Pakai Sabu, Delapan Buruh Bangunan Ditangkap

Hukum
Typography
PALEMBANG, KOMPAS.com - Delapan buruh bangunan harus mendekam di sel tahanan Polsek Ilir Timur II, Sumatera Selatan, lantaran kedapatan mengkonsumsi sabu.
Delapan tersangka tersebut, yakni Dedi (32), Wawan Kurniawan (28), Yulistiyo (30), M Huzer (25), Ardi Wijaya (21), Humaidi (49), Feriyanto (20) dan Susanto (32).

Mereka ditangkap dalam operasi preman sejak satu pekan terakhir. Dedi (32), warga Jalan Gotong Royong, Kecamatan Ilir Timur II Palembang, mengaku, selama bekerja sebagai buruh bangunan, ia selalu mengkonsumsi sabu untuk menghilangkan lelah usai seharian bekerja.

Modus yang digunakan Dedi terbilang unik untuk menghindari razia petugas. Bapak dua orang anak ini selalu menyimpan satu paket sabu di dalam mulut. "Misalnya, ada razia biasa kan cuma digeledah badan. Jadi sabu saya simpan di mulut biar nggak ketahuan," kata Dedi, Sabtu (11/8/2018). Dedi tertangkap dalam operasi saat berpesta bersama tujuh rekannya itu yang sama-sama sebagai buruh bangunan. "Lagi makai bareng, tidak tahu ada polisi razia. Jadi kami ketangkap, istri juga tahu kalau saya pecandu berat. Uang gaji biasanya beli sabu, setengahnya baru untuk istri," ujarnya. Tersangka lain Humaidi, juga menuturkan hal yang sama. Setiap mengkonsumsi narkoba, ia selalu bersama para rekan-rekannya tersebut. "Misalkan nggak ada uang bisa patungan, jadi makai bareng-bareng. Biasanya kalau habis gajian, baru beli (sabu)," ungkapnya. Kapolsek Ilir Timur II Palembang Kompol Milwani menjelaskan, operasi preman selama Asian Games akan terus dilakukan. Selain mengantisipasi tindak kejatan, operasi itu juga mengincar para bandar narkoba. "Mereka semuanya ditangkap saat pesta setelah membeli. Kami akan terus buru siapa bandar dari para tersangka," kata Milwani.

Penulis : Kontributor Palembang, Aji YK Putra Editor : Sandro Gatra

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS
Sign up via our free email subscription service to receive notifications when new information is available.