radiovisfm.com, Banyuwangi - Akibat adanya kecelakaan beruntun di jalur pantura Banyuwangi-Situbondo di kawasan jalan raya Baluran, menyebabkan terjadinya kemacetan kendaraan bermotor hingga sejauh 10 KM.

Terpantau di lapangan, antrian kendaraan mengular ke utara dan selatan. Bahkan untuk yang mengarah ke selatan mencapai hingga di kawasan Desa Sumberanyar Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi.

Sementara, aparat kepolisian Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi bersama polsek setempat mengatur arus kendaraan bermotor dengan system buka tutup, agar kemacetan tidak semakin parah.

Kapolsek Wongsorejo Banyuwangi, Iptu Kusmin mengatakan, di lokasi kejadian tengah di lakukan upaya evakuasi terhadap sejumlah kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan.

“Akibatnya, kendaraan yang melintas harus mengurangi kecepatan agar tidak terjadi peristiwa serupa,” ujar Iptu Kusmin.

“Kecelakaan ini terjadi antara 2 kendaraan truck dengan 2 bus rombongan guru TK se Kecamatan Gresik juga 1 mobil pick up serta 1 minibus, yang menyebabkan 1 orang penumpang bus meninggal dunia,” tuturnya.

Dalam incident ini, 2 orang di kabarkan Luka Berat dan 10 orang luka ringan serta 1 korban meninggal dunia yakni Masrukah (55) alamat Usman Sadar 4/9 RT 01 RW 02 Desa Karang Turi Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik.

“Yang terparah adalah pengemudi mobil Ertiga bernopol BP 1096 ME, Suwandy Sucioto (39) warga Sakura Garden Blok II nomor 02 RT 01 RW 04 Desa Kampung Sraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, mengalami luka parah pada wajahnya,” papar Kapolsek.

Sementara istrinya, Emi Suwila (32) mengalami luka lecet pada kaki kanan dan tangan kiri. Serta dua anaknya, Justin (6) dan adiknya masih berusia 3 tahun mengalami luka ringan.

“Seluruhnya di larikan ke IRD RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan penanganan medis,” imbuh Kapolsek.

Sementara itu, untuk para korban lainnya menjalani rawat jalan. Peristiwa ini terjadi saat Kendaraan truck bernopol DR 8806 AZ melaju dari arah Situbondo menuju Banyuwangi.

Sesampainya di TKP, kendaraan truck tersebut mengalami rem blong sehingga terus melaju dan menabrak rangkaian kendaran yang sedang dalam posisi berhenti di karenakan adanya perbaikan jalan.

Yaitu Minibus Ertiga, Kendaraan Bus W 7638 UN dan Bus lainnya yang membawa rombongan guru TK se Kecamatan Gresik, juga di depannya berhenti Kendaraan Truck nopol S 8861 UQ yang di kemudikan Ahmad Subiyakto (58) warga Pakis Jalio Blok B4 RT 02 RW 03 Kecamatan Banyuwangi dan kendaraan L300 bernopol L 9363 P, yang seluruhnya pada posisi searah.

Sedianya, rombongan guru TK tersebut diangkut dengan 5 unit bus, namun 3 bus lainnya berada di barisan paling depan dan mereka hendak berwisata ke pulau Bali.

Akibat peristiwa ini, seluruh kendaraan terguling di tengah jalan, bahkan barang yang diangkut truck tersebut juga berserakan. Yang paling parah adalah kondisi mobil Ertiga yang nyaris ringsek seluruhnya.

Bahkan, si pengemudi kesulitan untuk di keluarkan dari dalam kendaraannya oleh masyarakat setempat.

 

 

 

 


radiovisfm.com, Banyuwangi - Kecelakaan beruntun di jalur pantura Banyuwangi-Situbondo tepatnya di kawasan jalan raya Baluran, antara 2 kendaraan truck dengan 2 bus rombongan guru TK se Kecamatan Gresik juga 1 mobil pick up serta 1 minibus, yang menyebabkan 1 orang penumpang bus meninggal dunia.

Dalam incident ini, 2 orang di kabarkan Luka Berat dan 10 orang luka ringan serta 1 korban meninggal dunia tersebut.

Yang terparah adalah pengemudi mobil Ertiga bernopol BP 1096 ME, Suwandy Sucioto (39) warga Sakura Garden Blok II nomor 02 RT 01 RW 04 Desa Kampung Sraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, mengalami luka parah pada wajahnya. Sementara istrinya, Emi Suwila (32) mengalami luka lecet pada kaki kanan dan tangan kiri. Serta dua anaknya, Justin (6) dan adiknya masih berusia 3 tahun mengalami luka ringan. Seluruhnya di larikan ke IRD RSUD Blambangan Banyuwangi guna di lakukan penanganan medis.

Peristiwa ini terjadi saat Kendaraan truck bernopol DR 8806 AZ melaju dari arah Situbondo menuju Banyuwangi. Sesampainya di TKP, kendaraan truck tersebut mengalami rem blong sehingga terus melaju dan menabrak rangkaian kendaran yang sedang dalam posisi berhenti di karenakan adanya perbaikan jalan.

Yaitu Minibus Ertiga, Kendaraan Bus W 7638 UN dan Bus lainnya yang membawa rombongan guru TK se Kecamatan Gresik, juga di depannya berhenti Kendaraan Truck nopol S 8861 UQ yang di kemudikan Ahmad Subiyakto (58) warga Pakis Jalio Blok B4 RT 02 RW 03 Kecamatan Banyuwangi dan kendaraan L300 bernopol L 9363 P, yang seluruhnya pada posisi arah bersamaan.

Sedianya, rombongan guru TK tersebut diangkut dengan 5 unit bus, namun 3 bus lainnya berada di barisan paling depan dan mereka hendak berwisata ke pulau Bali.

Akibat peristiwa ini, seluruh kendaraan terguling di tengah jalan, bahkan barang yang diangkut truck tersebut juga berserakan. Yang paling parah adalah kondisi mobil Ertiga yang nyaris ringsek seluruhnya.

Bahkan, si pengemudi kesulitan untuk di keluarkan dari dalam kendaraannya oleh masyarakat setempat.

“Seluruh korban luka luka baik ringan maupun berat mendapat santunan maksimal Rp 20 juta,” ujar Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Banyuwangi, Bambang Purwoko.

Berikut nama nama korban dalam kecelakaan beruntun tersebut.

Penumpang bus 2.

1. Masrukah (55) alamat Usman Sadar 4/9 RT 01 RW 02 Desa Karang Turi Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik mengalami cidera di kepala dan meninggal dunia di TKP.

2. Roben (60) warga Simpang Nias 17 RT 03 RW 07 Desa Randuagung Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, mengalami luka robek pada pelipis kanana dan keseleo kaki kanan.

3. Sujiati (45) warga Panglima Sudirman 120 RT 01 RW 03 Desa Sidomoro Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik mengalami luka robek pada mulut

4. Defitra (34) warga Manyar Kartika 8/18 RT 03 RW 01 Desa Menur Pumpung Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya, mengalami cidera pada tangan kanan.

5. Muamar Saiful Qathafi (26) warga Peindilan Sumur 3 RT 04 RW 03 Desa Kapasari Kecamatan Genteng, Surabaya mengalami luka lecet pada tangan dan kaki kiri.

6. Siryantoko (61) warga Ngipik RT 03 RW 02 Desa Ngipik Kecamatan Gresik mengalami luka lecet pada kaki kanan dan kiri.

7. Sugi Astuti (55) warga Ngipil RT 03 RW 02 Kecamatan Gresik mengalami luka lecet pada tangan kanan dan kiri serta pada lutut kaki kanan.

8. Rini Nuryati (51) warga Simpang Nias 17 RT 03 RW 07 Desa randu Agung Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik, mengalami luka robek apda bibir.

9. Pengemudi bus 2, Anwar Suyono (33) warga Purwoasri RT 04 RW 08 Singosari Kabupaten Malang, mengalami cidera pada kepala dan kaki kirinya.

Serta Pengendara mobil Ertiga, bernopol BP 1096 ME, Suwandy Sucioto (39) warga Sakura Garden Blok II nomor 02 RT 01 RW 04 Desa Kampung Sraya Kecamatan Batu Ampar Kota Batam, mengalami luka parah pada wajahnya. Sementara istrinya, Emi Suwila (32) mengalami luka lecet pada kaki kanan dan tangan kiri. Serta dua anaknya, Justin (6) dan adiknya masih berusia 3 tahun mengalami luka ringan.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Jenazah bocah yang meninggal dunia setelah sepeda motor yang di tumpangi bersama kedua orang tuanya mengalami kecelakan di tikungan tanjakan erek erek di kawasan Kawah Ijen Banyuwangi, akhirnya di makamkan di kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasca mengalami kecelakaan pada Selasa (3/7/2019), jenazah M Ali Sauki (6) di larikan ke kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi untuk di lakukan otopsi lalu di inapkan. Korban mengalami kecelakaan saat baru saja berwisata di Kawah Ijen Banyuwangi.

Ceritanya, Ari Budi Prasetyo (34) tercatat sebagai warga Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) membawa istri dan kedua anaknya untuk berwisata ke Kawah Ijen dengan mengendarai sepeda moor jenis matic Honda Vario bernopol EA 4431 Y. Sepulangnya dari kawah, mereka melintasi turunan yang cukup tajam atau biasa di sebut erek erek.

Dan di duga karena rem sepeda motornya blong, Ari tidak bisa menguasai kendaraannya hingga menabrak pembatas jalan di tikungan berupa ban ban yang di tumpuk di sekitar lokasi.

Akibatnya, Ari mengalami patah tulang pada kakinya. Sementara istri dan anaknya yang masih berumur 3 bulan berhasil terselamatkan dari kecelakaan maut tersebut. Sedangkan anaknya yang berusia 6 tahun meninggal dunia di lokasi. Pasalnya, selama perjalanan posisi korban berada di depan.

Kanit Laka Polres Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala membenarkan adanya peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa di tikungan mayit Kawah Ijen tersebut.

“Ini untuk ke enam kalinya peristiwa yang sama terjadi di lokasi itu dengan korban meninggal dunia,” ungkap Iptu Ardhi.

Dia mengatakan, pemasangan ban yang di tumpuk di TKP tersebut merupakan inisiatif dari warga sekitar lereng Kawah Ijen, supaya tidak kembali merenggut korban jiwa disaat kendaraan yang di kendarai mengalami rem blong,

“Kondisi jalanan dilokasi menurun cukup tajam,” pungkas Iptu Ardhi.

Petugas kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi, Wahyudi mengaku, setelah di inapkan selama sehari semalam, jenazah korban di bawa ke kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Timur oleh keluarganya, Kamis siang (4/7/2019).

Sementara bapak korban masih menjalani perawatan di rumah sakit Yasmin Banyuwangi karena kondisi lukanya cukup parah. Sehingga di mungkinkan tidak bisa mengikuti pemakaman jenazah anaknya.

Dari pantauan di lapangan, rupanya Ari Budi Prasetyo tersebut merupakan warga asli Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi dan menikah dengan warga Bima NTB hingga menetap dan ber KTP wilayah setempat.

Keberadaannya di Banyuwangi terhitung sejak sebelum lebaran saat mudik lalu. Dan mereka sempat kost di kawasan Kecamatan Giri Banyuwangi.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Perempuan asal Kecamatan Srono meninggal dunia di lokasi, setelah sepeda motornya menabrak kendaran truck tronton yang mogok di kawasan jalan raya jurusan Banyuwangi-Jember Desa Pakistaji Kecamatan Kabat, Rabu malam (3/7/2019). Tepatnya di utara gedung Mapolsek Kabat Banyuwangi.

Menurut keterangan saksi mata, awalnya kendaraan truck Tronton Nissan bernopol H 1757 FR yang di kemudikan Eko Hari Cahyono (33) warga Dusun Wagir RT 06 RW 02 Desa Parangargo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang berpenumpang Etik Kusnia (28), istrinya mengalami mogok dan terparkir di bahu jalan sisi timur menghadap ke selatan.

Selang beberapa lama melaju sepeda motor Honda Beat bernopol P 6940 YD yang di kemudikan Ambani (54) warga Dusun Komis Wetan RT 03 RW 05 Desa Wonosobo Kecamatan Srono Banyuwangi melaju dari arah utara ke selatan.

Kanit Laka Polres Banyuwangi Iptu Ardhi Bita Kumala yang mendatangi TKP mengatakan, saat itulah, sepeda motor yang di kemudian Ambani menabrak truck tronton tersebut dan terlempar hingga mengalami patah tulang terbuka pada kaki kirinya dan beberapa luka robek pada kepalanya serta dari mulutnya mengeluarkan darah.

“Karena kondisinya kritis, korban pun di larikan ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk di lakukan penanganan medis,” kata Iptu Ardhi.

“Tapi naas, korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit,” tuturnya.

Iptu Ardhi menjelaskan, dari hasil olah TKP sementara kepolisian, peristiwa ini terjadi akibat kekurang hati hatian atau kelalaian si pengendara sepeda motor sehingga menabrak truck yang sedang terparkir di bahu jalan.

Sementara itu, akibat adanya peristiwa ini, arus lalu lintas di sekitar TKP terjadi kemacetan dari dua arah. Pasalnya, warga setempat di bantu sejumlah pengendara kendaraan bermotor mengevakuasi jenazah dan sepeda motor korban ke pinggir jalan.

Selanjutnya, pengemudi kendaraan Truck Tronton menjalani pemeriksaan di kantor Unit Laka Polres Banyuwangi.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Seluruh pejabat Polda Jawa Timur dan 38 Kapolres se Jawa Timur menggelar Rakor Analisa dan Evaluasi (Anev) di Banyuwangi, yang di pimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan.

Rombongan Polda Jatim ini menggelar kegiatan Analisa dan Evaluasi Jawa Timur selama dua hari, Kamis dan Jumat (4-5/7/2019) untuk mengevaluasi pengamanan pemilihan legislatif dan Pilpres 2019. Juga terkait Operasi Mantab Brata dan Operasi Ketupat. Ini merupakan kegiatan Anev perdana yang digelar di luar Surabaya.

Rombongan di terima jajaran Pemkab Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan saat baru tiba pada Selasa malam (3/7/2019). Kapolda Jatim juga memuji keindahan Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Para Bhayangkari yang hadir langsung berswafoto di lokasi Pendopo yang mengusung konsep arsitektur hijau dengan bukit-bukit seperti di film Teletubbies ini. Selanjutnya, Rabu (4/7/2019) rombongan menggelar kegiatan Anev yang di lanjutkan dengan sejumlah acara lainnya.

“Dalam Anev ini disampaikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk kembali focus pada tugas tugasnya, setelah disibukkan dengan berbagai kegiatan mulai dari Pilpres, Operasi Mantab Brata menjelang Ramadhan hingga Operasi Ketupat saat angkutan lebaran 2019,” papar Kapolda.

Dan Kapolda mengaku bersyukur, pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah Jawa Timur berjalan aman. Sehingga ke dapan, seluruh aparat kepolisian mulai kembali ke fungsinya masing masing terhadap pengungkapan kasus serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami sengaja memilih Banyuwangi untuk lokasi di gelarnya kegiatan Anev ini karena Banyuwangi menjadi perhatian secara nasional atas perkembangan daerahnya yang cukup pesat, terutama pada destinasi wisatanya,” pungkas Kapolda.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jatim yang mempercayakan kegiatan Polda di Banyuwangi. 

“Saat ini Banyuwangi berikhtiar mendorong banyak wisata MICE, seperti pertemuan-pertemuan ini. Berbagai kementerian, BUMN, lembaga juga menggelar acara di Banyuwangi,” ungkap Bupati Anas.

Dan kini kunjungan wisatawan domestik di Banyuwangi mencapai 5 juta jiwa dari sepuluh tahun lalu hanya sekitar 500 ribu orang.

“Adapun wisatawan mancanegara naik dari 5 ribu ke posisi 127 ribu pada 2018,” tutur Bupati Anas.

 

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Tim gabungan dari Satpol Airud, TNI AL, Basarnas dan nelayan setempat terus melakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi yang diketahui hilang saat melaut.

Junaidi (59) tercatat sebagai warga Dusun Patoman Timur RT 02 RW 01 Desa Patoman kini belum diketahui keberadaannya, setelah sebelumnya melaut di kawasan perairan selat bali menggunakan perahu jukung miliknya.

Pada Selasa dini hari (2/7/2019) sekira pukul 03.00 WIB, Korban berangkat melaut bersama teman temannya sesama nelayan dengan membawa 4 perahu jukung.

Sesampainya di tengah laut, tiba tiba perahu yang di tumpangi korban seorang diri mengalami mati mesin dan tertinggal oleh teman nelayan lainnya. Selang beberapa lama, korban tidak juga kembali ke rombongan dan selanjutnya mereka mencari ke lokasi perahu korban saat mengalami mati mesin tersebut.

Namun hingga sore hari, korban tidak juga di temukan hingga akhirnya seluruh temannya sesama nelayan menyandarkan perahunya di pinggir pantai Patoman Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi.

Kasat Polairud Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, setelah mendapat informasi dari nelayan setempat, pihaknya langsung bergerak melakukan pencarian dengan menyisir di sepanjang perairan selat bali.

Selain aparat kepolisian Satpolairud, pencarian ini juga melibatkan anggota TNI AL Banyuwangi, Basarnas dan puluhan nelayan setempat.

“Tim gabungan yang melakukan penyisiran terbagi dalam 2 kelompok dengan menggunakan perahu karet dan kapal jenis C3, hingga sejauh 2 mil dari lokasi saat perahu korban mengalami mati mesin,” papar AKP Subandi.

“Selanjutnya menyisir hingga ke wilayah selatan dan utara perairan Banyuwangi, namun belum juga membuahkan hasil,” imbuhnya.

Sementara, pencarian ini sempat di hentikan beberapa kali karena terkendala cuaca buruk, yakni gelombang tinggi dan angin cukup kencang.

AKP Subandi mengaku, saat ini aparat Satpolairud siaga di kawasan Pantai Bangsring Kecamatan Wongsorejo atau di wilayah utara Banyuwangi menunggu cuaca di perairan selat bali membaik, karena saat ini tengah terjadi gelombang tinggi.

“Pencarian ini kami lakukan hingga 7 hari mendatang,” ujar AKP Subandi.

Sementara itu, puluhan nelayan teman korban juga bersiaga di kawasan Pantai Patoman sembari terus melakukan pengawasan di tengah laut, menjaga kemungkinan adanya jenazah yang mengambang.

Dan mereka juga akan kembali melakukan pencarian, jika cuaca di tengah laut kembali membaik.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Banyuwangi menargetkan, kontingen asal Bumi Blambangan yang bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur 2019 bisa mendulang emas.

Untuk pertandingan kali ini, PBVSI Banyuwangi mengikuti 2 kegiatan pertandingan di Porpov Jawa Timur yakni Bola Voli pantai dan indoor.

Ketua PBVSI Banyuwangi, Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, pihaknya berharap prestasi atlet bola voli Banyuwangi yang sudah ada bisa di pertahankan, bahkan bisa ditingkatkan.

“Karena pada pertandingan di Sidoarjo beberapa waktu lalu, atlet bola voli pantai Banyuwangi meraih juara 2. Sehingga pada Porprov kali ini diharapkan bisa meningkat jadi juara 1,” ujar Taufik.

“Demikian halnya dengan Bola Voli indoor yang di harapkan bisa meraih prestasi yang sama,” imbuhnya.

Ketua PBVSI Banyuwangi yang juga merupakan Kapolres Banyuwangi tersebut menjelaskan, para atlet bola volli tersebut dinilai sudah teruji kwalitasnya karena sebelumnya telah mengikuti berbagai kejuaraan dan berhasil menorehkan prestasi yang gemilang.

“Untuk itu, di ajang Porprov ini mereka bisa tembus semi final hingga final, yang ditargetkan bisa membawa pulang mendali emas,” tutur Taufik.

Meski demikian kata Taufik, pihaknya harus melihat keadaan dan realita yang ada sehingga semaksimal apapun hasil pertandingan nantinya, dinilai sudah merupakan prestasi bagi masyarakat Banyuwangi.

Tercatat ada 370 atlet Banyuwangi ikut bertanding di Porprov VI yang di gelar di 4 kabupaten yakni Tuban, Lamongan, Gresik dan Bojonegoro mulai 1 Juli – 15 Juli 2019. Mereka mengikuti 34 Cabang Olah Raga (Cabor) dari 40 cabor yang dipertandingkan.

Dan pemberangkatan para atlet tersebut di lepas langsung oleh Bupati Abdullah Azwar Anas di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.

Sementara itu, dalam pemberangkatan atlet ini juga dirangkai dengan penyerahan dana hibah senilai Rp 2,75 miliar kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari APBD 2019 Banyuwangi.

 

 

 

More Articles ...