radiovisfm.com, Banyuwangi - BPJS Kesehatan mengembangkan pembayaran iuran melalui metode Autodebit Bank khusunya Bank Mandiri dan Non-Bank  (Mobile Cash). Melalui Mobile JKN, Peserta akan semakin mudah mendaftarkan autodebit dan melakukan pembayaran iuran JKN-KIS.  

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan  Kemal Imam Santoso mengatakan, peserta JKN-KIS tidak perlu repot untuk datang ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan maupun Bank untuk mendaftarkan autodebit iurannya.

Bahkan peserta yang tidak memiliki rekening bank atau misal di wilayahnya tidak terdapat titik layanan perbankan, maka peserta dapat tetap mendaftarkan autodebit iurannya melalui uang elektronik Mobile Cash,” ujar Kemal.

Terdapat 2 jenis layanan pendaftaran autodebit bisa diakses di Mobile JKN, yaitu autodebit Bank (pemilik rekening Bank Mandiri) dan Non Bank (Mobile Cash).

Konsep pembayaran iuranpun juga dikembangkan seperti model pengisian saldo rekening maupun uang elektronik, dapat dilakukan melalui e-channel perbankan maupun ATM Bersama,” tutur Kemal.

Sedangkan untuk top up uang elektronik Mobile Cash dapat dilakukan di channel PPOB seperti, PT Pos, Alfamart, hingga jejaring Apotek Sanafarma. Bagi peserta yang tidak memiliki smartphone, peserta dapat melakukan registrasi melalui konsep USSD dengan menekan *141*999# melalui berbagai tipe ponsel, bahkan peserta dapat melakukan registrasi di beberapa mitra Payment Point Online Banking (PPOB).

Dalam pengembangan metode pembayaran ini, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan PT Finnet Indonesia.

PT Finnet adalah perusahaan penyedia infrastruktur teknologi informasi, aplikasi dan konten untuk melayani kebutuhan sistem informasi dan transaksi keuangan bagi industri perbankan dan jasa keuangan lainnya yang mengelola rata-rata 3,2 juta transaksi per hari dengan nilai transaksi lebih dari 365 milyar rupiah per hari.

“Dengan menggunakan layanan autodebit ini, peserta akan memperoleh banyak manfaat. Peserta dapat melakukan pembayaran iuran sesuai dengan kemampuan kapanpun dan dimanapun, sehingga terhindar dari potensi risiko denda pelayanan akibat keterlambatan pembayaran iuran dan beberapa channel memberikan program promo yang menarik,” papar Kemal.

Sejak tahun 2018, BPJS Kesehatan telah mengembangkan pembayaran iuran melalui metode autodebit konvensional melalui perbankan, yang bekerjasama dengan 4 bank mitra yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA.

BPJS Kesehatan juga telah memberlakukan kewajiban bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri dan peserta Bukan Pekerja, untuk melakukan pembayaran dengan metode autodebit.

Kemal menambahkan, pengembangan metode pembayaran ini, selain untuk memberikan kemudahan dan kepastian dalam pembayaran iuran, juga menjawab perkembangan digitalisasi industri keuangan.

Munculnya berbagai perusahaan fintech dapat dimanfaatkan BPJS Kesehatan untuk melakukan inovasi melalui pengembangan digitalisasi layanan dan turut menciptakan inklusi keuangan di masyarakat.

Selain itu juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN,” ungkapnya.

Kemal juga menyampaikan, hadirnya Program JKN-KIS telah memberi kemudahan bagi pesertanya dalam mengakses pelayanan kesehatan. Tidak ada lagi kekhawatiran untuk berobat karena persoalan biaya pelayanan kesehatan yang mahal.

Penting juga untuk diingat bahwa untuk mendapatkan manfaat itu, peserta harus menjalankan kewajibannya membayar iuran secara rutin setiap bulan,” pungkas Kemal.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Speed Boat tak bertuan yang ditemukan mengapung di perairan Pantai Pancer Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi, ternyata milik Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Toyapakeh Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung Bali.

Speed Boat warna putih tersebut dilengkapi tanki BBM dan mesin tempel 85PK, kini masih diamankan di Pos Angkatan Laut Pancer.

Pasca ditemukan oleh nelayan, pihak TNI AL bersama Satpol Airud Banyuwangi menyebar informasi serta melakukan penyelidikan mengenai kepemilikan Speed Boat tersebut. Hingga akhirnya, ada seorang warga Klungkung Bali yang mengaku bernama Rudi menghubungi pihak Satpolairud Banyuwangi, dan mengatakan bahwa Speed Boat tersebut adalah milik Bumdes Toyapakeh yang selama ini di gunakan untuk menarik Banana Boat di tempat wisata.

Desa Toyapakeh Nusa Penida tersebut adalah salah satu kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Desa yang terletak di sepanjang pantai ini memiliki keindahan alam yang masih terjaga dan asri. Wisata bahari adalah poin utama daya tarik Desa Toyapakeh Nusa Penida. Termasuk titik penyelaman dengan ikan purba terbesar yang masih hidup, yakni ikan mola-mola. Ikan ini hanya dapat dijumpai pada bulan Juli hingga Nopember.

Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, menurut pengakuan pihak pengelola wisata, Speed Boat tersebut di ikat di pinggir pantai Klungkung pada Minggu (21/4) lalu.

“Karena di hantam ombak cukup tinggi, Speed Boat itu pun hanyut dan hilang entah kemana. Lalu pihak pengelola wisata melakukan pencarian hingga akhirnya mendapat informasi bahwa keberadaan Speed Boat itu ada di Pantai Pancer Banyuwangi,” papar AKP Subandi.

“Bumdes Toyapakeh bisa mengambil Speed Boat itu tapi harus di lengkapi dengan surat surat resmi bukti kepemilikan,” ungkapnya.

Sebelumnya, sekelompok nelayan Pantai Pancer Kecamatan Pesanggaran yang sedang mencari ikan di rumpon menemukan Speed Boat tersebut terombang ambing di tengah laut pada Sabtu (27/4). Namun mereka mengikatnya di kawasan rumpon tersebut, menjaga kemungkinan ada pemiliknya.

  Namun hingga Minggu (28/4) mereka kembali melaut dan menemukan Speed Boat tersebut masih ditempat yang sama, hingga akhirnya di laporkan ke Pos Angkatan Laut Pantai Pancer Banyuwangi.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan siswa Pendidikan Komando Marinir angkatan 159 menjalani serangkaian latihan hingga tahap lintas medan, berjalan kaki dari Banyuwangi sampai ke markas Komando Pembinaan Doktrik, Pendidikan dan latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) di Gunung Sari, Surabaya.

Sebanyak 193 siswa menjalani latihan tahap ketiga atau tahap hutan di Puslatpur Marinir 5 Baluran di Dusun Selogiri Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Senin (29/4/2019).

Disini, para siswa komando harus mampu melaksanakan perang di hutan dalam kondisi apapun. Mereka di berikan latihan menembak lorong dan menembak reaksi juga kegiatan menangkap hewan. Bagaimana mereka melaksanakan Survival termasuk Jungle Survival, yaitu suatu keadaan tidak menentu yang dihadapi seseorang atau sekelompok orang pada daerah terasing dan terisolir dihutan.

Direktur Pendidikan dan Latihan Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Dirdiklat Kodiklatal), Laksma TNI Deni Septiana yang menyaksikan secara langsung berbagai latihan tersebut mengatakan, setelah tahap 3 ini, nantinya mereka akan menjalani latihan tahap 4 yaitu Gerilya Lawan Gerilya (GLG), dimana siswa harus di bekali ilmu untuk mengamankan negara.

“Selanjutnya tahap ke 5, yaitu lintas medan,” ungkap Deni.

“Pada tahap ini, para siswa berjalan kaki dari Banyuwangi hingga ke Kodiklatal Surabaya dengan melewati gunung, hutan dan perkampungan warga selama 12 hari,” ujarnya.

Sebelumnya, mereka menjalani latihan tahap 1 yaitu di laut serta tahap 2 dasar komando. Setiap siswa harus mampu memiliki keterampilan naik turun tali.

“Mereka harus turun dan naik dengan menggunakan tali,” kata Deni.

Total selama 77 hari pendidikan komando yang harus dijalankan oleh siswa pendidikan marinir dari 3 strata, yakni Taruna, Bintara dan Tamtama, dengan menu yang sama melalui 5 tahap tersebut.

“Dari 193 siswa terdiri dari 19 Taruna dan 173 Dikmaba 38 para siswa bintara,” tutur Deni.

Sementara itu, setelah menjalani latihan ini, prajurit siswa Dikmaba akan dilantik menjadi Perwira Bintara Marinir. Sedangkan lulusan Taruna akan menjadi Perwira Marinir.

Selama menjalani latihan di Puslatpur Marinir 5 tersebut, para siswa juga diberikan pelajaran menangkap binatang buas salah satunya ular, sekaligus membuka kulit ular tersebut. Selain itu, juga menjalani latihan perang atau gerilya untuk mempertahankan negara.

Latihan ini berlangsung mulai dari 17 Maret hingga 3 Mei 2019 mendatang.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang pedagang hewan meninggal dunia tertabrak kereta api diperlintasan tidak berpalang pintu di kawasan Dusun Lugjag Desa Lemahbang Dewo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, Minggu pagi (28/04/2019).

Tepatnya di KM 71+0, yang selama ini memang tidak ada palang pintu. Sedangkan di wilayah setempat menjadi perlintasan lalu lintas kendaraan bermotor.

Korban yang diketahui bernama Nurrohim (44) mengendarai sepeda motor GL Max bernopol P 4590 ZS melaju dari arah selatan ke utara. Diduga karena terburu, laki laki asal Dusun Cendono RT 02 RW 04 Desa Kembiritan Kecamatan Genteng tersebut, melajukan sepeda motornya menyeberang rel tanpa memperdulikan adanya kereta api yang melaju dari barat ke timur, atau dari arah Jember ke Banyuwangi.

Kanit Laka Polsek Rogojampi, Ipda Wijayanto saat di TKP mengatakan, saat menyeberang rel itulah, sepeda motor yang di tumpangi korban tersenggol kereta api hingga tubuh korban terlempar 20 meter dan tersungkur ke area persawahan.

“Di duga terlempar cukup jauh, menyebabkan kaki kiri korban mengalami patah tulang dan luka pada lehernya yang cukup parah hingga korban meninggal dunia di lokasi,” ujar Ipda Wijayanto.

“Lalu di lakukan upaya evakuasi terhadap jenazah korban kemudian di larikan ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi,” tuturnya.

Sementara itu, menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat setempat, Sutoyo, selama ini korban berprofesi sebagai penjual hewan berkeliling daerah.

“Pagi itu, korban hendak menjual hewan sapinya di pasaran Kecamatan Wongsorejo,” kata Sutoyo.

“Seluruh sapi sudah diangkut truck, sedangkan korban sendiri mengendarai sepeda motor,” imbuhnya.

Sutoyo mengatakan, diduga korban terburu ke pasaran sapi Wongsorejo sehingga melajukan sepeda motornya dengan cepat.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Setelah jalur Kereta Api di KM 58 2+3 antara Stasiun Pasuruan-Stasiun Bangil yang terendam banjir sudah dilakukan perbaikan dan bisa dilewati kembali, kini perjalanan seluruh kereta api dari Stasiun Banyuwangi sesuai jadwal.

Akses ini mulai di buka pada Selasa dini hari (30/4) sekira pukul 02.40 WIB dengan kecepatan terbatas 5 KM.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, Kereta Api pertama yang lewat di jalur yang berada di kawasan Kecamatan Kraton Pasuruan tersebut adalah Kereta Luar Biasa (KLB) barang pengangkut batu ballast. Dalam artian sebagai percobaan untuk melewati jalur tersebut.

“Akibat banjir yang terjadi sejak Senin dini hari (29/4) di wilayah Pasuruan itu, menyebabkan perjalanan KA jarak menengah dan jarak jauh keberangkatan di Daop 9 Jember mengalami gangguan,” ujar Luqman.

Khusus dari Banyuwangi, melayani perjalanan Kereta Api Sritanjung dengan tujuan akhir Lempuyangan – Jogjakarta, Kereta Api Tawang Alun ke Malang, Kereta Api Probowangi ke Surabaya serta Kereta Api Mutiara Timur kelas eksekutif yang juga bertujuan akhir Surabaya. Juga Kereta Api Wijayakusuma ke Cilacap.

Kami sampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan dan kenyamanan pengguna kereta api pada akibat banjir itu,” tutur Luqman.

Dia mengaku, di musim penghujan ini semua jajaran Daop 9 terus bersiaga. Hal ini berkaitan dengan kondisi jalur kereta api di Daop 9 yang melewati daerah-daerah yang memiliki curah hujan ekstrim sehingga berpotensi pada gangguan perjalanan kereta, seperti banjir, longsor, atau amblas.

Untuk itu PT KAI Daop 9 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi guna mengantisipasi terhadap gangguan perjalanan KA,” kata Luqman.

Sementara, di wilayah Daop 9 Jember mulai dari Stasiun Banyuwangi hingga Stasiun Pasuruan terdapat 18 titik yang di kategorikan rawan banjir.

“Salah satunya adalah di KM 58 2+3 antara Stasiun Pasuruan dan Stasiun Bangil itu,” ungkapnya.

Luqman menambahkan, perbaikan rel yang rusak akibat diterjang banjir sejak Senin dini hari pukul 00.30 WIB tersebut akan terus dilakukan, baik dengan tenaga manusia ataupun dengan mengerahkan alat Multi Tie Tamper di lokasi tersebut.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sebuah Speed Boat tak bertuan ditemukan sejumlah nelayan di tengah laut di kawasan perairan Pantai Pancer Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi. Didalam Speed Boat putih tersebut dilengkapi tanki BBM, dan mesin tempel 85PK.

Awalnya, salah seorang ABK perahu, Mistari yang sedang melaut mencari ikan di rumpon, melihat adanya Speed misterius tidak berpenumpang tersebut terombang ambing di tengah laut, sekitar 35 mil dari bibir pantai, Sabtu (27/4/2019).

Selanjutnya, dia menyampaikan kepada nahkoda perahu, Ribut Santoso, keduanya warga Dusun Pancer Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi.

Mereka mengambil keputusan untuk mendekat ke speed tersebut untuk memastikan kondisinya karena tidak ada yang mengoperasikan. Selanjutnya Ribut dan para ABK nya mengambil langkah pengamanan, dengan membawa speed ke Rumpon untuk di ikat.

Pasi Intel Lanal Banyuwangi, Kapten Laut Khusus (LH) Eko Kawitono mengatakan, keesokan harinya, Minggu (28/4) Nahkoda dan para ABK tersebut kembali ke Pelabuhan Pancer membawa hasil tangkapan ikan beserta speed hasil temuan itu.

Sesampai di pelabuhan Pancer, mereka melaporkan hasil temuannya itu ke Bintara jaga Pos Angkatan Laut Pancer, hingga dilakukan pengamanan.

Kami terus melakukan penyelidikan mengenai pemilik maupun asal muasal keberadaan Speed Boat itu ditengah laut,” ujar Kapten Eko.

Di khawatirkan awak dari Speed Boat itu mengalami aksi kriminalitas ataukah sengaja ditinggal oleh pemiliknya,” imbuhnya.

Meski demikian, dilihat dari bentuk dan ciri cirinya, Kapten Eko menduga Speed Boad tersebut berasal dari kawasan Pulau Bali.

Hingga kini, Speed Boat tersebut masih di amankan di Pos Angkatan Laut Pancer menunggu perkembangan informasi di lapangan lebih lanjut.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Perhelatan balap sepeda Banyuwangi Women's Cycling Challenge 2019 yang digelar dalam rangka peringatan Hari Kartini, berhasil di menangkan Chika Rezza, pebalap dari Puslatda Jawa Timur, yang sekaligus dinobatkan sebagai 'Kartini Gowes'.

Perempuan kelahiran Malang, 21 Desember 2000 tersebut berhasil menjadi pemenang setelah menaklukkan rute sejauh 70,9 KM dengan catatan waktu 36 menit 14 detik.

Dia langsung memimpin pada kilometer pertama sesaat setelah dilepas dari depan Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Chika terus memacu pedalnya hingga memasuki garis finish pertama di rest area Jambu, Kecamatan Licin Banyuwangi.

“Rute paling berat adalah beberapa kilometer menjelang finish. Selain tanjakan, tenaga saya juga lumayan terkuras,” kata Chika.

Terjun di kelas Women Elite pada Challenge Ride, Chika berhasil menyingkirkan 32 pebalap lainnya di kelas yang sama. Ia mendahului Nurul Izza dari Malang dan Puspa Wardani dari Solo. Keduanya finish di urutan kedua dan ketiga.

Chika berhasil keluar juara meski baru pertama kalinya menjajal rute di seputar lereng Ijen tersebut.

Gadis yang sejak usia 3 tahun menggeluti olahraga balap sepeda itu, mengaku banyak berlatih di Kota Malang.

“Meski belum pernah menjajal trek ini, tapi saya termotivasi untuk jadi juara di rumah sendiri,” tutur Chika.

Kebetulan orang tua dia berasal dari Desa Sumberberas Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

“Event ini juga sebagai persiapan saya untuk mengikuti PON mendatang,” pungkasnya.

Banyuwangi Women's Cycling Challenge ini diikuti oleh ratusan pesepeda dari berbagai kota di Indonesia. Mereka terbagi dalam tiga kelas, Challenge Ride, Fun Ride dan Kebaya Ride.

Dan awarding penyerahan hadiah kepada para pemenang kategori Challenge Ride di gelar di Taman Terakota Ijen Kecamatan Licin Banyuwangi, Sabtu (27/4), yang di dalamnya terdapat ratusan patung penari Gandrung.

 

 

 

 

More Articles ...