radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepala Pasar di Banyuwangi di temukan bersimbah darah, di duga melakukan percobaan bunuh diri.

Korban berinisial AD tersebut merupakan PNS Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang ditempatkan sebagai Kepala Pasar Tiga Berlian Kelurahan Kepatihan Kecamatan Banyuwangi kota.

Dia ditemukan tergeletak bersimbah darah di dalam salah satu ruko yang ada di area Pasar Tiga Berlian tersebut, tepatnya di selatan gedung kantor Pegadaian Banyuwangi, Rabu siang (27/2/2019).

Kapolsekta Banyuwangi AKP Ali Masduki mengatakan, peristiwa ini pertama kali di ketahui oleh Ida Ayu yang datang ke ruko untuk mengambil berkas.

Namun sesampainya di TKP, Ida mendapati korban sudah terkapar di bawah meja dengan kondisi bersimbah darah dan terdapat luka robek pada perut kanannya.

“Dia berteriak meminta tolong ke tetangga pasar,” ungkap Kapolsekta.

Kemudian, tubuh korban di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan penanganan medis.

“Di TKP di temukan sebilah pisau bergagang besi yang di duga di gunakan korban untuk melakukan percobaan bunuh diri itu dengan merobek perutnya, yang kini di amankan kepolisian,” papar Kapolsek.

Meski demikian, Kapolsek mengaku masih belum bisa memastikan penyebab dari aksi nekat korban tersebut karena dari korban sendiri juga belum bisa di mintai keterangan.

“Kondisi korban masih cukup memprihatinkan,” tutur AKP Ali masduki.

Lebih lanjut Kapolsek mengatakan, kepolisian segera memintai keterangan korban jika kondisinya sudah membaik.

“Karena masih di lakukan penanganan medis di rumah sakit,” pungkasnya.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebanyak 31 warga kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, menderita diare secara bersamaan. Diduga akibat keracunan air bersih yang di konsumsi untuk minum di tempat tinggal mereka.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Banyuwangi, Sudarto Setyo mengatakan, puluhan masyarkat yang terkena diare tersebut saat ini telah dibawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebagian besar masyarakat yang mendapatkan perawatan medis saat ini memilih rawat jalan karena kondisinya sudah beransur- ansur pulih,” ujar Sudarto.

Meski demikian, Dinas Kesehatan telah menyiagakan puskesmas selama 24 jam,” imbuhnya.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya korban tambahan yang terkena diare akibat mengkonsumsi air di lingkunganya tersebut. 

Sudarto mengaku, tercatat sejak Desember lalu ada kekeruhan terhadap air tersebut. Dari segi fisiknya saja memang tidak memenuhi syarat karena keruh dan sebagainya.

Sehingga tidak layak konsumsi,” ungkapnya.

Sudarto mencurigai pertama disitu dan ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap kualitas air tersebut apakah air itu yang menyebabkan masyarakat terkena diare.  

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, kami telah menginstruksikan kepada Lurah setempat untuk menghimbau warganya tidak mengkonsumsi air di daerahnya,” tutur Sudarto.

Karena dugaan sementara air bersih yang dikelola masyarakat sendiri tidak layak dikonsumsi,” ungkapnya.

Sebab setelah diambil sempel air, meski tidak menimbulkan bau menyengat, namun air yang digunakan masyarakat warnanya agak keruh.

Dan untuk memastikan apakah air yang dikonsumsi masyarakat ini penyebab keracunan itu, Dinas melakukan uji laboratorium terhadap air tersebut guna mengetahui kandungannya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Klatak Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, drg. Zelfia membenarkan telah menangani 31 orang yang diare tersebut.

Dari 31 pasien yang terserang diare, saat ini seluruhnya sudah tertangani. Sebagian dari mereka ada yang masih berstatus rawat jalan sampai kondisinya benar-benar pulih,” papar Zelfia.

Pihak Puskesmas juga menghimbau jika ada warga lain yang memiliki gejala diare agar segera datang ke Puskesmas.

Zelfia menyampaikan, Selasa (26/2/19) pihaknya turun ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan tentang diare dan Sanitasi lingkungan.

Dalam penyuluhan itu kami juga akan menggandeng dokter umum, lalu dibagikan obat obatan penanganan pertama diare,” pungkas Zelfia.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tiket Kereta Api angkutan lebaran sudah bisa di pesan mulai 25 Februari 2019. Berdasarkan kalender nasional, Hari Raya Idul Fitri di tahun ini akan jatuh pada 5-6 Juni 2019.

Bagi para calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket KA Lebaran 2019/1440 H sudah bisa mempersiapkan diri, karena PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan penjualan tiket sejak H-90 (90 hari sebelum keberangkatan).

Manajer Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, pada tanggal 25 Februari 2019 pukul 00.00 WIB, KAI mulai melakukan penjualan tiket untuk keberangkatan 26 Mei 2019 (H-10 Lebaran) hingga penjualan tiket pada 18 Maret 2019 untuk keberangkatan 16 Juni 2019 (H+10).

Pemesanan dapat dilakukan di website kai.id, yang merupakan KAI Access mulai pukul 00.00 WIB. Dan untuk channel eksternal menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing mitra penjualan tiket KAI,” papar Luqman.

Dia menjelaskan, memperhatikan hari libur nasional dan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah, KAI memperkirakan puncak Arus Mudik akan terjadi pada Rabu, 29 Mei 2019 (H-7) dan puncak Arus Balik diperkirakan akan terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019 (H+3).

“Dalam rangka menghadapi peningkatan jumlah pengunjung channel penjualan tiket, KAI telah melakukan langkah antisipasi berupa tuning dan optimalisasi database sistem ticketing serta penambahan application server dan bandwidth internet sebanyak dua kali lipat dari hari biasa,” ujar Luqman.

Ini agar proses pemesanan tiket dapat berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

PT KAI meminta agar masyarakat dapat merencanakan perjalanannya jauh-jauh hari untuk mendapatkan kepastian tiket perjalanan mudik dan balik Lebaran 2019.

Luqman berharap, bagi penumpang yang telah mendapatkan kode bayar, agar segera melakukan pembayaran dalam waktu 60 menit, karena jika tidak maka tiket yang sudah di pesan akan terjual kembali. PT KAI juga meminta kepada masyarakat agar membeli tiket lebaran di channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI.

“Tujuannya untuk menghindari penipuan atau biaya jasa yang tidak wajar,” tuturnya.

Luqman juga berharap, masyarakat dapat menjadikan kereta api sebagai moda transportasi pilihannya pada Angkutan Lebaran tahun ini.

Sementara itu, selama angkutan Lebaran 2019, KAI Daop 9 Jember mengoperasikan 8 KA Reguler untuk KA jarak menengah dan jarak jauh serta 4 perjalanan KA lokal. Dan disetiap harinya, KAI Daop 9 menyediakan 8.522 tempat duduk.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kunjungan Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno ke beberapa pondok pesantren di Banyuwangi di warnai spanduk ucapan selamat datang namun bertuliskan dukungan pada Capres dan Cawapres, Jokowi – KH Ma’ruf.

Puluhan spanduk tersebut dipasang merata di seluruh lokasi yang di kunjungi Calon Wakil Presiden nomor urut dua tersebut.

Dalam kunjungannya di Banyuwangi kali ini, Sandiaga mengunjungi beberapa pondok pesantren yang ada di wilayah Banyuwangi utara tepatnya di Kecamatan Wongsorejo, yakni di Pondok Pesantren Abror Al-Robbaniyyin Desa Alas Buluh, Pondok Pesantren Al-Imaratul Mustaqimah Desa Wongsorejo dan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Bengkak. Dilanjutkan ziarah ke makam Habib Hadi dan Datuk Ibrahim Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi kota.

Lalu menggelar dialog Millenial “Sukses di Usia Muda Bersama Bang Sandi” di Pondok Wina tepat di sisi selatan makam tersebut.

Salah satu spanduk bertuliskan, Selamat Datang Sandiaga Uno anda memasuki kawasan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Juga ada yang bertuliskan, Selamat datang Bapak Sandiaga Uno di Kecamatan Wongsorejo tetapi mohon maaf kami warga Wongsorejo sudah mantap pilih Jokowi-Ma’ruf Amin.

Bahkan, spanduk spanduk tersebut juga terpasang di beberapa titik di jalan raya yang di lalui Sandiaga.

Dalam menyikapi hal ini, Sandiaga Uno meminta para relawan Prabowo-Sandi untuk tidak terprofokasi terhadap spanduk spanduk tersebut dan tidak menganggapnya sebagai penghadangan namun sebagai penyambutan.

“Saya harap, para relawan tidak merasa terintimidasi namun menerimanya dengan suka cita dan gembira,” ungkap Sandiaga.

Dia memerintahkan kepada para pendukung yang naik sepeda motor agar lebih mengutamakan keselamatan di jalan raya demi keamanan dan kenyamanan berlalu lintas.

“Jika nantinya ada kunjungan Capres dan Cawapres nomor urut satu ke Banyuwangi agar tidak melakukan hal yang sama, karena itu berpotensi untuk memecah belah bangsa dan kekisruhan,” papar Sandiaga.

“Jika tidak ingin menyambutnya, lebih baik berdiam diri didalam rumah saja dan tidak keluar ke jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, relawan Akal Sehat Pro Jokowi-Amin, Nur Ali Mansyur mengatakan, pemasangan spanduk tersebut merupakan inisitaif dari para relawan dan bukan karena bayaran.

“Dengan adanya puluhan spanduk ini, di harapkan pak Sandiaga Uno bisa mengetahui jika masyarakat di Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi masih menentukan pilihannya pada pasangan nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf,” ujar Ali.

Bahkan menurut Ali, pada pemilu 2014 lalu, di kawasan kecamatan Wongsorejo di menangkan Jokowi sehingga ingin di buktikan kembali di tahun 2019 ini.

Setelah di wilayah Banyuwangi utara, kunjungan Sandiaga Uno mengarah ke Banyuwangi selatan yakni bertemu dengan petani buah naga dan jeruk di kawasan Banyuwangi selatan, tepatnya di Desa Wringin Pitu Kecamatan Tegaldlimo dan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Mansyaul Huda Desa Kedungwungu Kecamatan Tegaldlimo.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Mobil travel yang membawa 19 orang rombongan wisatawan dari Gresik mengalami kecelakaan di jalur tikungan cukup tajam, setelah berwisata di gunung Kawah Ijen Banyuwangi.

Dan 9 korban diantaranya dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi karena mengalami luka cukup parah, yang salah satunya adalah warga negara asing.

Peristiwa ini terjadi tepat di tikungan Sengkan Saleh Desa Tamansari Kecamatan Licin Banyuwangi, atau sekitar 4 KM timur rest area Paltuding, Minggu (24/2/2019) pukul 13.00 WIB.

Rombongan menumpang Mobil ELF bernopol W 7512 UN yang disopiri Andy Prasetyo (32) warga Jalan Harun Tohir 87 Desa Pancikan Kecamatan Gresik Kota Kabupaten Gresik.

Kapolsek Licin Banyuwangi, AKP Heri Purnomo mengatakan, dari hasil olah TKP sementara kepolisian, mobil ELF tersebut membawa rombongan dari arah wisata Gunung Kawah Ijen menuju ketimur ke Kecamatan Licin hendak melanjutkan wisata di Taman Nasional Baluran, yang ada di wilayah Banyuwangi Utara.

Tapi saat memasuki turunan dan tikungan Sengkan Saleh atau erek erek yang menikung cukup tajam, tiba tiba rem mobil ELF itu mengalami blong dan menabrak pembatas jalan,” papar Kapolsek.

“Yang mengakibatkan, mobil ELF terguling sehingga menyebabkan Kaca mobil pecah serta mengenai para penumpang,” imbuhnya.

Kapolsek menjelaskan, seluruh penumpang termasuk sopir mengalami luka luka. Namun yang terparah adalah 9 korban salah satunya adalah warga negara asing  asal Filipina, Castro yang mengalami luka robek pada kepala. Selama ini, dia bekerja di PT Lotte Engineering and Construction Grati, Pasuruan dan berencana akan berlibur ke Taman Nasional Baluran juga.

Satu korban lainnya yang diketahui bernama Dewi, harus menjalani operasi karena mengalami sesak akibat benturan cukup keras,” tutur mantan Kapolsek Pesanggaran tersebut.

Sementara 10 korban lainnya di rawat di Puskesmas Licin Banyuwangi, karena hanya mengalami luka ringan.

Kini ke 9 korban yang mengalami luka parah masih mendapat perawatan intensif di RSUD Blambangan Banyuwangi. Sedangkan 10 korban lainnya yang sebelumnya mendapat perawatan di Puskesmas Licin sudah bisa kembali beraktifitas. Dan mereka memilih menjaga teman temannya yang masih mendapat perawatan.

Namun satpam UGD RSUD Blambangan Banyuwangi melarang para awak media melakukan peliputan para korban peristiwa ini tanpa alasan yang jelas. Dan mereka memilih berada di halaman rumah sakit.

 

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kepolisian bersama Pemerintah Daerah mengapresiasi upaya damai dari masyarakat Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh Banyuwangi, yang selama ini selalu berselisih paham hingga berlanjut dengan bentrokan.

Bahkan, ketegangan ini berlangsung selama 17 tahun. Dan puncaknya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 8 tahun lalu.

Dimana, ditahun 2010 saat Pilkades salah satu tokoh masyarakat, Fauzi yang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Cantuk berhasil di kalahkan oleh Masbudi, yang saat ini menjabat Kepala Desa Cantuk selama 2 periode.

Saat itu, Fauzi bersama tim suksesnya memusuhi Masbudi hingga bertahun tahun. Bahkan, masyarakat desa setempat sudah terpecah belah akibat mereka melakukan taruhan dalam Pilkades tersebut. Perseteruan mereka terjadi hampir disetiap hari. Yang cukup memprihatinkan, di setiap malam takbiran Hari Raya Idul Fitri selalu terjadi pertengkaran dikalangan pemuda yang menyebabkan adanya korban luka luka.

Seiring berjalannya waktu, Tesa yang merupakan putri dari Masbudi dan Febriana Safitri putri dari Fauzi mulai beranjak dewasa. Keduanya semakin akrab dan bersahabat semenjak mondok bersama di Pondok Pesantren Gontor Desa Kaligung Kecamatan Rogojampi Banyuwangi.

Mereka mengetahui ketegangan yang terjadi di perkampungannya yang bermula dari perselisihan kedua orang tuanya. Lalu mereka pun berinisiatif untuk mempertemukan masing masing orang tua mereka dengan melakukan berbagai cara, hingga akhirnya berhasil mendamaikannya.

Rasa syukur perdamaian setelah berlangsung ketegangan selama 17 tahun itu pun, di tunjukkan kepada masyarakat Desa Cantuk bersamaan dengan santunan anak yatim oleh Yayasan Sosial dan Keagamaan Al-Ikhlas yang di kelola oleh Fauzi, Kamis malam (21/2), yang juga di saksikan langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Cantuk Masbudi mengaku sebenarnya tidak ada permasalahan apapun dengan Fauzi. Namun diduga karena ada kesalah pahaman pasca Pilkades itulah muncul perselisihan selama bertahun tahun.

“Saat itu putri saya meminta untuk di jemput di Kafe Seblang Kecamatan Singojuruh, awalnya saya menolak karena itu adalah kafe milik Fauzi,” ujar Masbudi.

Namun karena desakan putrinya, dia pun mengabulkan. Dan rupanya, di lokasi justru putrinya mempertemukan Masbudi dengan Fauzi untuk mengobrol bersama.

“Dari sinilah diantara keduanya saling memaafkan atas berbagai peristiwa yang terjadi selama ini,” ungkap Masbudi.

Oleh sebab itu, kini Masbudi dan Fauzi sepakat untuk tidak membahas lagi soal Pilkades agar tidak menimbulkan permasalahan kembali. Dan itu dianggap sebagai musuh terberat untuk memajukan Desa Cantuk.

“Narkoba dan perjudian juga jadi perhatian pemerintahan desa Cantuk untuk terus diberantas,” kata Masbudi.

“Juga persoalahan jalan desa yang hancur akibat sering dilalui truck bermuatan melebihi kapasitas, jadi prioritas untuk segera di selesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Fauzi juga mengakui semua kesalahannya selama ini yang menyebabkan masyarakat setempat saling bermusuhan.

“Saya akan selalu memberikan masukan dan arahan kepada Kepala Desa, untuk kemajuan Desa Cantuk menjadi lebih baik,” ungkap Fauzi.

Mendapati kondisi ini, Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah mengapresiasinya. Dan dia secara khusus memberikan penghargaan kepada kedua putri mereka, yang dinilai telah berhasil mempersatukan orang tuanya yang selama ini bermusuhan.

“Sejarah Desa Cantuk dari tahun ketahun selalu di penuhi ketegangan dikalangan masyarakatnya,” ungkap Kapolres.

“Berkat inisiatif kedua putri mereka itulah, akhirnya tercapai jalan damai yang tidak diduga duga sebelumnya,” imbuhnya.

Oleh sebab itulah kata Kapolres, kepolisian memberikan penghargaan kepada keduanya sebagai bentuk apresiasi.

“Penghargaan ini juga kami berikan kepada warga lainnya, yang berhasil mempunyai prestasi di Banyuwangi,” kata Kapolres.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, setelah berkonflik selama berpuluh puluh tahun di Desa Cantuk, akhirnya terjadi islah atau saling memaafkan diantara warga yang selama ini berseteru.

“Ini sebagai potret baru bahwa penyelesaian berbasis dari bawah lebih elegan diantara mereka yang terlibat perselisihan untuk saling memaafkan,” tutur Bupati Anas.

“Ini bisa jadi model penyelesaian setiap permasalahan yang dimulai dari bawah berbasis individu dan masyarakat, sehingga tidak perlu dari atas,” ungkapnya.

Bupati Anas juga berharap, ini bisa ditiru oleh pemerintahan desa lainnya karena konflik di Desa Cantuk ini terbilang cukup parah di banding desa lain.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dalam kunjungannya ke beberapa Pondok Pesantren di Banyuwangi, Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno berharap agar para santri di seluruh Pondok Pesantren memiliki pola pikir Santri Entrepreneurship agar mereka bisa menjadi lokomotif pembangunan ekonomi Indonesia.

Oleh sebab itu, calon wakil presiden nomor urut 2 tersebut mengaku bekerja sama dengan para pengasuh pondok pesantren agar menyisipkan pola pikir menjadi santri Entrepreneurship, sehingga ke depan santri bukan hanya kuat di ilmu agama saja namun juga ilmu perniagaan dan kewirausahaan. Seperti Industri halal serta pariwisata halal yang potensinya di nilai sangat luar biasa, yang bisa dikembangkan oleh para santri.

Hal ini disampaikan oleh Sandiaga Uno dihadapan pengasuh dan puluhan santri di Pondok Pesantren Abror Al-Robbaniyyin Dusun Krajan I Desa Alas Buluh Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, Kamis (21/2/2019).

“Indonesia adalah kaya raya sumber daya alamnya serta sumber daya manusia pertaniannya juga rajin,” ujar Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan Calon Presiden Prabowo Subiyanto tersebut.

“Tapi saat ini Indonesia belum bisa swasembada pangan dan justru pangan masih banyak import,” imbuhnya.

Untuk itulah, Sandiaga berharap santri mempunyai ilmu pertanian dan wirausaha agar bisa menggagas swasembada pangan.

“Dengan pembelajaran ini, di harapkan ke depan santri bukan lagi mencari pekerjaan dan menjadi beban pembangunan, tapi bisa menciptakan lapangan pekerjaan serta menjadi lokomotif pembangunan ekonomi Indonesia,” papar Sandiaga.

Dia juga mengaku, dalam kunjungannya ke beberapa pondok pesantren ini ingin menerima berbagai masukan positif dari para kiyai, mengenai pendidikan berbasis karakter seperti apa yang di inginkan ke depan untuk mendidik murid maupun para santri berakhlaqul karimah.

Dalam kunjungannya kali ini, Sandiaga Uno juga menghimbau kepada seluruh relawan untuk membaca Al-Qur’an di masing masing posko pemenangan di setiap malam jum’at hingga pelaksanaan pemilihan presiden 17 April 2019 mendatang.

Sebelum di Ponpes Abror Al-Robbaniyyin, Sandiaga Uno mengunjungi Pondok Pesantren Al-Imaratul Mustaqimah Desa Wongsorejo. Setelah itu di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Desa Bengkak yang juga berada di kawasan Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi. Dilanjutkan ziarah ke makam Habib Hadi dan Datuk Ibrahim Kelurahan Lateng Kecamatan Banyuwangi kota. Lalu menggelar dialog Millenial “Sukses di Usia Muda Bersama Bang Sandi” di Pondok Wina tepat di sisi selatan makam tersebut.

Kemudian bertemu dengan petani buah naga dan jeruk di kawasan Banyuwangi selatan, tepatnya di Desa Wringin Pitu Kecamatan Tegaldlimo dan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Mansyaul Huda Desa Kedungwungu Kecamatan Tegaldlimo.

 

More Articles ...