radiovisfm.com, Banyuwangi - Selain sedang di bangun Marina dan Pelabuhan Yacht, fasilitas di pantai Boom yang merupakan wisata bahari di pusat kota Banyuwangi bakal di lengkapi dengan Driving Range untuk golf.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung, saat bertemu dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi, Rabu malam (28/11).

“Selain marina dan pelabuhan yacht yang terus genjot pembangunannya, Boom juga bakal dilengkapi dengan driving range,” ungkap Doso.

Driving Range merupakan area berlatih untuk pegolf amatir. Doso optimistis dengan adanya fasilitas ini akan semakin menggenjot pariwisata di Banyuwangi.

“Panorama selat Bali bakal menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta golf untuk bisa merasakan drive di pantai Boom,” kata Doso.

Eks Dirut Pelindo IV tersebut menargetkan, Desember mendatang telah dimulai proses pembangunannya.

“Investornya sudah ada, tinggal mematangkan desain,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Anas menyambut positif gagasan dari Dirut Pelindo III tersebut.

“Dengan adanya lapangan itu, bakal memberikan opsi baru bagi wisatawan yang akan berlibur ke Banyuwangi,” tutur Bupati Anas.

Menurutnya, ini akan menambah amenitas di Banyuwangi. Wisatawan minat khusus, seperti pecinta olahraga, bisa mendapatkan pilihan baru untuk menghabiskan liburannya di Banyuwangi.

“Apalagi, bulan depan akan dibuka penerbangan langsung Kuala Lunpur dari Banyuwangi, tentunya amenitas kelas internasional ini menjadi destinasi baru bagi wisatawan,” papar Bupati Anas.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Ratusan rumah warga di 2 desa di Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi terendam banjir mencapai 1 meter lebih.

Hujan deras yang mengguyur kawasan setempat sejak Selasa sore (27/11) hingga Rabu dini hari (28/11) menyebabkan debit air di aliran sungai meluap hingga ke perkampungan warga karena tidak bisa menampung volume air yang terus meningkat.

Sementara dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, banjir ini menggenangi sekitar 500 an lebih rumah warga di Desa Pesanggaran dan Desa Sumberagung. Untuk di Dusun Ringinagung Desa Pesanggaran tercatat ada 167 rumah warga di 3 RT terendam banjir mencapai 2 meter, utamanya di area petak 56.

Sedangkan di Dusun Ringinmulyo di desa yang sama, ada 24 rumah terdampak banjir setinggi 1 meteran.

Untuk di kawasan Desa Sumberagung, tepatnya di Dusun Silirbaru mencapai 300 an rumah terendam banjir. Juga di Dusun Rejoagung tercatat ada 65 rumah. Selain itu, ada puluhan rumah di Dusun Pancer juga mengalami kondisi yang sama.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram mengatakan, yang terparah banjir melanda di petak 56 Dusun Ringinagung.

“Kondisi ini sudah di prediksi sebelumnya oleh warga setempat, sehingga di saat turun hujan deras mereka mulai bergotong rotong mengamankan barang berharga mereka,” papar Eka.

Meski demikian, daerah setempat terisolir sehingga masyarakat tidak bisa melakukan aktifitas sehari hari. Dan pihak BPBD memberikan bantuan sekitar 200 an nasi bungkus kepada para warga.

“Banjir juga menggenangi sepanjang ruas jalan menuju wisata pantai Pulau Merah tepatnya di kawasan Dusun Silirbaru setinggi 50 centimeter,” ujar Eka.

Dari pantauan di lapangan, hanya masyarakat yang ada di Dusun Ringinagung yang mengungsi di sejumlah lokasi. Sedangkan di wilayah lainnya, masyarakat masih memilih bertahan di rumahnya.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Kecelakaan antar mobil travel yang terjadi di jalan Raya di kawasan Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, menyebabkan 8 orang penumpang dari kedua kendaraan tersebut mengalami luka luka cukup parah.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Situbondo Dusun Curah User Desa Sidodadi Kecamatan Wongsorejo, tepatnya di depan warung barokah, yaitu antara mobil Travel Penjor bernopol DK 9152 AB dengan mobil Travel Si Bolang Jangkar bernopol DK 1475 OE.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Ipda Ardhi Bita Kumala mengatakan, dari hasil olah TKP kepolisian, mobil Travel Penjor yang di kemudian oleh Imron Zainuri (35) warga Jalan Bungtomo X nomor 1 Denpasar Utara, Denpasar Bali melaju dari utara ke selatan dengan kecepatan tinggi membawa 4 orang penumpang.

“Sesampainya di TKP, mobil itu mendahului kendaraan Truck dan memakan marka jalan,” ungkap Kanit Laka.

Bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan melaju mobil Travel Si Bolang yang di kemudikan Moh. Jakfar Arroji (22) warga Dusun Krajan RT 03 RW 02 Desa Jangkar Kecamatan Situbondo bermuatan 4 orang penumpang juga.

“Di duga karena jaraknya terlalu dekat dan kedua pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya, sehingga terjadi kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada bagian depan kedua kendaraan itu,” papar Kanit Laka.

Sementara atas peristiwa ini, sopir mobil Travel Si Bolang, Moh Jakfar Arroji mengalami patah tulang pada kaki kanannya dan langsung di bawa ke sangkal putung.

Sedangkan 4 orang penumpangnya, Rita (28) warga Asmil 514 Raiders Bondowoso mengalami luka trauma pada punggung dan tidak bisa digerakkan. Marhaniyah (59) warga Lingkungan Batu Putih Kelurahan Karang Nangka Kecamataan Raas Kabupaten Sumenep mengalami luka lebam pada mata kanan, Bahrawi (39) warga Lingkungan Tuban Geriya Kelurahan Tuban Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Bali mengalami luka bengkak pada kaki kanannya, serta Mahwiya (42) warga Dusun Banyu Putih RT 01 RW 01 Desa Karang Nangka Kecamatan Raas Kabupaten Sumenep mengalami luka lebam pada mata kanannya. Dan ke empatnya mendapat perawatan di Puskesmas Bajulmati Wongsorejo.

Sementara sopir mobil Travel Penjor, Imron Zainuri mengalami patah tulang pada kaki kanan dan kiri, yang di rujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi.

Sedangkan 4 orang penumpangnya, Chuswantoro (56) warga Desa Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang mengalami luka serta robek pada pelipis kanan dan kiri, Ria Alfiani (28) warga Dusun Dringo RT 08 RW 02 Desa Giri Jati Kecamatan Purwosari Kabupaten Gunung Kidul mengalami luka bengkak pada kaki kirinya, Karyono (60) warga Desa Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang mengalami luka bengkak pada kaki kanannya serta Fitri (40) mengalami patah tulang pada kaki kirinya dan juga di rujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi. Sedangkan 3 penumpang lainnya di rawat di Puskesmas Bajulmati Wongsorejo.

“Untuk korban yang berdomisili di Kota Malang kini perawatannya di rujuk ke rumah sakit daerah setempat. Sedangkan korban warga Bali di rujuk ke rumah sakit Sanglah Denpasar Bali,” ujar Kanit Laka.

Setelah berhasil di evakuasi, kedua kendaraan travel tersebut di amankan di Unit Laka Polres Banyuwangi.

“Dua orang sopir kendaraan dimintai keterangan kepolisian,” pungkas Kanit Laka.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Salah satu ruangan kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatuth Thullaab Desa Segobang Kecamatan Licin Banyuwangi jebol akibat diterjang tanah longsor, yang menyebabkan terganggunya proses belajar mengajar.

Dimana, ruangan yang biasa di gunakan oleh siswa siswi kelas 1 tersebut rusak parah. Dinding jebol dan di dalam kelas di penuhi lumpur dan tanah dari areal persawahan yang ada di sisi utara gedung kelas tersebut.

Bahkan, media pengajaran yang terpasang di dinding sebagian rusak parah. Juga bangku dan kursi tertimbun lumpur.

Kepala Sekolah MI Nahdlatuth Thullaab, Dikri mengatakan, hujan deras mengguyur kawasan Desa Segobang pada Minggu sore (25/11) sejak pukul 17.00 hingga pukul 19.00 WIB dengan intensitas cukup tinggi.

Dan salah satu ruangan kelas yang jebol ini baru di ketahui Dikri beserta guru lainnya pada Senin pagi (26/11) saat akan melaksanakan proses belajar mengajar.

“Kami meliburkan seluruh siswa siswi mulai kelas 1 hingga kelas 6,” ujar Dikri.

“Saya minta mereka untuk kerja bakti bergotong royong membersihkan kelas itu, dengan di bantu aparat kepolisian Polsek Licin Banyuwangi dan para relawan,” paparnya.

Dikri mengaku, di sisi utara gedung sekolahan memang terdapat areal persawahan dengan posisi tanah yang lebih tinggi dari ruang kelas. Sehingga, di saat di guyur hujan cukup deras dengan waktu yang cukup lama, tanah di persawaahan tersebut ambrol dan menghantam dinding kelas hingga jebol.

Dikri menjelaskan, pada Selasa (27/11) proses belajar mengajar akan kembali dilaksanakan.

“Tapi khusus untuk siswa siswi kelas 1 rencananya di laksanakan di Mushollah sekolah. Ataukah jam masuk sekolah diatur bergantian antar kelas,” ungkap Dikri.

Diakui Dikri, pada 3 Desember mendatang seluruh siswa siswi akan melaksanakan ujian semester.

“Inilah jadi kendala bagi Dikri, untuk menempatkan pelajar kelas 1 di dalam mengerjakan soal soal ujian itu,” kata Dikri.

Pasalnya, pihak sekolah dipastikan tidak akan melakukan pembangunan ruangan kelas itu terlebih dahulu karena terbentur biaya.

“Kami sudah ajukan dana bantuan kepada Kantor Kementrian Agama Banyuwangi dan UPTD Dinas Pendidikan Banyuwangi,” pungkas Dikri.

Berdasarkan data yang ada, jumlah pelajar kelas 1 MI Nahdlatuth Thullaab tersebut sebanyak 32 siswa. Sementara total dari kelas 1 hingga kelas 6 tercatat ada 197 siswa.

Sementara itu, selain MI di area setempat juga terdapat Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nahdlatuth Thullaab dengan jumlah murid 117 siswa, yang menempati 5 ruangan kelas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Berkunjung ke Banyuwangi, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) RI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengapresiasi sejumlah perkembangan di Kabupaten ujung timur pulau jawa tersebut.

Marsekal Hadi berkunjung ke Banyuwangi selama dua hari, Selasa-Rabu (27-28/11).

Saat baru mendarat di Bandara Banyuwangi, Marsekal Hadi memuji konsep arsitektur hijau di terminal Bandara. Meski sebagian besar ruangan tanpa AC, terminal bandara tetap sejuk dengan pengaturan sirkukasi udara dan aliran air di kolam ikan yang mengelilingi tiap sudut terminal.

“Sebagai pintu gerbang, Bandara Banyuwangi sangat bagus,” ungkapnya.

“Jika akses berupa bandara itu telah baik, maka akan berdampak baik pula dengan taraf perekonomian daerah setempat,” ujar Pria kelahiran Singosari, Malang tersebut.

Dia mengaku tidak heran, jika beberapa indikator kemajuan ekonomi Banyuwangi telah menyalip sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Dalam kunjungannya ke Banyuwangi, Marsekal Hadi menyempatkan diri bersilaturrahim dengan para ulama se-Banyuwangi di Aula PC Nahdlatul Ulama, Selasa malam (26/11). 

Usai acara tersebut, Hadi diajak Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi Pendopo Sabha Swagata Blambangan. Kembali dia terkesan dengan arsitektur bangunan di Banyuwangi. Marsekal Hadi diajak melihat bangunan guest house bawah tanah. Guest house itu tersembunyi di bawah bukit hijau yang terhampar di sisi kiri kanan halaman belakang pendopo. 

Tidak hanya itu, Hadi juga tertarik furniture kayu yang mendiami pendopo. Mulai dari kursi, meja, dan buffet penghias.

“Saya tertarik dengan kursi dari potongan lesung bekas ini,” tutur Hadi.

Bupati Anas menceritakan, pihaknya sengaja mendesain pendopo sebagai ruang pamer terhadap produk-produk Banyuwangi, termasuk industri furniture.

“Supaya, setelah orang ke pendopo, bisa tertarik membeli ke para perajinnya,” ujar Bupati Anas.

Marsekal Hadi sangat menikmati suasana pendopo yang asri. Selama 1,5 jam di sana, Hadi menikmati kopi Banyuwangi sambil menikmati alunan musik angklung yang ada di Pendopo.

Kunjungan Marsekal Hadi ke Banyuwangi sendiri dalam rangka meninjau latihan gabungan TNI di Asembagus, Situbondo. Hadi bermalam di salah satu hotel berbintang di Banyuwangi, untuk kemudian bertolak ke Asembagus meninjau latihan tersebut.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Sekitar 50 ribuan jama’ah pecinta Sholawat dan NKRI memenuhi lokasi Festival Banyuwangi Bersholawat di Stadion Diponegoro, Senin malam (26/11).

Hujan yang sempat mengguyur Banyuwangi tidak menyurutkan langkah para pecinta sholawat tersebut untuk hadir. Sejak sore mereka telah memadati lokasi acara.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Banyuwangi Bersholawat kali ini juga menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qadir dari Solo. Pemimpin grup sholawat Ahbabul Musthofa tersebut memang memiliki penggemar fanatik di seluruh Nusantara, bahkan mancanegara.

Mereka yang menamakan diri Syekhermania itu, siap memadati majelis sholawat di manapun berada. Tidak hanya lantunan sholawat yang berkumandang. Namun, tak kalah antusiasnya pekik nasionalisme dan ungkapan cinta NKRI turut bergema dari seluruh stadion.

Nuansa nasionalisme tidak hanya terdengar dari syair-syair sholawat yang disenandungkan Habib Syech. Tapi seolah dikomando, para pengunjung pun kompak mengibarkan bendera merah putih yang sengaja mereka bawa. Sembari mengajarkan tidak hanya sholawatan, namun juga untuk mencintai NKRI.

“Kehidupan beragama di Indonesia merupakan kenikmatan yang luar biasa. Antara agama dan negara tidak saling menegasikan, tapi justru saling mendukung,” papar Habib Syech.

Menurutnya, bisa bersholawatan seperti ini dinilainya sebagai kenikmatan yang luar biasa dan sulit ditemukan di negara lain sehingga ini wajib di jaga.

“Jangan mengaku paling beragama lalu ingin merusak negara ini,” ungkap Habib Syech.

Event tersebut mendapat apresiasi positif dari Kepala Kantor Staf Presiden Jendral (Purn) Moeldoko yang hadir pada acara tersebut.

“Kolaborasi yang sangat apik antara ulama, umara dan umat seperti pada kegiatan ini akan menjadi pilar utama dalam membangun stabilitas negara,” kata Moeldoko.

“Saya meyakini Indonesia akan tetap aman,” imbuhnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta, persatuan berbagai elemen masyarakat di Banyuwangi terus dijaga. Berbagai kegiatan bersama maupun komunikasi dengan pemuka agama terus digalakkan.

“Kami merangkul para pemuka agama, para kiai, habaib untuk terlibat dalam berbagai upaya pemerintah untuk menentukan berbagai kebijakannya,” papar Bupati Anas.

“Ini merupakan bagian dari menjaga kondusivitas dan kemajuan Banyuwangi,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, juga hadir Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan. Ulama asal Banten tersebut, hadir untuk memberikan tausiyah. 

Acara tersebut juga dihadiri puluhan kiai dan habaib berbaur dengan para pejabat yang juga menyempatkan diri bergabung. Selain Kepala Kantor Staf Presiden, hadir juga Ketua APKASI Mardani Maming dan Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Akibat terjadinya longsor di sepanjang jalan yang menghubungkan dua desa di wilayah Kecamatan Licin Banyuwangi, menyebabkan terganggunya akses jalur ke wisata Kawah Ijen.

Longsor ini tepatnya terjadi di jalan penghubung antara Desa Jelun dengan Desa Banjar. Dan di lokasi longsor tersebut terdapat jurang cukup dalam, sehingga membahayakan bagi pengendara kendaraan bermotor.

Untuk mengantisipasi adanya korban jiwa maupun kecelakaan kendaraan bermotor, di lokasi di pasang police line supaya para pengendara berhati hati dan mengurangi laju kecepatan kendaraannya.

Salah seorang warga Desa Jelun, Asrorik mengatakan, pada minggu sore (25/11) di wilayah setempat di guyur hujan cukup deras hingga beberapa jam. Menyebabkan aliran air di dam yang ada di sisi barat dan masuk kawasan Desa Banjar meluap membawa lumpur dan berbagai macam material.

“Air meluber ke jalan raya sampai ke jembatan cawan, yang jadi penghubung antara Desa Jelun dengan Desa Kenjo Kecamatan Glagah,” ungkap laki laki berusia 42 tahun tersebut.

Dia menjelaskan, karena debit air yang menggenangi jalanan cukup tinggi, menyebabkan dua sepeda motor hanyut terbawa air. Sedangkan dua pengendaranya berhasil di selamatkan meskipun sempat terseret.

“Tapi saya tidak tahu persis kejadian itu, hanya katanya saja,” tutur Asrorik.

Sementara itu, di titik akhir aliran banjir ini tepatnya di area jembatan cawan di penuhi lumpur hingga memenuhi seluruh badan jalan, yang menyebabkan puluhan pengendara sepeda motor sempat terjatuh karena licin.

Hingga Senin siang (26/11), di sekitaran jembatan cawan terpantau masih ada beberapa orang warga yang membersihkan lumpur. Padahal di bawah jembatan cawan tersebut terdapat aliran air yang bejarak kurang lebih 7 meteran dari badan jalan.

Namun karena volume air yang membawa lumpur cukup tinggi, tidak bisa masuk ke aliran sungai yang debitnya juga meningkat segnifikan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait luapan banjir di wilayahnya ini, Camat Licin Banyuwangi, Hartono tidak bersedia berkomentar dengan alasan masih dalam perjalanan dari luar kota.

Demikian halnya dengan Kapolsek Licin, AKP Jupriyadi yang tidak mengangkat ponselnya saat di hubungi. Bahkan di datangi di Mapolsek pun, Kapolsek tidak berada di tempat.

Juga Danposramil Licin, Peltu Ludiyanto yang enggan berkomentar dan memilih menyerahkan kepada Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol Infantri Ruli Nuryanto untuk memberikan keterangan.

 

More Articles ...