radiovisfm.com, Banyuwangi - Kembali terjadi kecelakaan Kendaraan Bermotor di kawasan Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Kecelakaan ini melibatkan antara Mobil Pick Up hitam bernopol DK 9793 FY dengan truck Mitsubishi warna coklat bernopol L 8537 VD, Kamis pagi (20/12).

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, kendaraan Pick Up yang di kemudikan oleh Zainul Hasan Saifur Rizal (26) warga Dusun Sumberan RT 04 RW 02 Desa Dungun Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo tersebut, melaju dari arah utara ke selatan atau dari Probolinggo hendak menuju ke Bali dengan kecepatan tinggi melintas di kawasan Jalan Raya Situbondo Dusun Krajan Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo.

Tepat di utara Kantor Peradi Pengacara, kendaraan pick up tersebut hendak mendahului kendaraan lain dan secara bersamaan dari arah berlawanan melaju kendaraan Truck Mitsubishi yang di kemudikan oleh Suharto (63) warga Jalan Diponegoro 17 Kalisat Jember.

Kapolsek Wongsorejo AKP Kusmin mengatakan, di duga karena jarak keduanya terlalu dekat hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut. “Akibatnya, kondisi kedua kendaraan rusak parah pada bagian depan,” ujar AKP Kusmin.

“Dengan peristiwa ini sopir pick up mengalami luka robek pada bahu kanan serta luka lecet di tangan, kaki, mata juga wajahnya,” kata AKP Kusmin.

Untuk selanjutnya di larikan ke puskesmas Wongsorejo guna di lakukan penanganan medis.

“Pasca peristiwa ini, sempat terjadi kemacetan arus kendaraan bermotor hingga mencapai 1 kilometeran lebih ke arah utara dan selatan karena posisi kedua kendaraan melintang di tengah jalan,” pungkas AKP Kusmin.

Sementara itu, aparat kepolisian Polsek Wongsorejo berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas Polres Banyuwangi untuk mengevakuasi kedua kendaraan yang mengalami kecelakaan tersebut.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna mengantisipasi penyusupan teroris ke wilayah Pulau Bali menjelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, aparat kepolisian Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Banyuwangi memperketat pengamanan di perairan selat bali.

Selain aparat Satpolairud Banyuwangi, pengamanan ini juga melibatkan personel kepolisian dari Direktorat Polair Polda Jawa Timur dengan menyiagakan 5 armada, yakni 2 perahu karet dan 3 unit kapal tipe C selama 24 jam. Dan total personel yang di libatkan sebanyak 12 orang.

Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, pihaknya telah membentuk Integrated Rescue Tim (IRT) bersama Basarnas dan Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi untuk pengamanan di sepanjang perairan Selat Bali selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru. Utamanya di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Bali, yang menjadi perpindahan orang dan barang.

“Di saat liburan ini di prediksi volume penumpang kapal akan meningkat segnifikan, sehingga di perlukan pengawasan cukup ketat,” kata AKP Subandi.

“Ini untuk mengantisipasi adanya penyusupan teroris yang akan membuat kerusuhan di pulau Bali maupun di Jawa disaat maupun menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya.

Selain itu, juga memonitor kemungkinan adanya penyusupan barang barang illegal seperti Narkoba dan Senpi.

Kasat Polairud menjelaskan, dalam pengamanan ini, seluruh petugas melakukan penyisiran di sepanjang perairan selat bali dengan terus berkomunikasi dengan aparat kepolisian yang bersiaga di masing masing pos pelayanan di berbagai tempat wisata yang telah didirikan oleh Polairud bersama Polsek Kawasan Tanjung Wangi Banyuwangi.

“Seperti di area Pantai GWD, Pantai Cemara, Pantai Boom hingga ke wilayah Banyuwangi selatan, diantaranya di Pantai Pulau Merah,” tutur AKP Subandi.

“Tapi jadi focus pengamanan adalah di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Karena saat ini masih terjadi angin barat yakni angin yang bertiup dari laut ke pantai dengan sangat kencang,” tutur AKP Subandi.

Oleh sebab itu, para petugas terus saling berkomunikasi dengan memantau dari kapal yang bersiaga, guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut maupun berbagai hal yang menganggu arus penyeberangan.

Selain di laut, pengamanan akhir tahun ini juga di lakukan kepolisian bersama tim gabungan di darat yang mencapai 1.189 personel. Yang terdiri dari 441 personel kepolisian dan 748 lainnya dari TNI, Dinas Perhubungan, Sencom, juga Satpol PP.

Bahkan, kepolisian juga menyiagakan 23 pos pengamanan yang tersebar di seluruh Banyuwangi mulai wilayah Utara hingga ke Selatan. Terbagi 1 pos pelayanan terpadu yang khusus di siagakan di Pelabuhan Ketapang. Juga 7 pos wisata dan 154 pos pengamanan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Nelayan di perairan Banyuwangi melihat adanya sesosok jenazah laki laki mengambang ditengah laut, yang di duga adalah jenazah nelayan asal Bondowoso yang sebelumnya tercebur ke luat di perairan Situbondo saat memancing ikan.

Sejumlah aparat Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Banyuwangi pun mendatangi lokasi yang di laporkan masyarakat nelayan, terkait adanya penemuan jenazah di tengah laut tersebut, tepatnya di kawasan perairan Desa Bimorejo Kecamatan Wongsorejo.

Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi yang memimpin langsung kegiatan ini mengatakan, pihaknya bersama Basarnas Banyuwangi sempat melihat jenazah korban mengambang di tengah laut perairan selat bali dengan posisi tengkurap dan kondisinya masih utuh.

“Tim gabungan ini berupaya melakukan evakuasi dengan mengambil jenazah korban, tapi tidak berhasil karena terjadi ombak tinggi disertai angin cukup kencang dan jenazah itu kembali tenggelam ke dalam laut,” papar AKP Subandi.

“Saat ditemukan, posisi jenazah korban berada sekitar 2 mill dari bibir pantai,” imbuhnya.

Tim gabungan pun terus berupaya untuk mencari jenazah itu dengan menyisir di sepanjang perairan selat Bali, mengikuti arah arus laut.

AKP Subandi menjelaskan, dari informasi yang diterima pihaknya, pada Rabu (12/12) lalu ada seorang nelayan atas nama Suyat (35) warga Dusun Komerian RT 07 RW 03 Desa Tumpeng Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso diketahui tercebur hingga tenggelam di perairan Lempuyangan Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo, saat mencari ikan bersama 10 orang temannya sesama nelayan.

“Satpolairud Situbondo dan Basarnas setempat melakukan pencarian terhadap jenazah korban sejak satu minggu setelah kejadian, tapi hingga kini belum membuahkan hasil,” kata AKP Subandi.

Justru nelayan di Kecamatan Wongsorejo melihat jenazah nelayan tersebut mengapung di perairan Banyuwangi.

“Kami bersama tim gabungan dari Basarnas Banyuwangi dan Situbondo serta Polairud Situbondo terus berupaya untuk melakukan pencarian terhadap jenazah korban,” pungkas Kasat Polairud.

Sementara itu, dari informasi di lapangan, sebelumnya korban bersama 9 orang temannya sesama nelayan asal Situbondo yakni Saleto (68), Mulyadi (62), Sunjoto (54), Wiko (20), Sabari (35), Asmato (60), Ahmat (25), Rudi (25) dan Kacung (55) mencari ikan di perairan Lempuyang Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo dengan menumpang perahu bernama BI 1, yang di nahkodai Abdurahman (53) yang juga warga Situbondo.

Saat seluruh ABK tertidur di atas perahu, korban asyik memancing ikan cumi cumi. Selang beberapa lama, nahkoda kapal mendengar adanya suara benda terjatuh ke laut dan ternyata adalah korban, yang di duga tercebur ketika hendak mengambil tempat ikan cumi yang terjatuh.

Para ABK itu pun melakukan pencarian korban namun tidak membuahkan hasil, karena di lokasi terjadi cuaca buruk dengan gelombang laut cukup tinggi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang Angkutan Natal 2018 dan Tahun baru 2019, PT KAI DAOP 9 Jember mengganti rangkaian baru Kereta Api Mutiara Timur dengan menggunakan Stainles Steel (New Image).

Perubahan stamformasi atau susunan rangkaian KA Mutiara Timur siang relasi Stasiun Banyuwangi Baru – Surabaya Gubeng ini, mulai di lakukan pada Minggu (16/12). Sedangkan penggantian untuk KA Mutiara Timur malam mulai dilaksanakan pada Selasa (18/12).

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, perubahan ini sebagai program PT  KAI  untuk memperbarui armada serta meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi pelanggan setia kereta api, khususnya KA Mutiara Timur.

“Okupansi atau tingkat keterpenuhan KA Mutiara Timur selama ini di nilai sangat bagus. Untuk Week Day, rata rata terpenuhi 80 %. Sedangkan saat Week End dan hari libur, okupansi hampir mencapai 100 % dari total kapasitas tempat duduk,” papar Luqman.

Sementara, rangkaian KA Mutiara Timur New Image ini terdiri dari 4 kereta kelas Eksekutif, 3 Kereta kelas Ekonomi, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit dengan total kapasitas 392 tempat duduk.

Luqman menegaskan, penggantian rangkaian KA Mutiara Timur ini tidak merubah jadwal keberangkatannya.

“Untuk KA Mutiara Timur siang berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru pada pukul 09.00 WIB. Sedangkan KA Mutiara Timur malam berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru pada pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

Luqman mengaku, meskipun dilakukan penggantian rangkaian ini, namun tiket KA Mutiara Timur kelas Eksekutif tidak mengalami kenaikan dan mengacu pada aturan tariff batas bawah dan tariff batas atas.

“Artinya, tariff antara di hari biasa dengan hari libur atau Week End itu berbeda. Sedangkan tariff untuk kelas ekonomi dinilai flat dan tidak ada perubahan,” ungkap Luqman.

Sebelumnya, rangkaian KA Mutiara Timur tersebut adalah Kereta kelas Eksekutif, Bisnis dan Kereta Makan serta Kereta pembangkit.

Namun dengan adanya penggantian rangkaian menggunakan New Image ini, untuk kelas bisnis ditiadakan diganti dengan kelas ekonomi dengan fasilitas yang cukup nyaman.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Proyek reklamasi pantai di sisi selatan pantai Watu Dodol Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi dihentikan paksa oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena diduga tidak berijin.

Bahkan, petugas Satpol PP juga menyegel lokasi yang kabarnya akan digunakan untuk dermaga kapal pengangkut ikan milik sebuah perusahaan tersebut.

Kepala Satpol PP Banyuwangi, Anacleto Da Silva mengatakan, penyegelan proyek reklamasi dilakukan pihaknya, berawal dari laporan masyarakat setempat. Warga memprotes kegiatan itu dan menanyakan perizinan dari proyek reklamasi pantai tersebut.

Saya bersama dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), ibu Husnul Khotimah langsung turun ke lokasi,” ujar Mantan Camat Kalipuro tersebut.

“Saat tiba di lokasi, kami hanya bertemu dengan para pekerja. Pemilik ataupun penanggung jawab proyek reklamasi tidak ada di lokasi,” papar Anacleto.

Saat ditanyakan perihal perizinan dari proyek reklamasi pantai tersebut, tidak ada satu pun orang yang ada di sana bisa menunjukkan izin kegiatan itu.

“Sebab itu, untuk menghindari adanya gesekan di masyarakat, kami menghentikan sementara kegiatan itu sampai nanti izin diterbitkan,” tutur Anacleto.

Dia menyatakan, secara teknis yang mengerti tentang pengawasan proyek reklamasi adalah pihak DLH. Informasi yang diterimanya dari DLH, kegiatan pengurukan pantai itu belum ada izinnya.

Sehingga kami memutuskan menyegel lokasi itu,” pungkas Anacleto.

Informasi dilapangan, pihak Satpol PP dan DLH datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka berada di tempat itu hingga sekitar pukul 15.30 WIB karena menunggu pemiliknya datang. Sebab, ada informasi dari pekerja bahwa pemilik lokasi itu akan datang dengan membawa perizinan. Namun yang bersangkutan tak kunjung tiba.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi enggan berbicara banyak terkait proyek reklamasi yang dihentikan paksa Satpol PP Banyuwangi tersebut.

Pihak DLH tidak bisa memastikan proyek reklamasi itu sudah memiliki izin atau belum. Sebab saat ini DLH Banyuwangi masih melakukan klarifikasi ke DLH Provinsi Jawa Timur.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tiket Kereta Api di wilayah DAOP 9 Jember untuk liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 sudah terjual 80 persen. Yang terbanyak adalah jurusan Banyuwangi – Surabaya, baik kelas Eksekutif maupun Ekonomi.

Namun menurut Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif, yang masih menjadi favorit masyarakat adalah kereta api kelas ekonomi seperti KA Sritanjung jurusan Banyuwangi – Lempuyangan Jogjakarta, KA Tawang Alun jurusan Banyuwangi – Malang dan KA Probowangi jurusan Banyuwangi – Surabaya.

“Untuk kereta api Mutiara Timur kelas Eksekutif maupun ekonomi jurusan Banyuwangi – Surabaya, tingkat penjualan tiketnya masih berada di kisaran 60 hingga 70 persen,” ujar Luqman.

“Angka ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan, karena sudah menjadi tradisi masyarakat bahwa mereka membeli tiket di saat menjelang hari keberangkatan,” paparnya.

Luqman mengatakan, okupansi atau tingkat keterpenuhan KA Mutiara Timur selama ini di nilai sangat bagus. Untuk Week Day, rata rata terpenuhi 80 %. Sedangkan saat Week End dan hari libur, okupansi hampir mencapai 100 % dari total kapasitas tempat duduk. Dan jika masyarakat ingin mengecek langsung sisa ketersediaan tiket kereta api, bisa mengunjungi laman resmi PT KAI di www.kereta-api.co.id .

“Dari catatan PT KAI, masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 berlaku mulai 20 Desember hingga 6 Januari 2019 yang kebetulan bersamaan dengan liburan sekolah,” ungkap Luqman.

“Sebab itu, peningkatan penumpang kereta api ke berbagai kota tujuan di nilai sudah mulai terasa sejak minggu ini,” tuturnya.

Sementara itu, untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan setia kereta api, kini PT KAI DAOP 9 Jember mengganti rangkaian baru Kereta Api Mutiara Timur dengan menggunakan Stainles Steel (New Image), saat menjelang liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Perubahan stamformasi atau susunan rangkaian KA Mutiara Timur siang relasi Stasiun Banyuwangi Baru – Surabaya Gubeng ini, mulai di lakukan pada Minggu (16/12). Sedangkan penggantian untuk KA Mutiara Timur malam mulai dilaksanakan pada Selasa (18/12).

“Rangkaian KA Mutiara Timur New Image ini terdiri dari 4 kereta kelas Eksekutif, 3 Kereta kelas Ekonomi, 1 kereta makan dan 1 kereta pembangkit dengan total kapasitas 392 tempat duduk,” tutur Luqman.

Setelah sebelumnya, rangkaiannya adalah Kereta kelas Eksekutif, Bisnis dan Kereta Makan serta Kereta pembangkit.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019, PT ASDP melakukan perbaikan berbagai sarana prasarana di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk Bali.

Kegiatan ini sudah di lakukan ASDP sejak 4 bulan terakhir ini dan lebih di maksimalkan dalam beberapa minggu ke depan.

Yang sudah dilakukan diantaranya perbaikan Dermaga Ponton, toilet pelabuhan juga penataan sarana fasilitas di masing masing armada kapal agar dipastikan sesuai dengan standart keamanan. Serta perbaikan jalan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk termasuk pertamanannya.

Bahkan, saat ini juga tengah di lakukan pembenahan terminal penumpang di Pelabuhan Gilimanuk Bali juga fasilitas tempat kerja dan ruang kantor para operator pelayaran.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Solikin mengaku, ASDP juga melakukan perbaikan sarana prasarana di area Dermaga LCM serta pemasangan lampu berkekuatan 2500 watt di beberapa titik di area Pelabuhan Ketapang.

“Termasuk yang jadi target kami adalah persoalan system ticketing juga segera di bereskan, agar pengguna jasa bisa nyaman mulai pintu masuk sampai keluar pelabuhan,” ungkap Solikin.

Sementara, masalah Sumber Daya Manusia (SDM) di internal juga di nilai sangat penting mulai dari Office Boy, Cleaning Service hingga petugas tiket untuk di lakukan pembenahan didalam meningkatkan kwalitas pelayanan.

Solikin menjelaskan, untuk Cashless atau pembayaran dengan bentuk digital dan tidak menggunakan uang tunai, dinilai sudah terpenuhi 100 persen utamanya pejalan kaki dan kendaraan roda 2. Sedangkan pengguna jasa kendaraan roda 4 masih di kisaran 20 persenan.

“Kami targetkan, di akhir tahun ini semua pengguna jasa dilintas Ketapang-Gilimanuk sudah menggunakan system Cashless guna meningkatkan pelayanan agar lebih cepat dan efektif,” papar Solikin.

“Pembenahan sarana prasarana serta berbagai fasilitas ini terus berlanjut sampai visi ASDP tercapai, yakni menjadikan Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk menjadi lebih baik dan menjadi pelabuhan modern,” ujarnya.

Lebih lanjut Solikin mengatakan, selama masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, ASDP mempersiapkan 57 armada kapal namun yang menjalani doking 5 unit sehingga yang siaga 52 unit.

“Sementara dalam setiap harinya, di operasikan 32 armada kapal untuk melayani jasa penyeberangan,” tutur Solikin.

Sedangkan dermaga yang di siagakan sebanyak 7 unit, yakni 3 dermaga MB, 1 dermaga Ponton dan 3 Dermaga LCM.

 

More Articles ...