JA Muzic - шаблон joomla Mp3
  • Pendaataan Manifes Sebabkan Macet Panjang Ketapang

    Ilex VIS- Akibat di berlakukannya kebijakan pendataan manifes penumpang kapal yang membutuhkan waktu cukup lama, menyebabkan sekitar 900 an unit kendaraan bermotor tertahan di pelabuhan Ketapang dalam setiap harinya.

  • Satpol Air dan Penyelam Tradisional Pastikan Posisi Rafelia II

    Posisi Rafelia II dekat dengan kabel bawah air yang dikhawatirkan bisa bergeser sewaktu-waktu

  • 176 Milyar Digelontorkan Untuk Infrastuktur Pertanian

    Ilex VIS- Pemkab Banyuwangi mengalokasikan anggaran pada APBD 2016 senilai 176 milyar rupiah, untuk pembangunan infrastuktur sumberdaya air pertanian. Sektor pertanian dinilai menjadi tulang punggung perekonomian di Banyuwangi. Anggaran 176 milyar rupiah diperuntukkan membangun 13 embung, irigasi sepanjang 137 kilometer, tujuh bendung, hingga long storage atau tempat penampungan air di sungai.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, tahun 2016 pihaknya membangun 13 embung di daerah yang berpotensi kekurangan air. Embung berfungsi menampung kelebihan air saat musim hujan, air yang tertampung akan digunakan sebagai sumber irigasi pertanian warga setempat. Dengan embung-embung ini, daerah yang potensi rawan kekurangan air akan tetap bisa melakukan aktivitas pertanian saat musim kemarau. “Tahun 2016 kita bangun beberapa embung untuk menampung kelebihan air lalu kita pakai airnya pas butuh,” ujar Guntur.

    Lokasi embung tersebut berada di Kecamatan Kalipuro, Songgon, Kalibaru dan Tegaldlimo yang sering kesulitan air saat musim hujan selesai. Selain embung, juga akan dibangun tujuh bendung untuk menaikkan debit air sungai agar bisa dialirkan ke daerah irigasi. Bendung akan dibangun di sungai-sungai besar yang tersebar di seluruh Banyuwangi, seperti di Kecamatan Pesanggaran, Purwoharjo, Tegaldlimo, Srono, Siliragung, dan Kabat.

    Saluran irigasi akan dibangun sepanjang 137 kilometer. 120 Km saluran irigasi tersier, 5 Km saluran irigasi sekunder, dan 12 kilometer saluran irigasi primer. Sebelumnya, sejak tahun 2010, telah dilakukan pembangunan dan revitalisasi irigasi di Banyuwangi sepanjang lebih dari 1.000 kilometer. Untuk menjaga ketersediaan air tetap melimpah saat musim kemarau, tahun ini Pemkab Banyuwangi juga akan membangun long storage atau tampungan air yang panjang di sungai-sungai. Hal ini merupakan solusi untuk menahan limpahan air sungai agar tidak langsung terbuang ke laut. Sehingga ketika musim hujan sungai tidak kering, sekaligus bisa digunakan untuk budidaya perikanan air tawar. Dan pembangunannya dimulai dari daerah hulu, seperti Kecamatan Licin dan Songgon.

    Tahun 2016 diharapkan produktivitas pertanian bisa meningkat seiring dengan pembangunan infrastruktur fisik yang mendukung sektor ini. Apalagi Waduk Bajul Mati sudah beroperasi yang bisa mengairi lahan persawahan di Kecamatan Wongsorejo hingga 1.400 hektare. “Ini kami nilai sangat menunjang ketersediaan air untuk pertanian terutama di Banyuwangi,” tambah Guntur.(i/n)

  • 2 Dosen Untag Berstatus Tersangka

    Daus VIS- Konflik perebutan ketua Perpenas Banyuwangi bergulir ke ranah hukum. 2 wakil rektor Untag yakni Andi Karya Catur dan Inggrid Roroh ditetapkan sebagai tersangka kasus oleh polisi. Penetapan tersangka tersebut, menindaklanjuti laporan dari Sugihartoyo dan Achmad Nur Qomari yang melaporkan mereka berdua atas dugaan telah melakukan pencemaran nama baik dan penyebaran fitnah.

    Penetapan kedua tersangka dilakukan pekan lalu, bahkan polisi sudah melayangkan panggilan pada kedua wakil rektor yang menjadi pengikut ketua Perpenas Kubu Warijan, untuk diperiksa sebagai tersangka, namun mereka mangkir pada panggilan pertama yang dilayanbgkan Kamis(24/3) kemarin.

    Kasat reskrim polres Banyuwangi, AKP Stevie Arnold Rampengan mengatakan, alasan penetapan tersangka keduanya dianggap sudah kuat, dan memenuhi unsur pelanggaran pidana pencemaran nama baik, setelah sebelumnya polisi melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dari kalangan mahasiswa dan mendengarkan keterangan saksi ahli pidana dari Universitas Brawijaya Malang.

    Polisi telah melakukan pemanggilan Andi Catur dan Inggrid untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun sayangnya kedua orang yang terlibat aktif dalam konflik perebutan ketua Perpenas itu mangkir dari panggilan Polisi. Kasatreskrim berencana melakukan pemanggilan kedua pada Selasa(29/3) besok. Jika kedua tersangka tidak hadir, maka polisi akan melakukan pemanggilan paksa.

    Kasus pidana dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Andi Karya Catur dan Inggrid bermula dari adanya upaya pengambilalihan kantor Perpenas oleh ketua Perpenas Sugihartoyo yang sudah mengantongi SK dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi manusia. Saat hendak memasuki areal kantor Perpenas, pada hari Senin 9 November 2015 lalu. Kubu Waridjan yang juga mengklaim sebagai ketua Perpenas yang sah, saat itu menghadang kedatangan Sugihartoyo, untuk dihalangi masuk kantor Perpenas. Bahkan kubu waridjan saat itu, yang dimotori oleh Andi Karya Catur diduga melakukan provokasi kepada siswa SMA 17 Agustus 1945 Banyuwangi, agar terlibat menghadang kedatangan Sugihartoyo, yang diisukan pada siswa hendak menggusur sekolah mereka. Akibat provokasi tersebut, situasi saat itu menjadi kacau, hingga mengakibatkan salah satu anggota Intelkam Polres Banyuwangi yang saat itu bertugas, dikeroyok oleh para siswa. Dalam kejadian itu, Inggrid juga terlibat dalam penghadangan dan melakukan penghinaan kepada Qomari didepan sejumlah mahasiswa dan siswa yang ada areal gedung Perpenas saat itu. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, Sugihartoyo dan Qomari melapor ke polisi.(d/f/n)

  • 3 Pabrik Rokok Banyuwangi Ditutup

    Ilex VIS- 3 dari 15 pabrik rokok di Banyuwangi dibekukan oleh kantor Bea Cukai Banyuwangi karena sudah tidak beroprasi selama 1 tahun lebih. Kepala Kantor Pelayanan Pengawasan Bea Cukai atau KPPBC tipe pratama Banyuwangi, Benyamin Lilipaly mengatakan, selain sudah tidak berproduksi selama 1 tahun lebih, ke 3 pabrik tersebut dibekukan oleh pihaknya karena lokasinya produksinya menjadi satu dengan rumah tangga. “Menurut aturan yang ada, suatu usaha yang memproduksi rokok tidak boleh berbaur dengan rumah tangga,” ungkap Benyamin.

    KPPBC akan berupaya untuk merubah lokasi proses produksi dari ke 12 pabrik rokok di Banyuwangi yang masih ada tersebut. Namun dari fakta di lapangan, rokok yang diproduksi oleh ke 12 pabrik yang ada di Banyuwangi masih masuk golongan 3B atau golongan kecil. Sedangkan di berbagai kota dan kabupaten lain, produksi rokoknya sudah masuk dalam golongan 3A ataupun 2B. Meski demikian, pemasaran rokok tidak hanya di Banyuwangi saja, namun sampai ke wilayah Kalimantan. Bahkan, kemasan dan merek dari rokok hasil produksi para pengusaha di Banyuwangi menggunakan nama berbagai kesenian dan adat Banyuwangi, salah satunya adalah Gandrung. Sehingga secara tidak langsung, keberadaan rokok golongan 3B ini, juga telah ikut serta mempromosikan kabupetan Banyuwangi hingga ke luar daerah. Benyamin menjelaskan, proses produksi rokok di Banyuwangi masih menggunakan linting, dengan penyerapan tenaga kerja yang minim. Meski demikian, setiap kemasan rokoknya sudah di sertai pita cukai sehingga pemasarannya dinilai sudah resmi.

    Berdasarkan data yang ada, lokasi ke 12 pabrik rokok yang masih beroperasi tersebut berada di sejumlah daerah di wilayah Banyuwangi selatan.(i/f/n)

  • 3 Pencuri Mutiara Asal Papua Berhasil DIringkus

    Ilex VIS- 3 warga Papua Barat ditangkap aparat TNI AL dan kepolisian dalam waktu berbeda setelah diketahui sebagai pelaku pencurian mutiara di lokasi budi daya mutiara di kawasan perairan Teluk Biru kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi. Mereka adalah Rahman(29), Laode Muhamad Darwis(38), dan Nelson Mayor(37), ketiganya warga Desa Klabala, Kecamatan Sorong Kota, Papua Barat.

    Awalnya mereka datang ke Banyuwangi dan menginap di salah satu hotel yang ada di kecamatan Srono. Mereka bergerak menuju pelabuhan Muncar menggunakan mobil pribadi. Memakai perahu sewaan milik nelayan, mereka lalu menuju tempat budi daya mutiara milik PT. Disti Mutiara Suci di kawasan perairan Teluk Biru kecamatan Muncar. Sesampainya, Rahman menyelam dikedalaman 150 meter dari bibir pantai, sementara Laode dan Nelson berada di perahu untuk mengintai situasi. Satu jam berlalu aksi mereka terendus petugas keamanan PT. Disti Mutiara Sudi dan TNI AL yang berjaga. Laode dan Nelson berhasil kabur dengan perahu, sedangkan Rahman dengan mudah ditangkap saat muncul dipermukaan. Dari tangan Rahman petugas mengamankan barang bukti 42 butir mutiara senilai 50 juta rupiah.

    Dua pelaku lainnya kabur mengendarai mobil Toyota Avanza warna putih ber nomor polisi DR 1157 AY. Kondisi ini langsung diinformasikan ke seluruh polsek, karena diduga dua orang pelaku tersebut akan kabur ke pulau Bali melalui pelabuhan Ketapang. Mendapati informasi tersebut, sejumlah aparat kepolisian polsek KP3 Tanjung Wangi memperketat pengamanan di pelabuhan Ketapang, utamanya terhadap kendaraan bermotor yang akan menyeberang ke pelabuhan Gilimanuk Bali, dengan memprioritaskan pemeriksaan terhadap mobil Avanza putih.

    Satu jam kemudian, mobil yang dicari terlihat berhenti di pintu masuk Pelabuhan LCM Ketapang. Kapolsek KP3 Tanjung Wangi, AKP Hadi Siswoyo melakukan pemeriksaan di dalam mobil Avanza tersebut, kedua penumpangnya minta turun. Menurut kapolsek, karena identik dengan informasi yang diterima oleh kepolisian, dua orang penumpangnya serta kendaraannya langsung dibawa ke Mapolsek KP3. “Ternyata memang benar, mereka adalah 2 dari 3 orang pelaku pencurian mutiara yang sebelumnya berhasil kabu,” ungkap Hadi.

    Berdasar pengakuan, mutiara curian akan dijual pada penadah di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Sebelumnya mereka melakukan aksi pencurian mutiara di Mataram, kemudian geser ke kawasan pulau Bali dan yang terbaru adalah di Banyuwangi.(i/f/n)

  • 3 Pengedar Sabu Dibekuk Polres Banyuwangi

    Ilex VIS- Sebanyak 3 pengedar sabu-sabu berhasil dibekuk jajaran satuan narkoba Polres Banyuwangi kurang dari 4 jam. Penangkapan berlangsung di dua TKP, dengan barang bukti sabu sebanyak 2 paket. 1 paket sabu 0,28 gram diamankan dari tangan Tersangka Deny Arianto(30) warga dusun Tugung Desa Sempu kecamatan Sempu, juga 1 unit ponsel. Tersangka ditangkap oleh aparat kepolisian satuan narkoba di kawasan dusun Truko desa Karang Sari kecamatan Sempu.

    Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Agung Setyo Budi mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, serbuk putih tersebut didapatkan dari seorang pemasoknya bernama Suharno tinggal di Dusun Sukorejo desa Sukorejo Kecamatan Bangorejo Banyuwangi. Kasat Narkoba menjelaskan, setelah mendapatkan penjelasan dari tersangka Deny, aparat kepolisian pun melacak keberadaan Suharno hingga berhasil diringkus. Dalam penangkapan ini, kepolisian menyusun rencana yakni mempertemukan tersangka Deny dengan Suharno di pertigaan Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Di situlah, dua pengedar sabu tersebut bertemu dan melakukan transaksi di bawah pengawasan aparat. Menurut AKP Agung, Begitu transaksi berlangsung, kepolisian pun menangkap Suharno. Sementara itu, berdasarkan pengakuan Suharno, barang haram itu dibeli dari pemasoknya berinisial MY yang tinggal di Dusun Ringintelu Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo. Kepolisian berupaya memastikan keterangan tersangka Suharno. Selanjutnya, dia menghantarkan sejumlah aparat kepolisian untuk menemui MY di rumahnya. Namun rupanya, sang pemasok barang haram tersebut sudah tidak ada di kediamannya. Ironisnya, di lokasi inilah, aparat kepolisian yang menyamar sebagai pembeli sabu-sabu justru dilayani oleh istri MY yakni Sri Asih. Wanita ini pun kemudian dibawa aparat kepolisian menuju Mapolres Banyuwangi, guna pengembangan penyidikan.(i/f/n)

  • 6 PAMA Ikuti Serah Terima Jabatan Di Polres Banyuwangi

    Ilex VIS- Sebanyak 6 perwira pertama atau Pama di lingkungan Polres Banyuwangi, mengikuti serah terima jabatan pada Senin(21/3). 4 pos yang kosong dan diisi pejabat baru meliputi Kasat Polair, Kasat Intel, Kapolsek Songgon, dan Kasubag Humas Polres Banyuwangi.

    Pejabat lama Kasatpolair AKP Basori Alwi secara resmi ditarik menjadi Kasubag Hukum Polres Banyuwangi yang telah lama fakum. Lulusan Master Hukum Universitas Airlangga ini diharapkan mampu menghidupkan Sub Bagian Hukum Polres Banyuwangi agar lebih bertaring. Sebab sudah lama Subag hukum yang berada di bawah kendali Kabag sumda, tidak dipimpin oleh seorang perwira.

    AKP Harwiyono yang semula menduduki Kasat intel, pulang kampung ke Jember. Kursi baru yang bakal ditempati polisi bertubuh subur ini adalah, Kapolsek Kaliwates yang berstatus urban. Berarti AKP Harwiyono pulang kampung dalam rangka meraih pangkat komisaris Polisi (Kompol). Penggantinya adalah mantan Kanit reskrim Polsek Tandes Surabaya, AKP Bambang. Sementara, Iptu Kusmin yang semula hanya sebagai Plt Kapolsek Songgon, pada serah terima jabatan kali ini ditetapkan sebagai pengganti AKP Jabbar. Sebelum masuk Songgon, Iptu Kusmin merupakan KBO Satnarkoba Polres Banyuwangi. Selanjutnya, AKP Jabbar dipercaya Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama, untuk mendekati kalangan jurnalis. Posisi baru itu adalah Kasubag humas Polres Banyuwangi yang ditinggalkan oleh AKP Subandi.

    Serah terima jabatan yang disaksikan oleh para personil bintara sampai pamen itu, AKP Subandi asal Desa cluring Kecamatan Cluring, menduduki posisi sebagai Kasat polair Polres Banyuwangi. Dalam sambutan singkatnya, Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama mengatakan, kepada para pejabat yang menduduki pos baru agar segera menyesuaikan dengan lingkungan tugasnya. Mereka juga diminta membangun sinergi dengan pejabat maupun warga sekitar.

    Kapolres meminta, agar program pejabat lama yang baik untuk dilanjutkan. Usai serah terima jabatan dalam gelaran Apel pagi di halaman Mapolres Banyuwangi, empat pama yang menempati pos baru itu mendapat kehormatan serta ucapan selamat dari Kapolres, kapolsek serta para pejabat utama polres lainnya. Mereka juga mendapat sambutan hangat dari ibu-ibu Bhayangkari.(i/f/n)

  • Ahmad Taufik Gantikan Arifin Salam

    Daus VIS- Setelah sebelumnya sempat kosong, kursi ketua komisi IV DPRD Banyuwangi yang sebelumnya diduduki oleh almarhum Zaenal Arifin Salam, saat ini dijabat oleh Ahmad Taufik yang juga kader PKB.

  • ASDP Evaluasi Pendataan Manifes Penumpang

    Ilex VIS- PT.ASDP dan seluruh stake holder pelayaran bersama TNI Polri menggelar rapat koordinasi Senin (21/3/2016) untuk mengevaluasi pendataan manifes penumpang yang sebelumnya telah di terapkan, di dalam mengurai antrian panjang kendaraan bermotor di pelabuhan Ketapang.

  • Ayah Tiri Pelaku Pencabulan Dibekuk Aparat

    /

    Ilex VIS- Seorang lelaki warga Kecamatan Muncar Banyuwangi ditangkap kepolisian setelah dilaporkan menyetubuhi anak tirinya. Tersangka adalah Nurkojin(35) warga Dusun Krajan Desa Blambangan Kecamatan Muncar. Kekerasan seksual ini berjalan sejak tahun 2014 hingga 2015 lalu. Korban adalah LM(16) masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Korban berani menguak perilaku sang ayah tirinya lantaran tidak betah terus menerus menjadi pelampiasan. Pencabulan berawal pada 2014, saat itu LM masih kelas 2 SMP. Sepulang sekolah sekitar 14.00 WIB dan rumah dalam keadaan sepi, tersangka memaksa masuk ke dalam kamar putrinya yang sedang beristirahat. “Saat itu mulud dan tangan korban langsung dibekap, pelaku kemudian membuka paksa celana korban dan akhirnya terjadilah kekerasan seksual itu,” ungkap Kapolsek Muncar, Kompol Agus Dwi Jatmiko.

    Pasca kejadian itu, setiap ada kesempatan tersangka selalu melakukan tindakan asusila terhadap korban. Ironisnya, kekerasan seksual ini terus berlangsung hingga Desember 2015. Karena sudah tidak kuat lagi dengan ulah sang bapak tiri, korban kemudian melaporkan peristiwa itu kepada ibu dan ayah kandungnya. Setelah itu korban didampingi oleh ayah kandungnya melaporkan kejadian ini ke mapolsek muncar. Mendapat informasi ini, Aparat Polsek Muncar bergegas menangani kasus ini.

    LM yang menjadi saksi kunci atas kekerasan yang menimpanya dimintai keterangan sebagai saksi korban. Petugas juga memanggil saksi-saksi lain untuk memperdalam kasus ini. Kesaksian korban nantinya akan dijadikan dasar untuk melakukan penangkapan terhadap tersangka Nurkojin. Kepolisian juga mengamankan sejumlah alat bukti yang mendukung tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka.

    Sementara itu, Penyidik juga telah membawa korban ke tim medis guna menjalani visum. Saat ini Nurkojin telah menjalani pemeriksaan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepolisian berharap, kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua lain agar terus melakukan pengawasan terhadap putrinya.(i/f/n)

  • B-Fest Diawali Oleh Green And Recycle Fashion Week 2016

    Ilex VIS- Ajang promosi wisata Banyuwangi Festival 2016 yang berlangsung mulai Maret - Desember 2016 diawali dengan perhelatan Green and Recycle Fashion Week. Parade fashion dari bahan daur ulang tersebut bakal digelar 20 Maret mendatang di amphitheatre Pantai Boom dengan mengusung tema “Recycling Plastic.”

    “Festival ini kembali disuguhkan oleh pemerintah daerah karena memang unik dan berbeda,” ungkap bupati Anas.

    Sebagai upaya menggugah kepedulian pada lingkungan, dalam Green and Recycle Fashion Week 2016 tidak hanya fashion mainstream yang ditampilkan, namun pemilihan bahan recycle juga diwajibkan. Plastik menjadi tema utama, seiring dengan keinginan semua pihak untuk terus mengurangi sampah plastik. Mengingat banyak masyarakat yang belum memahami cara memanfaatkan sampah yang bisa didaur ulang, seperti kertas atau plastik. Padahal sedikit sentuhan kreativitas, sampah bisa menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi.

    Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Banyuwangi, Arief Setiawan melalui ajang tersebut, pihaknya bersama-sama masyarakat dan wisatawan ingin menunjukkan bahwa sampah juga bisa disulap jadi produk baru yang bernilai seni dan ekonomi dengan dikemas dalam even fashion. “Agar masyarakat khususnya anak muda lebih tertarik untuk berpartisipasi dan terlibat dalam kreasi daur ulang,” tambah Arief.

    Peragaan busana dari bahan daur ulang yang digagas Pemkab Banyuwangi ini berbeda dan jauh lebih ramah lingkungan dari acara serupa di tempat lain. Pasalnya, selain menyuguhkan hiburan, event ini juga sebagai sarana dari pemerintah daerah di dalam menggaungkan recycling life style. Peragaan busana daur ulang yang sudah di gelar 2 kali sejak tahun lalu ini, menggugah para wisatawan dan masyarakat yang datang untuk meminimalisasi produksi sampah. “Ini sebagai edukasi bagi masyarakat untuk mengurangi sampah,” tambah Arief.

    Green and Recycle Fashion Week 2016 diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari pelajar TK, SD, SMP, SMA, mahasiswa, hingga kalangan umum. Mereka akan beradu kreativitas mendesain pakaian hasil daur ulang dari bahan sampah plastik, lalu menampilkannya di amphitheatre yang terletak tepat di bibir Pantai Boom. Proporsi kostum 70 persen berbahan plastik dan 30 persen bahan lain yang harus tetap merupakan bahan daur ulang.

    Selain dari sisi peserta, tempat penyelenggaraan acara juga akan disulap menjadi catwalk megah yang unik. Panggung catwalk akan dihiasi dengan pernak-pernik yang mayoritas terbuat dari bahan-bahan daur ulang plastik. Kursi undangan para penontonpun juga akan terbuat dari ban bekas yang disulap menjadi tempat duduk cantik. Hal ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa sampah bisa menjadi aksesoris yang menarik bila ada niatan untuk memanfaatkannya. Acara ini sekaligus untuk semakin mempromosikan Pantai Boom, sebagai destinasi wisata pantai yang dalam dua atau tiga tahun mendatang bakal dilengkapi dermaga kapal pesiar. Dermaga itu saat ini dalam proses pembangunan.(i/f/n)

  • Banyuwangi Punya Lori Wisata

    Ilex VIS- Kabupetan Banyuwangi saat ini mempunyai Lori wisata, yang menyusuri indahnya alam perkebunan.

  • Banyuwangi Tuan Rumah Festival Swarna 2016

    Ilex VIS- Kementrian Perindustrian memilih Banyuwangi menjadi tuan rumah festival busana berpewarna alam atau Swarna Fest 2016. Event nasional ini akan digelar 10 - 11 Oktober 2016 mendatang. Swarna Fest merupakan event fashion yang mengangkat pemanfaatan bahan baku yang ramah lingkungan, untuk industri tekstil dan kerajinan tangan.

    Swarna Fest memadukan antara workshop peningkatan kualitas industri tekstil dan kerajinan, pameran, dan fashion show. Berdasar pertemuan dengan bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kementrian Perindustrian, Eusi Saedah, Swarna Fest digelar untuk melestarikan kekayaan adat dan kearifan lokal, dengan menggunakan serat dan warna alam dari potensi yang ada di sekeliling. Pemerintah pusat ingin memberitahukan ke dunia bahwa industri kreatif Indonesia masih banyak yang menggunakan pewarna alam.

    Tema besar yang akan diusung adalah ”Ethical Fashion”, yakni sebuah fashion yang beretika pada alam, budaya, dan perajinnya. Etika pada alam karena memanfaatkan potensi alam di sekeliling yang ramah lingkungan, bukan pewarna buatan. Sementara untuk Etika pada budaya kata Saedah, karena pihaknya menghormati kearifan lokal.

    Dalam Swarna Fest, perajin pun turut diperkenalkan. Mereka bukan lagi orang yang sekedar di balik layar, tapi diperkenalkan langsung ke buyer(pembeli). Sehingga, mereka bisa tahu dan paham bagaimana karyanya dihargai konsumen. Sementara itu, Desainer Merdi Sihombing yang terlibat dalam Swarna Fest mengatakan, Banyuwangi dipilih oleh Kemenperindustrian untuk lokasi kegiatan ini, karena dinilai memiliki potensi cukup besar, mulai dari potensi bahan alamnya hingga para perajinnya. Selain itu, Komitmen pemerintah daerah di dalam mempromosikan batik lokal juga menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah UMKM batik Banyuwangi mulai muncul karena ada event Banyuwangi Batik Festival. Meski belum ideal, pemerintah pusat sangat mengapresiasi gairah yang ada, sehingga Swarna Fest sengaja digelar di Banyuwangi.

    Merdi menambahkan, event ini untuk mengampanyekan penggunaan serat dan pewarna pakaian yang alami sebagai bagian dari ethnical fashion. Kegiatan ini merupakan bagian dari trend dunia yang mengusung ethnical fashion. Produk pakaiannya harus suistanable (berkelanjutan) yaitu dengan penggunaan serat dan pewarna alami.

    Bupati Abdullah Azwar Anas berterima kasih atas dipilihnya Banyuwangi sebagai tuan rumah Festival Swarna. Bupati Anas berharap, penyelenggaraan Swarna Fest bisa semakin menggairahkan UMKM batik yang ada di kabupaten Banyuwangi. Apalagi, berkaitan dengan Swarna Fest, Kementrian perindustrian mulai melatih para komunitas perajin batik Banyuwangi.

    Ada dua keuntungan sekaligus. Pertama adalah kemampuan perajin meningkat. Kedua adalah pasar semakin terbuka saat digelarnya Swarna Fest nanti pada bulan Oktober. Bupati Anas mengaku, Banyuwangi sendiri telah memiliki sejumlah event yang mengusung tema batik dan konsep busana berkelanjutan. Mulai dari Banyuwangi Batik Festival yang mengangkat karya para perajin, dan Green dan Recycle Fashion Week yang menampilkan karya-karya artistik dari bahan daur ulang.(i/n)

  • Banyuwangi Tuan Rumah International BMX Competition 2016

    Ilex VIS- Kompetisi olahraga internasional kembali akan dihelat di Banyuwangi. Setelah sebelumnya memiliki International Tour de Banyuwangi Ijen, kini Banyuwangi menggelar even sport lainnya, yakni International BMX Competition 2016. Ajang ini akan digelar pada 2 - 3 April mendatang, diikuti sedikitnya 8 negara.

    International BMX Competition telah masuk kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI). Setidaknya 350 peserta dari manca negara akan saling beradu kehandalan. Negara asal peserta antara lain Malaysia, Thailand, Hongkong, Singapura, Timor Leste, Jepang, dan Denmark termasuk Indonesia.

    Kabid Olah Raga pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Banyuwangi, Marhen Yono mengatakan, pihaknya menargetkan, ada 10 negara yang mengikuti event bergengsi ini. Selain 7 negara yang sudah pasti hadir, masih ada beberapa negara yang masih dalam tahap konformasi yaitu Myanmar, Korea, dan Australia.

    Kejuaraan tersebut akan dibagi dalam tiga kategori yakni lokal provinsi, nasional, dan internasional yang terdiri dari 14 kelas. Tiga kategori tersebut mempertandingkan kelompok challenge putra-putri, junior putra-putri, dan elit putra-putri. Sejumah atlit nasional BMX andalan Indonesia dipastikan turut berlaga. Sebut saja Elga Kharisma Novanda, pembalap putri BMX asal Malanng, dan Tony Syarifudin.

    International BMX Competition 2016 di Banyuwangi merupakan salah satu cara agar atlet BMX Indonesia bisa menambah poin, sehingga bisa berlaga di Olimpiade Musim Panas atau Olimpiade Rio 2016 di Brazil pada 5 – 21 Agustus mendatang.

    “Bagi pembalap dalam negeri, kejuaraan ini bisa menjadi ajang untuk menambah poin sebelum mengikuti kejuaraan internasional,” ucap Marhen.

    International BMX Competition 2016 akan dilangsungkan di sirkuit BMX kecamatan Muncar. Sirkuit berstandard internasional ini berdiri sejak setahun lalu, dan pernah dipergunakan sebagai lintasan atlit Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V 2015. Sirkuit ini merupakan satu dari 3 sirkuit bertaraf international yang ada di Indonesia selain sirkuit di Siak – Riau dan di Jogjakarta.(i/f/n)

  • Bea Cukai Jatim II Siap Dukung Banyuwangi di Berbagai Bidang

    Ilex VIS- Bea Cukai wilayah Jawa Timur II siap membantu dan mendukung kabupetan Banyuwangi di berbagai bidang, utamanya adalah pariwisata, karena perkembangannya di nilai sangat pesat.

  • Beras Organik Banyuwangi Tersertifikasi Resmi LeSOS

    Ilex VIS- Beras organik Banyuwangi tersertifikasi resmi bebas bahan kimia. Poktan Sumber Urip dari desa Watukebo kecamatan Rogojampi mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS) sebagai produsen beras organik. LeSOS adalah salah satu lembaga sertifikasi pertama di Indonesia yang berhak melakukan investigasi, mengeluarkan sertifikat, dan label organik untuk berbagai macam produk organik, petani dan kelompok tani, koperasi, perusahaan, dan lain-lain yang telah memenuhi persayaratan.

    “Ini merupakan komitmen dari pemerintah daerah di dalam meningkatkan pertanian organik,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Dishutbun) kabupaten Banyuwangi Ikrori Hudanto.

    Kelompok Sumber Urip secara legal dan konsisten telah memenuhi persyaratan dalam memproduksi padi organik. LeSOS menganggap hal ini sebagai pencapaian yang membanggakan bagi Banyuwangi yang tengah getol mengembangkan pertanian organik. LeSOS menyatakan bahwa beras yang diproduksi oleh Kelompok Tani Sumber Urip, aman konsumsi. Bebas pestisida dan pupuk kimia, berdasarkan pedoman SNI 67259-2013 dan Dokumen Internal Control System (ICS).

    Lahan pertanian yang dikembangkan oleh poktan Sumber Urip mencapai 10 hektar. Padi yang ditanam jenisnya beragam, seperti padi hitam, situgendit, ciherang, towuti, dan IR 64. Poktan Sumber Urip juga menanam palawija, jagung, kedelai, kacang tanah dan padi kacang hijau. Kapasitas produksinya, mencapai 7 - 9 ton per hektar. Sebelum menerapkan sistem ini, produktivitas padi di lahan pertanian Sumber Urip hanya 5,5 ton per hektar. Hal ini sangat menguntungkan petani. Selain produksinya yang meningkat, harga beras organik di pasaran pun lebih tinggi. Yakni, per kilogram bisa dijual Rp 12 ribu. Penetapan harganya juga setelah mendapatkan Sertifikat Prima 3 dari UPT Pelayanan Perizinan Terpadu, Badan Penanaman Modal, Jawa Timur. “Teknik ini memberi kemajuan bagi produktivitas, harganya pun juga ikut membaik,” tambah Ikhrori.

    Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Moch Suyadi mengatakan penggunaan sistem pertanian organik ini telah dirintis sejak 5 tahun lalu. Suyadi yakin, dengan menggunakan pupuk dan bahan organik dalam lahannya, akan menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Menurutnya, sejak tahun 2010, anggota kelompok taninya berkomitmen tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia dalam budidaya padi, dan lebih memilih menggunakan agensi hayati untuk pengendalian hama penyakit. Selain itu, pemicu tekadnya untuk mewujudkan pertanian organik adalah bantuan pemerintah kepada poktan ini. Mulai dari Chopper kecil untuk pembuatan pupuk organic sebanyak 6 unit. Rice Transplanter (alat tanam padi) 2 Unit. Combine harvester 1 uni, Hand tractor 3 unit, Pompa air 2 Unit, Paddy mower 10 unit dan Power thresher 8 unit.(i/f/n)

  • BLH Uji Emisi Kendaraan Bermotor

    Ilex VIS- Badan Lingkungan Hidup (BLH) Banyuwangi bekerja sama dengan BLH Propinsi Jawa Timur, melaksanakan kegiatan uji emisi kendaraan bermotor dari cerobong bergerak atau knalpot.

  • BSI Fokus Pengembangan Masyarakat Tumpang Pitu

    Ilex VIS- Perusahaan tambang PT.BSI lebih fokus terhadap pengembangan masyarakat di kawasan gunung Tumpang Pitu.

  • BSI Komit Beri Manfaat Ekonomi Masyarakat

    Ilex VIS- Setelah di tetapkan sebagai obyek vital nasional dari pemerintah pusat, PT.Bumi Suksesindo atau BSI berkomitmen bahwa penambangan emas di gunung tumpang pitu banyuwangi bisa memberikan manfaat ekonomi secara optimal kepada masyarakat.