Solikin.

“Kami sudah punya aparat pengamanan yang melakukan penjagaan di area pelabuhan, tapi rupanya anak anak logam itu masih bisa lolos masuk ke area pelabuhan apalagi disaat liburan Natal dan Tahun Baru seperti saat ini,” paparnya.

Oleh sebab itulah menurut Solikin, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan para aparat keamanan agar tetap mensterilkan area Pelabuhan Ketapang.

Sementara itu, seorang penumpang, Salsa mengaku senang dengan adanya para anak logam yang saling berkejaran menyelam di laut untuk bisa menangkap uang logam maupun uang kertas yang di lempar oleh penumpang kapal.

“Ini sebagai hiburan bagi penumpang kapal karena lucu dan seru,” ungkap perempuan asal Ambulu, Jember tersebut.

Dia juga mengaku, keberadaan mereka tidak menganggu para penumpang kapal namun justru sebagai pemandangan yang menghibur.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang liburan Natal 2018, penumpang pejalan kaki yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencapai 33 ribuan orang, sedangkan dari arah pelabuhan Gilimanuk Bali tembus 35 ribuan orang.

Hal ini berdasarkan catatan PT ASDP terhitung mulai Minggu (23/12) pukul 08.00 WIB hingga Senin (24/12) pukul 08.00 WIB atau sehari menjelang pelaksanaan peringatan Hari Natal.

Dari catatan itu pula, pejalan kaki yang sudah di seberangkan dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi total ada 33.355 orang. Jika dibanding tahun 2017 lalu di hari yang sama, justru mengalami penurunan sebesar 17 % yang saat itu ada 38.163 orang yang menyeberang. Sementara kendaraan roda 2 tercatat 2.361 unit atau naik 12% dibanding tahun lalu yang sebesar 2.116 unit. Sedangkan kendaraan roda 4 campuran sebanyak 5.808 unit, mengalami peningkatan 8% dibanding 2017 lalu yang tercatat ada 5.361 unit menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk bali.

Manager Usaha PT ASDP Indonesia ferry Ketapang Banyuwangi, Jumadi mengatakan, hingga memasuki perayaan Hari Natal ini, volume penumpang kapal di lintas Ketapang-Banyuwangi dinilai menunjukkan peningkatan yang cukup segnifikan.

“Puncak arus wisatawan diliburan Natal 2018 ini terjadi pada Sabtu (22/12) dan Minggu (23/12),” ujar Jumadi.

“Untuk puncak liburan Tahun Baru 2019 di prediksi akan terjadi pada Sabtu dan Minggu (29-30/12),” imbuhnya.

Diakui Jumadi, untuk puncak arus balik liburan Natal dan Tahun Baru kali ini di predikasi akan terjadi pada Selasa dan Rabu (1-2/1).

Jumadi menjelaskan, dari catatan yang ada, penumpang pejalan kaki yang sudah menyeberang dari arah pelabuhan Gilimanuk bali pada Senin (24/12) mencapai 35.040 orang atau naik 20% dari tahun 2017 lalu yang sebanyak 29.103 orang. Kendaraan roda 2 sebanyak 3.578 unit yang juga mengalami kenaikan 19% dibanding 2017 lalu, yang tercatat ada 3.005 unit kendaraan.

“Sedangkan kendaraan roda 4 campuran sebanyak 5.065 unit, mengalami kenaikan 19% dari 2017 lalu yang sebanyak 4.243 unit,” pungkas Jumadi.

Sementara itu, dari data yang ada pula, terhitung sejak H-5 atau Kamis (20/12) hingga H-2 atau Minggu (23/12), pejalan kaki yang sudah menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk bali mencapai 129.637 orang.

Kendaraan roda 2 sebanyak 8.068 unit dan Kendaraan roda 4 mencapai 22.857 unit.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menggelar Operasi selama 2 jam, Satpol PP berhasil mengamankan 14 penghuni kost yang tidak memiliki KTP. Operasi ini dilaksanakan di sejumlah tempat kost yang ada di wilayah Banyuwangi kota, Jum’at malam (21/12).

Karena menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Anacleto Da Silva, pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai banyaknya tempat kost yang penghuninya campur antara laki laki dan perempuan. Bahkan, setiap orang juga di kabarkan bebas bertamu di sejumlah tempat kost.

“Dengan laporan ini, kami langsung bergerak ke lapangan utamanya ke beberapa tempat kost yang di maksud masyarakat itu,” ujar Anacleto.

“Ternyata memang benar, operasi yang hanya di gelar selama 2 jam tersebut, Satpol PP berhasil mengamankan 14 penghuni kost yang tidak memiliki KTP,” imbuhnya.

Bahkan, saat di gerebek, ada sepasang anak muda yang berada di dalam kamar kost dengan kondisi pintu terkunci. Ironisnya, usia mereka masih di bawah 17 tahun dan sudah putus sekolah. Mereka mengaku adalah sepasang kekasih.

Ada pula, seorang pemuda yang di tubuhnya penuh dengan tato ditemukan sedang asyik berduaan di dalam kamar bersama seorang perempuan, yang diakui adalah temannya. Bahkan, ada beberapa dari mereka yang mengaku hanya mainan ke tempat kost sebelum di amankan tersebut.

“Setelah di data, mereka di berikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya kembali. Dan jika kedepan mereka kembali diamankan, maka sangsinya adalah sidang Tipiring di Pengadilan Negeri dengan membayar denda,” papar Anacleto.

Selain itu kata Anacleto, pihaknya juga akan memanggil seluruh pemilik kost untuk di berikan pengarahan agar tidak menerima calon penghuni kost yang tidak memiliki KTP ataupun identitas lainnya. Hal ini untuk menjaga terjadinya berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.

“Selain tempat kost, razia ini juga akan di laksanakan di berbagai tempat hiburan malam, utamanya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.

Sementara itu, setelah di berikan pembinaan dan didata, ke 14 penghuni kost tersebut di pulangkan kembali.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) mengecek sarana prasarana armada kapal di Pelabuhan Ketapang, untuk memastikan kesiapan angkutan liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Didampingi Danlanal Letkol Laut (P) Suhartaya, Dandim 0825, Letkol Inf Ruli Nuryanto, Kepala Kejaksaan Negeri, Adonis dan Kepala Pengadilan Negeri, Purnomo Amin Tjahyo serta General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Captain Solikin, Kapolres memeriksa kelengkapan alat alat keselamatan pelayaran juga sempat berbincang bincang dengan beberapa orang penumpang kapal, Jum’at (21/12).

Sebelum melakukan pengecekan kapal, dilaksanakan apel gelar pasukan Operasi Lilin Semeru 2018 di area parkir Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini Kapolres menyampaikan bahwa, personel yang terlibat dalam pengamanan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 ini sebanyak 1.189 orang.

“Khusus polri 441 personel, ditambah BKO Brimob dari Polda Jawa Timur 41 personel,” ungkap Kapolres.

“Sedangkan 748 personel lainnya merupakan gabungan dari beberapa stake holder di Banyuwangi, seperti dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Sencom,” imbuhnya.

Pengamanan ini di gelar selama 12 hari, mulai 21 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 mendatang.

Kapolres menjelaskan, pengamanan di pusatkan di tempat tempat peribadatan, utamanya di seluruh Gereja yang melaksanakan perayaan Natal. Juga di berbagai pusat perbelanjaan, tempat wisata, Stasiun Kereta Api, Bandara dan Pelabuhan Ketapang serta Pelabuhan Rakyat.

“Kami juga menyiagakan 23 pos pengamanan yang tersebar mulai dari wilayah Banyuwangi utara hingga selatan. Yakni 1 pos pelayanan terpadu yang khusus di siagakan di Pelabuhan Ketapang. Juga 7 pos wisata dan 15 pos pengamanan,” papar Kapolres.

Sementara itu, di hari yang sama juga di laksanakan pemusnahan 4.930 liter atau setara 4,93 ton minuman keras berbagai jenis yang merupakan hasil Operasi Cipta Kondisi menyambut Operasi Lilin Semeru 2018 Polres Banyuwangi.

Ribuan liter miras tersebut terbagi dalam 26 jirigen arak bali dan tuak masing masing berisi 35 liter, 12 jirigen masing masing berisi 10  liter arak bali dan tuak, juga 840 botol miras pabrikan, 1300 botol plastic besar arak yang berisi 1,5 literan, 1600 botol plastic besar masing masing berisi 0,6 liter arak serta 300 botol pabrikan jamu tradisional berisi 0,5 literan.

“Seluruh miras tersebut merupakan hasil Operasi Cipta Kondisi Operasi Lilin sejak 1 Desember hingga 20 Desember 2018,” tutur Kapolres.

Dan dalam operasi ini berhasil terungkap 201 kasus dengan 263 tersangka, baik yang di tangani Polres maupun Polsek jajaran.

Menurut Kapolres, operasi ini dilaksanakan kepolisian guna terciptanya situasi dan kondisi Kamtibmas Banyuwangi yang aman, terkendali dan kondusif menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Arus penumpang kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi tidak terpengaruh dengan adanya banjir bandang yang meluap menutupi jembatan Bilukpoh penyaringan Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana Bali, meskipun kendaraan bermotor tidak bisa melewati jembatan tersebut.

Akibatnya, di sepanjang ruas jalan dari kawasan Pelabuhan Gilimanuk bali hingga ke jalur memasuki Negara Bali terjadi antrian panjang kendaraan bermotor. Dan setiap kendaraan bermotor harus mengantri selama 8 jam untuk bisa melintasi jembatan tersebut, karena di berlakukan system buka tutup.

Tim SAR bersama kepolisian Bali dan masyarakat melakukan evakuasi pembersihan jembatan dengan memotong kayu kayu yang berserakan di jalan, serta membersihkan lumpur yang menutupi jembatan dan jalan setelah banjir surut.

Sementara, petugas kepolisian dilapangan mengalihkan lalu lintas kendaraan bermotor yang akan menuju ke Denpasar Bali maupun yang akan menuju ke arah pulau Jawa, untuk memutar arah melewati Buleleng Bali, sebab setelah banjir sudah mulai surut, jalan dan jembatan masih tertutup lumpur dan kayu kayu besar sehingga belum bisa dilewati.

Untuk posisi jembatan Bilukpoh Penyaringan ini berada di KM 85-86 arah Denpasar Bali.

Manager Usaha PT ASDP Ketapang Banyuwangi, Jumadi mengatakan, untuk arus penumpang di Pelabuhan Ketapang tidak terpengaruh dengan adanya peristiwa bencana alam banjir bandang di Bali tersebut.

“Seluruh kendaraan bermotor yang akan berlibur maupun yang akan menuju ke Pulau Bali bisa di seberangkan tanpa ada kendala,” ujar Jumadi.

Memang diakui Jumadi bahwa, di area Pelabuhan Gilimanuk bali sempat terjadi penumpukan kendaraan bermotor yang akan menuju ke Denpasar Bali.

“Tapi saat ini sudah mulai sedikit terurai, dengan dialihkannya arus lalu lintas melewati jalur alternative,” tutur Jumadi.

Memasuki puncak arus liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 ini, volume penumpang kapal dari arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi terus mengalami peningkatan.

Penumpang pejalan kaki yang sudah di seberangkan ke Pelabuhan Gilimanuk bali pada hari Minggu (23/12) tercatat ada 39.294 orang meningkat 43 persen di banding 2017 yang sebanyak 27.541 orang, kendaraan roda 2 mencapai 2.190 unit naik 33 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 1.647 unit.

Dan Kendaraan roda 4 meningkat segnifikan mencapai 6.519 unit naik 38 persen di banding 2017 lalu yang sebanyak 4.716 unit.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Penyanyi Anji serta Dian Pramana Putra dan Deddy Dhukun (2D) berjanji akan memberikan kejutan di malam puncak perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) di Taman Blambangan, Sabtu (22/12).

Saat ditemui di Taman Terakota Gandrung Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jum’at (21/12), Anji mengatakan jika dirinya akan memberikan yang belum pernah ditampilkan di tempat lainnya.

 “Saya akan memberikan pertunjukan musik yang belum pernah dia tampilkan sebelumnya,” ujar penyanyi yang memiliki nama lengkap Erdian Aji Prihartanto tersebut.

Dan kejutan ini khusus di berikan kepada warga Banyuwangi. Di malam perayaan Harjaba ini, mantan personil group band Drive tersebut dijadwalkan akan membawakan sekitar 10 lagu hits miliknya.

“Tapi itu bisa bertambah sesuai suasana,” pungkasnya.

Selain Anji, di malam puncak tersebut juga menampilkan duo musisi papan atas, Deddy Dhukun dan Dian Pramana Poetra atau yang lebih dikenal dengan sebutan 2D. Bahkan khusus untuk Harjaba, Deddy menciptakan lagu khusus untuk Banyuwangi. Yang nantinya akan di bawakan bersama Anji saat closing.

“Saya harap, ini jadi acara yang bisa menyenangkan masyarakat Banyuwangi,” ungkap Deddy.

Di malam puncak perayaan Harjaba juga akan digelar malam anugerah bagi warga dan institusi yang berprestasi dari berbagai bidang. Malam puncak ini akan dipandu oleh artis sekaligus komedian, Ronald dan Tike. 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengatakan, malam perayaan Harjaba ini untuk memberikan hiburan pada masyarakat Banyuwangi yang telah bekerja keras membuat Banyuwangi seperti saat ini.

“Berbagai prestasi yang diraih Banyuwangi tak lepas dari peran seluruh masyarakat Banyuwangi,” tuturnya.

Bupati Anas mengucapkan terima kasihnya kepada semua warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, dan semuanya.

“Selamat ulang tahun Banyuwangi,” kata Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang Liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, volume penumpang kapal di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mulai mengalami peningkatan, dengan didominasi kendaraan roda 4 yang mencapai 5 ribuan unit.

Data tersebut berdasar pada peningkatan penumpang dari arah Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Sementara untuk Kendaraan Roda 2 sebanyak 1.663 unit dan pejalan kaki mencapai 25.084 orang.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Captain Solikin mengatakan, dibanding tahun 2017 lalu, volume penumpang kapal pejalan kaki di hari yang sama mengalami peningkatan 15 persen.

“Kendaraan roda 2 turun 2 persen dan Kendaraan roda 4 meningkat 30 persen,” ungkapnya.

Sementara dari arah Pelabuhan Gilimanuk Bali, penumpang pejalan kaki mengalami peningkatan 11 persen di banding tahun lalu, yang sebanyak 24.222 orang. Kendaraan roda 2 meningkat 21 persen yang di tahun 2017 lalu sebanyak 1.772 unit.

“Kendaraan Roda 4 meningkat 24 persen dibanding tahun lalu yang sebanyak 3.893 unit,” kata Solikin.

Dia menjelaskan, volume penumpang ini dipastikan akan terus mengalir utamanya yang akan berwisata ke Pulau Bali, untuk menghabiskan liburan Natal dan Tahun Baru.

“Puncaknya, di prediksikan akan terjadi pada 24 Desember 2018. Dan puncak arus balik di prediksi terjadi pada 1 hingga 2 Januari 2019,” papar Solikin.

Solikin mengaku, dimasa liburan Natal dan Tahun Baru ini pihaknya menyiapkan 52 unit armada kapal, namun yang di operasikan setiap harinya sebanyak 32 unit. Sedangkan 20 unit lainnya merupakan kapal cadangan.

“Untuk kendaraan pengangkut sembako dan barang saat ini belum menunjukkan peningkatan yang segnifikan,” ujar Solikin.

Pasalnya, mereka telah memasok ke pulau bali sejak 1 bulan lalu untuk persediaan kebutuhan perayaan Natal dan Tahun Baru.

 

 

More Articles ...