JA Muzic - шаблон joomla Mp3
Block [spotlight-1] not found!
  • 2 Raperda Usulah Eksekutif Akhirnya Sah

    Daus VIS- Setelah melalui proses Pembahasan oleh Pansus DPRD, dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan eksekutif disahkan dalam paripurna pengambilan keputusan yang digelar DPRD pada Jumat malam kemarin.

  • Anas : Dinas PU Harus Tingkatkan Kualitas Kerja

    Bupati menemukan beberapa proyek dibawah naungan dinas PU yang pembangunannya tidak maksimal
  • Anas Tekankan Pentingnya Data Untuk Pembangunan

    Dari data BPS, pemerintah bisa menyusun rancangan pembangunan.
  • Anggota Absen, Hearing Pemanfaatan Dana Desa Gagal

    Sedianya hearing ini akan membahas efektivitas dana desa, namun Kabag Pemkab dan Plt BPM-PD berhalangan hadir.
  • Atraksi Wisata, Banyuwangi Bangun 1000 Homestay

    Program homestay tidak hanya menawarkan sebuah paket hunian, tapi menyuguhkan aktifitas masyarakat yang bisa menjadi atraksi wisata.
  • Badan Anggaran Kritisi PAD Tak Maksimal

    Daus VIS- Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah menyiapkan sejumlah catatan kritis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban atau LKPJ Bupati tahun 2015 yang akan disampaikan kepada eksekutif dalam rapat paripurna dewan.

  • Banyuwangi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Jatim

    Tema besar "Mewujudkan Banyuwangi Lebih Baik" menelurkan banyak prioritas pembangunan di Banyuwangi
  • Banyuwangi Menginspirasi Pemkab Banjarnegara

    Ilex VIS- Pemkab Banjarnegara mengunjungi Banyuwangi, karena terinspirasi dengan pengembangan wisata dan program kemiskinan yang digulirkan oleh pemkab Banyuwangi. Rombongan pejabat dari kabupaten yang terdapat Pegunungan Dieng ini, langsung dipimpin wakil bupatinya, Hadi Supeno yang disertai beberapa kepala SKPD. Mereka diterima langsung oleh Wakil bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, di Ruang Rempeg Jogopati, Selasa (3/5). Disampaikan Supeno, kedatangannya bersama jajarannya ini ingin belajar bagaimana mengelola potensi pariwisata Banjarnegara layaknya yang dilakukan Banyuwangi.

    “Sejauh yang kami tahu inovasi Banyuwangi, khususnya terkait pariwisatanya sangat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan Banyuwangi dibidang pariwisata membuat kami ingin belajar ke sini,” kata Hadi Supeno. Bukan hanya itu, Supeno juga ingin belajar bagaimana pariwisata bisa berdampak pada pengurangan kemiskinan warga. “Banyuwangi yang saya dengar juga mampu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan dan salah satu caranya adalah lewat sektor pariwisata dimana mampu menggeliatkan perekonomian warga di sekitarnya,” ujar Supeno.

    Sementara itu,Wabup Yusuf menyatakan dengan rendah hati bahwa rombongan dari Banjarnegara yang dinilai lebih dahulu punya banyak potensi, namun masih belajar ke Banyuwangi. “Kehadiran Banjarnegara ke Banyuwangi ini juga bisa mendorong kita untuk lebih kreatif dan sungguh-sungguh, terutama dalam mengelola pariwisata kita,”ujar Wabup Yusuf.

    Ditambahkan Wabup, keberhasilan Banyuwangi dalam merubah imej dari yang semula daerah lewatan dan sekarang menjadi tujuan wisata nasional diraih dari kerja keras semua stake holder.

    “Semangat membangun wisata yang ditanamkan Bupati Anas dan perlahan mulai tumbuh di masyarakat Banyuwangi menjadi hal penting. Banyak destinasi wisata Banyuwangi saat ini mulai bisa memberikan multiplier efect bagi masyarakat langsung,’ kata Wabup.

    Dalam kesempatan tersebut, rombongan Banjarnegara melakukan dialog langsung dengan Wabup Yusuf dan para SKPD Banyuwangi terkait. Mereka banyak bertanya, mulai dari bagaimana mengembangkan desa wisata, kelompok sadar wisata berbasis desa, hingga perjanjian kerja sama dengan instansi vertikal. Selain juga tentunya, mereka langsung menanyakan sejumlah program kemiskinan yang dibuat Pemkab Banyuwangi. Dialog tersebut cukup panjang, sekitar 3 jam.(i/f)

  • Banyuwangi Siap Jadi Negeri Kincir Angin

    Pembangunan kincir angin di Banyuwangi tersebut direncanakan terlaksana tahun 2016 ini di Wongsorejo.
  • Bupati Anas Pimpin Apel Siaga Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi 2016

    Ilex VIS- Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memimpin langsung apel siaga pelepasan petugas sensus ekonomi 2016, di lapangan Taman Blambangan Jum’at (29/4). Apel siaga ini merupakan persiapan dari BPS di dalam sensus ekonomi 2016, yang di ikuti sekitar 2.570 petugas sensus yang berasal dari seluruh kabupetan Banyuwangi.

    Bupati Anas mengatakan, sensus ekonomi 2016 merupakan sebuah kegiatan yang sangat penting untuk merekam potret utuh perekonomian bangsa. Bagi Banyuwangi, Sensus Ekonomi akan memberikan gambaran termuktakhir kondisi perekonomian daerah yang menjadi landasan bagi pemkab untuk menentukan kebijakan perekonomian selanjutnya.

    Melalui sensus ekonomi 2016 ini menurut bupati Anas, pihaknya bisa melihat sejauh mana perkembangan ekonomi Banyuwangi dan sektor apa saja yang memberikan kontribusi pada kemajuan daerah. Hal ini juga di anggap menjadi tolak ukur keberhasilan dari upaya mengungkit ekonomi daerah, yang selama ini telah dilakukan maupun kekurangan apa saja yang perlu dibenahi. Untuk itulah, lanjut bupati Anas, tingginya tingkat urgensi sensus ekonomi membutuhkan persiapan yang matang dan kesungguhan niat dari para petugas dalam melaksanakan tugasnya. Dan Membangun komunikasi yang baik dengan calon responden saat bertugas menyensus, menjadi salah satu kunci dalam kelancaran tugas.



    Dalam sambutan singkatnya, bupati Anas menyampaikan bahwa komunikasi verbal sangat penting untuk membuka relasi yang baik, kesabaran juga dibutuhkan untuk bisa mendapatkan data secara optimal. Dan di ingatkan pula para petugas sensus ekonomi untuk menjaga performa penampilan, baik kelengkapan bertugas maupun kondisi tubuh, dan kalau perlu memakai parfum dan makan permen agar selalu segar.

    Dalam kurun lima tahun terakhir, Banyuwangi sendiri selalu memanfaatkan data ekonomi dari BPS sebagai landasan penyusunan kebijakan. Bahkan Pemkab melakukan MoU khusus dengan BPS untuk memotret perekonomian dari tiap kecamatan se Kabupaten. Data tersebut mulai dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi (PE), pendapatan perkapita sampai nilai investasi. Sementara itu, Kepala BPS Banyuwangi Mohammad Amin mengatakan, sensus ekonomi merupakan amanat undang-undang yang dilaksanakan 10 tahun sekali. Tujuannya untuk melihat perkembangan perekonomian nasional maupun daerah dalam kurun satu dasawarsa. Selain itu juga untuk menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi, berikut informasi dasar dan karakteristiknya.

    Menurut Amin, dari data tahunan mencatat, perekonomian Banyuwangi progress-nya sangat bagus. Perekonomiannya sedang menggeliat, serta potensi perekonomiannya pun sangat besar. Sehingga, melalui Sensus Ekonomi ini diharapkan bisa merekam detail semua potensi ekonomi tersebut secara maksimal. Dikatakan oleh Amin, BPS Banyuwangi akan melaksanakan Sensus Ekonomi di 24 kecamatan se Kabupaten. Sensus ini melibatkan 2570 orang petugas sensus yang akan melakukan pendataan terhadap sasaran sensus. Dan Para petugas tersebut semuanya adalah warga Banyuwangi asli yang telah di seleksi dan di beri pelatihan terkait pelaksanaan sensus. Sementara, sasaran dari sensus ini lanjut Amin, mencakup seluruh usaha atau perusahaan baik yang berada di lokasi tetap atau permanen seperti perkantoran, hotel maupun usaha yang tidak menetap, seperti kaki lima dan pasar kaget. Para Pelaku usaha yang menjadi target sensus mulai pemerintah, lembaga non profit, rumah tangga, korporasi atau perusahaan. Bahkan, Rumah penduduk pun akan di datangi oleh petugas. Karena, Mengingat tren e-commerce saat ini banyak yang dijalankan lewat rumah. Sedangkan untuk sektor usaha, semua bidang menjadi sasaran sensus kecuali bidang pertanian. Sektor usaha yang disasar oleh sensus ini mulai dari pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar, eceran, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi makanan dan minuman, informasi dan komunikasi serta berbagai kegiatan jasa. Sementara, Sektor pertanian tidak masuk dalam sasaran sensus, karena BPS melaksanakan sensus pertanian secara terpisah. Amin menambahkan,Survey ekonomi ini akan menjadi pondasi bagi pengukuran kegiatan usaha di Indonesia. Sehingga akan di dapat gambaran bagaimana potensi, karakter, dan struktur ekonomi daerah.(i/f)

  • Bupati Minta Kepala Desa Saling Komunikasi

    Program bedah rumah dari pemerintah tertahan karena lahan penerima bantuan ternyata milik orang lain.
  • Cagar Budaya & Tol Banyuwangi-Surabaya Disiapkan Pemda

    Ilex VIS- Dalam rencana tata ruang strategis yang disiapkan oleh pemerintah daerah, terdapat kawasan cagar budaya dan lokasi pembangunan jalan tol penghubung Banyuwangi – Surabaya. Rencana tata ruang ini dipaparkan oleh bupati Abdullah Azwar Anas di hadapan seluruh SKPD di ruang Rempeg Jogopati kantor pemkab Banyuwangi pada Senin(13/3). Bupati Anas memaparkan, seiring dengan perkembangan kabupetan Banyuwangi yang terus dinamis, maka pemerintah daerah telah menyelesaikan detail desain tata ruang beberapa kawasan strategis mulai dari wilayah kecamatan Wongsorejo, Kalipuro hingga Banyuwangi kota.

    Dalam rencana penataan tata ruang tersebut, bupati Anas memasukkan tata ruang cagar budaya karena selama ini pemerintah daerah belum mempunyai pemetaan terkait daerah yang dianggap sebagai cagar budaya. Untuk mengaplikasikan rencana tersebut, bupati Anas meminta Bapeda berkonsultasi dengan para budayawan dan pemerhati masalah Arkeologi. Bupati Anas juga memasukkan tata ruang di wilayah utara untuk pembangunan jalan tol, yakni di kawasan kecamatan Wongsorejo.

    “Pemkab Banyuwangi menyiapkan terlebih dahulu tata ruangnya, sehingga apabila pemerintah pusat berencana akan membangun jalan tol penghubung Surabaya – Banyuwangi, maka pemerintah daerah sudah siap,” tutur bupati Anas.

    Kendala yang muncul saat ini yaitu pembebasan lahan di wilayah Probolinggo sehingga rencana pembangunan jalan tol oleh pemerintah pusat, menjadi terkendala. Pemkab Banyuwangi menargetkan pembangunan jalan tol segera di lakukan. Bupati Anas menjelaskan, dalam penataan tata ruang tersebut, pihaknya juga telah menentukan beberapa titik yang akan digunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau. Jika lahan di beberapa titik tersebut masih ada kepemilikan, maka pemerintah daerah akan membelinya untuk di jadikan kawasan RTH.

    Pemerintah daerah juga akan membangun Jalan Lintas Barat yang menjadi perencanaan pembangunan Banyuwangi untuk 50 hingga 80 tahun ke depan. Nantinya ada jalur dari wilayah kecamatan Glagah menuju Rogojampi, sehingga jika di wilayah kota terjadi kemacetan, kendaraan bermotor bisa melewati jalur tersebut. Selain itu, Jalan Lintas Timur juga akan didetailkan di rencana tata ruang tersebut, karena jalan di lintas timur berbelok belok sehingga nantinya akan di buat lebih lurus supaya bisa berfungsi dengan baik. Untuk pengendaliannya, di sepanjang pinggir jalan ini tidak boleh ada gudang, dan kalaupun ada maka harus mundur maksimal 100 meter dari pinggir jalan raya. Pasalnya, pengembangan Banyuwangi adalah untuk kawasan pariwisata dan pertanian.

    Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong untuk melindungi beberapa wilayah supaya tidak terlalu di konversi dengan pengembangan perumahan. Misalnya, di wilayah kecamatan Glagah dan Licin. Pengembangan perumahan baru harus dikendalikan, jika tidak maka di saat terjadi hujan deras maka di wilayah Banyuwangi kota akan terjadi banjir.(i/f/n)

  • Dana Desa Banyuwangi Alokasikan Belanja Bandwidth

    Ilex VIS- Dalam Meningkatkan kapasitas desa, Pemkab Banyuwangi memanfaatkan dana desa untuk belanja bandwidth. Tidak hanya digunakan untuk belanja infrastruktur fisik, tiap desa akan mengalokasikan belanja infrastruktur IT tersebut untuk kemudahan akses internet. "Biar anggaran desa tidak hanya untuk bangun infrastruktur fisik saja, seperti plengsengan dan jalan. Namun akses internet ini juga penting untuk mempermudah warga. Internet ibarat jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia global," kata bupati Abdullah Azwar Anas.

    Pada 2015, Kabupaten Banyuwangi menerima anggaran program dana desa dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebesar Rp 59,8 miliar untuk 189 desa. Dikatakan Bupati Anas, belanja pita lebar ini juga untuk menyokong program Smart Kampung. Program itu bertujuan untuk mengedukasi masyarakat yang tinggal di desa agar akrab dengan teknologi informasi. Lewat program ini, diharapkan infrastruktur IT yang dibangun akan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. "Warga yang akan mengurus surat kependudukan tidak perlu jauh-jauh ke kota. Contohnya bila selama ini mengurus Surat Keterangan Miskin untuk pengurusan BPJS harus datang ke kantor pemda, maka dengan program ini warga cukup mengurusnya dari desa karena online," kata Bupati Anas.

    Ditambahkan, untuk mendukung program ini balai desa pun akan dijadikan pusat aktivitas warga. balai desa sebagai pusat pembelajaran dan kebudayaan desa tersebut.(i/f/n)

  • Desa Sumberberas Sandang Predikat Smart Kampung

    Selain menyuguhkan pelayan prima, ruang pelayanan juga dibuat nyaman layaknya kantor modern.
  • DPR RI : Banyuwangi Konsisten Inovasi Layanan Publik

    DPR melihat inovasi bagus dan merupakan terobosan baru di Banyuwangi yang perlu dijaga dan disempurnakan.
  • DPRD Ingin Proses Lelang Lebih Mudah

    DPRD sering mendengar keluhan lambannya proses administrasi yang berujung pada molornya penyerapan anggaran.
  • Garuda Indonesia Tambah Rute Penerbangan

    Ilex VIS- Terhitung mulai tanggal 16 mei 2016 mendatang, maskapai Garuda Indonesia akan menambah 1 lagi rute penerbangan di Bandara Blimbing Sari Banyuwangi, yakni rute Banyuwangi – Surabaya di jam penerbangan pagi. Sebelumnya, hanya ada 1 rute penerbangan dari Maskapai Garuda Indonesia dengan rute Banyuwangi – Surabaya pada pukul 12.30 wib. Namun dengan adanya penambangan rute penerbangan ini, maka penerbangan dari Surabaya – Banyuwangi pada pukul 06.00 tiba pukul 06.45 wib. Selanjutnya penerbangan dari Banyuwangi – Surabaya pada pukul 07.30 tiba pukul 08.15 wib.

    Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dari hasil pembicaraan pihaknya dengan direktur maskapai Garuda Indonesia, saat ini surat ijin penambahan rute penerbangan di Bandara Blimbing Sari sudah turun, dan di pastikan mulai di berlakukan pada tanggal 16 Mei 2016 mendatang. Sedangkan untuk rute penerbangan Banyuwangi – Denpasar masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut. Sementara sebelumnya, maskapai Garuda Indonesia telah membuka rute penerbangan Banyuwangi – Denpasar Bali ( PP ). Namun saat ini sudah di tutup dengan alasan karena volume penumpangnya terus mengalami penurunan. Hal inilah yang disayangkan oleh bupati Anas. Orang nomor 1 pada jajaran pemkab Banyuwangi tersebut menegaskan, selain maskapai Garuda Indonesia, saat ini maskapai Wings Air juga berencana akan menambah rute penerbangan lagi di Bandara Blimbing Sari.

    Sementara itu, saat ini ada 2 penerbangan komersil yang beroperasi di Bandara Blimbingsari. Yakni maskapai Garuda Indonesia yang melayani rute penerbangan Surabaya – Banyuwangi ( PP ) dan satu penerbangan dari operator Wings Air dengan rute Surabaya – Banyuwangi ( PP ).(i/f)

  • Garuda Segera Buka Rute Banyuwangi-Bali

    Salah satu bentuk kontribusi BUMN, PT. Garuda Indonesia dalam akselerasi pariwisata Banyuwangi.
  • Jonan : Saya Siap Bantu Bangun Blimbingsari

    Pemkab Banyuwangi memang mengharap adanya bantuan dari pusat untuk percepatan pembangunan Bandara Blimbingsari.
  • Kemen LH Bentuk Tim Pembangunan Ijen

    Penyelarasan tim pengembangan kawasan Ijen kedepan akan melibatkan sejumlah pihak, seperti kementrian LHK, pemkab, dan investor.

    Ilex VIS- Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membentuk tim khusus Task Force, untuk perencanaan pembangunan Taman Wisata Gunung Ijen. Pemerintah pusat terus memantapkan pengembangan pariwisata di kawasan Taman Nasional yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Tim lintas kementerian kembali menggelar rapat koordinasi.

    Rapat yang berlangsung di Banyuwangi itu dipimpin Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Tachrir Fathoni. Hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko, Direktur Rencana Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan pada Direktorat jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Is Mugiono, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, dan Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember, Agus Krisna.

    Dikatakan oleh Tachrir, penyelarasan tim pengembangan kawasan Ijen kedepan akan melibatkan sejumlah pihak, seperti kementrian LHK, pemkab, dan investor.

    "Kita duduk bersama di sini untuk mensikronkan perencanaan yang dibuat pemda bersama Kementerian Pariwisata, konsep yang diusung pihak swasta, maupun dari kami sendiri. Namun, semua perencanaan pengembangan Ijen yang akan kami pilih tetap akan mengedepankan konsep konservasi," ujar Tachrir.

    Dalam kesempatan tersebut, hadir pula PT. Sura Parama Setia sebagai pemegang ijin pengusahaan pariwisata alam di TWA Ijen. Dalam rapat tersebut juga telah dibentuk tim khusus di bawah komando Kementerian LHK yang akan membahas khusus tentang bagaimana pengembangan Ijen ke depan dari berbagai pihak.

    "Task force ini di bawah komando Direktur Rencana Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan. Mereka akan bekerja merumuskan dengan menyinkronkan beragam perencanaan dari tiga pihak ini. Kami deadline sebelum 15 Mei sudah tuntas semua perencanaannya untuk kami laporkan langsung ke Bu Menteri," tegas Tachrir.

    Lebih jauh Tachir mengatakan pengembangan Ijen tetap akan mengedepankan konsep ecotourism. Pengembangan pariwisatanya berdasar pada kelestarian lingkungan dan harmoni dengan masyarakat.

    "Blue fire Ijen ini fenomenanya hanya ada 2 di dunia, maka wajib kita jaga kelestariannya. Ijen akan tetap jadi satu kesatuan ekosistem dimana kelestarian alam menjadi tumpuan utamanya, dan pariwisata menjadi pengembangannya. Masyarakat di sana pun akan berkembang sesuai konsep konservasi," kata Tachrir.

    Selain itu, rakor ini juga memantapkan persiapan peta jalan pembangunan infrastruktur pariwisata di Ijen, yang terbagi dalam pembangunan jangka pendek dan jangka menengah. Tachrir mengungkapkan bahwa pembangunan sejumlah sarana dan prasarana ada yang akan dibangun pada tahun ini juga.

    "Toilet, mushola, bak sampah, dan sumber air akan kita bangun tahun ini juga. Itu rencana jangka pendeknya, karena yang sifatnya yang mendesak. Sementara lainnya yang terkait pengembangan Ijen ke depan akan kita mantapkan pula pada rapat ini," kata Tachir.

    Dalam rakor tersebut juga diputuskan bahwa pemkab diberi keleluasaan untuk membangun sejumlah sarpras penunjang di kawasan kaki Gunung Ijen, seperti membangun dan memperbaiki akses jalan menuju Ijen. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga men-support pemkab Banyuwangi yang berencana membuat lahan parkir di bawah Paltuding sebagai buffer zone, dalam rangka mendistribusikan pusat kepadatan agar tidak terkonsentrasi di satu titik.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Banyuwangi Mudjiono mengatakan bahwa pada tahun ini pemkab menganggarkan perbaikan jalan menuju Ijen Rp 950 juta. Anggaran itu dipergunakan untuk membangun jalan dari Jambu menuju Paltuding. Akses Ijen menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata. Selain itu, pemerintah daerah juga menganggarkan infrastruktur fisik menuju Pantai Sukamade sebesar Rp 5,3 miliar, dan Pantai Pulau Merah sebesar Rp 3,5 miliar.