JA Muzic - шаблон joomla Mp3
  • 328 Pembalap Siap Hadapi BMX Competition Banyuwangi

    Ilex VIS- Sebanyak 328 pembalap tanah air dan manca negara siap bertanding dalam kejuaraan International BMX Competition di Banyuwangi. Sehari menjelang pelaksanaan kejuaraan internasional BMX di Banyuwangi seluruh peserta manca negara telah datangan ke Banyuwangi. Termasuk 2 kandidat jawara, Jimmy Therkelsen (Denmark), dan Takamasa Sampei (Jepang). Takamasa dan tim Malaysia bahkan telah seminggu berada di Banyuwangi untuk berlatih di lintasan Sirkuit Muncar.

    International BMX Competition merupakan rangkaian agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016 dan terdaftar dalam kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI). Digelar 2 - 3 April di Sirkuit Muncar desa Kedung Rejo kecamatan Muncar Banyuwangi. Pada helatannya yang perdana di Banyuwangi, acara ini diikuti 328 peserta dari dalam dan manca negara. Antara lain Swiss, Malaysia, Thailand, Timor Leste, Denmark, Australia, Jepang, Swiss dan indonesia.

    Takamasa Sampei (24) pembalap BMX asal Jepang mengaku, sirkuit Muncar cukup menantang dan sekelas dengan sirkuit berkelas internasional lainnya. Menurutnya, Sirkuit BMX Muncar punya banyak obstacle yg menantang dan cukup sulit. Taka yg akan turun di kategori Man Elite, datang bersama rekan sesama pembalapnya , Sohta Akaogi. Takamasa setiap hari menjajal lintasan di Sirkuit Muncar bersama 3 atlet pelatnas BMX Indonesia yaitu Elga Kharisma Novanda, Tony Syarifudin, dan Rio Akbar.

    Pada kesempatan Jum’at pagi (1/4), sejumlah atlet manca negara memulai latihan sebelum kompetisi dimulai. Termasuk Jimmy Therkelsen, pembalap pro BMX asal Denmark. Menurut race director kejuaraan internasional BMX Muncar, Dadang Haries Purnomo, Jimmy datang bersama manajernya dan Jum’at siang akan mulai latihan. Bagi para pembalap asing yang turut berlaga, Jimmy Therkelsen dianggap sebagai rival terberat mereka. Jimmy baru saja berlaga di kejuaraan BMX Internasional di Argentina dan belum sempat pulang ke negaranya. Dari Argentina langsung terbang ke Banyuwangi.

    Indonesia menurunkan 3 atlet pelatnas yakni Elga Kharisma Novanda, Tony Syarifudin, dan Rio Akbar. Ketiganya kompak berlatih serius menghadapi kompetisi Banyuwangi Internasional BMX pada 2-3 April. Khususnya bagi Elga dan Toni, kompetisi ini dianggap menjadi kesempatan untuk mengejar poin tambahan agar bisa lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016. “Timnas yang turun di kompetisi ini memang atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade. Karena kesempatan bagi mereka untuk menambah poin,” cetus Danang.

    Elga dan Toni menjadi dua atlet BMX yang diharapkan bisa lolos Olimpiade 2016. Di level atlet elite putri dunia, Elga saat ini masih berada di peringkat 37, sedangkan Toni berada di urutan 78. (i/f/n)

  • Pembalap ITdBI Inspirator Muda Mudi Banyuwangi

    Banyak anak muda Banyuwangi yang memanfaatkan moment ITdBI untuk menjadi Liaison Officer atau petugas penghubung.
  • 3 Atlet Pelatnas Hadapi Banyuwangi Internasional BMX 2016

    Ilex VIS- Indonesia menurunkan 3 Atlet Pelatnas dalam Kejuaraan Internasional BMX di Banyuwangi. Menjelang laga kompetisi Banyuwangi Internasional BMX, para pembalap BMX terus mengasah kemampuannya di Sirkuit BMX Muncar. Salah satunya tim nasional (timnas) BMX Indonesia yang rutin menggeber latihan sejak kedatangannya di Banyuwangi satu minggu lalu.

    Pelatih timnas BMX Dadang Haries Purnomo mengatakan timnas BMX Indonesia menerjunkan 3 atlet pelatnas yakni Elga Kharisma Novanda, Tony Syarifudin dan Rio Akbar. Ketiganya kompak berlatih serius menghadapi kompetisi Banyuwangi Internasional BMX pada 2-3 April, besok yang akan digelar di Sirkuit Muncar. Khususnya bagi Elga dan Toni kompetisi ini jadi kesempatan untuk mengejar poin tambahan agar bisa lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016. “Timnas yang turun di kompetisi ini memang atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade. Kesempatan bagi mereka untuk menambah poin,” ujar Dadang. Elga dan Toni menjadi dua atlet BMX yang diharapkan bisa lolos Olimpiade 2016. Di level atlet elite putri dunia, Elga saat ini masih berada di peringkat 37, sedangkan Toni berada di urutan 78.

    Dadang mengatakan, pada kompetisi ini timnas Indonesia akan menghadapi kompetisi yang sengit, khususnya pada kategori Man Elite. Sebab pebalap BMX profesional dunia asal Denmark, Jimmy Therkelsen akan ikut berlomba. Nama ini diprediksi bakal menjadi kandidat juara di kategori profesional pria ini. "Kami harap Tony bisa dapat poin di sini, mengingat selain Denmark, masih ada Thailand, Jepang, dan Australia yang juga saingan beratnya. Kalau Elga, kita optimis di woman elite bisa curi poin," ujar Dadang. Puluhan pembalap pun asal Indonesia dan Jepang selama seminggu terus berlatih menjajal Sirkuit Muncar ini. Mereka, kata Dadang, sengaja datang lebih awal ke Banyuwangi untuk mengetahui tingkat kesulitan medan yang akan mereka tempuh. Terkait tingkat kesulitan sirkuit, kata Dadang, baru kali ini Indonesia punya Pro Section yang cukup besar. Pro section adalah gundukan-gundukan tinggi berlapis semen, yang jumlahnya ada 3 jump.

    "Biasanya pembalap BMX berlatih di sirkuit yang selama ini tinggi Pro Section hanya 3 meter. Di Muncar ini sudah 5 meter, sama dengan sirkuit di luar negeri. Ini sangat menguntungkan bagi atlet kita saat bertandang ke luar negeri, karena mereka akan terbiasa dengan ketinggiannya," ujar Dadang. Sirkuit Muncar ini memang digarap mengacu pada standar UCI, sehingga setiap tracknya menyesuaikan dengan sirkuit internasional lainnya. Seperti yang dituturkan Elga Kharisma. Pembalap asal Malang ini mengatakan sirkuit muncar ini tingkat kesulitannya sudah technical. Ini jarang ditemui dan menurutnya terbagus di Indonesia. Hal yang sama juga dikatakan Tony Syarifudin. Atlet timnas Indonesia asal Solo ini menilai sirkuit Muncar ini cukup menantang, terutama track-nya. "Kami latihan bareng terus, termasuk dengan Takamasa Sampei, Rio Akbar dan Elga Kharisma. Dengan berlatih bersama, kami jadi bisa mengukur kemampuan lawan," pungkas Tony. Sementara itu, Takamasa Sampei (24) pembalap BMX asal Jepang mengaku sirkuit Muncar ini cukup menantang dan sekelas dengan sirkuit berkelas internasional lainnya. "Sirkuit BMX di Muncar ini punya banyak obstacle yg menantang dan cukup sulit," ujar Taka sudah berada di Banyuwangi selama 1 minggu. Taka yg akan turun di kategori Man Elite, datang bersama rekan sesama pembalapnya , Sohta Akaogi.

    International BMX Competition ini merupakan rangkaian agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016 dan terdaftar dalam kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI). Pada helatannya yang perdana ini, setidaknya 328 peserta dari dalam dan manca negara akan saling beradu kehandalan. Antara lain Malaysia, Thailand, Timor Leste, Denmark, Australia, Jepang, dan Swiss.(i/f/n)

  • 3 Event B-Fest Dibuka Menteri Rizal Ramli

    Ilex VIS- Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli membuka tiga event Banyuwangi Festival 2016, Sabtu (9/4). Tiga festival itu adalah festival kuliner, Banyuwangi Art Week dan Agro Expo di Taman Blambangan, Banyuwangi.

    Setiba di lokasi, Menko Rizal langsung diasmbut tari SegoCawuk, yang menggambarkan bagaimana makanan ini menjadi kuliner warisan Banyuwangi. Selain itu, Menko Rizal menyatakan kebanggannya pada Banyuwangi yang menurut dia mampu menyemangati warganya untuk bersama-sama membangun daerahnya.

    "Banyuwangi ini menjadi contoh bagaimana daerah yang dulunya hanya daerah lewatan, sekarang berubah menjadi daerah tujuan wisata. Pendapatan perkapitanya naik 2 kali lipat, angka kemiskinannya juga turun," ujar Menko Rizal.

    Festival Kuliner yang telah memasuki tahun ketiga ini, pada tahun 2016 ini mengangkat masakan khas Banyuwangi "SegoCawuk". Nasi Cawuk adalah sarapan khas warga Banyuwangi. Biasa disajikan memakai daun pisang, makanan ini terdiri dari nasi yang dicampur kuah parutan kelapa dan serutan jagung muda bakar, dan kuah ikan pindang. Lauk pendampingnya ada pepes ikan laut, telur pindang, tahu cacah, dan semanggi sambal serai.

    Di festival ini, tampak ratusan peserta yang berasal dari para penjual segocawuk, koki hotel, dan restoran serta masyarakat umum berlomba menampilkan SegoCawuk yang berselera. Mereka tampak bersemangat saat Menko Rizal mengunjungi peserta festival ini.

    "Mari pak menteri, cicipin masakan Banyuwangi ini," ujar salah satu peserta. Rizal pun spontan langsung bertanya seputar SegoCawuk ini kepada peaerta.

    Selain festival kuliner, di lokasi yang sama juga digelar digelar pameran agro khas Banyuwangi. Bermacam produk unggulan hortikultura komoditas buah-buahan asli Banyuwangi dan tanaman pangan, termasuk durian merah.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan puluhan festival ini digelar sebagai upaya untuk mempromosikan Banyuwangi, serta upaya menumbuhkan dunia usaha di Banyuwangi. Termasuk memberikan panggung kepada potensi lokal masyarakat Banyuwangi.

    "Banyuwangi terus konsisten menggelar festival yang mengangkat potensi lokalnya. Seperti festival pasar ikan yang akan kami gelar pada 15 Oktober, yang dilanjutkan dengan Petik Laut Muncar. Ini kami festivalkan karena potensi perikanan kami yang tinggi," ujar Anas.

    Usai membuka festival kuliner, Menko Rizal akan langsung melanjutkan kunjungan kerjanya dengan meninjau Pelabuhan Muncar, Banyuwangi. Pelabuhan Muncar merupakan salah satu pelabuhan ikan besar di Indonesia.

    Banyuwangi Festival 2016 menggelar 53 event yang akan dihelat sepanjang tahun. Tahun ini, kalender wisata tahunan yang sudah digelar sejak 2012 itu menampilkan berbagai potensi Banyuwangi, mulai kekayaan seni dan budaya, event olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal melalui sebuah festival yang unik dan kreatif.

    Agenda tahunan berskala besar seperti International Tourde Banyuwangi Ijen (11-14 Mei), Banyuwangi Batik Festival (9 Oktober), Jazz Pantai (27 Agustus), Festival Gandrung Sewu (17 September), dan Banyuwangi EthnoCarnival (12 November), akan dilengkapi sejumlah event baru yang lebih semarak. (i/f/n)

  • 83 Pembalap Cicipi Etape Akhir ITdBI 2016

    Etape akhir melintasi ijen disebut-sebut sebagai rute yang terberat dalam ukuran balap sepeda Proffesional.
  • 9 Negara Ikuti Banyuwangi International BMX Competition 2016

    Ilex VIS- Kabupetan Banyuwangi menggelar International BMX Competition 2016 yang diikuti ratusan peserta dari 9 negara. Setidaknya sebanyak 328 pembalap dari manca negara akan saling beradu kehandalan dalam event bergengsi, yang baru pertama kali diselenggarakan. Untuk peserta dari Thailand sebanyak 3 tim, Malaysia 2 tim, Timor Leste, Denmark, Australia, Jepang, Swiss dan Portugal masing masing 1 tim. Dan untuk jumlah peserta setiap tim adalah antara 30 sampai 40 orang. Sementara Indonesia menurunkan 20 tim,dengan jumlah pembalap 300 orang.

    International BMX competition telah masuk kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI) dan digelar pada 2 – 3 April 2016 di sirkuit Muncar yang ada di desa Kedung Rejo kecamatan Muncar Banyuwangi. Sehingga bagi pembalap kejuaraan ini bisa menjadi ajang menambah poin sebelum mengikuti kejuaraan internasional seperti Olympiade. Sirkuit BMX Muncar memiliki lintasan sepanjang 350 meter dengan lebar yang bervariasi, yakni 10 meter untuk single dan 12 meter untuk double. Lintasan tersebut memiliki 17 tanjakan (jumping) dengan ketinggian yang bervariasi, mulai 0,5 meter hingga 2,25 meter, dengan sudut kemiringan 75 derajat.

    Plt kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga banyuwangi, Wawan Yatmadi mengatakan, kejuaraan tersebut dibagi dalam dua kategori yakni provinsi dan internasional yang terdiri dari 16 kelas. Yakni Challenge Boys usia 5-6 tahun, 7-8 tahun, 9-10 tahun, 11-12 tahun, 13-14 tahun, 15-16 tahun, Challenge Girls usia 6-8 tahun, 9-10 tahun, 11-12 tahun, 13-14 tahun, dan usia 15-16 tahun, serta Challenge Men, Junior Men & Women, Elite Men dan Woman. Menurut Wawan, dari total peserta yang masuk terdata peserta Elite Men mencapai 30 pembalap, dan Women Elite 11 pembalap. Angka ini dinilai terbanyak, karena kejuaraan dunia rata rata di kelas elite hanya sekitar 25 pembalap. Sementara untuk jurinya adalah dari UCI, yakni dari negara Australia dan Malaysia. Wawan menambahkan, International BMX competition 2016 memadukan antara Sport Tourism – Culture. Yaitu, kegiatan olah raga yang di sepanjang jalan di lokasi kegiatan, ditampilkan berbagai kesenian dan budaya Banyuwangi.

    Race Director International BMX Competition 2016, Dadang Haries Purnomo mengatakan, sejumah atlit nasional BMX andalan Indonesia dipastikan turut berlaga. Sebut saja Elga Kharisma Novanda, pembalap putri BMX asal Malang, dan Tony Syarifudin. Pembalap luar negeri pro BMX dunia juga berpartisipasi, seperti Jimmy Therkelsen asal Denmark dan pembalap Jepang, Taka Sampei. Dadang yang juga merupakan pelatih tim nasional pembalap BMX dankepala bidang BMX Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia atau PB ISSI tersebut menambahkan, pembalap Jimmy Therkelsen sudah masuk level top dan baru saja bertanding di kejuaraan Argentina lalu langsung terbang ke Banyuwangi. Ajang International BMX Competition 2016 di Banyuwangi merupakan salah satu cara atlet BMX guna menambah poin untuk bisa berlaga di Olimpiade Musim Panas atau Olimpiade Rio 2016 di Brazil pada 5 – 21 Agustus mendatang.(i/f/n)

  • Akhir Pekan Pemkab Gelar 3 Festival

    Ilex VIS- Tiga event Banyuwangi Festival 2016 akan digeber bersamaan pada 9 April 2016 mendatang. Mulai festival kuliner, pameran cipta karya seni, hingga suguhan produk agro Banyuwangi akan digelar bareng akhir minggu ini di Taman Blambangan, Banyuwangi.

  • Anas : Banyuwangi Mampu Jadi Lumbung Padi Andalan

    Pemerintah daerah tetap menjaga lahan pertanian agar tidak beralih fungsi menjadi perumahan.
  • Art Week, Omzet UMKM Tembus 80 Juta

    Kegiatan Banyuwangi Art Week dan festival buah lokal merupakan rangkaian dari Banyuwangi Festival 2015 yang digelar mulai Minggu hingga Jumat (3/4)
  • B-Fest Diawali Oleh Green And Recycle Fashion Week 2016

    Ilex VIS- Ajang promosi wisata Banyuwangi Festival 2016 yang berlangsung mulai Maret - Desember 2016 diawali dengan perhelatan Green and Recycle Fashion Week. Parade fashion dari bahan daur ulang tersebut bakal digelar 20 Maret mendatang di amphitheatre Pantai Boom dengan mengusung tema “Recycling Plastic.”

    “Festival ini kembali disuguhkan oleh pemerintah daerah karena memang unik dan berbeda,” ungkap bupati Anas.

    Sebagai upaya menggugah kepedulian pada lingkungan, dalam Green and Recycle Fashion Week 2016 tidak hanya fashion mainstream yang ditampilkan, namun pemilihan bahan recycle juga diwajibkan. Plastik menjadi tema utama, seiring dengan keinginan semua pihak untuk terus mengurangi sampah plastik. Mengingat banyak masyarakat yang belum memahami cara memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang, seperti kertas atau plastik. Padahal sedikit sentuhan kreativitas, sampah bisa menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi.

    Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banyuwangi, Arief Setiawan melalui ajang tersebut, pihaknya bersama-sama masyarakat dan wisatawan ingin menunjukkan bahwa sampah juga bisa disulap jadi produk baru yang bernilai seni dan ekonomi dengan dikemas dalam even fashion. “Agar masyarakat khususnya anak muda lebih tertarik untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang,” tambah Arief.

    Peragaan busana dari bahan daur ulang yang digagas Pemkab Banyuwangi ini berbeda dan jauh lebih ramah lingkungan dari acara serupa di tempat lain. Pasalnya, selain menyuguhkan hiburan, event ini juga sebagai sarana dari pemerintah daerah di dalam menggaungkan recycling life style. Peragaan busana daur ulang yang sudah di gelar 2 kali sejak tahun lalu ini, menggugah para wisatawan dan masyarakat yang datang untuk meminimalisasi produksi sampah. “Ini sebagai edukasi bagi masyarakat untuk mengurangi sampah,” tambah Arief.

    Green and Recycle Fashion Week 2016 diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari pelajar TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga kalangan umum. Mereka akan beradu kreativitas mendesain pakaian hasil daur ulang dari bahan sampah plastik, lalu menampilkannya di amphitheatre yang terletak tepat di bibir Pantai Boom. Proporsi kostum 70 persen berbahan plastik dan 30 persen bahan lain yang harus tetap merupakan bahan daur ulang.

    Selain dari sisi peserta, tempat penyelenggaraan acara juga akan disulap menjadi catwalk megah yang unik. Panggung catwalk akan dihiasi dengan pernak-pernik yang mayoritas terbuat dari bahan-bahan daur ulang plastik. Kursi undangan para penontonpun juga akan terbuat dari ban bekas yang disulap menjadi tempat duduk cantik. Hal ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sampah bisa menjadi aksesoris yang menarik bila ada niatan untuk memanfaatkannya. Acara ini sekaligus untuk semakin mempromosikan Pantai Boom, sebagai destinasi wisata pantai yang dalam dua atau tiga tahun mendatang bakal dilengkapi dermaga kapal pesiar. Dermaga itu saat ini dalam proses pembangunan.(i/f/n)

  • Banyuwangi City Tour Jadi Agenda ISSI Pusat

    Event balap sepeda Banyuwangi City Tour and Race masuk dalam agenda Banyuwangi Festival 2015 yang akan digelar 18 April mendatang.
  • Banyuwangi Mengaji 3 Ribu Kali Khataman

    Ilex VIS- Pemerintah daerah menggelar 3 ribu kali Khataman Al-Qur’an dalam Banyuwangi Mengaji bersama bupati Abdullah Azwar Anas, guna mendo’akan keselamatan bangsa dan banyuwangi. dalam kegiatan yang di gelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan pada 7 sampai 8 Mei 2016 tersebut, akan menghadirkan 400-an Huffad dan Hafidhoh. Bupati Anas mengatakan, Khataman Al-Qur’an ini dilaksanakan sebagai syukur pemerintah daerah dan masyarakat Banyuwangi, atas semua kemudahan yang di berikan oleh Allah SWT, terhadap berbagai program yang digulirkan oleh pemerintah daerah berjalan lancar. Selain itu, juga untuk mendo’akan keselamatan bangsa sekaligus untuk mendo’akan keselamatan Banyuwangi.

    Menurut bupati Anas, di dalam mendo’akan Banyuwangi tidak cukup hanya dengan menggunakan akal, namun dibarengi dengan do’a dan spiritual. Bupati Anas mengaku, 3 ribu Khataman Al-Qur’an ini juga merupakan Instruksi langsung dari PBNU untuk mendo’akan keselamatan nusantara. Bagi masyarakat yang ingin di do’akan almarhum dan almarhumah keluarganya, bisa menyerahkan nama namanya terlebih dahulu kepada pihak panitia sebelum Khataman Al-Qur’an dimulai. Bupati Anas menyadari kalau hari pelaksanaan tersebut masuk dalam liburan long week end dan dipastikan banyak masyarakat yang ke luar kota. Namun bupati Anas optimis,masih banyak masyarakat Banyuwangi yang mengikuti kegiatan ini untuk keselamatan daerah.(i/f)

  • Banyuwangi Mengaji Mulai Menggema

    Ilex VIS- Rangkaian Banyuwangi Mengaji mulai menggema di kantor pemkab Banyuwangi.

  • Banyuwangi Tuan Rumah Festival Swarna 2016

    Ilex VIS- Kementrian Perindustrian memilih Banyuwangi menjadi tuan rumah festival busana berpewarna alam atau Swarna Fest 2016. Event nasional ini akan digelar 10 - 11 Oktober 2016 mendatang. Swarna Fest merupakan event fashion yang mengangkat pemanfaatan bahan baku yang ramah lingkungan, untuk industri tekstil dan kerajinan tangan.

    Swarna Fest memadukan antara workshop peningkatan kualitas industri tekstil dan kerajinan, pameran, dan fashion show. Berdasar pertemuan dengan bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian, Eusi Saedah, Swarna Fest digelar untuk melestarikan kekayaan adat dan kearifan lokal, dengan menggunakan serat dan warna alam dari potensi yang ada di sekeliling. Pemerintah pusat ingin memberitahukan ke dunia bahwa industri kreatif Indonesia masih banyak yang menggunakan pewarna alam.

    Tema besar yang akan diusung adalah ”Ethical Fashion”, yakni sebuah fashion yang beretika pada alam, budaya, dan perajinnya. Etika pada alam karena memanfaatkan potensi alam di sekeliling yang ramah lingkungan, bukan pewarna buatan. Sementara untuk Etika pada budaya kata Saedah, karena pihaknya menghormati kearifan lokal.

    Dalam Swarna Fest, perajin pun turut diperkenalkan. Mereka bukan lagi orang yang sekedar di balik layar, tapi diperkenalkan langsung ke buyer(pembeli). Sehingga, mereka bisa tahu dan paham bagaimana karyanya dihargai konsumen. Sementara itu, Desainer Merdi Sihombing yang terlibat dalam Swarna Fest mengatakan, Banyuwangi dipilih oleh Kemenperindustrian untuk lokasi kegiatan ini, karena dinilai memiliki potensi cukup besar, mulai dari potensi bahan alamnya hingga para perajinnya. Selain itu, Komitmen pemerintah daerah di dalam mempromosikan batik lokal juga menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah UMKM batik Banyuwangi mulai muncul karena ada event Banyuwangi Batik Festival. Meski belum ideal, pemerintah pusat sangat mengapresiasi gairah yang ada, sehingga Swarna Fest sengaja digelar di Banyuwangi.

    Merdi menambahkan, event ini untuk mengampanyekan penggunaan serat dan pewarna pakaian yang alami sebagai bagian dari ethnical fashion. Kegiatan ini merupakan bagian dari trend dunia yang mengusung ethnical fashion. Produk pakaiannya harus suistanable (berkelanjutan) yaitu dengan penggunaan serat dan pewarna alami.

    Bupati Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dipilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah Festival Swarna. Bupati Anas berharap, penyelenggaraan Swarna Fest bisa semakin menggairahkan UMKM batik yang ada di kabupaten Banyuwangi. Apalagi, berkaitan dengan Swarna Fest, Kementrian perindustrian mulai melatih para komunitas perajin batik Banyuwangi.

    Ada dua keuntungan sekaligus. Pertama adalah kemampuan perajin meningkat. Kedua adalah pasar semakin terbuka saat digelarnya Swarna Fest nanti pada bulan Oktober. Bupati Anas mengaku, Banyuwangi sendiri telah memiliki sejumlah event yang mengusung tema batik dan konsep busana berkelanjutan. Mulai dari Banyuwangi Batik Festival yang mengangkat karya para perajin, dan Green dan Recycle Fashion Week yang menampilkan karya-karya artistik dari bahan daur ulang.(i/n)

  • Banyuwangi Tuan Rumah International BMX Competition 2016

    Ilex VIS- Kompetisi olahraga internasional kembali akan dihelat di Banyuwangi. Setelah sebelumnya memiliki International Tour de Banyuwangi Ijen, kini Banyuwangi menggelar even sport lainnya, yakni International BMX Competition 2016. Ajang ini akan digelar pada 2 - 3 April mendatang, diikuti sedikitnya 8 negara.

    International BMX Competition telah masuk kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI). Setidaknya 350 peserta dari manca negara akan saling beradu kehandalan. Negara asal peserta antara lain Malaysia, Thailand, Hongkong, Singapura, Timor Leste, Jepang, dan Denmark termasuk Indonesia.

    Kabid Olah Raga pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi, Marhen Yono mengatakan, pihaknya menargetkan, ada 10 negara yang mengikuti event bergengsi ini. Selain 7 negara yang sudah pasti hadir, masih ada beberapa negara yang masih dalam tahap konformasi yaitu Myanmar, Korea, dan Australia.

    Kejuaraan tersebut akan dibagi dalam tiga kategori yakni lokal provinsi, nasional, dan internasional yang terdiri dari 14 kelas. Tiga kategori tersebut mempertandingkan kelompok challenge putra-putri, junior putra-putri, dan elit putra-putri. Sejumah atlit nasional BMX andalan Indonesia dipastikan turut berlaga. Sebut saja Elga Kharisma Novanda, pembalap putri BMX asal Malanng, dan Tony Syarifudin.

    International BMX Competition 2016 di Banyuwangi merupakan salah satu cara agar atlet BMX Indonesia bisa menambah poin, sehingga bisa berlaga di Olimpiade Musim Panas atau Olimpiade Rio 2016 di Brazil pada 5 – 21 Agustus mendatang.

    “Bagi pembalap dalam negeri, kejuaraan ini bisa menjadi ajang untuk menambah poin sebelum mengikuti kejuaraan internasional,” ucap Marhen.

    International BMX Competition 2016 akan dilangsungkan di sirkuit BMX kecamatan Muncar. Sirkuit berstandard internasional ini berdiri sejak setahun lalu, dan pernah dipergunakan sebagai lintasan atlit Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2015. Sirkuit ini merupakan satu dari 3 sirkuit bertaraf international yang ada di Indonesia selain sirkuit di Siak – Riau dan di Jogjakarta.(i/f/n)

  • Berat Sepeda Kurang, UCI Cabut Gelar Juara I Pouly

    Berat minimum yang ditentukan UCI adalah 6,8 kg, Sedangkan sepeda Pouly memiliki berat kurang dari 6 kg.
  • Cycling For All Awali ITdBI 2016

    Para peserta akan bersepeda menempuh rute sejauh 10 kilometer dari Pendopo Sabha Swagatha Blambangan dan finish di Taman Blambangan Banyuwangi
  • Digelar, Tumpeng Sewu Membumi di Kemiren

    Warga ikut berdoa agar Desa Kemiren jauh dari segala bencana dan sumber penyakit.
  • Durian Merah Banyuwangi Pikat Menteri

    Ilex VIS- Saat membuka 3 festival di Banyuwangi, Menko Rizal Ramli menyempatkan diri mencicipi durian merah Banyuwangi. Rizal tampak begitu menikmati buah ikon Banyuwangi tersebut di Banyuwangi Agro Expo.

    “Ini pengalaman yang pertama bagi saya makan durian merah di Banyuwangi. Rasanya enak, manis ,” pujinya saat makan durian didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas.

    Menko Rizal membuka tiga event Banyuwangi Festival 2016, Sabtu (9/4). Tiga festival itu adalah festival kuliner, Banyuwangi Art Week dan Agro Expo di Taman Blambangan, Banyuwangi.

    Dalam kesempatan tersebut, juga diserahkan sertifikat tanda daftar milik Banyuwangi oleh Kementerian Pertanian sebagai tanda pengesahan dua varian durian merah asal Banyuwangi. Dua jenis durian merah asal Banywuangi itu adalah Sunriseof Java (SOJ) dan Balqis.

    Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, durian merah ini buah khas Banyuwangi yang saat ini tengah menjadi buruan para pecinta kuliner buah durian. Harganya pun semakin mahal, bahkan bisa mencapai Rp250.000 per buah.

    Sebenarnya, durian merah Banyuwangi ada 25 varian yang bisa dikonsumsi. Dari berbagai jenis tersebut, yang terus dikembangkan ada 11 varian. Namun yang menjadi idola adalah SOJ dan Balqis. Ini karena arena warna dagingnya yang sangat terang dan mencolok. Ketebalan dagingnya mencapai 16,5 milimeter dengan perpaduan rasa manis dan pahit yang pas di lidah. Aroma duriannya tidak setajam durian lain sejenisnya.

    Selain rasa, durian merah ini memiliki khasiat yang layak diunggulkan. Tidak seperti durian berdaging putih yang kandungannya didominasi zat gula dan karbohidrat, durian merah mengandung banyak zat bermanfaat seperti serotonin yang bisa mengobati insomnia. Juga afrodisiak, tifohormon, dan titosteron sebagai penambah stamina. Ada pula kandungan antosianin yang bisa mencegah penuaan dini.

    Untuk mengembangbiakkan durian merah yang langka ini, pemkab berencana membentuk sentra pengembangan durian di Kecamatan Songgon yang luasnya diperkirakan 50 hektar.

    Usai makan durian, Menko Rizal pun langsung meninjau sejumlah stan yang memamerkan komoditas buah-buhan lokal khas Banywuangi.(i/f/n)

  • Elga Gandeng Jimmi Menangi Banyuwangi Int. BMX Competition

    Elga Kharisma boyong 100 poin dari 2 round Banyuwangi International BMX Competition