radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Satuan Polisi Air Banyuwangi meningkatkan intensitas patroli di perairan selat Bali, guna mengantisipasi adanya tindakan kriminalitas dan penyusupan teroris.

Peningkatan pengamanan melalui patroli ini sengaja di fokuskan di sepanjang perairan selat bali karena merupakan pintu gerbang  penyeberangan perpindahan orang dan barang dari Jawa ke Bali maupun sebaliknya.

Kasat Polair Banyuwangi, AKP Subandi mengatakan, peningkatan patroli keamanan di Selat Bali ini merupakan upaya Kepolisian untuk menjaga keamanan agar pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar.

Karena semua potensi ancaman dan kerawanan dalam bentuk apapun diantisipasi pihaknya agar tidak terjadi kerusuhan saat pelaksaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden. Khususnya gangguan terorisme dan kriminalitas,” papar AKP Subandi.

Menyusul beberapa waktu lalu dilakukan penangkapan teroris oleh Densus 88 di kawasan Denpasar Bali.

AKP Subandi menjelaskan, dalam kegiatan ini melibatkan 30 personil yang merupakan gabungan dari anggota Satpolair Banyuwangi dan personil direktorat Polairud Polda Jawa Timur.

Mereka standby di sekitar pelabuhan Ketapang,” imbuhnya.

Selama patroli ini disiagakan 4 kapal boat yang 2 diantaranya milik Satpol Air. Serta milik TNI AL dan Basarnas masing masing 1 unit,” kata Kasat Polair.

Kapal ini melakukan patroli di sekitar Selat Bali secara bergiliran setiap dua jam sekali.

AKP Subandi memaparkan, patroli ini tidak hanya dilakukan di perairan, namun juga di dalam kapal di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, jika penumpang sedang padat. Namun apabila penumpang tidak terlalu banyak maka patroli dilaksanakan diperairan saja.

Ini untuk pastikan bahwa situasi di perairan selat bali tetap aman dan kondusif agar proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden berjalan lancar,” ujar AKP Subandi.

Selain di perairan selat bali, aparat kepolisian juga memperketat pengamanan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Setiap calon penumpang kapal di periksa barang barang bawaannya dengan menggunakan alat metal detektor.

Ini sebagai upaya untuk mengantisipasi adanya barang bawaan penumpang kapal yang berbahaya. Seperti senjata tajam, narkoba maupun bahan peledak,” pungkas Kasat Polair.

Kartu identitas dari setiap calon penumpang kapal juga tidak luput dari pemeriksaan kepolisian.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Menjelang hingga saat pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI terpilih, tim gabungan dari Polri, TNI dan Pemkab Banyuwangi menggelar patroli skala besar dengan mengamankan sejumlah obyek vital.

Diantaranya adalah Pelabuhan Penyeberangan Ketapang yang menjadi pintu gerbang perpindahan orang dan barang dari Pulau Bali ke Jawa maupun sebaliknya. Juga Bandara International Banyuwangi dan Stasiun Kereta Api.

Mengingat Banyuwangi merupakan Kabupaten paling timur di pulau Jawa, dan telah berkembangan menjadi daerah wisata serta menjadi jujugan dari wisatawan mancanegara maupun domestic.

Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan tentunya berhubungan dan berimplikasi mengawal jalannya proses demokrasi. Dimana, tanggal 20 Oktober akan di laksanakan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI.

“Ini juga sebagai kegiatan imbangan dari apa yang di lakukan di Jakarta,” tuturnya.

“Sehingga atas perintah Kapolda Jawa Timur agar seluruh polres jajaran melakukan upaya perimbangan untuk menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif di masing masing daerah,” ujar Kapolres.

Karena menurut Kapolres, jika kondisi di Banyuwangi tidak kondusif maka akan mempengaruhi situasi baik ditingkat regional Jawa Timur maupun secara nasional di Jakarta.

“Salah satu focus pengamanan ini adalah berbagai obyek vital di Banyuwangi,” imbuhnya.

Kapolres menjelaskan, pengamanan skala besar ini juga menyasar berbagai kegiatan jalanan yang saat ini meningkat di wilayah hukum Polres Banyuwangi. Seperti Premanisme, kejahatan jalanan atau begal, peredaran minuman keras baik yang mengedarkan maupun pembuatnya.

“Kepolisian juga mengamankan area para pembuat sejata tajam dalam hal ini busur, badik dan parang yang dapat membahayakan seluruh lapisan masyarakat,” kata Kapolres Taufik.

Artinya, segala kegiatan yang dinilai menganggu pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI menjadi focus perhatian dari kepolisian dan TNI.

“Dalam patroli skala besar ini, kami juga berikan himbauan kepada seluruh masyarakat Banyuwangi agar ikut serta menjaga keamanan dan kondusifitas daerahnya,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, untuk memperkuat tugas tim gabungan, di laksanakan Apel Gelar Pasukan gabungan bersandi Mantap Brata Semeru di Mapolres Banyuwangi, Jum’at (18/10/2019) dengan dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, yang di hadiri seluruh personel kepolisian, TNI AL dan TNI AD serta satpol PP.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Komunitas Brotherhood Club Indonesia (BCI) menggelar city tour dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata Banyuwangi. BCI merupakan perkumpulan dari mobil mewah bermerek yang datang dari berbagai kota di Indonesia.

Mobil mewah bermerk tersebut mulai dari Ferrari, Lamborghini, Mclaren, Porsche, Lexus dan Aston Martin. Kehadiran 55 mobil mewah ini menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah warga.

Mulai dari titik keberangkatan di halaman Bandara International Banyuwangi, tidak sedikit warga yang mengabadikan momen ini dengan berfoto di samping mobil dan berlatar mobil mewah tersebut.

Termasuk di sepanjang perjalanan hingga ke finish di pantai Marina Boom Banyuwangi. Warga sudah menunggu kehadiran komunitas mobil mewah tersebut sejak siang hari.

Ketua Brotherhood Jawa Timur, Rahmat Nurendra mengaku sangat terkesan dengan keramahan dan sambutan hangat warga Banyuwangi.

“Selama perjalanan dari Bandara Internasional Banyuwangi hingga ke Pantai Boom, sepanjang perjalanan masyarakat sangat antusias dan tertib. Kami salut,” ungkap Rahmat.

“Banyuwangi kotanya sangat indah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadafi Kadiso, panitia penyelenggara city tour Banyuwangi mengatakan, berkumpulnya puluhan supercar di Banyuwangi ini dimanfaatkan oleh anggota BCI untuk berkeliling menikmati keindahan kota Banyuwangi. 

Rombongan setelah menempuh perjalanan dari Bandara Internasional di Banyuwangi, mereka mengelilingi jalanan protokol di Banyuwangi.

Mereka lalu finish di Pantai Marina Boom untuk melepas tukik (anak penyu) sembari menikmati senja di pantai ujung timur pulau Jawa tersebut.

“Selanjutnya, kami kembali menempuh perjalanan ke hotel Dialoog untuk menikmati santap malam sekaligus menikmati hiburan kesenian khas Banyuwangi,” papar Kadafi.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku gembira dengan kedatangan para pemilik supercar tersebut.

“Ini menunjukkan Banyuwangi sebagai tempat yang layak untuk menggelar pertemuan,” ujar Bupati Anas.

“Kami akan terus mendorong Banyuwangi menjadi tujuan wisata MICE,” tuturnya.

Pemkab juga terus perbaiki amenitas Banyuwangi, seperti hunian yang nyaman untuk ditinggali.

“Hotel Dialoog tempat mereka menggelar aktivitas adalah salah satunya,” pungkas Bupati Anas.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Rumah seorang pedagang warung lesehan di Desa Jajag Kecamatan Gambiran Banyuwangi terbakar, Kamis (17/10/2019) di duga api berasal dari tumpukan kayu di dapur.

Peristiwa naas ini menimpa Bunadi (55), yang biasa membuka warung lesehan burung dara 99 di seputaran jalan raya Jajag, tidak jauh dari rumahnya. Api membakar seluruh bangunan dapur yang lokasinya terpisah dari rumah utama, yang berada di Dusun Krajan RT 05 RW 03.

Menurut keterangan saksi, Suraten (53) kepada pihak kepolisian, seperti biasa dirinya memasak di dapur tungku milik korban dengan menggunakan kayu bakar. Sekira pukul 11.00 WIB dia pulang ke rumahnya, sedangkan pintu dapur di tutup.

Sementara di dalam dapur, kondisi tungku masih menyala karena ada kayu bakarnya yang digunakan merebus atau ngukep burung dara.

Kapolsek Gambiran Banyuwangi AKP Sumaryata mengatakan, selang 2 jam, tetangga korban, Diah (25) melihat kobaran api dari dalam dapur korban lalu dia berteriak meminta tolong kepada tetangganya. Sementara, korban yang sedang tertidur di rumahnya mendengar teriakan tersebut lalu keluar dan mendapati dapurnya sudah terbakar.

“Setelah mendapat laporan, 1 unit mobil Damkar Kecamatan Gambiran pun mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Juga dibantu masyarakat setempat dengan mengunakan sedotan air,” papar Kapolsek.

Selang tidak sampai 1 jam, api bisa dipadamkan.

“Dari hasil olah TKP sementara kepolisian, di duga api berasal dari tungku yang digunakan untuk memasak,” tutur AKP Sumaryata.

“Api erembet ke tumpukan kayu yang ada di sebelahnya lalu membakar dapur,” pungkasnya.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa dan hanya kerugiaan materil sebesar Rp 20 juta.

Dan dari hasil pengembangan penyidikan kepolisian pula, kebakaran ini di sebabkan karena kelalaian saksi Suraten yang selama ini bekerja di rumah korban.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Mobil berpenumpang warga asing rusak berat setelah menabrak pohon. Peristiwa ini terjadi dikawasan jalan MH Thamrin tepatnya di depan toko helm, Kelurahan Pengantigan Kecamatan Giri Banyuwangi, Jum’at (18/10/2019).

Mobil Mitsubishi Xpander bernopol P 1151 W di kemudikan Holisin (30) warga Desa Kampung Anyar Kecamatan Glagah membawa 5 orang laki laki berkewarganegaraan Rusia, yakni Khoroshavina Tatiana (27), Mukhina Stevlana (28), Samson Stanilav (25), Rusmukhin Aleksei (31) dan Ruslaikov Oleg (36), melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di TKP, tiba tiba mobil tersebut oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda C100 bernopol DK 5472 CO milik Mukhamad Andika (17) warga Kelurahan Petahunan Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan yang sedang terparkir di pinggir jalan.

Selanjutnya, mobil itu menabrak pohon yang berada di sisi utara jalan hingga mengalami rusak berat pada bagian depan mobil.

Kanit Laka Polres Banyuwangi Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan, dari hasil olah TKP kepolisian, saat melintas di TKP, sopir mobil mengaku mengantuk sehingga hilang kendali lalu kendaraannya oleng ke kiri.

“Ke lima wisatawan mancanegara itu baru saja berwisata di Kawah Ijen, yang selanjutnya akan berwisata ke Pulau Bali,” tutur Kanit Laka.

“Rencananya mobil itu akan menuju ke Pelabuhan Ketapang untuk menghantarkan 5 wisatawan asal Rusia itu,” ungkapnya.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material mobil bagian depan dengan estimasi kerusakan mencapai Rp 50.000.000. Sementara sepeda motor yang tertabrak mengalami kerusakan pada bagian depan dan samping.

Iptu Ardhi menambahkan, setelah di lakukan pemeriksaan medis, kelima warga negara asing tersebut dinyatakan sehat.

“Sehingga mereka minta ijin untuk dihantarkan dengan kendaraan lain menuju ke Pelabuhan Ketapang untuk melanjutkan perjalanan ke Bali, karena harus segera kembali ke negaranya,” papar Iptu Ardhi.

Dari pemeriksaan kepolisian, peristiwa ini disebabkan karena kelalaian pengemudi mobil yang mengantuk saat membawa kendaraannya.

Selanjutnya, mobil Mitsubishi Xpander tersebut di amankan di kantor unit laka Polres Banyuwangi, dengan cara di tarik menggunakan mobil derek.

 

radiovisfm.com, Banyuwangi - Masyarakat di Kecamatan Rogojampi Banyuwangi di gegerkan dengan penemuan janin yang di duga masih berusia 2 bulan kandungan.

Lokasi penemuan di areal lahan kosong depan wisata AIL dikawasan Dusun Karanganyar Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi. Janin tersebut sepanjang 8 cm serta berat 200 gram dan hanya terdapat bentuk kepala embrio tanpa dilengkapi ari ari atau plasenta.

Dan pertama kali di temukan, di perkirakan usia kelahiran diatas 10 jam.

Awalnya, Rabu sore (16/10/2019) sekira pukul 16.00 WIB, ada 4 orang pemuda warga Desa Badean Kecamatan Blimbingsari nongkrong di lokasi bekas pos satpam yang sudah tidak terpakai, di sisi timur wisata AIL.

Mereka adalah M Nur (20), Ainun Naim (21), Faiz (19) dan Maksum (20). Dan di area setempat biasa di gunakan nongkrong anak anak muda disetiap sore.

Tidak berapa lama, salah satu saksi M Nur buang air kecil masuk ke dalam lokasi wisata melalui pintu yang sudah rusak dan dalam keadaan terbuka. Saat itulah, dia melihat ada sebuah kardus bekas mie instan yang di hinggapi lalat serta terdapat sobekan kain. Karena curiga, saksi pun membuka kardus tersebut dan mendapati sobekan kain warna biru dan putih membungkus benda yang masih agak basah.

Kapolsek Rogojampi Banyuwangi, Kompol Agung Setyo Budi mengatakan, setelah mengetahui di dalam kardus tersebut berisi janin, saksi membawanya ke pos dan menceritakan kepada ketiga temannya.

“Mereka pun kebingungan lalu mengubur janin tersebut dengan menggali tanah sedalam 30 cm yang berada di bawah pohon berjarak kurang lebih 7 meter dari lokasi penemuan,” papar Kapolsek.

“Mereka meletakkan janin yang terbungkus sobekan kain ke dalam tanah lalu dikubur,” imbuhnya.

Selanjutnya, mereka pulang ke rumahnya masing masing. Dan sekira pukul 22.00 WIB, saksi M Nur menceritakan temuannya tersebut kepada tetangganya M Zaim (40). Lalu dia mengarahkan untuk melaporkan ke pihak kepolisian guna di usut pelakunya.

Mereka akhirnya menghubungi Mapolsek Rogojampi.

“Kami mendatangi TKP untuk melakukan penggalian, lalu membawa janin itu ke Puskesmas Gitik Kecamatan Rogojampi guna dilakukan pemeriksaan medis,” tutur Kompol Agung.

“Dari hasil pemeriksaan medis di duga janin itu masih berusia 6 hingga 8 minggu kandungan,” ungkapnya.

Untuk itulah, Kapolsek mengaku pihaknya melakukan pengembangan penyidikan dengan mencari data ibu hamil dengan usia kehamilan sekitar 2 bulanan yang mengalami keguguran di beberapa bidan setempat.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, janin yang masih berbentuk embrio tersebut langsung di makamkan kembali dan tidak perlu di lakukan pemeriksaan khusus.

radiovisfm.com, Banyuwangi - Per Oktober 2019 ini, tipe Kepolisian Resor (Polres) Banyuwangi naik menjadi Kepolisian Resor Kota (Polresta).

Polres adalah struktur komando Kepolisian Republik Indonesia di daerah Kabupaten/kota. Sedangkan Kepolisian Resor di wilayah perkotaan biasa di sebut Kepolisian Resor Kota (Polresta).

Jika sudah naik kelas, maka jumlah personelnya akan bertambah. Selain itu, jabatan kapolres yang sebelumnya diemban perwira dengan jabatan AKBP, akan diganti perwira dengan jabatan Kombes.

Kabag Sumda Polres Banyuwangi, Kompol Toha Choiri mengatakan, perubahan kelas Polres Banyuwangi menjadi Polresta tersebut berdasarkan pada keputusan Kemenpan RB yang juga di pertegas dengan Keputusan Kapolri bernomor Kep 1892/X/2019 tertanggal 2 Oktober 2019.

“Saat ini sudah mulai di lakukan berbagai penataan di Polres Banyuwangi. Mulai dari penggantian tulisan di pintu Masuk menjadi Mapolresta Banyuwangi,” ujar Kompol Toha.

Dia mengaku, berbagai penataan tersebut sudah melalui keputusan dan tanda tangan Kapolri, sehingga semuanya segera di laksanakan sesuai dengan prosedur.

Sementara, terkait dengan penulisan pada stempel dan beberapa dokumen lainnya, masih menunggu petunjuk dari Sekretariat Polda Jawa Timur.

“Seiring dengan pergantian kelas Polres Banyuwangi menjadi Polresta ini, nantinya jabatan Kapolresta harus berpangkat Kombes, sedangkan Wakapolresta dipegang perwira dengan jabatan AKBP,” papar Kabag Sumda.

“Disusul dengan pangkat struktur di bawahnya, seperti Kasat dan Kabag harus Kompol,” imbuhnya.

Kabag Sumda mengaku masih belum mengetahui penetapan jumlah personel yang di siapkan ke depan, dan hingga saat ini masih menggunakan para personel yang sudah ada.

“Karena penambahkan personel tidak mungkin di lakukan sekaligus dan akan bertahap,” tutur Kompol Toha.

Demikian halnya dengan 3 polsek di Banyuwangi yang sudah berstatus urban, yakni Rogojampi, Genteng dan Muncar, yang dianggapnya belum dipastikan jumlah penambahan personel.

Selain Polres Banyuwangi, ada 2 Polres di jajaran Polda Jawa Timur yang juga naik tipe menjadi Polres tipe A dan Polresta. Yakni Polres Jember dan Polres Kota Malang.

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, terkait ketiga Polres tersebut naik tipe. Diantaranya terkait pertimbangan jumlah kriminalitas, pertimbangan demografi dan pertimbangan statusnya kota.

More Articles ...