radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan orang yang diduga dari salah satu perguruan silat melakukan sweeping di Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi, Rabu dini hari (7/8/2019), yang berbuntut pada pengeroyokan warga dan pengrusakan puluhan rumah.

Dengan menggunakan sepeda motor, mereka berkeliling perkampungan warga. Bahkan, beberapa dari mereka dengan anarkis melempari rumah warga dengan menggunakan berbagai macam benda seperti batu dan pentungan. Hingga menyebabkan kaca rumah milik warga setempat rusak.

Tercatat ada sekitar 20 an rumah yang di rusak oleh massa dengan mengendarai sepeda motor. Mendapati kondisi ini, ratusan aparat kepolisian bersiaga di lokasi.

Bahkan, kepolisian sempat mengeluarkan 3 kali tembakan ke udara untuk meredakan tindakan anarkis mereka. Namun rupanya, ratusan massa tersebut tidak mengindahkan peringatan kepolisian dan malah menggeber geber sepeda motornya di jalanan desa sambil mengejar warga yang tidak bersalah, yang kebetulan melintas.

Beruntung, warga yang menjadi amukan massa tersebut berhasil diamankan aparat kepolisian.

Salah satu warga setempat, Katemi mengaku rumahnya menjadi sasaran amukan massa. Kaca depan rumah pecah akibat di lempar batu.

“Orangnya banyak, ini merusak rumah rumah warga tanpa diketahui penyebabnya,” ujar Katemi.

“Mulai jam setengah dua belas tadi rame,” imbuhnya.

Kondisi ini di benarkan oleh Kepala Desa Sukorejo, Samsudin.

“Aksi sweeping yang berujung pada tindakan anarkis ini di duga di sebabkan karena adanya kesalah pahaman antara pendekar dari salah satu perguruan silat itu dengan warga,” papar Samsudin.

“Saat itu, beberapa oknum orang dari perguruan silat yang bersangkutan melakukan konvoi di Desa Sukorejo dan terlibat kesalah pahaman dengan warga sini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo berangsur kondusif. Ratusan orang yang sempat membuat onar sudah membubarkan diri.

Sementara itu, puluhan aparat kepolisian masih bersiaga di depan kantor Desa Sukorejo untuk mengantisipasi adanya aksi lanjutan.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seorang warga Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi meninggal dunia setelah tercebur di tambak udang tempatnya bekerja.

Peristiwa ini terjadi di area tambak udang PT WLBM petak XI di kawasan Dusun Andelan Desa Sumberkencono Kecamatan Wongsorejo, Senin dini hari (5/8/2019) sekira pukul 01.30 WIB.

Saat itu, korban yang diketahui bernama Muhammad Roib (30) tercatat sebagai warga Dusun Krajan RT 05 RW 01 Desa Wongsorejo meminjam sepeda motor KLX bernopol P 4948 FAC milik Roni Alfian, temannya. Lalu korban berpamitan dan menuju ke pos 1 menemui teman kerjanya yang lain, Abdulatif .

Selanjutnya, mereka berboncengan menuju ke pasar Galekan untuk membeli rokok dan nasi bungkus.

Kapolsek Wongsorejo Iptu Kusmin mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata, setelah dari pasar Galekan mereka kembali ke tambak. Sesampainya di pos 1, korban menarik gas sepeda motor yang dikendarainya berkali kali dan langsung menuju ke utara.

“Sesampainya di samping tiang listrik yang terbuat dari beton, korban menyerempet tiang itu hingga keduanya terjatuh ke dalam tambak petak XI,” ungkap Kapolsek.

Mendapati kondisi ini, Abdulatif naik ke atas jalan dan meminta tolong kepada teman temannya. Pasalnya, korban yang terjatuh ke dalam kolam tidak juga keluar ke permukaan air.

“Beberapa temannya pun langsung mencari keberadaan korban di dalam tambak tapi rupanya korban ditemukan sudah tidak bernyawa lagi,” tutur Kapolsek.

Selanjutnya mereka membawa jenazah korban ke puskesmas Wongsorejo untuk dilakukan visum luar dan di ajukan untuk dilakukan outopsi mayat. Namun rupanya, pihak keluarga tidak berkenan di lakukan outopsi.

“Dari hasil olah TKP sementara kepolisian, korban meninggal dunia diduga akibat kepalanya terbentur beton tiang listrik lalu terkena kincir di dalam tambak,” pungkas Iptu Kusmin.

Setelah di lakukan visum luar, jenazah korban langsung di semayamkan di rumah duka. Dan dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda tanda penganiayaan.

Sebagai barang bukti, 2 pasang sandal jepit milik korban dan saksi serta 1 buah sepeda motor diamankan kepolisian.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Dua bocah asal Kecamatan Bangorejo Banyuwangi meninggal dunia akibat tenggelam di sungai irigasi di wilayah setempat. Kini jenazah kedua korban di semayamkan di rumah duka, setelah sebelumnya ditemukan mengambang di TKP.

Mereka adalah Ijati Aqua Angga (13) tercatat sebagai pelajar kelas 6 Sekolah Dasar dan Akbar Rizki Arizal (13), pelajar kelas 1 SMP. Keduanya bertempat tinggal di kawasan Dusun Ringinmulyo Desa Ringin Telu Kecamatan Bangorejo.

Menurut keterangan saksi mata, kedua korban mandi mandian di sungai Irigasi Baru yang tidak jauh dari rumah mereka, Jum'at (2/8/2019) sekira pukul 14.30 WIB.

Kapolsek Bangorejo Banyuwangi, AKP Bahrul Anam mengatakan, salah seorang warga, Eka Wijaya (31) sudah mengingatkan mereka agar tidak mandi di sungai irigasi tersebut karena kondisinya cukup dalam.

Tapi mereka tidak mengindahkan peringatan tersebut dan tetap asyik mandi bareng,” ungkap AKP Bahrul.

Selang beberapa lama, warga setempat melihat tubuh kedua korban mengambang di permukaan sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia,” imbuhnya.

Selanjutnya, puluhan warga di bantu aparat kepolisian Polsek Bangorejo mengevakuasi jenazah korban dan membawanya ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Kebondalem guna dilakukan penanganan medis. Namun naas, kedua korban sudah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan medis, pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda tanda penganiayaan,” tutur Kapolsek.

Dan dari hasil olah TKP sementara kepolisian, korban meninggal dunia akibat tenggelam karena tidak bisa berenang.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah kedua korban di semayamkan di rumah duka.

Sementara sebagai barang bukti, sejumlah barang milik kedua korban di amankan kepolisian. Seperti sandal warna merah, celana pendek jeans dan kaos.  

radiovisfm.com, Banyuwangi - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan kebijakan baru untuk calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket kereta dengan tariff reduksi.

Calon penumpang yang berhak atas tariff reduksi tersebut adalah Lansia, TNI, Polri, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Wartawan. Mereka harus melakukan registrasi terlebih dahulu.

Manager Humas PT KAI DAOP 9 Jember, Luqman Arif mengatakan, kebijakan tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai tanggal 1 September 2019. Namun registrasi dilakukan mulai 1 Agustus 2019 di Customer Service atau di loket stasiun yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh, apabila di stasiun tersebut tidak memiliki layanan Customer Service.

“Bagi calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket kereta tariff reduksi ini harus membawa bukti identitas asli atas hak reduksi yang masih berlaku,” kata Luqman.

“Registrasi juga dapat di wakilkan dengan syarat tambahan yaitu membawa pas foto terbaru penumpang yang akan di daftarkan,” imbuhnya.

Registrasi dilakukan paling lambat 3 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

Luqman mengaku, registrasi cukup dilakukan sekali saja sampai berakhirnya masa reduksi penumpang yang bersangkutan. Jika masa reduksi sudah habis dan menginginkan hak reduksi kembali, maka wajib dilakukan registrasi ulang.

Misalnya, perjanjian kerja sama antar TNI/Polri dengan KAI yang habis masa berlakunya atau surat tugas bagi wartawan yang sudah kadaluarsa.

“Jika sebelumnya penumpang yang berhak atas tarif reduksi harus menyertakan foto kopi identitas di setiap transaksi di loket, kini mereka cukup menyebutkan nama, nomor ponsel, nomor identitas tanpa menyertakan foto kopi identitas lagi,” papar Luqman.

Dia berharap, dengan kebijakan ini, masyarakat yang berhak mendapatkan tariff reduksi semakin di mudahkan dalam melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Sementara itu, ada beberapa persyaratan bagi sejumlah elemen yang berhak mendapatkan tariff reduksi tersebut. Bagi penumpang lanjut usia mendaftarkan kartu identitasnya minimal berusia 60 tahun saat tanggal keberangkatan, dengan besaran reduksi 20 persen untuk kereta api semua kelas di setiap harinya.

“Anggota LVRI mendaftarkan kartu anggotanya dengan besaran reduksi untuk semua kelas di setiap hari, dengan rincian hari Jum’at hingga Senin sebesar 30 persen dan Selasa hingga Kamis sebesar 50 persen,” kata Luqman.

Untuk anggota TNI dan Polri aktif atau siswa pendidikan TNI dan Polri, mendaftarkan kartu anggota TNI/Polri atau kartu tanda siswa maupun surat keterangan siswa pendidikan TNI/Polri dengan besaran reduksi 25 persen untuk kereta kelas eksekutif serta 50 persen  kelas bisnis dan ekonomi, yang berlaku di setiap hari.

“Sedangkan untuk Wartawan, bisa mendaftarkan surat tugas peliputan dengan besaran reduksi untuk kereta kelas bisnis dan ekonomi sebesar 20 persen di setiap hari,” pungkas Luqman.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna membantu masyarakat di dalam memenuhi kebutuhannya sehari hari, kepolisian mendistribusikan air bersih di sejumlah daerah di Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi yang terdampak kekeringan.

Pada Senin (5/8/2019) ini, aparat kepolisian yang di pimpin langsung Kapolres Banyuwangi AKBP Taufiq Herdiansyah Zeinardi memberikan bantuan air bersih di beberapa dusun yang ada di Desa Sidowangi, khususnya di Dusun Pancoran karena dinilai paling terdampak akibat dari musim kemarau panjang yang terjadi saat ini.

Masyarakat setempat harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk bisa mendapatkan air bersih, karena sumber mata air di sungai Pasewaran yang selama ini mengaliri ke pemukiman warga sudah mulai berkurang. Sehingga kondisi air sudah kotor saat akan di konsumsi masyarakat.

Bahkan di Dusun Pancoran ini pula, air bersih baru bisa keluar setelah di lakukan pengeboran sumur sedalam 100 meter.

Kapolres mengatakan, ini merupakan bhakti social yang dilaksanakan jajaran kepolisian yang di harapkan masyarakat bisa terbantu.

“Mereka bisa memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari hari, utamanya untuk minum,” ungkap AKBP Taufiq.

“Untuk kali ini di distribusikan 5000 liter air bersih dan ke depan akan lebih di perbanyak lagi,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, kondisi ini menjadi satu pemikiran pihaknya untuk bisa mendapatkan solusi. Pasalnya, menurut keterangan kepala dusun maupun kepala desa setempat, kekeringan ini terjadi disetiap tahun di saat musim kemarau panjang dan masyarakat mengalami kekurangan air bersih.

“Untuk itulah, kami berpikir mencoba untuk menyelesaikan dan mengatasi permasalahan ini ke depan,” kata Kapolres.

“Misalnya, membuatkan sumur bor di beberapa lokasi yang bisa menyalurkan ke warga yang ada di beberapa desa,” tuturnya.

Sementara itu, memasuki musim kemarau ini, tercatat ada 3 desa di Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.

Ketiga desa tersebut adalah Desa Sidowangi tepatnya di Dusun Pancoran, juga Dusun Jatian Desa Bangsring dan Dusun Karangrejo Selatan Desa Wongsorejo. Seluruhnya berada di daerah perbukitan yang melewati perkebunan.

Disaat musim kemarau panjang seperti saat ini, sumur warga mengalami kekeringan.

Sejumlah pihak sudah memberikan bantuan air bersih, seperti dari BPBD Banyuwangi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jember juga Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur bersama perum perhutani, Masyarakat Peduli Api (MPA) Serta kelompok penyedia makanan dan pemandu wisata tengah berupaya melakukan pemadaman dilahan Cagar Alam Kawah Ijen Banyuwangi yang terbakar.

Awalnya kebakaran tersebut terjadi di petak 80 A kawasan hutan yang di kelola Perum Perhutani. Namun karena adanya angin cukup kencang maka terjadi loncatan api sehingga sebagian masuk ke kawasan Cagar Alam Kawah Ijen, tepatnya di timur laut area pendakian Ijen.

Kepala BKSDA wilayah V Jawa Timur, Sumpena mengatakan, kebakaran tersebut di duga diakibatkan karena kemarau yang cukup panjang. Sehingga menyebabkan tanaman rumput dan semak di lokasi terbakar ditambah tiupan angin yang cukup kencang.

“Kami bersama sejumlah stake holder tersebut terus melakukan pemantauan dan pemadaman di lokasi sekaligus melokalisir agar api tidak meluas,” ungkap Sumpena.

“Semula pemadaman menggunakan kendaraan Klipon yang berisi air untuk di semprotkan ke area yang terbakar. Tapi karena sulitnya medan, kendaraan itu tidak bisa naik menuju ke lokasi,” paparnya.

Akhirnya kata Sumpena, pemadaman menggunakan alat Jejuter berisi air yang di jinjing di punggung dan di semprotkan ke lahan yang terbakar.

“Juga menggunakan berbagai peralatan manual seperti kayu untuk memadamkan api,” tutur Sumpena.

Sementara itu, dari pantauan dilapangan, meskipun terjadi kebakaran lahan namun jalur pendakian ke wisata Kawah Ijen Banyuwangi masih dibuka. Pasalnya, lokasi kebakaran jauh dari puncak kawah atau berada di timur laut Kawah Ijen.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kapal USSN Fall River berlabuh di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, untuk menurunkan tentara amerika serikat yang akan melakukan latihan bersama (Latma) Cooperation Aflot Readiness and Training (Carat) 2019.

Kapal milik US Marine tersebut mengangkut puluhan tentara Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dan berbagai peralatan transportasi dan material selama melaksanakan latihan di Perkebunan Selogiri Desa Ketapang Kecamatan Kalipuro Banyuwangi.

Kedatangan kapal tersebut disambut langsung oleh Komandan Angkatan Laut (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi, Selasa (30/7/2019).

“Ini bukan kapal perang. Tapi kapal ekspedisi yang mengangkut tentara laut Amerika Serikat beserta materialnya,” ujar Danlanal.

Sementara, Latma Carat tersebut merupakan latihan gabungan antara US Navy dan TNI AL Indonesia khususnya marinir.

“Mereka melakukan latihan bersama selama 1 minggu di Perkebunan Selogiri Banyuwangi setelah sebelumnya di gelar di Surabaya,” ungkap Danlanal.

“Nantinya, penutupan juga akan dilakukan di Surabaya dengan total latihan selama 1 bulan,” imbuhnya.

Danlanal menjelaskan, selain latihan bersama, mereka juga akan melakukan bhakti social dengan membangun mushollah, memperbaiki rumah penduduk yang rusak dan beberapa kegiatan lainnya.

Sementara itu, kapal USSN Fall River sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi hanya sehari semalam untuk menurunkan personel dan material.

More Articles ...