JA Muzic - шаблон joomla Mp3
Block [spotlight-1] not found!
  • Pemkab Janji Fokus Kemiskinan

    Daus VIS- Memasuki tahun 2016 ini, pemerintah daerah berjanji akan lebih fokus melakukan upaya penanganan kemiskinan yang lebih terukur dengan membuka pelayanan kemiskinan yang lebih terukur berbasis kecamatan.

  • Ratusan Umat Hindu Gelar Melasti

    Upacara ini sebagai simbol pensucian diri dan alam semesta sebelum merayakan Hari Raya Nyepi
  • 1 April 2015, Tarif KA Naik 100 Persen

    Kenaikan tarif ini hanya berlaku untuk semua kereta api kelas ekonomi

    Ilex VIS - Tarif kereta api kelas ekonomi mengalami kenaikan hingga 100 persen per 1 April 2015. Kenaikan tarif ini diberlakukan untuk kereta api Sritanjung Banyuwangi - Lempuyangan Jogjakarta yang semula Rp. 50.000 naik menjadi Rp. 100.000. Kereta api Tawang Alun Banyuwangi – Malang, semula Rp. 30.000 naik menjadi Rp. 65.000. Kereta api Probowangi Banyuwangi – Surabaya, semula Rp. 48.000 naik menjadi Rp. 58.000. Probowangi Banyuwangi – Probolinggo, semula Rp. 18.000 naik menjadi Rp. 28.000. Sementara untuk kereta api Pandan Wangi Banyuwangi – Jember, semula Rp. 4.000 naik menjadi Rp. 8.000.

    Kepala stasiun Karangasem Banyuwangi, Subhan mengatakan bahwa kenaikan tarif ini hanya berlaku untuk semua kereta api kelas ekonomi sedang tarif kereta api kelas bisnis dan eksekutif tetap. PT.Kereta Api Indonesia (Persero) sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak satu bulan lalu melalui spanduk mengenai rencana kenaikan tarif tiket kereta api tersebut. Subhan mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab dari kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi tersebut.

    Selain adanya kenaikan tarif, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga merubah jadwal perjalanan kereta api kelas ekonomi. KA Tawangalun yang semula berangkat pukul 05.15 WIB, berubah menjadi pukul 05.00 WIB.
  • 15 April, Tarif Penyeberangan Turun 13 Persen

    Perubahan harga mengacu pada harga BBM saat ini
  • Anas : Kantor Kecamatan Bisa Jadi Rumah Kreasi

    Bupati berharap Kantor Kecamatan bisa menjadi pusat kreativitas Warga
  • Anas : Perusahaan Pelayaran Jangan Bahayakan Penumpang

    Ilex VIS- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berkoordinasi dengan bupati Abdullah Azwar Anas, mengenai hasil temuannya sejumlah barang bukti di dalam bangkai kapal KMP Rafelia II, yang tenggelam di perairan selat Bali.

  • Andre, Terpidana Narkoba Menikah Di Polres

    Pasangan sudah berencana menikah sebelum Andre tertangkap satuan nakorba Polres Banyuwangi seminggu lalu

  • Art Week, Omzet UMKM Tembus 80 Juta

    Kegiatan Banyuwangi Art Week dan festival buah lokal merupakan rangkaian dari Banyuwangi Festival 2015 yang digelar mulai Minggu hingga Jumat (3/4)
  • Baru dilantik, MenPan-RB Buat Gebrakan Baru

    Program Lahir Procot Pulang Bawa Akta jadi program yang akan diadopsi daerah lain.
  • Bibit : Tidak Usah Ada Remisi Bagi Koruptor

    Korupsi tergolong kejahatan luar biasa yang penanganannya harus dilakukan dengan cara luar biasa pula.
  • BPPT Rekam Visual Karaoke Keluarga Untuk Ijin

    Tempat hiburan karaoke keluarga diijinkan untuk berdiri dengan penataan ruang yang transparan
  • Bupati Ajak Keluarga Jadi Filter Internet

    Mengingat akses pornografi dan radikalisme mudah didapat di google dan youtube.
  • Bupati Anas Pimpin Apel Siaga Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi 2016

    Ilex VIS- Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memimpin langsung apel siaga pelepasan petugas sensus ekonomi 2016, di lapangan Taman Blambangan Jum’at (29/4). Apel siaga ini merupakan persiapan dari BPS di dalam sensus ekonomi 2016, yang di ikuti sekitar 2.570 petugas sensus yang berasal dari seluruh kabupetan Banyuwangi.

    Bupati Anas mengatakan, sensus ekonomi 2016 merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting untuk merekam potret utuh perekonomian bangsa. Bagi Banyuwangi, Sensus Ekonomi akan memberikan gambaran termuktakhir kondisi perekonomian daerah yang menjadi landasan bagi pemkab untuk menentukan kebijakan perekonomian selanjutnya.

    Melalui sensus ekonomi 2016 ini menurut bupati Anas, pihaknya bisa melihat sejauh mana perkembangan ekonomi Banyuwangi dan sektor apa saja yang memberikan kontribusi pada kemajuan daerah. Hal ini juga di anggap menjadi tolak ukur keberhasilan dari upaya mengungkit ekonomi daerah, yang selama ini telah dilakukan maupun kekurangan apa saja yang perlu dibenahi. Untuk itulah, lanjut bupati Anas, tingginya tingkat urgensi sensus ekonomi membutuhkan persiapan yang matang dan kesungguhan niat dari para petugas dalam melaksanakan tugasnya. Dan Membangun komunikasi yang baik dengan calon responden saat bertugas menyensus, menjadi salah satu kunci dalam kelancaran tugas.



    Dalam sambutan singkatnya, bupati Anas menyampaikan bahwa komunikasi verbal sangat penting untuk membuka relasi yang baik, kesabaran juga dibutuhkan untuk bisa mendapatkan data secara optimal. Dan di ingatkan pula para petugas sensus ekonomi untuk menjaga performa penampilan, baik kelengkapan bertugas maupun kondisi tubuh, dan kalau perlu memakai parfum dan makan permen agar selalu segar.

    Dalam kurun lima tahun terakhir, Banyuwangi sendiri selalu memanfaatkan data ekonomi dari BPS sebagai landasan penyusunan kebijakan. Bahkan Pemkab melakukan MoU khusus dengan BPS untuk memotret perekonomian dari tiap kecamatan se Kabupaten. Data tersebut mulai dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi (PE), pendapatan perkapita sampai nilai investasi. Sementara itu, Kepala BPS Banyuwangi Mohammad Amin mengatakan, sensus ekonomi merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan 10 tahun sekali. Tujuannya untuk melihat perkembangan perekonomian nasional maupun daerah dalam kurun satu dasawarsa. Selain itu juga untuk menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi, berikut informasi dasar dan karakteristiknya.

    Menurut Amin, dari data tahunan mencatat, perekonomian Banyuwangi progress-nya sangat bagus. Perekonomiannya sedang menggeliat, serta potensi perekonomiannya pun sangat besar. Sehingga, melalui Sensus Ekonomi ini diharapkan bisa merekam detail semua potensi ekonomi tersebut secara maksimal. Dikatakan oleh Amin, BPS Banyuwangi akan melaksanakan Sensus Ekonomi di 24 kecamatan se Kabupaten. Sensus ini melibatkan 2570 orang petugas sensus yang akan melakukan pendataan terhadap sasaran sensus. Dan Para petugas tersebut semuanya adalah warga Banyuwangi asli yang telah di seleksi dan di beri pelatihan terkait pelaksanaan sensus. Sementara, sasaran dari sensus ini lanjut Amin, mencakup seluruh usaha atau perusahaan baik yang berada di lokasi tetap atau permanen seperti perkantoran, hotel maupun usaha yang tidak menetap, seperti kaki lima dan pasar kaget. Para Pelaku usaha yang menjadi target sensus mulai pemerintah, lembaga non profit, rumah tangga, korporasi atau perusahaan. Bahkan, Rumah penduduk pun akan di datangi oleh petugas. Karena, Mengingat tren e-commerce saat ini banyak yang dijalankan lewat rumah. Sedangkan untuk sektor usaha, semua bidang menjadi sasaran sensus kecuali bidang pertanian. Sektor usaha yang disasar oleh sensus ini mulai dari pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar, eceran, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi makanan dan minuman, informasi dan komunikasi serta berbagai kegiatan jasa. Sementara, Sektor pertanian tidak masuk dalam sasaran sensus, karena BPS melaksanakan sensus pertanian secara terpisah. Amin menambahkan,Survey ekonomi ini akan menjadi pondasi bagi pengukuran kegiatan usaha di Indonesia. Sehingga akan di dapat gambaran bagaimana potensi, karakter, dan struktur ekonomi daerah.(i/f)

  • Bupati Kunjungi Korban Meninggal Banjir Muncar

    Maisah (39) meninggal dunia ketika hendak mematikan aliran listrik saat banjir menerjang
  • Bupati Resmikan Gedung Baru PMI

    Gedung baru PMI saat ini berada di Jalan Mawar nomor 34 Penataban Giri.
  • Cuaca Buruk, Nelayan Muncar Enggan Melaut

    Mereka memperbaiki peralatan dan beralih profesi untuk menopang perekonomian keluarganya.

  • Dani Azwar Anas Resmikan e-Park Banyuwangi Berkebun

    e-Park berlokasi di timur kolam renang GOR Tawang Alun yang dibangun diatas lahan seluas 2000 meter persegi
  • Demi Pembangunan, Sejumlah Aktivis Bentuk Ormas PBB

    Pergerakan Banyuwangi Bersatu (PBB) dibentuk karena pembangunan di Banyuwangi yang sudah berjalan baik dirasa bisa lebih ditingkatkan.
  • Ditpolair Polda Jatim Gelar Quick Wins Jilid I

    Guna menjaga ketertiban dan Penegakkan Hukum Bagi Organisasi Radikal serta Anti Pancasila.
  • DPRD : RSUD Blambangan Perbaiki Manajemen Parkir

    Komisi 1 berharap direktur RSUD Blambangan mencari solusi penataan manajemen parkir yang baik.