radiovisfm.com, Banyuwangi - Untuk mengangkat tradisi budaya masyarakat setempat, seluruh petugas di TPS 06 Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi memakai pakaian kesenian barong.

Masing masing Petugas Pemungutan Suara (PPS) ada yang mengenakan kostum barong laki laki, ada pula yang memakai pakaian pitik pitikan atau ayam ayaman yang selama ini menjadi penyemarak di setiap kesenian barong di gelar, baik di saat dilaksanakannya ritual adat masyarakat maupun ketika tampil di luar desa setempat.

Bahkan, untuk para petugas perempuan memakai kostum seni janger dan beberapa putri sebagai pendamping tokoh utama dalam pagelaran Barong.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) TPS 06 Desa Kemiren, Mega Ayu Imama Wati mengatakan, pihaknya sengaja mengangkat tema kesenian Barong dalam Pemilu kali ini, karena untuk semakin melestarikan adat budaya warga setempat, agar lebih dikenal masyarakat luas.

Juga untuk menarik minat dan antusiasme masyarakat datang ke TPS guna memberikan hak suaranya,” ujar Mega.

Ini sebagai langkah kami di dalam menekan angka Golput demi keberlangsungan nasib Indonesia 5 tahun ke depan,” imbuhnya.

Mega memaparkan, pihaknya menyiapkan sarana prasarana TPS sejak 1 minggu yang lalu dengan biaya swadaya masyarakat, juga dana dari PPS dan PPK.

Mulai dari bersih bersih lokasi yang digunakan TPS hingga kesiapan kostum yang dipakai para petugas,” tutur Mega.

Dari pantauan di lapangan, masyarakat sangat antusias untuk datang ke TPS 06 tersebut. Hal ini terlihat dengan membludaknya masyarakat setempat yang berbondong bondong untuk memberikan hak suaranya sejak pagi. Bahkan, mereka rela antri dan berdesakan menunggu masuk ke bilik suara. Sebagian dari mereka juga membawa anak anaknya, karena mereka ingin menyaksikan pagelaran barong yang ditampilkan di sela sela proses pencoblosan.

Sementara itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 06 Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi sebanyak 256 dengan rincian pemilih laki laki 118 dan perempuam 137 orang serta 1 orang yang masuk DPTB.

Salah satu warga setempat, Mastuki mengaku senang dengan adanya TPS bernuansa seni budaya Desanya tersebut, karena dinilai bisa merangsang semangat para warga untuk memberikan hak suaranya.

Awalnya saya tidak ingin lakukan pencoblosan alias golput,” ungkap Mastuki.

Tapi karena kondisi TPS nya cukup menarik, saya bersemangat memberikan hak suara saya,” imbuhnya.

Bahkan dia juga mengajak anaknya, sekalian untuk menyaksikan pagelaran kesenian Barong di sela sela kegiatan pencoblosan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - TPS 015 Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah Banyuwangi menyiapkan Spot Selfi untuk para pemilih.

Spot Selfi ini berada tepat di pintu masuk TPS, yakni berdiri 3 unit sepeda motor kuno seperti Vespa, Moge dan jenis Sport yang sudah di modifikasi. Di sekelilingnya terdapat beberapa lembar tulisan tentang ajakan datang ke TPS untuk memberikan hak suara yang terpasang di potongan strifum, yang bisa di pegang oleh para pemilih saat berfoto.

Wakil KPPS TPS 015 Kelurahan Bakungan, Budi Santoso mengatakan, pihaknya sengaja menyulap kondisi TPS tersebut berbeda dengan TPS lainnya.

“Ini kami lakukan untuk berikan rasa nyaman kepada para pemilih supaya tidak merasa bosan sebelum maupun setelah mencoblos,” ungkap Budi.

“Di mungkinkan masyarakat bingung dan bosan melihat banyaknya para calon legislative yang terpampang di lembaran kertas,” tuturnya.

Oleh sebab itulah kata Budi, pihaknya menyulap TPS ini menjadi lokasi Spot Selfi supaya mereka tidak jenuh.

“Kami tidak berniat untuk mempromosikan jenis jenis sepeda kuno itu, tapi lebih ke arah sebagai hiburan saja agar masyarakat antusias datang ke TPS memberikan hak suaranya,” papar Budi.

Upaya dari pihak penyelenggara pemungutan suara ini rupanya cukup berhasil. Hal ini terbukti banyaknya masyarakat yang berhenti di depan pintu masuk TPS untuk foto selfi, sebelum masuk dalam bilik suara. Bahkan ada pula yang berebut selfi setelah mencoblos.

Sementara itu, dari data yang ada, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 015 Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah ini sebanyak 195 orang dengan rincian 101 pemilih laki laki dan 94 pemilih perempuan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit.

Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Hal ini disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Hernina Agustin dalam Konfrensi Pers Pembayaran Klaim Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan, Selasa (16/04/2019).

“Hingga hari ini, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo, akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out. Sementara, urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami,” papar Hernina.

“Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, maka transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu,” imbuhnya.

Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud, karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Hernina mengaku, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP. Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya. Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

“Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini terlebih dahulu. Tapi kami memastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku, dapat dilakukan paling lambat hari ini,” papar Hernina.

Dia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh kantor cabang, sehingga masing-masing kantor cabang bisa memantau dan memastikan fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya telah dibayar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hernina memaparkan, dengan dibayarnya hutang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang tertuang dalam regulasi. Diharapkan pula, pihak RS dapat semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN-KIS.

“BPJS selalu berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan yang melayani peserta JKN-KIS untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, sebagaimana yang diatur dalam regulasi yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Herninan

“Dengan demikian diharapkan masyarakat semakin yakin bahwa program ini akan terus berlangsung, rumah sakit jadi lebih tenang dan tenaga kesehatan merasa nyaman,” tuturnya.

Hernina juga menginformasikan bahwa Program JKN-KIS yang dikelola BPJS Kesehatan selain memberikan jaminan layanan kesehatan yang berkualitas, juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kesehatan dan penciptaan lapangan kerja.

“Jika terdapat kekurangan, hendaknya dapat diperbaiki bersama-sama,” imbuhnya.

Menurut Hernina, jangan sampai ada diskriminasi pelayanan yang bersifat kasuistis, lalu digeneralisir, sementara sangat banyak peserta JKN-KIS yang terlayani dengan baik.

Ke depannya imbuh Hernina, pemerintah akan terus menjaga sustainabilitas Program JKN-KIS ini dan pelayanan kepada masyarakat akan terus diperbaiki.

“Kami berterima kasih kepada penyedia layanan (provider) sekaligus mohon maaf serta apresiasi atas kerja sama, pengertian dan kesabarannya selama ini,” pungkas Hernina.

Sebagai informasi, khusus di wilayah kerja Kantor Cabang Banyuwangi terdapat 209 FKTP dan 33 FKRTL yang telah dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi.

Adapun total pembayaran yang dilakukan Kantor Cabang Banyuwangi adalah sebesar Rp 88.536.354.988,- sepanjang bulan April 2019.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pelayanan pembayaran pajak kendaran bermotor di Kantor Samsat Banyuwangi libur selama 2 hari, bersamaan dengan masa Pemilu serentak 2019. Baik untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor 5 tahunan maupun untuk perpanjangan.

Kaur Reg Ident (KRI) Satlantas Polres Banyuwangi, Iptu Budi Hermawan mengatakan, dalam rangka masa Pemilu serentak 2019 ini, pelayanan di kantor Samsat Banyuwangi libur pada tanggal 17 dan 19 April. Sementara, pelayanan di buka kembali pada tanggal 18 dan 20 April.

“Jadi, bagi masyarakat yang pajak kendaraan bermotornya mati pada tanggal 17 April, maka bisa di bayarkan pada tanggal 18 April,” kata KRI.

“Sedangkan yang habis masa berlakunya pada tanggal 19 April bisa di perpanjang pada 20 April,” imbuhnya.

Iptu Budi menjelaskan, jika masyarakat membayarkan pajak kendaraan bermotor yang telah habis masa berlakunya di luar ketentuan tersebut, maka hal itu termasuk dalam pembayaran denda.

“Misalnya, pajak kendaraan bermotornya yang mati pada tanggal 17 April tapi di bayarkan pada tanggal 20 April,” ungkap Iptu Budi.

Bersamaan dengan masa Pemilu serentak ini, pelayanan SIM di Mapolres Banyuwangi juga libur selama 4 hari yakni mulai tanggal 17 hingga 20 April 2019. Dan dibuka kembali pada 22 hingga 27 April 2019.

“Pelayanan pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat berbeda dengan pelayanan SIM di Mapolres Banyuwangi,” kata KRI.

Hal itu disebabkan karena di kantor Samsat melibatkan 3 instansi didalam melakukan pelayanan, seperti Dinas Pendapatan Daerah, Jasa Raharja dan Kepolisian. Sedangkan pelayanan SIM di Mapolres Banyuwangi merupakan satuan internal kepolisian sendiri, yakni Satlantas.

“Ini adalah kebijakan dari masing masing institusi di dalam memberikan pelayanan,” tutur Iptu Budi.

Sehingga bagi yang pajak kendaraan bermotornya mati di saat jadwal hari libur, bisa membayar di esok harinya. Sedangkan untuk masa berlaku SIM yang habis pada rentan waktu pelayanan libur, bisa diperpanjang 1 minggu ke depan sesuai ketentuan yang ada.

Lebih lanjut Iptu Budi Hermawan menghimbau kepada masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan melaksanakan berbagai pedoman ketentuan di masing masing pelayanan.

“Jangan sampai masyarakat melewati batas ketentuan itu supaya tidak dikenakan denda,” pungkas KRI.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Volume penumpang kapal di lintas penyeberangan Ketapang – Gilimanuk terus mengalami peningkatan, dari masyarakat yang akan pulang kampung untuk memberikan hak suaranya pada Pemilu serentak 2019.

Dari data yang di peroleh ASDP, peningkatan penumpang ini terus mengalir dari arah Pelabuhan Gilimanuk Bali dengan prosentase untuk pejalan kaki mencapai 23 persen. Sedangkan kendaraan bermotor berbagai jenis sebesar 20 persen di banding hari biasa.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni mengatakan, peningkatan kendaraan bermotor di dominasi mobil pribadi dan sepeda motor. Yang di prediksi akan terus terjadi hingga Selasa malam (16/04/2019). 

“Puncak membludaknya arus penumpang kapal dari arah Pelabuhan Gilimanuk bali itu terjadi pada Senin malam kemarin,” ungkap Fahmi.

Dia menjelaskan, dalam pelaksanaan Pemilu pada Rabu (17/04/2019) di area Pelabuhan Ketapang Banyuwangi maupun Pelabuhan Gilimanuk Bali tidak disiapkan TPS untuk pencoblosan bagi para pengguna jasa yang kemungkinan melakukan penyeberangan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Kepala Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, untuk bisa di jadikan lokasi pencoblosan jika ada penumpang kapal yang ingin memberikan hak suaranya. Disana tempatnya luas,” papar Fahmi.

Selain itu kata Fahmi, selama pelaksanaan Pemilu di area Pelabuhan Ketapang juga di jaga ketat aparat kepolisian Polres Banyuwangi dan TNI AL serta TNI AD.

Hal ini sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kemungkinan adanya penyusupan oknum tertentu ke Pulau Bali maupun ke Pulau Jawa yang akan membuat kerusuhan selama pelaksanaan Pemilu.

“ASDP juga telah berkoordinasi dengan Polres Jembrana untuk pengamanan di area Pelabuhan Gilimanuk Bali,” kata Fahmi.

Sementara itu, dari pantauan dilapangan, arus penumpang kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi terpantau masih normal hingga menjelang pelaksanaan pencoblosan, meskipun penumpang dari arah Pelabuhan Gilimanuk Bali terus meningkat.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Pada rentang masa Pemilu serentak 2019, pelayanan Surat Ijin Mengemudi (SIM) di Mapolres Banyuwangi libur selama 4 hari. Yaitu tanggal 17, 18, 19 dan 20 April 2019.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi, AKP Prianggo Parlindungan Malau mengatakan, bagi masyarakat pemilik SIM yang habis masa berlakunya di ke 4 tanggal tersebut bisa memperpanjang pada tanggal 22 hingga 27 April 2019 dengan mekanisme perpanjangan SIM.

“Artinya tidak melalui proses pembuatan SIM baru, seperti melewati ujian praktek maupun ujian teori meskipun SIM mereka sudah tidak berlaku lagi,” ujar Kasat Lantas.

Hal itu merupakan keputusan pemerintah dalam hal ini Kepolisian RI berdasarkan ST Kapolda Jatim nomor RT/081/IV/YAN.1/2019.

Kasat Lantas menjelaskan, jika pemilik SIM masa berlakunya habis pada tanggal 17 hingga 20 April namun tidak memperpanjang di tanggal 22 hingga 27 April, maka harus mengikuti prosedur permohonan SIM baru dengan mengikuti ujian teori dan ujian praktek sesuai prosedur mekanisme seperti yang tertuang dalam Perkap nomor 9 tahun 2012 tentang Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Kami sudah lakukan sosialisasi melalui berbagai media social termasuk media lainnya terkait dengan pengumuman liburnya pelayanan SIM di saat masa Pemilu serentak 2019 ini,” papar AKP Prianggo.

“Surat edaran pun sudah di teruskan kepada seluruh satuan kerja yang di harapkan sudah tersampaikan kepada masyarakat di sisa waktu beberapa hari ke depan ini, sebelum tanggal 17 April 2019 saat pencoblosan Pemilu,” pungkasnya.

Sementara itu, pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Mapolres Banyuwangi libur hanya pada tanggal 17 April 2019, saat pelaksanaan Pemilu serentak. Dan pelayanan baru di buka kembali pada Senin, 22 April 2019.

Selama rentan waktu libur pelayanan tersebut, masyarakat masih bisa melakukan perpanjangan SKCK mulai tanggal 15 hingga 22 April 2019 dan bukan membuat SKCK baru.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Guna mengantisipasi adanya aksi kriminalitas di laut, Pangkalan TNI AL Banyuwangi memperketat pengawasan di perairan Selat Bali menjelang maupun disaat hingga setelah pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Pasalnya, sebelum pelaksanaan dan setelah pelaksanaan Pemilu ini terpantau banyak masyarakat Pulau Jawa yang selama ini bekerja di Pulau Bali pulang ke kampung halamannya untuk memberikan hak suara mereka.

Peningkatan penumpang kapal di lintas Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk inilah, yang menjadi sorotan Pangkalan TNI AL Banyuwangi untuk meningkatkan intensitas patroli.

Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (p) Yulius Azis Zaenal mengatakan, dengan meningkatnya volume penumpang kapal dilintas Jawa-Bali ini, di harapkan petugas yang ada dilapangan melakukan pemeriksaan di pintu masuk dan pintu keluar Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk Bali, guna menghindari adanya bahan peledak ataupun minuman keras dan narkoba yang kemungkinan di bawa oleh para pengguna jasa penyeberangan.

“Aparat TNI AL melakukan sweeping di laut dengan menyusuri sepanjang perairan selat bali menggunakan Alutsista yang ada seperti kapal Patkamla juga KAL,” ungkap Danlanal.

“Juga disiagakan kapal KRI Karang Pilang di selat bali untuk menjaga pengamanan selama pelaksanaan Pemilu serentak 2019,” tuturnya.

Danlanal menjelaskan, Lanal Banyuwangi sendiri dibawah Koarmada 2 Surabaya dan peningkatan intensitas patroli menjelang Pemilu ini merupakan perintah langsung dari pimpinan.

Sementara itu, patroli perairan selat Bali ini dilaksanakan aparat TNI AL selama 24 jam dengan personel yang bergantian. Bahkan, setiap pergerakan kapal kecil maupun besar yang melakukan pelayaran juga menjadi perhatian dari TNI AL.

“Ini untuk jaga kemungkinan adanya oknum tertentu yang melakukan penyusupan dari Jawa ke Bali maupun sebaliknya, yang bertujuan untuk membuat kerusuhan saat pelaksanaan Pemilu,” pungkas Danlanal.

 

More Articles ...