radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki bulan Ramadhan, pengamanan di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi semakin di perketat, untuk mengantisipasi adanya barang bawaan penumpang kapal yang dinilai membahayakan. Seperti, narkoba, obat obatan terlarang, bahan peledak maupun berbagai benda berbahaya lainnya.

Kapolsek KP3 Tanjung Wangi Banyuwangi, AKP Idham Kholid mengatakan, penjagaan ini sudah rutin di lakukan aparat kepolisian di pintu masuk maupun keluar Pelabuhan ASDP Ketapang juga dermaga LCM.

“Tapi di awal awal bulan Ramadhan ini, volume pemeriksaan badan maupun surat surat kendaraan bermotor para penumpang kapal lebih ditingkatkan dan di perketat sebagai langkah antisipasi, sehingga operasional penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk bisa berjalan baik tanpa ada gangguan selama bulan Ramadhan,” papar Kapolsek.

Dia mengaku, selain memperketat pemeriksaan barang bawaan para penumpang kapal, kepolisian juga meningkatkan patroli di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang dan dermaga LCM serta di Pelabuhan Tanjung Wangi.

“Setiap satu minggu sekali di pelabuhan Tanjung Wangi di operasikan kapal perintis sabuk nusantara jurusan Sapeken Madura,” ujar Kapolsek.

“Dengan di perketatnya pengamanan ini, di harapkan masyarakat yang jauh jauh hari melakukan mudik bisa berjalan dengan baik dan aman,” imbuhnya.

Namun menurut Kapolsek, pengamanan pelabuhan dalam skala besar akan di laksanakan pada seminggu sebelum dan sesudah lebaran mendatang dalam operasi Ketupat 2019, dengan melibatkan personel gabungan yang lebih banyak.

Sementara itu, pihak ASDP pun tengah mempersiapkan berbagai sarana prasarana menjelang angkutan Lebaran 2019. Salah satunya memperbaiki dermaga MB 3 sejak beberapa hari lalu, dan saat ini sudah selesai dan di operasikan kembali.

Bahkan, 56 armada kapal pun juga telah di siapkan untuk beroperasi melayani para pemudik.

 

 

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Memasuki bulan Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Banyuwangi mengalami kenaikan dan penurunan, salah satunya Bawang Putih yang berada di kisaran Rp 55.000 per kilogram.

Harga bawang putih ini justru mengalami penurunan di banding sebelumnya yang seharga Rp 80.000 per kilogram.

Dari pantauan di sejumlah pedagang di Pasar Induk Banyuwangi, harga Cabai kecil naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram. Cabai besar dari Rp 32.000 menjadi Rp 36.000 per kilogram. Gula Pasir eceran dari Rp 11.000 menjadi Rp 12.500 perkilogram dan Telur ayam broiler dari Rp 22.000 menjadi Rp 24.000 per kilogram.

Sementara, selain bawang putih, ada pula beberapa kebutuhan pokok juga mengalami penurunan harga disaat memasuki bulan Ramadhan ini. Diantaranya, Bawang Merah dari Rp 48.000 turun menjadi Rp 32.000 per kilogram. Ranti dari Rp 20.000 menjadi Rp 16.000 perkilogram. Tomat dari Rp 20.000 menjadi Rp 10.000 perkilogram serta beras kwalitas medium turun dari Rp 11.000 menjadi Rp 10.500 per kilogram.

“Harga beberapa kebutuhan pokok ini turun sejak awal puasa lalu khususnya Bawang Putih yang harganya masih stabil, tidak seperti di berbagai kota dan kabupaten lain yang tembus Rp 80.000 perkilogram,” papar Salah satu pedagang, Tia.

Dia menjelaskan, meski di beberapa komoditi mengalami kenaikan namun anemo pembeli hingga kini terpantau masih normal seperti hari hari biasa.

Untuk harga daging ayam broiler Rp 36.000 perkilogram, sedangkan daging sapi dikisaran Rp 120.000 perkilogram.

Sementara itu, guna menstabilkan harga bahan pokok di pasaran, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Operasi Pasar di 5 titik yakni di pasar Muncar, Sempu, Songgon, Rogojampi, dan Pasar Banyuwangi.

Operasi Pasar ini digelar sejak 2 Mei hingga 24 Mei mendatang, dengan menjual beberapa komiditi yakni beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, bawang merah, bawang putih, elpiji dan kebutuhan lebaran seperti kue-kue kaleng dan minuman kemasan, dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasaran. 

Untuk beras dijual dengan harga Rp. 9000 per kilogram, minyak goreng  Rp. 10.000/liter, gula pasir Rp. 11.000/kg, tepung terigu Rp.8.500/kg, dan elpiji 3 kg seharga Rp 16.000 per tabung. 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kapal KMP Jambo 6 kandas di perairan pantai Gilimanuk Bali saat hendak bergerak menuju ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, akibat terseret arus, Sabtu (4/5).

Saat itu, kapal Jambo 6 tersebut melakukan olah gerak lepas dari Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk Bali membawa puluhan orang penumpang dan puluhan unit kendaraan bermotor berbagai jenis.

Bersamaan dengan itu, tiba tiba terjadi gelombang tinggi disertai arus cukup kuat yang menyebabkan kapal KMP Jambo 6 terseret hingga beberapa meter lalu kandas di area Mercusuar Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Banyuwangi, Heru Wahyono mengatakan, peristiwa ini terjadi di kawasan Pelabuhan Gilimanuk Bali, saat kapal hendak berlabuh menuju ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

“Berdasarkan SOP yang ada, ketika terjadi kapal kandas maka upaya pertama yang dilakukan adalah mengevakuasi seluruh penumpang kapal untuk di pindah ke kapal lainnya,” ungkap Heru.

“Upaya ini dilakukan oleh sejumlah stake holder, yang meliputi Tim SAR, aparat TNI AL, Nahkoda kapal serta aparat Satpolairud Banyuwangi maupun Gilimanuk bali,” paparnya

Heru mengaku, upaya evakuasi berlangsung cukup lama karena terkendala gelombang tinggi dan angin cukup kencang. 

“Evakuasi berjalan lancar dan seluruh penumpang di angkut menggunakan kapal lain menuju pelabuhan Ketapang Banyuwangi,” kata Heru.

Dari pantauan dilapangan, di kawasan Pelabuhan Gilimanuk Bali terdapat beberapa bagian pantai yang dangkal jika air laut mulai surut. Ditambah dengan adanya gelombang tinggi dan angin kencang, yang menyebabkan kapal terseret hingga akhirnya kandas. Peristiwa ini sering kali terjadi apabila terjadi cuaca buruk.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sesosok mayat laki laki tak di kenal yang diduga orang gila, di temukan tergeletak di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Pantai Boom Kelurahan Kampung Mandar Banyuwangi, Jum’at (03/05/2019).

Saat ditemukan, posisi mayat menengadah dengan memakai kaos hitam dan celana abu abu tua yang sudah kusam. Bahkan, sudah mengeluarkan bau busuk.

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, di duga korban meninggal dunia sudah sejak 3 hari lalu karena kondisi jenazahnya membusuk.

Kapolsek mengaku optimis jika mayat laki laki tak dikenal tersebut adalah orang gila, karena berdasarkan keterangan warga sekitar, sebelumnya melihat adanya orang gila yang selalu berteriak teriak setiap hari.

“Tapi dalam beberapa hari belakangan, mereka tidak melihat orang gila tersebut hingga akhirnya di temukan meninggal dunia,” ujar Kapolsek.

Dia menjelaskan, lokasi penemuan di dalam rumah bekas di huni penjaga TMP tersebut. Setelah di evakuasi, jenazah korban di bawa ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan pemeriksaan.

“Tim medis menyatakan bahwa, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda penganiayaan,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek memaparkan, berdasarkan SOP yang ada, jika hingga 3 hari pasca ditemukan belum juga ada keluarga yang mengakuinya maka jenazah korban di makamkan secara layak oleh pihak kepolisian dan rumah sakit, di pemakaman belakang RSUD Blambangan Banyuwangi.

Hingga kini, jenazah korban masih berada di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - pengoperasian armada kapal di Dermaga MB3 Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun di Pelabuhan Gilimanuk Bali di hentikan karena adanya perbaikan, dalam rangka menjelang angkutan lebaran 2019.

Penghentian ini dilakukan sejak Sabtu (4/5) hingga perbaikan selesai. Akibat adanya kegiatan ini, pengoperasian ke 32 armada kapal di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk di lakukan di dermaga MB 1 dan MB2, serta di dermaga Ponton dan dermaga LCM.

Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang Banyuwangi, Heru Wahyono mengatakan, perbaikan dermaga MB 3 ini meliputi struktur dermaga maupun Greetingnya yang di lakukan pembenahan seluruhnya.

“Ini bagian dari pelayanan ASDP terhadap para pengguna jasa pelayaran yang dilakukan setiap tahun, agar merasa nyaman saat menyeberang di lintas perairan Jawa-Bali,” ujar Heru.

“Selain itu, seluruh armada kapal juga dapat bersandar dengan baik dan tidak ada masalah,” imbuhnya.

Utamanya, pada masa angkutan lebaran 2019 berlangsung, yang di pastikan akan terjadi peningkatan volume penumpang kapal baik saat arus mudik maupun arus balik lebaran, dari mereka yang akan pulang kampung.

Heru menambahkan, dalam beberapa hari terakhir ini masih di lakukan perbaikan dermaga MB 3 saja dan belum ada rencana perbaikan di dermaga lainnya.

Sementara itu, meskipun tengah di lakukan perbaikan dermaga MB 3, namun tidak sampai menggangu arus penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk dan semua armada kapal sejumlah 32 unit beroperasi dengan normal.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Gudang milik SDN 3 Gambiran Dusun Setembel Desa Gambiran Kecamatan Gambiran Banyuwangi terbakar, diduga akibat puntung rokok yang di buang sembarangan.

Didalam ruangan berukuran 3x4 meter tersebut, terdapat tumpukan meja dan bangku siswa milik SD setempat. Kobaran api pertama kali di ketahui oleh Jumali (55), yang merupakan ketua RT setempat pada Jum’at malam (3/5) sekira pukul 19.00 WIB.

Awalnya dia mengaku mendengar suara seperti kayu yang retak dari arah belakang rumahnya, namun rupanya saat melihat ke lokasi ternyata api sudah membesar di sertai kepulan asap dari arah gudang SDN 3 Gambiran tersebut.

Kapolsek Gambiran Banyuwangi, AKP Sumaryata mengatakan, mendapati kondisi ini, Jumali memberitahukan kepada warga sekitar melalui pengeras suara di mushollah sehingga mereka pun berbondong bondong menuju TKP untuk memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya.

“Selang beberapa lama, 1 unit mobil Damkar Kecamatan Gambiran berada di lokasi untuk memadamkan api,” ujar Kapolsek.

Dia mengaku, selang 1 jam api berhasil dipadamkan namun seluruh isi di dalam gudang sudah hangus terbakar.

“Dari hasil olah TKP sementara, diduga api berasal dari puntung rokok dalam kondisi masih menyala yang di buang sembarangan,” tutur Kapolsek.

“Karena seluruh instalasi listrik di sekolahan terpantau masih utuh dan tidak ada bekas konsleting,” imbuhnya.

Sementara itu, dari hasil pendataan, jumlah meja kayu di dalam gudang yang terbakar sebanyak 10 buah serta 30 bangku kayu. Juga ada 5 lembar Galvalum atau atap yang mengalami kerusakan cukup parah akibat panas api.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang kakek asal Kecamatan Gambiran Banyuwangi di temukan meninggal dunia di tengah persawahan, setelah sehari sebelumnya tidak pulang ke rumahnya.

Tepatnya di areal persawahan di kawasan Dusun Setembel RT 01 RW 01 Desa Gambiran Kecamatan Gambiran, yang merupakan milik Mirun warga Desa Yosomulyo.

Jenazah korban, Poniran (65) pertama kali di temukan oleh Edi Santoso (37) tetangga korban. Jenazah kakek warga Dusun Setembel RT 04 RW 01 Desa Gambiran tersebut di temukan dalam posisi tertelungkup dan di sampingnya terdapat tumpukan rumput dan sabit yang diduga milik korban.

Kapolsek Gambiran Banyuwangi, AKP Sumaryata mengatakan, menurut keterangan tetangganya, Wardi, korban meninggalkan rumahnya pada Rabu (01/05) untuk mencari rumput guna pakan ternaknya dengan menggunakan becak.

“Selama sehari itu, korban tidak terlihat pulang ke rumahnya,” ungkap Kapolsek.

Selanjutnya kata Kapolsek, pada Kamis (02/05) Edi Santoso mencari korban di rumahnya namun tidak ditemukan. Lalu dia mencari korban ke beberapa lokasi. Hingga akhirnya, Edi menemukan becak korban terparkir di tepi jalan.

“Saat itulah, saksi berusaha mencari korban hingga dia menemukan korban tergeletak di tengah sawah dalam kondisi sudah meninggal dunia pada posisi tertelungkup,” kata Kapolsek.

Selanjutnya, jenazah korban di bawa ke puskesmas Yosomulyo untuk di lakukan Visum luar.

“Hasilnya, di duga korban meninggal dunia pada hari Rabu dan pada tubuhnya tidak di temukan adanya luka maupun tanda tanda penganiayaan,” imbuhnya.

Kapolsek menambahkan, menurut keterangan keponakannya, Ismiyati, diduga korban meninggal dunia karena sakit lambung yang di deritanya kambuh. Karena selama ini, korban selalu mengeluh sakit lambung dan sakit kepala.

Sementara itu, pihak keluarga menerima kematian korban tersebut dan tidak menghendaki dilakukan otopsi. Hal itu di buktikan dengan surat pernyataan bahwa kematian korban murni musibah dan tidak ada unsur kekerasan.

 

 

 

More Articles ...